Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Abdimas

Perluasan Kader Konservasi pada Masyarakat Nelayan melalui Pemberdayaan Kelompok Nelayan di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal Lestari, Eta Yuni
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah menjadikan konservasi sebagai visi sejak tahun 2010, konsep konservasi dapat diterapkan melalui 7 (tujuh) pilar konservasi yang menjadi visi di Unnes yang meliputi; paperless, green archtechture, pengolahan limbah, nirkertas, internal transportation, konservasi moral dan budaya, dan energi bersih. Ketujuh pilar dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan semua kegiatan tri dharma perguruan tinggi Program konservasi Unnes. Visi konservasi diharapkan tidak hanya dilaksanakan di Unnes saja melainkan diperluas ke wilayah yang membutuhkan visi konservasi untuk perkembangan daerah masing-masing. Salah satunya di masyarakat nelayan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu, Pertama masyarakat nelayan  melalui pemberdayaan kelompok nelayan dapat memiliki karakter peduli lingkungan untuk menjaga keberlangsungan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kedua, diperoleh Model atau program-program dalam upaya perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan di di kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian ini dibatasi pada perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan melalui pemberdayaan kelompok nelayan dengan  melaksanakan 3 tahapan yaitu perencanaan,  pelaksanaan dan refleksi. Sedangkan metode kegiatan dilaksanakan melalui kegaiatan sosialisasi yang diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan pada masyarakat nelayan di kawasan pantai. luaran hasil pengabdian ini diharapkan akan terbentuk desa konservasi yang berkarakter peduli  terhadap lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas karakter bagi para nelayan dan masyakarat sekitar pantai, hingga mampu memanfaatkan kegiatan untuk menggali potensi yang dimiliki di desa nelayan untuk mempercepat proses kesejahteraan masyarakat desa nelayan. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, masyarakat menalayan menjadi paham akan pentingnya menjaga lingkungan terutama melaksanakan konservasi untuk menjaga kelangsungan sumber daya alam yang merupakan sumber mata pencaharian mereka.
Pengembangan Nilai Tambah Ampas Tahu Bernilai Ekonomi melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Dadirejo Pati Lestari, Eta Yuni; Diningrum, Mike Meida; Haqiqi, lukman Ibnu
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat desa. Ekonomi kreatif merupakan salah satu upaya pembangunan ekonomi yang menggunakan kreatifitas sebagai faktor untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Ekonomi kreatif mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia(SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ekonomi kreatif dapat diaplikasikan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki masyarakat sehingga dapat mengembangkan kemandirian, kesadaran kritis dan kemampuan masyarakat untuk menghadapi permasalahan yang ada. Salah satunya yaitu melalui pengembangan nilai tambah ampas tahu. Sebagai makanan yang telah dikenal lama di kalangan masyarakat, tahu telah mengalami berbagai perubahan varian makanan seperti kerupuk tahu, lumpia tahu, friench fries tofu dll. Tapi, tidak banyak masyarakat yang menyadari manfaat lain limbah padat ampas tahu selain untuk pembuatan tempe gembus dan pakan ternak. Padahal, ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi berbagai varian makanan baru seperti, donat, kerupuk, dan brownies. Pemanfaatan ampas tahu menjadi memiliki nilai ekonomi diharapakan dapat meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat sehingga dapat mempercepat pembangunan desa, sekaligus sebagai dukungan pemerintah dalam pembangunan Indonesia mulai dari pinggiran yaitu desa
Pengembangan Nilai Tambah Ampas Tahu Bernilai Ekonomi melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Dadirejo Pati Lestari, Eta Yuni; Diningrum, Mike Meida; Haqiqi, lukman Ibnu
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i2.19916

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat desa. Ekonomi kreatif merupakan salah satu upaya pembangunan ekonomi yang menggunakan kreatifitas sebagai faktor untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Ekonomi kreatif mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia(SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ekonomi kreatif dapat diaplikasikan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki masyarakat sehingga dapat mengembangkan kemandirian, kesadaran kritis dan kemampuan masyarakat untuk menghadapi permasalahan yang ada. Salah satunya yaitu melalui pengembangan nilai tambah ampas tahu. Sebagai makanan yang telah dikenal lama di kalangan masyarakat, tahu telah mengalami berbagai perubahan varian makanan seperti kerupuk tahu, lumpia tahu, friench fries tofu dll. Tapi, tidak banyak masyarakat yang menyadari manfaat lain limbah padat ampas tahu selain untuk pembuatan tempe gembus dan pakan ternak. Padahal, ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi berbagai varian makanan baru seperti, donat, kerupuk, dan brownies. Pemanfaatan ampas tahu menjadi memiliki nilai ekonomi diharapakan dapat meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat sehingga dapat mempercepat pembangunan desa, sekaligus sebagai dukungan pemerintah dalam pembangunan Indonesia mulai dari pinggiran yaitu desa
Perluasan Kader Konservasi pada Masyarakat Nelayan melalui Pemberdayaan Kelompok Nelayan di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal Lestari, Eta Yuni
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.16402

Abstract

Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah menjadikan konservasi sebagai visi sejak tahun 2010, konsep konservasi dapat diterapkan melalui 7 (tujuh) pilar konservasi yang menjadi visi di Unnes yang meliputi; paperless, green archtechture, pengolahan limbah, nirkertas, internal transportation, konservasi moral dan budaya, dan energi bersih. Ketujuh pilar dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan semua kegiatan tri dharma perguruan tinggi Program konservasi Unnes. Visi konservasi diharapkan tidak hanya dilaksanakan di Unnes saja melainkan diperluas ke wilayah yang membutuhkan visi konservasi untuk perkembangan daerah masing-masing. Salah satunya di masyarakat nelayan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu, Pertama masyarakat nelayan  melalui pemberdayaan kelompok nelayan dapat memiliki karakter peduli lingkungan untuk menjaga keberlangsungan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kedua, diperoleh Model atau program-program dalam upaya perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan di di kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian ini dibatasi pada perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan melalui pemberdayaan kelompok nelayan dengan  melaksanakan 3 tahapan yaitu perencanaan,  pelaksanaan dan refleksi. Sedangkan metode kegiatan dilaksanakan melalui kegaiatan sosialisasi yang diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan pada masyarakat nelayan di kawasan pantai. luaran hasil pengabdian ini diharapkan akan terbentuk desa konservasi yang berkarakter peduli  terhadap lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas karakter bagi para nelayan dan masyakarat sekitar pantai, hingga mampu memanfaatkan kegiatan untuk menggali potensi yang dimiliki di desa nelayan untuk mempercepat proses kesejahteraan masyarakat desa nelayan. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, masyarakat menalayan menjadi paham akan pentingnya menjaga lingkungan terutama melaksanakan konservasi untuk menjaga kelangsungan sumber daya alam yang merupakan sumber mata pencaharian mereka.