Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Islamic Local Culture Commodification in Disruption Era Tourism Industrial Azizah, Intan Nur
Jurnal Penelitian Agama Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jpa.v25i1.2024.pp139-160

Abstract

This study aims to find out how to synergize the demands of globalization - especially the commodification of the tourism industry's culture - with the development of the distinctiveness of the kejawen group as part of a tourist attraction? What strategy needs to be developed so that the kejawen group as a cultural identity or local wisdom subject of its supporting community is still protected, but it is also hoped that it can accommodate the demands of economic globalization which has commodified culture? The subject in this study was the Aboge Islamic group in Purbalingga and Banyumas Regencies. This study uses ethnographic methods. Ethnographic research methods are used to find theories based on the field data obtained. The era of the global economy demands that all elements of culture can be made into commodities, eventually, the term cultural commodification was born. In other words, the commodification of culture is the process of producing cultural objects as commodities that are traded through the cultural industry by following market rules. The results of this study indicate that the Islamic Aboge group in Purbalingga and Banyumas areas has carried out cultural commodification as a strategy to maintain its existence in society. Several traditions that developed later result in new traditions to maintain the existence of the Aboge group as a cultural identity. Cultural commodification is also able to accommodate the demands of economic globalization as an entertainment art in the form of tourist attractions.
PENINGKATAN STRATEGI PEMASARAN MELALUI INOVASI DAN KREASI GUNA MENINGKATKAN PENJUALAN PADA USAHA STC CELL Zikri Jayalaksana; Fadly Ahmad Fakhrezy; Azizah, Intan Nur; Rafli Apriwan; Anitalia; Tita Widyawati; Rahmantya, Yanneri Elfa Kiswara
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jmie.v1i2.356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Tantangan dalam mempertahankan eksistensi pasar, 2) Strategi efektif dalam meningkatkan penjualan pada UMKM STC Cell, 3) Mengetahui ide inovasi kreatif pada UMKM STC Cell. Hasil penelitian ini menunjukkan penetapan aspek analisa SWOT pada UMKM STC Cell.
Nilai Nilai Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Al Islam, Kemuhammadiyahan Dan Bahasa Arab (Ismuba) Tingkat Madrasah Ibtidaiyyah Azizah, Intan Nur; Salsabillah, Novala Arum; Andini, Ragil Ayu Putri; Rahayu, Uti; Putriningrum, Afifah
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i1.13488

Abstract

Abstract This study focuses on identifying and analyzing the values of religious moderation integrated into the Al-Islam, Kemuhammadiyahan, and Arabic Language (ISMUBA) curriculum at the Madrasah Ibtidaiyyah level. The aim of this research is to examine how the values of religious moderation are implemented and taught through the ISMUBA curriculum, as well as their impact on students’ understanding of interfaith harmony. The research employs a descriptive qualitative method with a case study approach, involving observation, interviews, and document analysis. The findings indicate that the ISMUBA curriculum effectively incorporates the values of religious moderation, although its implementation in the field still requires improvement. This study offers recommendations for developing a more inclusive and adaptive curriculum in response to the religious and social dynamics in Indonesia. Keywords: Religious Moderation Values, ISMUBA Curriculum, Madrasah Ibtidaiyyah Education Abstrak Penelitian ini terfokus pada identifikasi dan analisis nilai-nilai moderasi beragama yang diintegrasikan dalam kurikulum Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) di tingkat Madrasah Ibtidaiyyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai moderasi beragama diterapkan dan diajarkan melalui kurikulum ISMUBA, serta dampaknya terhadap pemahaman siswa tentang kerukunan antarumat beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum ISMUBA secara efektif menyisipkan nilai-nilai moderasi beragama, namun implementasi di lapangan masih memerlukan penyempurnaan. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan adaptif terhadap dinamika sosial keagamaan di Indonesia. Kata Kunci : Nilai-Nilai Moderasi Beragama, Kurikulum ISMUBA, Pendidikan Madrasah Ibtidaiyyah
Efektifitas Dan Kepuasan Mahasiswa Terhadap Media E-learning Purwaningsih, Erwin; Sari, Sintia; Azizah, Intan Nur; Triaswati, Nurinda; Ardawati, Ela; Rahman, Cahya Rio Nur
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-Learning yang disebut juga sebagai system pembelajaran elektronik (Electrinic Learning) merupakan cara baru PBM. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke mahasiswa dengan menggunakan media internet, atau media jaringan computer lain.E-Learning juga merupakan system Pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung pembelajaran dalam mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun computer standalone. Dan E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer.Sehingga dengan E-Learning ini dapat mempermudah pembelajaran dan dapat mengakses materi pembelajaran , kuis, chat, forum, dan tugas secara online.
Representation of the moderate education curriculum in Indonesia; integration of NU and Muhammadiyah thought Sumiarti; Azizah, Intan Nur
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol. 9 No. 2 (2024): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v9i2.213-232

Abstract

This study aims to analyze the curricula of NU and Muhammadiyah educational institutions, focusing on their contributions to supporting moderate Islamic education. The research was conducted in Central Java, Indonesia, using a descriptive qualitative method. Data collection techniques included classroom observations, in-depth interviews with school principals and teachers, as well as an analysis of curriculum documents and teaching materials. The findings reveal fundamental differences and similarities between the two curricula. NU's curriculum is rooted in the concept of "Islam Nusantara," emphasizing the integration of Islamic teachings with local culture and national identity, fostering harmony with state principles such as Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika. Meanwhile, Muhammadiyah's curriculum is based on the concept of "Progressive Islam," prioritizing modernity and incorporating contemporary sciences and social issues into the educational framework. This comparative analysis concludes that both educational institutions significantly contribute to shaping moderate Islamic perspectives through their curricula. The NU curriculum focuses on cultural preservation and religious harmony, while the Muhammadiyah curriculum emphasizes innovation and progress, aligning Islamic education with modern global challenges. This study highlights the potential of these curricula as frameworks to address socio-religious challenges, foster peace, and counter radicalism in Indonesia.  
Penyelesaian Penumpukan Pasien Melalui Penambahan Petugas Administrasi Rawat Inap di RSUD dr. Abdul Rivai Berau Azizah, Intan Nur; Nurhasanah, Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3525

Abstract

Penumpukan pasien pada unit rawat inap merupakan permasalahan yang sering terjadi di berbagai rumah sakit dan dapat berdampak langsung pada mutu pelayanan, waktu tunggu pasien, serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab serta memberikan solusi praktis terhadap permasalahan penumpukan pasien rawat inap di RSUD Dr. Abdul Rivai Berau. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan selama kegiatan magang, wawancara dengan petugas pendaftaran dan bagian rawat inap, serta analisis menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penumpukan pasien disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu aspek manusia, metode, material, dan lingkungan. Dari aspek manusia, keterbatasan jumlah petugas terutama pada shift pagi menyebabkan keterlambatan dalam proses administrasi dan input data pasien. Aspek metode mencakup sistem fingerprint pasien yang masih dilakukan secara manual sehingga memperlambat proses pendaftaran. Dari aspek material, keterbatasan sarana seperti mesin pencetak gelang pasien dan komputer berdampak pada lamanya pelayanan. Sedangkan dari aspek lingkungan, peningkatan jumlah pasien setelah hari libur nasional sering menimbulkan lonjakan mendadak. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar manajemen rumah sakit menambah tenaga administrasi, mempercepat digitalisasi sistem pendaftaran, serta meningkatkan sarana prasarana agar pelayanan rawat inap dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien.
MODEL PEMBELAJARAN NUMERASI KONTEKSTUAL BERBASIS PERMASALAHAN KEHIDUPAN SEHARI HARI Arisandi, Indi; Azizah, Intan Nur; Sartika, Dewi; Prasrihamni, Mega; Armariena, Dian Nuzulia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran numerasi kontekstual berbasis permasalahan kehidupan sehari-hari serta dampaknya terhadap kemampuan penalaran matematis dan pemahaman konsep numerasi dasar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ini secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik, yang ditunjukkan melalui peningkatan dalam mengidentifikasi informasi relevan (dari 45% menjadi 78%), menyusun strategi penyelesaian (dari 38% menjadi 72%), serta menganalisis data dan menarik kesimpulan (dari 40% menjadi 75%). Selain itu, pemahaman konsep numerasi dasar peserta didik juga mengalami peningkatan dari 42% menjadi 80%. Pembelajaran berbasis masalah kontekstual terbukti membuat proses belajar lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, logis, dan analitis. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran numerasi kontekstual dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mengatasi keterbatasan pembelajaran tradisional yang cenderung bersifat hafalan dan prosedural, sekaligus mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21, khususnya dalam literasi numerasi dan kemampuan pemecahan masalah.