Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Literasi Budaya Berbasis Virtual Reality Pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Sampurna, Iman; Fauzi, Rian; Adiputra, Dede Kurnia; Suwarno, Suwarno
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v6i1.735

Abstract

Pembelajaran IPS yang selama ini diajarkan kurang memberikan sentuhan yang kuat kepada siswa karena kurangnya inovasi dalam pembelajaran dan terlalu tekstual sehingga cenderung membosankan bagi siswa. Selain itu, guru di kelas kurang mengaitkan keberagaman budaya yang sedang terjadi dalam masyarakat sehingga siswa kurang mengenal tentang budaya yang ada disekitarnya. Pembelajaran yang diterapkan guru juga masih tampak kurang keterpaduan, baik dengan mata pelajaran lain maupun pemilihan model dan strategi pembelajarannya. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang tujuannya adalah untuk mengembangkan literasi budaya berbasis virtual reality (VR). Metode penelitian ini menggunakan pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop and Disseminate). Pengembangan model 4D terdiri dari empat tahapan yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Keunggulan dari penelitian ini ditunjukkan pada virtual reality yang memuat atau menonjolkan bentuk keragaman budaya yang ada di Baduy, Hasil penelitian berupa potensi sumber daya alam udara, air, hutan, tambang, laut, sehingga kearifan lokal dapat dijaga secara arif agar potensi sumber daya alam dapat terjaga sampai ke generasi berikutnya, siswa senang menggunakan VR kebudayaan Baduy sehingga meningkatkan literasi budaya
Pengembangan Literasi Budaya Berbasis Virtual Reality Pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Sampurna, Iman; Fauzi, Rian; Adiputra, Dede Kurnia; Suwarno, Suwarno
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v6i1.735

Abstract

Pembelajaran IPS yang selama ini diajarkan kurang memberikan sentuhan yang kuat kepada siswa karena kurangnya inovasi dalam pembelajaran dan terlalu tekstual sehingga cenderung membosankan bagi siswa. Selain itu, guru di kelas kurang mengaitkan keberagaman budaya yang sedang terjadi dalam masyarakat sehingga siswa kurang mengenal tentang budaya yang ada disekitarnya. Pembelajaran yang diterapkan guru juga masih tampak kurang keterpaduan, baik dengan mata pelajaran lain maupun pemilihan model dan strategi pembelajarannya. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang tujuannya adalah untuk mengembangkan literasi budaya berbasis virtual reality (VR). Metode penelitian ini menggunakan pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop and Disseminate). Pengembangan model 4D terdiri dari empat tahapan yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Keunggulan dari penelitian ini ditunjukkan pada virtual reality yang memuat atau menonjolkan bentuk keragaman budaya yang ada di Baduy, Hasil penelitian berupa potensi sumber daya alam udara, air, hutan, tambang, laut, sehingga kearifan lokal dapat dijaga secara arif agar potensi sumber daya alam dapat terjaga sampai ke generasi berikutnya, siswa senang menggunakan VR kebudayaan Baduy sehingga meningkatkan literasi budaya
Effectiveness of Using Wordwall Digital Learning Media in Improving Students' Understanding of History Learning Usmaedi, Usmaedi; Ayu Ningtyas, Tiara; Sampurna, Iman; Jumyadi, Jumyadi
Jurnal Ilmiah WUNY Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v8i1.95037

Abstract

Background: The background of this research is based on students' low interest and understanding of history lessons due to the dominant conventional learning methods. Objectives: To involve two 11th-grade classes at SMA Negeri 1 Cimarga, namely the experimental class using Wordwall and the control class using the lecture method. Method: The research method used is quantitative with a quasi-experimental design, involving two 11th-grade classes at SMA Negeri 1 Cimarga, namely the experimental class using Wordwall and the control class using the lecture method. Result: The research results showed a significant difference between student learning outcomes in the experimental class and the control class, with a significance value of 0.006 < 0.05. Furthermore, the average N-Gain value in the experimental class of 57.08 is included in the quite effective category, while the control class only reached 33.74 (less effective). These findings indicate that Wordwall is effective in improving students' understanding of history learning. Conclusion: Therefore, interactive digital media such as Wordwall are recommended for use in history learning to create a more engaging and meaningful learning atmosphere.  
Strengthening Business Legality through NIB Assistance for Beginner Independent Workers Setiabudi, Tardi; Rahmawati, Rahmawati; Sampurna, Iman; Assayid, Wandi S.
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2026): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v6i1.38867

Abstract

Business legality is a critical prerequisite for micro-enterprises, particularly for Beginner Independent Workers (TKMP) who still face administrative and digital-literacy limitations. This community service program aimed to strengthen the capacity of TKMP-owned micro and small enterprises to obtain a Business Identification Number (NIB) through the Online Single Submission (OSS) system. The program was conducted in Lebak Regency, Banten Province, from 6 to 30 November 2025 and involved 15 participants receiving start-up capital assistance from the Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia, none of whom had previously held an NIB. The implementation used a door-to-door approach through planning, implementation, and evaluation stages. Data were collected through direct observation, OSS process checklists, field-constraint notes, and verification of NIB issuance. The results show that all participants successfully obtained NIBs after socialization, technical assistance, and iterative follow-up. The main constraints included limited understanding of OSS, unstable internet signals, difficulties in selecting the appropriate business category or KBLI, and problems in drafting business descriptions. These findings indicate that personalized, adaptive, and contextual mentoring effectively bridges the gap between a digital licensing system and the actual capabilities of novice business actors. The findings highlight that a door-to-door mentoring model is highly relevant for expanding access to business legality in regions with limited digital infrastructure and administrative capacity.
Do Active Learning Models Differ? Examining of PBL, Cooperative Learning and Critical Thinking on Social Studies Outcomes Sampurna, Iman; Muhyidin, Asep; Nulhakim, Lukman
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Articles in Press
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.vi.1515

Abstract

Objective: This study ams to analyse variations in students’ learning outcomes based on the learning models employed Problem-Based Learning (PBL) and Cooperative Learning and their levels of critical thinking. Method: This study employed a quasi-experimental approach with a 2 × 3 factorial design to examine the effects of instructional models and students’ critical thinking levels on learning outcomes. A total of 100 students participated in the study, with 50 students assigned to each instructional group. The participants were proportionally assigned to the groups using cluster random sampling. Results: The study produced three man findings: (1) there were differences in learning outcomes between students taught using PBL and those taught using Cooperative Learning; (2) learning outcomes varied among students with high, moderate, and low levels of critical thinking; and (3) there was an interaction effect between the instructional models and students’ critical thinking levels on their learning outcomes. Novelty: This study makes several important contributions to the existing literature. First, it directly compares two prominent active learning models, namely PBL and Cooperative Learning, within the same analytical framework rather than examining them separately. Second, it positions critical thinking not merely as an independent predictor of achievement but as a moderating variable that may influence the effectiveness of instructional models in improving social studies learning outcomes. Third, the study employs a factorial design that enables the simultaneous examination of both man and interaction effects. This approach provides a more comprehensive explanation of the relationship between learner characteristics and instructional models and contributes to the development of constructivist and social cognitive perspectives in social studies instruction.