Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANEMIA PREVENTION COUNSELING FOR PREGNANT WOMEN AND PA'DE SUKMA INNOVATION (ANEMIA PREVENTION WITH DATE MILK) FOR PREGNANT WOMEN AT UPTD PUKES CENTER BATUJAYA Kundaryanti, Rini; Kaswati, Dedeh; Dian Permatasari, Dessy; Zulpia, Ida Farrida; Karyanah, Karyanah; Cahaya Utami, Rita; Taubah, Rosita; Amnah, Siti
HEARTY Vol 13 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v13i1.18759

Abstract

Anemia is a public health nutrition problem, especially in pregnancy with hemoglobin levels of less than 11 gr / dl. Efforts to improve maternal health by preventing maternal mortality are issues of concern at the national and global levels, because maternal health is the key to the welfare of children in the future. This community service activity aims to increase the knowledge of pregnant women about anemia in pregnancy and improve the attitudes of pregnant women so that they can realize the importance of preventing and treating anemia in pregnancy. This activity was carried out through the implementation of a simulation of the use of date milk and small group discussions on anemia involving 10 pregnant women from the Batujaya Health Center Area, Karawang Regency. The minimum knowledge score between before and after the activity increased significantly, from the lowest score of 30 to the lowest score of 70, and from the highest score of 70 to the highest score of 100. Most respondents strongly agreed that anemia can endanger pregnancy, so respondents also strongly agreed that efforts to prevent anemia need to be done. carried out including through the consumption of blood-boosting tablets and quality nutrition. Positive activities outside of pregnancy visits to health workers can be a medium for getting support and a place to share between pregnant women with each other, this has the potential to increase the knowledge and attitudes of pregnant women about preventing anemia in pregnancy.
PENGABDIAN MASYARAKAT KEBIDANAN KOMUNITAS “SEDARI HATI” PUDDING SELEDRI ATASI HIPERTENSI Kundaryanti, Rini; Nurhayati, Anita; Susanti, Agustin; Fauziah, Euis Nurul; Nurhanifah, Khairussyifa; Robert, Necia Stephani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40749

Abstract

Di Kota Depok, kasus hipertensi tercatat mencapai 10.591, yang mencerminkan urgensi pengelolaan penyakit ini. Salah satu tanaman herbal yang dikenal efektif menurunkan tekanan darah adalah daun seledri (Apium graveolens L), yang mengandung senyawa aktif seperti apigenin, flavonoid, dan 3-n- butylphthalide (3nB). Senyawa ini bekerja dengan cara menghambat enzim angiotensin- converting enzyme (ACE), melebarkan pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah secara signifikan. Pemberian rebusan daun seledri selama tujuh hari berturut-turut dilaporkan mampu menurunkan tekanan darah sistolik hingga 20 mmH dan diastolik hingga 10 mmHg. Dengan meningkatnya kebutuhan akan metode pengobatan yang terjangkau, pemanfaatan daun seledri sebagai terapi komplementer untuk hipertensi menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan secara luas di masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat in dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan peragaan. Dengan sasaran ibu lansia. Hasil pengabdian masyarakat ini berjalan lancar dengan diikuti oleh 28 peserta lansia. Sebelum penyuluhan, nilai pre-test peserta adalah 75%, yang meningkat menjadi 91% setelah penyuluhan, edukasi, dan diskusi. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang hipertensi, tetapi juga belajar cara baru menikmati seledri sebagai terapi komplementer untuk hipertensi, yaitu dengan mengolahnya menjadi pudding. Mereka terlihat aktif, antusias, dan senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah pemberian penyuluhan dan demonstrasi sat pengabdian masyarakat, intervensi yang diberikan berjalan dengan baik dan efektif dengan hasil lansia mampu menjawab pertanyaan terkait hipertensi dan manfaat pudding seledri.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MINYAK MELATI TERHADAP INSOMNIA PADA MENOPAUSE DI DESA RANCAJAWAT INDRAMAYU JAWA BARAT Suciawati, Anni; Kundaryanti, Rini; Berliani, Cahyani
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6011

Abstract

Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu gejala yang muncul pada menopause. Terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi insomnia adalah pemberian aromaterapi minyak melati namun efektivitasnya belum diketahui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas aromaterapi minyak melati dalam mengatasi insomnia pada menopause di Desa Rancajawat Indramayu. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain pre experimental design, dengan pendekatan One Group Pretest- Posttest. Jumlah sampel penelitian yaitu 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner Insomnia Rating Scale KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta). Hasil: Hasil penelitian membuktikan pengaruh sebelum dilakukan pemberian nilai rata-ratanya yaitu 18,25 sedangkan rata-rata pengaruh pemberian setelah intervensi menurun menjadi 16,09 dengan selisih nilai mean sebesar 2,16 dan nilai p value 0,000 (p0,05) menunjukkan bahwa aromaterapi minyak melati efektif untuk mengurangi insomnia pada menopause. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa Aromaterapi minyak melati efektif dalam mengatasi insomnia pada menopause. Saran: Diharapkan terapi aromaterapi minyak melati dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk mengatasi insomnia pada menopause. Kata Kunci   : Insomnia, Aromaterapi Minyak Melati, MenopauseKEPUSTAKAANAdeleyna, Noviani. (2018). Analisis Insomnia Pada Mahasiswa Melalui Model Pengaruh Kecemasan Tes. Karya Tulis Ilmiah, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Depok.Appleton, J. 2012. Lavender Oil for Anxiety and Depression: Review of literature on the safety and efficacy of Lavender. Natural Medicine Journal .(4)2.Arwani, Sriningsih dan Hartono (2013).Pengaruh Pemberian Aromaterapi Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Sebelum Operasi dengan Anastesi Spinal di RS Tugu Semarang.Jurnal Keperawatan Jiwa vol 1 no 2 November 2013; 129-134.Assari, Ni et al., 2022. Pengaruh Pemberian Aromaterapi Minyak Melati (Jasminum Sambac L.) Terhadap Penurunan Derajat Insomnia Pada Lansia Di Banjar Gede Kelurahan Sempidi. Jurnal Ilmiah Manuntung, 8(1), 113-119Chumayroh, Putri, A. R., Arifin, I. (2019). Faktor Penyebab Insomnia Pada Mahasiswa Teknik Elektronika Pens 2019 Dan Solusinya Dengan Gaya Hidup Sehat Dan Manajemen Waktu Insomnia Causes Factors In Pens 2019 Electronic Techniques Students And Its Solutions With Healthy Chumayroh , Ambarwati Rizkia. Jurnal Kesmas Indonesia, 12(2), 84–94.Ekawati, N. P. (2015). Pengaruh Aromaterapi Melati Terhadap Perbaikan Skor Insomnia Pada Remaja Di Sma Negeri 1 Rasau Jaya ,. 3 (1).Fatimah, Miharja, E., Damaiyanti, M. (2016). Hubungan Tingkat Kecemasan Sebelum Praktek Klinik Di Rumah Sakit Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa D-Iii Keperawatan Semester Ii Stikes Muhammadiyah Samarinda.Gürler, M., Klzlllrmak, A., Baser, M.(2020). The Effect of Aromatherapy on Sleep and Quality of Life in Menopausal Women with Sleeping Problems: A Non-Randomized, Placebo-Controlled Trial. Complementary Medicine Research, 27(6), 421–430.Handayani, S., Pratiwi, Y. S., Fatmawati, N. (2020). Produk Olahan Kedelai ( Glycine max ( L .) Merill ) Mengurangi Gejala pada Wanita Menopause. 8, 63–67.Hardiyanti, A. Y. (2020). Hubungan Tingkat Stres Dengan Gangguan Insomnia Pada Mahasiswa/Mahasiswi Bimbingan Penyuluhuan Islam Semster Delapan Tahun Akademik 2019/2020 Iain Ponorogo. 2507(February), 1–9.Hekhmawati. (2016). Gambaran Perubahan Fisik dan Psikologis Pada Wanita Menopause di Posyandu Desa Pabelan. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 13.Imelda. (2017). Lebih Dekat dengan Sistem Reproduksi Wanita. Yogyakarta : Gosyen Publishing.Indarwati, I., Maryatun, M. (2019). Karakteristik Wanita Menopouse Dan Perubahan Pola Seksualitas Di Desa Kedungan. Gaster, 17(1), 20.Jalilah, N.H. Prapitasari, R. (2020). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Jawa Barat: Penerbit AdabJuliana, D., Anggraini, D., Amalia, N., Pontianak, P. K. (2021). Keluhan Pada Masa Menopause Di Wilayah Kerja. 3(1). Keluarga Berencana. Jawa Barat: Penerbit Adab.Lubis, N. L. (2016). Psikologi Kespro : Wanita dan Perkembangan Reproduksinya. Jakarta: Kencana.Muchtaridi, Moelyono. (2015). Aromaterapi. Yogyakarta: Graha Ilmu.Nicholson, A. N., Marks, J. (2017). Transient Insomnia. Insomnia, 29–36.Nurlina. (2021). Kualitas Hidup Wanita Menopause. Bandung: Media Sains IndonesiaOryza, W. (2016). Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Insomnia Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Div Bidan Pendidik Reguler Dalam Penyusunan Skripsi Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, 1(1), 1–208. Primamedia mandiri.Riyadina, W. (2019). Hipertensi Pada Wanita Menopause. Jakarta: Lipi Press.Sari, D., Leonard, D. (2018). Pengaruh Aroma Terapi Lavender Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di Wisma Cinta Kasih. Jurnal Endurance. https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2433Simangunsong, E. D., Wahyuni, T. S. (2020). Penurunan Keluhan Menopause Dengan Latihan Kekuatan Otot, Tulang dan Sendi (OTTOSEN). 1–7.Suazini, E. R. (2018). Faktor-Faktor Langsung Yang Mempengaruhi Usia Menopause. Jurnal Bimtas, 2(1), 49–55.Sunito, dkk. (2010). Aroma Alam Untuk Kehidupan. Jakarta : PT RaketindoSurgawa, E., Nikado, H. (2019). Tingkat Insomnia Mahasiswa Tahap Sarjana dan Tahap Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.Suryoprajogo, N. (2019). Tips Menyenangkan Menghadapi Menopause. Jawa Tengah: Desa Pustaka Indonesia.Syalfina, A. D. (2017). Body Mass Index (BMI) dan Lama Menopause Berpengaruh Terhadap Kualitas Hidup Menopause. Hospital Majapahit, 9(1), 28–42. Jawa Tengah: Desa Pustaka Indonesia.Tsuraya et al. (2016). Gambaran Mekanisme Koping Wanita Dalam Menghadapi Perubahan Fisik Akibat Menopause. Universitas Riau, 5, 164–173.Chontessa, Trisna Jumrianty; Siingara, Theodorus; Idrus, H. M. F. (2012). Hubungan Beratnya Gejala Ansietas Dengan Masa Klimakterium Wanita di Rumah Sakit Pendidikan Makasar. Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, 1–13.WHO. (2022). World Health Statistics Overview 2022. In World Health Organization (WHO) (Vol. 87).Widjayanti, Yhenti, Katolik, S., Vincentius, S. T., Surabaya, A. P. (2016). Gambaran Keluhan Akibat Penurunan Kadar Hormon Estrogen Pada Masa Menopause ( Studi Deskriptif di Wanita Hindu Dharma Indonesia Pura Jagad Dumadi Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik ). 2(1), 96–101. Yogyakarta: Deepublish.Zolekhah, D., Sholihah, N. R. (2018). Tingkat Keluhan Berdasarkan Menopause Rating Scale Pada Ibu 
The Impact Of Lavender Aromatherapy On Pain Intensity In The Perineum Injury Dinengsih, Sri; Alawiyah, Robiatul; Kundaryanti, Rini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21007

Abstract

- Latar Belakang: Nyeri pada perineum tetap menjad isu krusial bagi ibu pasca melahirkan. RSU Kota Tangerang Selatan mencatat bahwa 59,6% ibu yang melahirkan per vagina mengalami luka episiotomi dan semuanya mengalami rasa nyeri, jika tidak ditanggani dengan baik dapat mempengaruhi mobilitas ibu dan mengakibatkan komplikasi lain seperti infeksi nifas dan perdarahan. Salah satu cara mengurangi rasa nyeri adalah mengunakan aromaterapi lavender. Linalool (43,32%) dan Linalyl Acetat (26,32 %) adalah komponen utama dalam mengatasi rasa sakit pada  luka episiotomiTujuan: Untuk mengetahui dampak aroma terapi lavender terhadap intensitas nyeri luka perineum pada ibu pasa salin di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2024.Metodologi:Penelitian ini menerapkan design quasi-experimental dengan rancangan satu kelompok akan diukur sebelum dan sesudah perlakuan tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah ibu pasca salin 6 jam yang mengalami luka perineum pada bulan Juli tahun 2024 dengan jumlag 30 responden mengunakan teknik total sampling, Uji t pasangan  digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Lembar pengamatan adalah alat yang digunakan sebagai pengukuran intensitas nyeri.Hasil Penelitian: Analisis data univariat di kelompok intervensi menemukan bahwa rerata rasa nyeri pada pretest sebesar 4,90 dan stelah intervensi Rerata nyeri lupa perineum menjadi 2,17 sehingga terdapat selisih rata-rata nyeri sebesar 2,73. Hasil dari penelitian bivariat mengunakan uji t-sample berpasangan menunjukan p value 0,000, hal ini menunjukan bahwa ada dampak positif pemberian aroma terapi lavender terhadap nyeri luka perineum pada ibu pasca salin.Simpulan : Aroma terapi lavender memberikan dampak dalam menurunkan Intensitas rasa nyeri di perineum ibu pasca salin di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2024.Saran: Pengunaan aromaterapi lavender dapat dijadikan terapi tambahan untuk ibu pacsa salin yang memiliki luka perineum. Menyampaikan informasi dan edukasi kepada ibu, kelurga dan Masyarakat mengenail manfaat aromaterapi lavender Kata kunci :  Aromaterapi, Nyeri, Perineum, Lavender. ABSTRACT    Background: Perineal pain remains a crucial issue for postpartum mothers. South Tangerang City Hospital noted that 59.6% of women who delivered vaginally experienced episiotomy wounds, and all experienced pain. If not properly managed, this can affect the mother's mobility and lead to other complications such as postpartum infection and hemorrhage. One way to reduce pain is to use lavender aromatherapy. Linalool (43.32%) and Linalyl Acetate (26.32%) are the main components in managing pain from episiotomy wounds.Objectives: To determine the impact of lavender aromatherapy on the intensity of perineal wound pain in postpartum mothers at South Tangerang City Hospital in 2024.Method: This research applies a designquasi-experimentalWith a single-group design, the data will be measured before and after treatment without a control group. The research sample was mothers who experienced perineal wounds 6 hours after delivery in July 2024 with a total of 30 respondents using the technique.total samplingA paired t-test was used to analyze the data in this study. The observation sheet was the tool used to measure pain intensityResults: Univariate data analysis in the intervention group found that the average pain in the pretest was 4.90 and after the intervention the average pain in the perineum was 2.17 so that there was a difference in the average pain of 2.73. The results of the bivariate study using the paired sample test showed p value 0,000, this shows that there is a positive impact of giving lavender aromatherapy on perineal wound pain in postpartum mothers..Conclusion: Lavender aromatherapy has an impact in reducing the intensity of pain in the perineum of postpartum mothers at South Tangerang City Hospital in 2024.Suggestion: The use of lavender aromatherapy can be used as an adjunct therapy for postpartum mothers with perineal wounds. Providing information and education to mothers, families, and the community about the benefits of lavender aromatherapy. Keywords:   Aromatherapy, Pain, Perineum, Lavender. 
Effectiveness Of Ginger Drink On Emesis Gravidarum In First Trimester Pregnant Women Kundaryanti, Rini; Dinengsih, Sri; Latifah, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13077

Abstract

Latar Belakang: Mual  muntah atau emesis gravidarum yang  terjadi  pada  kehamilan  yang  disebabkan  karena  terjadi peningkatan  kadar  hormon  estrogen  dan  progesterone  yang  diproduksi  oleh  Human Chorionic  Gonadotropine  (HCG). Perubahan  hormon  pada  setiap  perempuan  hamil  responnya  akan berbeda,  sehingga  tidak  semua  mengalami  mual  muntah  pada  kehamilan. jahe merupakan  bahan terapi  untuk  meredakan dan  mengurangi  rasa  mual  dan  muntah, jahe    juga    efektif    dalam mengurangi  emesis  gravidarum  pada  ibu hamil   trimester   pertama   kehamilan.Tujuan: Mengetahui efektifitas minuman jahe terhadap minuman jahe terhadap emesis gravidarum pada trimester I di Puskesmas Kedaung Wetan Tahun 2023.Metodologi penelitian: desain Quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel dalam penelitian Ibu hamil trimester I yang emesis gravidarum di Puskesmas Kedaung Wetan pada bulan Juli tahun 2023 sebanyak 24 responden dengan teknik total sampling, analisa data menggunakan uji paired sample t-test dan T-Test Independent yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas.Hasil Penelitian: Emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian minuman jahe mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 1,00. Hasil penelitian bivariat uji paired sample t-test kelompok intervensi (p value 0,000) dan kelompok kontrol (p value 0,000). Hasil uji T-Test Independent dengan p value 0,006. Simpulan : Ada pengaruh antara tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan minuman jahe pada kelompok intervensi, sehingga dapat disimpulkan bahwa minuman jahe efektif terhadao emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Kedaung Wetan Provinsi Banten Tahun 2023.Saran : Diharapkan bagi ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dapat mengkonsumsi minuman jahe sebagi pengobatan kombinasi atau alternatif terapi Kata Kunci : Emesis, Gravidarum, Jahe, Trimester I ABSTRACT Background: Nausea, vomiting or emesis gravidarum that occurs in pregnancy is caused by increased levels of the hormones estrogen and progesterone produced by Human Chorionic Gonadotropine (HCG). Hormonal changes in every pregnant woman will respond differently, so not all experience nausea and vomiting during pregnancy. ginger is a therapeutic ingredient to relieve and reduce nausea and vomiting, ginger is also effective in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester of pregnancy.Objective: To determine the effectiveness of ginger drinks on emesis gravidarum in the first trimester at the Kedaung Wetan Health Center in 2023. Methodology research: Quasy experiment design with pretest-posttest design with control group design. The sample in the study of pregnant women in the first trimester with emesis gravidarum at the Kedaung Wetan Health Center in July 2023 was 24 respondents using the total sampling technique. Data analysis used the paired sample t-test and Independent T-Test, which were previously tested for normality and homogeneity.Results Research: Emesis gravidarum before and after giving ginger drinks decreased with an average difference of 1.00. The results of the bivariate study were paired sample t-test in the intervention group (p value 0.000) and the control group (p value 0.000). The results of the Independent T-Test test with a p value of 0.006.Conclusion: There is an influence between the level of emesis gravidarum before and after being given ginger drink in the intervention group, so it can be concluded that ginger drink is effective against emesis gravidarum in first trimester pregnant women at the Kedaung Wetan Health Center, Banten Province Year 2023.Suggestion: It is hoped that pregnant women in their first trimester who experience emesis gravidarum can consume ginger as a combination treatment or alternative therapy. Keywords: Emesis, Gravidarum, Ginger, First Trimester INTRO
The Effect Of Feeding Katuk Leaves And Moringa Leaves On Milk Production Dinengsih, Sri; Kundaryanti, Rini; Nuhaniar, Rajenia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.19021

Abstract

Latar Belakang : Pada tahun 2018 Indonesia data cakupan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sebesar 68,74%, di Provinsi Jawa Barat memiliki presentase cakupan ASI eksklusif sebesar 90,79% dengan persentase gizi buruk sebesar 2,5% dan gizi kurang sebesar 8,1% .Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pengaruh pemberian air rebusan daun katuk dan daun kelor  terhadap produksi ASI pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas parung Panjang tahun 2023.Metodologi : Desain penelitian ini dengan quasi experiment Two Group Pre-Post Test . P opulasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Parung Panjang Bogor Jawa Barat Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sampel berjumlah 30 orang, dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu 15 orang diberikan intervensi rebuhan daun kelor dan 15 orang diberikan daun katuk. Analisa data Univariat dan Bivariat uji Paired T-test.Hasil Penelitian : Nilai rata-rata produksi ASI sebelum pemberian air rebusan daun katuk adalah 2.87 dan sesudah pemberian rebusan daun katuk adalah 3.93 (p value : 0.004) Nilai rata-rata produksi ASI sebelum pemberian air rebusan daun kelor adalah 2.80 dan sesudah pemberian rebusan daun kelor adalah 4.13. (p value : 0.004)Simpulan : Tidak ada Perbedaan rata rata produksi ASI yang signifikan pada kelompok sesudah diberikan air rebusan daun kelor dibandingkan pada kelompok sesudah diberikan air rebusan daun katuk ( p value : 0,430) (Uji Mean Whitney)Saran : Diharapkan pemanfaatan daun kelor dapat diolah menjadi sayuran sebagai menu selingan yang dapat dikonsumsi oleh ibu nifas selain olahan daun katuk. Kata kunci : ASI, Daun kelor, Katuk. ABSTRACT Background: In 2018 Indonesia data on the coverage of infants who get exclusive breastfeeding is 68.74%, in West Java Province has a percentage of exclusive breastfeeding coverage of 90.79% with a percentage of malnutrition of 2.5% and undernutrition of 8.1%.Objective: This study aims to determine the effect of giving boiled water of katuk leaves and moringa leaves on breast milk production in postpartum women in the working area of the Parung Panjang health centre in 2023.Methodology: This research design with quasi experiment Two Group Pre-Post Test. The population in this study werem postpartum mothers in the working area of the Parung Panjang Community Health Centre, Bogor, West Java in 2023. The sampling technique used purposive sampling. The sample amounted to 30 people, grouped into 2 groups, namely 15 people given the intervention of moringa leaf decoction and 15 people given katuk leaves. Univariate data analysis and Bivariate Paired T-test test.Results: The mean value of breast milk production before giving water decoction of katuk leaves was 2.87 and after giving water decoction of katuk leaves was 3.93 (p value: 0.004) The mean value of breast milk production before giving water decoction of moringa leaves was 2.80 and after giving water decoction of moringa leaves was 4.13. (p value: 0.004)Conclusion: There is no significant difference in average breast milk production in the group after being given moringa leaf decoction water compared to the group after being given katuk leaf decoction water (p value: 0.430) (Mean Whitney test).Suggestion: It is expected that the use of moringa leaves can be processed into vegetables as a side menu that can be consumed by postpartum mothers in addition to processed katuk leaves. Keywords: Breast milk, Moringa leaves, Katuk
The Relationship Between Obesity, Menstrual Cycle, And Polycystic Ovary Syndrome Cases Syamsiah, Siti; Adelin, Christina; Kundaryanti, Rini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.17492

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi pada wanita merupakan suatu hal yang sangat penting karena tidak hanya berfungsi sebagai alat reproduksi saja, namun juga menjadi salah satu faktor penentu status kesehatan pada wanita. Salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada reproduksi wanita adalah polycystic ovary syndrome (PCOS). WHO (2023) memperkirakan ada sekitar 8-13% wanita usia subur yang mengalami PCOS di seluruh dunia. Di Indonesia terdapat peningkatan angka kejadian PCOS, dari 4%-6% pada tahun 1990 (Amelia, 2020) menjadi 5-10% (Sari et al., 2023). Penyebab pasti PCOS masih terus di selidiki dari banyaknya riset yang telah di lakukan PCOS, obesitas cukup memiliki peranan penting dalam kasus PCOS. Dampak buruk yang akan timbul jika kondisi PCOS tidak di perbaiki adalah sebanyak 53% wanita diperkirakan mengalami infertilitas, 28% mengalami obesitas, 13% mengalami penyakit jantung, dan 6% menimbulkan diabetes tipe 2 (Ajmal, Khan, & Shaikh, 2019).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dan siklus mesntruasi terhadap kasus PCOS di RS “BS” tahun 2023.Metodelogi: Jenin penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain case control dengan perbandingan 1:1. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden baik pada case maupun control. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan sampel jenuh. Data di analisis dengan menggunakan statistik chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil penelitian: Hasil uji statistik didapatkan p-value ≤ α (0,05) sehingga menunjukan bahwa terdapat hubungan obesitas dan siklus menstruasi terhadap kasus PCOS di RS “BS” tahun 2023.Simpulan: Obesitas dan siklus menstruasi memiliki hubungan dengan kasus PCOS.Saran: Diharapkan edukasi terkait dengan PCOS dapat di galakkan mengingat dampak buruk bagi kesehatan wanita. Kata kunci : Obesitas, siklus menstruasi, PCOS ABSTRACT Background: Reproductive health in women is a very important thing because it not only functions as a reproductive tool, but also becomes one of the determining factors of health status in women. One of the most common problems in female reproduction is polycystic ovary syndrome (PCOS). It is estimated that there are about 8-13% of women of childbearing age who experience PCOS worldwide. In Indonesia there has been an increase in the incidence of PCOS, from 4%-6% in 1990 to 5- 10%.  The exact cause of PCOS is still being investigated from the many studies that have been conducted on PCOS, obesity plays an important role in PCOS cases. The adverse effects that will arise if the PCOS condition is not corrected are as many as 53% of women are estimated to experience infertility, 28% are obese, 13% experience heart disease, and 6% cause type 2 diabetes.Aim: This study aims to determine the relationship of obesity and menstrual cycle to PCOS cases in "BS" Hospital in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a case control design with a ratio of 1: 1.  The sample of this study amounted to 52 respondents in both case and control.   The sampling technique is to use saturated samples. Data were analyzed using chi square statistics to determine the relationship between variables.Results:  The statistical test results obtained p-value ≤ α (0.05) thus indicating that there is a relationship between obesity and menstrual cycle to PCOS cases in "BS" Hospital in 2023.Conclusion:  Obesity and menstrual cycle have an association with PCOS cases.Recommendation: It is hoped that education related to PCOS can be encouraged considering the negative impact on women's health. Key words: obesity, menstruation cycle, PCOS 
MEMAHAMI PROSES PENUAAN DAN PERUBAHAN PSIKOLOGIS LANSIA Suciawati, Anni; Kundaryanti, Rini; Ermiati, Ermiati
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7184

Abstract

Seiring meningkatnya populasi lansia di Indonesia, pemahaman mengenai proses penuaan dan perubahan psikologis menjadi krusial untuk mendukung kesejahteraan mereka. Banyak lansia menghadapi tantangan seperti penurunan fungsi fisik, peningkatan sensitivitas emosional, dan rasa kesepian, yang dapat menurunkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para lansia mengenai perubahan yang mereka alami agar dapat mencapai proses menua yang sukses. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan diskusi interaktif yang dilaksanakan di Sekolah Lansia Bina Lansia Mandiri Meruyung, Kota Depok. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi dan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Melalui sesi diskusi, terungkap bahwa isu-isu terkait adaptasi fisik, pengelolaan emosi, dan strategi mengatasi tantangan sosial menjadi kebutuhan utama para lansia. Kegiatan ini berhasil berfungsi sebagai intervensi psikososial yang memberdayakan, memberikan pemahaman, serta memperkuat koneksi sosial antarpeserta. Peningkatan pemahaman ini merupakan langkah fundamental bagi lansia untuk menjalani masa tua dengan lebih tangguh, mandiri, dan sejahtera
DETEKSI DINI HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA DI RPTRA BERINGIN JAKARTA SELATAN Kundaryanti, Rini; Suciawati, Anni
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7351

Abstract

Lanjut Usia (Lansia) merupakan individu yang rentan, seiring bertambahnya usia, lansia akan mengalami perubahan fisiologis yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif dan risiko terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Prevalensi  penderita  penyakit  tidak  menulat  (PTM)  di  Indonesia  sangat  tinggi.  Jenis penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia adalah hipertesi dan diabetes  mellitus. Kedua penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala awal, sehingga deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi. Deteksi dini melalui skrining berkala sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kebutaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap hipertensi dan diabetes mellitus pada lansia, meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan memberikan edukasi terkait pola hidup sehat dalam pencegahan hipertensi dan diabetes pada lansia yang berada di wilayah RW 04 Kelurahan Jagakarsa Jakarta Selatan. Adapun metodenya berupa penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Sasaran dari kegiatan ini adalah lansia yang berusia diatas 60 tahun. Kegiatan pengabdian ini berlangsung dengan lancar dan didapat hasil 18 dari 48 lansia (37,5%) masuk dalam kategori hipertensi stadium 1 (139/89 MmHg) dan 27 lansia  (56,25%)  diabetes mellitus dengan  GDS ≥ 200 mg%.  Diharapkan    dari   kegiatan  pengabdian    kepada masyarakat    ini    adalah    meningkatnya    pengetahuan lansia  terkait  penyakit  tidak  menular  khususnya  hipertensi  dan  diabetes  mellitus, serta  meningkatkan  kesadaran  lansia  untuk  rutin  melakukan check  up terkait kondisi kesehatan  mereka  secara  rutin  dan selalu menerapkan pola hidup sehat