Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

UJI PERFORMANSI PENGARUH VARIASI HEAD VORTEX TERHADAP PRESTASI TURBIN VORTEX Dedy A. Girsang; Syahril Gultom; Andianto P.; Mahadi; Pramio G. Sembiring
DINAMIS Vol. 6 No. 3 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.291 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i3.7139

Abstract

Pembangkit listrik tenaga air saat ini menjadi salah satu pilihan dalam memanfaatkan sumber energi terbarukan. Namun pemanfaatan yang ada masih menggunakan teknologi yang sedehana. Salah satu contoh dalam bidang teknik mesin terutama dalam bidang konversi energi dan pemanfaatan alam sebagai sumber energi. Diantaranya adalah pemanfaatan air yang bisa digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik. Seorang Peneliti dari Jerman Viktor Schauberger mengembangkan teknologi aliran vortex (pusaran) untuk diterapkan pada pemodelan turbin air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh luas saluran buang, luas sudu dan ketinggian head. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik aliran vortex di dalam vortex basin dan potensi pemanfaatannya pada aliran sungai untuk menghasilkan daya listrik.Dari penelitian ini didapatkan efisiensi sebesar 75 % dengan tinggi air jatuh 0,6 m.Turbin pusaran air (vortex) ini dioperasikan pada daerah yang memiliki head yang rendah. Aliran air yang digunakan berasal dari bak penampungan di alirkan melalui saluran air (talang) kapasitas aliran (debit) air yang digunakan dapat diatur melalui sebuah katup pengatur (gate valve) sesuai kebutuhan. Aliran air yang mengalir melalui talang memiliki energi kinetik sehingga akan membentuk pusaran yang akan menggerakkan sudu turbin vortex sebagai energi input.Efisiensi daya turbin tertinggi pada ketinggian 7 cm pada A1 sebesar 63,412 %. Sementara itu daya poros tertinggi berada pada ketinggian 35 pada A1 sebesar 6,45574 watt..
SIMULASI POMPA SENTRIFUGAL SISTEM DISTILASI DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Abi Awwabin; Ikhwansyah Isranuri; M. Sabri; Tugiman; Pramio G. Sembiring
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.418 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7160

Abstract

Kecepatan aliran fluida merupakan faktor penting yang menentukan performa dari sebuah pompa sentrifugal. Kecepatan aliran fluida yang tidak sesuai dengan standar aliran pompa sentrifugal dapat menyebabkan kerusakan dan penurunan unjuk kerja (performance) dan kerusakan komponen pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh perubahan kecepatan aliran fluida terhadap bukaan dengan simulasi, mengetahui Kapasitas terbaik dari pompa yang dioperasikan dengan metode eksperimental melalui simulasi, mengetahui perbandingan kapasitas antara pengujian dengan simulasi, dan mengetahui perbandingan kecepatan aliran fluida pada simulasi dengan kecepatan aliran getaran pada pengujian. Pada penelitian ini, kecepatan aliran fluida pada pompa sentrifugal disimulasikan menggunakan software fluent 15.0 kemudian dibandingkan dengan kecepatan aliran fluida pada pengujian. setelah itu dilakukan juga perbandingan dengan kecepatan getaran, baik itu axial, horizontal dan vertical. Melalui perbandingan ini bisa diamati perbandingan velocity fluida dengan velocity getaran dimana jika berbanding lurus maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kecepatan aliran fluida sangat berpengaruh pada besarnya getaran yang terjadi pada pompa sehingga dapat dipastikan berpengaruh juga pada performance pompa. Hasil penelitian ini menunjukkan persen galat terkecil perbandingan antara kecepatan keluar fluida pada pengujian dengan kecepatan keluar fluida pada simulasi adalah 3,93% yaitu pada bukaan 80% dengan kapasitas sebesar 0,002500 m3/s.
KAJIAN EKSPERIMENTAL KOEFISIEN SERAP BUNYI PADA PADUAN ALUMINIUM - MAGNESIUM 6% DENGAN VARIASI TEMPERATUR Irwan S. Ginting; Ikhwansyah Isranuri; Syahrul Abda; M. Sabri; Pramio G. Sembiring
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.891 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7167

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi bising adalah dengan penggunaan material akustik yang bersifat menyerap atau meredam bunyi sehingga bising yang terjadi dapat direduksi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai koefisien serap bunyi material akustik dari paduan aluminium - magnesium 6%. Penelitian ini dilakukan pada interval temperature 300C, 400C dan 500C dengan pemanas induksi. Kenaikan temperatur didasari pada temperatur ruangan 300C dan dinaikkan 100C sampai 500C. Setiap temperatur digunakan material paduan aluminium – magnesium 6% sebayak tiga spesimen untuk memperoleh hasil yang akurat. Pengujian serap bunyi ini menggunakan tabung impedansi dengan metode perbandingan gelombang tegak (ISO 10534-1:1996). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Nilai koefisien serap bunyi pada interval temperatur dari 300C – 500C cenderung naik, nilai koefisien serap bunyi tertinggi diperoleh pada frekuensi menengah sampai tinggi yaitu 500 Hz dan 1000 Hz pada temperatur 400C dan 500C. Nilai koefisien serap bunyi terbesar dalam percobaan ini adalah 0,4184 yaitu pada temperatur 500C dan 500 Hz, sedangkan yang paling rendah adalah 0,147433 yaitu pada temperatur 300C dan frekuensi 125 Hz.Kenaikan nilai koefisien serap bunyi dengan semakin tingginya temperatur terjadi frekuensi 250 Hz dan 500 Hz.
ANALISIS PENGARUH PENDINGINAN KACA LUAR ALAT DESALINASI AIR LAUT DOUBLE SLOPE SOLAR STILL William; Himsar Ambarita; Tulus B. Sitorus; Dian M. Nasution; Pramio G. Sembiring
DINAMIS Vol. 7 No. 2 (2019): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.317 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v7i2.7174

Abstract

Air mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan kita sehari-hari air merupakan sesuatu hal yang wajib kita konsumsi untuk keberlangsungan hidup. Sebagai salah satu negara dengan sumber daya air berupa laut terbesar di dunia tidak menjamin warga Indonesia untuk mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan kebanyakan air yang sudah tercemar oleh limbah pabrik, industri dan rumah tangga. Sehingga kebutuhan akan air bersih semakin hari semakin meningkat ditambah dengan bertambahnya populasi manusia. Salah satu teknologi untuk mendapatkan air bersih adalah dengan destilasi tenaga surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil produktivitas dan membandingkan efisiensi dari adanya pendinginan kaca luar dengan mengalirkan air dingin pada alat desalinasi air laut sistem pasif dengan kemiringan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi dari penggunaan air dingin sebagai pendinginan kaca luar adalah 40,39% dan 17,82% masing-masing secara teoritis dan aktual.
Implementation of information technology on the publication and promotion of mangrove eco-tourism in Sisarahili, Teluk Siabang village Nababan, Esther Sorta Mauli; Siahaan, Nelson Manumpak; Harahap, Agus Salim; Sembiring, Pramio Garson; Ziliwu, Meyman Sokhi
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020): ABDIMAS TALENTA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.17 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v5i2.5102

Abstract

The mangrove forests that stretch along the coast of the Nias islands have great potential to improve the economy of the surrounding communities. One of the largest and most extensive mangrove areas is in Ba'a bay, located in Sisarahili bay, Siabang village, Sawo District, North Nias Regency. Mangrove forest turns out to be a natural resource and tourism potential that is crowded with visitors, supported by its existence in a wide stretch of coastline. However, the development of tourism potential still needs to be done to further increase the arrival of both domestic and foreign tourists. Several things have been done to support increased publication and promotion by increasing the human resources of tourism awareness groups through training and workshops, improving facilities and infrastructure, transportation and accommodation and also the application of information technology media to maximize publication and promotion, so that visitors are not only local people but also from outside the region. The use of page-based information technology and social media as media is implemented to support publication and promotion in accordance with the results of a survey conducted by the community service team for visitors who come. As many as 65% of visitors get information about mangrove tourism in Teluk ba'a from printed social media and 15% from websites / pages, while 20% get information from friends, online newspapers and communities around the mangrove tourism environment.
Effect of Indoor Temperature Setpoint on HVAC Energy Use and Thermal Comfort in Tropical Classrooms Hotdian Sinambela; Pramio Garson Sembiring; Haksa Fadilman Sinambela; Mei Derman Hulu; Wilbert Wu
DINAMIS Vol. 14 No. 1 (2026): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heating, Ventilation, and Air-Conditioning (HVAC) systems contribute significantly to electricity consumption in tropical educational buildings due to continuous cooling demand. This study evaluates the influence of indoor temperature setpoints on cooling energy consumption and thermal comfort in two university classrooms equipped with split air-conditioning systems in Medan, Indonesia, using EnergyPlus simulations. Six temperature setpoints ranging from 20°C to 25°C were analyzed under identical operational and climatic conditions. Thermal comfort performance was assessed using the Predicted Mean Vote (PMV) method based on ASHRAE Standard 55. To verify the representativeness of the climatic input data, the outdoor dry-bulb temperature obtained from the EPW weather file was compared with observed outdoor temperature data collected on 30 May 2026, resulting in a relative error of 2.26%. The results show that increasing the setpoint temperature reduced annual cooling electricity consumption from 5,515 kWh to 3,607 kWh in Room J20.301 and from 5,284 kWh to 3,581 kWh in Room J20.302, corresponding to energy savings of 34.6% and 32.2%, respectively. However, thermal comfort performance decreased as the setpoint increased. At 25°C, PMV values reached 0.71 and 0.73, exceeding the ASHRAE comfort limit and reducing annual comfort compliance to below 1% in both rooms. The 23°C setpoint provided the most balanced performance, with annual energy consumption of 4,379 kWh and 4,292 kWh while maintaining PMV values within the acceptable comfort range at 0.35 and 0.32. Annual comfort compliance at this condition reached 87.6% and 96.1% for Rooms J20.301 and J20.302, respectively.