Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) MELALUI PROMOSI ERGONOMI DI TEMPAT KERJA INDUSTRI TAHU KOTA SAMARINDA TAHUN 2023 Istiarto, Istiarto; Rahmatullah, Ilham; Anwar, Chairil; Cahyani, Khiara Asriningtias
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32265

Abstract

Berbagai masalah ergonomi yang dihadapi dalam industri tahu di antaranya adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Beberapa artikel dan penelitian telah mengangkat topik ini, termasuk keluhan nyeri pinggang bawah akibat beban angkat berlebih, proses penggunaan yang berulang, dan postur kerja yang tidak ergonomis (Lestari et al., 2023); (Huda & Suwati, 2021). Oleh karena itu, penting untuk melakukan analisis ergonomi dan memperbaiki kondisi lingkungan fisik serta proses kerja di industri tahu guna meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan para pekerja (Caesar, 2021). Industri tahu di Kota Samarinda menjadi bagian integral dalam menyokong kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal (Sari et al., 2023); (Santosa, 2012). Perlu dilakukan suatu upaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran K3, khususnya dalam konteks ergonomi, di industri tahu Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah ergonomi yang umum terjadi, memberikan solusi konkrit, dan melibatkan secara aktif pekerja dan pemilik industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat (Irwanda & Nurmayanti, 2022). Upaya kolaboratif antara pemangku kepentingan, peneliti, dan komunitas industri tahu di Kota Samarinda melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam membangun budaya K3 yang kuat dan berkelanjutan. Peningkatan kesadaran K3, khususnya dalam aspek ergonomi, bukan hanya berdampak pada keberlanjutan industri, tetapi juga pada kesejahteraan pekerja dan perkembangan ekonomi wilayah. Metode pengabdian ini dalam upaya promosi kesehatan keselamatan kerja dan Ergonomi dengan melaksanakan sosialisasi, edukasi persusive terhadap pekerja di industri pengrajin Tahu Tempe Selili Kota Samarinda. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatan kesadaran pekerja terkait pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja, meningkatnya pengetahuan pekerja dan pemilik industri tentang prinsip-prinsip ergonomi dan cara menerapkannya di lingkungan kerja, pemahaman lebih baik terkait posisi kerja yang ergonomis dan dampak positifnya terhadap kesehatan, peningkatan penerapan ergonomi dalam struktur kerja dan penyesuaian posisi kerja untuk mengurangi risiko cedera, pemahaman bahwa investasi dalam K3 berdampak positif pada produktivitas dan keberlanjutan industri, meningkatnya komunikasi dan kolaborasi antara pekerja, pemilik industri, dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan K3, menerima umpan balik dan Tanggapan positif terhadap materi edukasi yang dianggap bermanfaat, kesadaran masyarakat Kota Samarinda terhadap K3 di tempat kerja semakin meningkat, rekomendasi dan temuan dari evaluasi hasil kegiatan digunakan untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut, dan proses pembelajaran berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan berkelanjutan dalam lingkungan kerja.
Perwujudan Sustainable Development Goals melalui Gerakan Nyemplung Kali Ngibad, Khoirul; Muzakiyah, Nur Aini; Azizah, Nurul; Adhiba, Eka Indira; Ramadani, Ade; Rahmatullah, Ilham; Saputra, Ahmad Bayu; Angge, Bagas; Saputra, Ifan Dwi
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Lestari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v1i1.1981

Abstract

Sungai adalah salah satu aset alam yang tak ternilai harganya bagi kehidupan. Kegiatan bersih – bersih sungai dapat membantu menjaga pasokan air bersih. Pencemaran sungai dapat membahayakan kualitas air dan kesehatan publik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dalam program Gerakan Nyemplung Kali (GNK) pada tahun 2023 ini adalah untuk lebih mengedukasi masyarakat tentang dampak pencemaran sungai dan cara-cara untuk mencegahnya. Metode pelaksanaan PkM ini adalah melalui dua tahap, yaitu: 1. Tahap briefing dan 2. Tahap membersihkan sampah yang banyak ditemukan di sekitar aliran sungai. Hasil kegiatan PkM ini adalah siswa SMP YPM, SMA/SMK YPM dan warga sekitar sungai sangat antusias dalam mengikuti program GNK UMAHA tahun 2023. Kegiatan inti dari program GNK UMAHA ini adalah kegiatan bersih – bersih sungai. Kegiatan GNK UMAHA tahun 2023 tersebut juga dalam rangka untuk mencegah pencemaran air sungai, untuk mempertahankan fungsi normal sungai, memperbaiki kualitas air, dan menghidupkan kembali biota sungai yang sebelumnya tercemar. Kegiatan PkM GNK UMAHA tahun 2023 yang diselenggarakan di area sungai depan UMAHA berjalan dengan lancar. Kegiatan GNK UMAHA memiliki potensi untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang ada di aliran sungai pelayaran. Selain itu, kegiatan GNK dapat membuat masyarakat lebih sadar akan kelestarian lingkungan. Kampanye kesadaran lingkungan melalui kegiatan GNK ini dapat membantu mengubah perilaku dan pola pikir manusia tentang sungai.
PENGARUH 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DBD DI KELURAHAN SEMPAJA UTARA KOTA SAMARINDA Apriyani, Apriyani; Rahmatullah, Ilham; Effendi, Wahyuni
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 3 (2025): Vol. 1 No. 3 September 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i3.24

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Virus dengue termasuk dalam famili Flaviviridae dan memiliki empat serotipe utama, yaitu DENV-1 hingga DENV-4. Penularan terjadi ketika nyamuk betina yang membawa virus menggigit manusia, dan risiko meningkat terutama di daerah tropis dan subtropis dengan kepadatan penduduk tinggi serta kebersihan lingkungan yang kurang terjaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable mengguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan memasang kawat kasa pada ventilasi tidak memiliki pengaruh dengan kejadian DBD di Kelurahan Sempaja Utara Kota Samarinda, dan untuk variabel mendaur ulang sampah anorganik memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian DBD di Kelurahan Sempaja Utara. Hasil uji regresi logistik biner pada variabel mendaur ulang sampah anorganik menunjukkan nilai lebih besar dari dan nilai probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi (p<0,1) maka H0 ditolak.
A Case-Control Study of Environmental Risk Factors for Pulmonary Tuberculosis: Housing Density, Indoor Humidity, and Smoking Habits Rahmatullah, Ilham; Akbar , Sulung Alfianto; Susilawati, Rosi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 23 No 4 (2025): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol23.Iss4.2069

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health problem in urban settings and is strongly influenced by environmental and behavioral factors. This study aimed to examine the effects of housing density, indoor humidity, and smoking behavior on the incidence of pulmonary TB in the working area of the Segiri Health Center, Samarinda. An observational analytic study with a case–control design was conducted involving 50 respondents, consisting of 25 TB cases and 25 matched controls. Data were collected through structured interviews, direct observation, and environmental measurements, and were analyzed using chi-square tests and odds ratios. The results indicated that high housing density was significantly associated with an increased risk of TB (OR = 11.16; p = 0.001), while smoking behavior was also significantly related to TB incidence (OR = 5.63; p = 0.010). High indoor humidity showed an increased risk but was not statistically significant. In addition, a large proportion of TB cases were frequently exposed to secondhand smoke in enclosed spaces. In conclusion, high housing density and smoking, including exposure to secondhand smoke, are key determinants of pulmonary TB incidence, whereas indoor humidity demonstrated a weaker association. These findings highlight the importance of improving housing conditions and strengthening tobacco control efforts as part of TB prevention strategies in urban areas.
HUBUNGAN POLA MAKAN, STRES KERJA, DAN MINUMAN TIDAK SEHAT DENGAN PENYAKIT DISPEPSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOA IPUH TENGGARONG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHUN 2016 Rahmatullah, Ilham
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2017): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.173 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v3i1.333

Abstract

Dyspepsia have clinical symptoms consist of pain or discomfort around the pit of the stomach so that the usual interfere with daily activities, both for teens and adults. Some risk factors that cause dyspepsia syndrome is a change in lifestyle, diet and unhealthy habits such as excessive cigarette smoking, excessive drinking, drinking beverages containing caffeine and drink soda.The study design used is analytic, with the design of case control. The research sample of 60 respondents where there were 30 cases and 30 controls with purposive sampliong technique. Data analysis using Chi Square test with a degree of error ?=5%.Statistical analysis showed no relationship between diet and dyspepsia with the value (? = 0.004 <? = 0.05), there is a relationship of work stress with dyspepsia with the value (? = 0,000 <? = 0.05), there is a relationship with the fizzy drinks dyspepsia (? = 0.035 <? = 0.05) and the relationship of caffeinated beverages with dyspepsia (? = 0.019 <? = 0.05) in Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong. It can be concluded that diet, stress, work and drink unhealthy relationship with the incidence of dyspepsia disease in Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong. Suggested attention to a regular diet, minimization stres, and reduce unhealthy drinking habits such as drinking carbonated beverages, and drinking beverages that can berkefein excessive risk of disease dyspepsia. 
FACTORS ASSOCIATED WITH THE PRESENCE OF AEDES AEGYPTI LARVAE Apriyani, Apriyani; Rahmatullah, Ilham; Wulandari, Kartina; Kusumawati, Rindha Mareta; Effendi, Wahyuni
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.19640

Abstract

Samarinda City ranked third in Indonesia for dengue cases in 2023 with 867 confirmed cases and 3 deaths. The first rank is Balikpapan City (1019 cases) and Kutai Kartanegara Regency (1555 cases and 4 deaths). Bengkuring Health Center is the health center that has the most DHF patients in Samarinda City. The main objective of this study was to identify the presence of Aedes aegypti mosquito larvae in Samarinda City, especially in Sempaja Utara Urban Village. This study was conducted using cross sectional technique. A total of 98 respondents from 43 RTs in Sempaja Utara Urban Village using stratified random sampling. The dependent variable of the study is the presence of Aedes aegypti larvae, and the independent variable is draining water reservoirs as well as the location of water reservoirs. Based on the results of the above research, it can be concluded that there is no relationship between draining water reservoirs and the presence of Aedes aegypti larvae in Sempaja Utara Village (p-value> 0.05). While the location of water reservoirs has a relationship with the presence of Aedes aegypti larvae in Sempaja Utara Village (p-value < 0.05).