Prasetyo, Endy Yudho
Department Of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

3-Dimensional Approach on Downtown Area to Improve Urban Space Qualities Fauzan Permana Noor; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.317 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34199

Abstract

Acting as a Capital of Indonesia, Jakarta has become a core of government, economy, commerce, also cultural hustle of the country. Occupied by 14,464 habitants per km2, its density is twice more than Tokyo, creating a bustling metropolis. The needs of living, commuting and productivity spaces slowly degrading the Green Open Spaces of the city, thus lowering the quality of the city space itself from 32% in 1965 to 9,8% in 2017. Ironically, the active & dense area of downtown Jakarta where the necessity of green spaces are the highest, are the one where such spaces cannot be found. An intervention therefore needed to refine the city spaces. Implementing 3-dimensional approach on one of the core of Jakarta’s downtown area, harmonious with government encouraging a development of walkable city and transit-oriented development, architecture should be able to escalate the quality of space in Jakarta. The design resulted in a simple intervention in the city, that if placed accurately would not only improve the space quality but also integrating areas fractured by other elements of the city.
Tumbuh dan Berkembang dalam Arsitektur Faiz Widyastama; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.914 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37004

Abstract

Secara umum arsitektur merupakan sebuah wadah untuk menaungi berbagai aktivitas. Aktivitas tersebut dilakukan oleh pengguna yang berada di dalamnya, Akan tetapi beberapa pengguna didalamnya beranggapan bahwa arsitektur hanyalah sebuah benda mati yang tidak dapat berubah. Seiring berjalanya waktu penghuni yang berada didalamnya juga akan mengalami pertumbuhan dan perkembagan dan hal itu mempengaruhi kebutuhan aktivitas yang ingin diwadahi. Menanggapi hal tersebut fleksibilitas dalam arsitektur sangat penting karena dapat beradaptasi terhadap perubahan aktivitas yang dilakukan oleh pengguna. Fleksibilitas tersebut akan membuat anggapan bahwa arsitektur sebagai benda hidup yang dapat berubah mengikuti pertumbuhan dan perkembangan pengguna didalamnya.
Pendekatan Critical Regionalism pada Bangunan Kantor Sewa Tahani Bamazroek; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.622 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47913

Abstract

Revolusi industri kedua memunculkan era modernisme. Era modernisme mengantarkan arsitektur pada arsitektur yang generik atau international style. Kritik terhadap arsitektur modern yang dipopulerkan oleh Charles Jencks dengan nama post-modernism tidak membawa kita lari dari international style. Hal ini mengakibatkan mulai hilangnya sebuah identitas dari arsitektur atau “notopia”. Notopia pertama kali dikenalkan oleh The Architectural Review. Notopia adalah hilangnya identitas dan semangat budaya akibat munculnya fenomena arsitektur generik secara global. Untuk melepaskan diri dari belenggu arsitektur generik yang tiada hentinya dapat dilakukan dengan pendekatan critical regionalism. Critical regionalism merupakan sebuah pendekatan yang membawa kembali unsur lokal dan budaya ke dalam arsitektur tanpa menutup mata pada perkembangan zaman dan teknologi. Dua hal tersebut menjadi strategi desain yang kemudian dihibridisasi untuk menghasilkan rancangan bangunan kantor sewa di Indonesia.
Pengolahan Visual pada Interior dan Eksterior Galeri Seni Afiya Afwa Layli; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.042 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49089

Abstract

Visual merupakan aspek yang dianggap penting oleh masyarakat umum. Seiring dengan berkembangnya zaman, akses terhadap konten visual menjadi semakin mudah karena adanya peran media. Hal tersebut secara tidak langsung menjadikan aspek visual menjadi prioritas dalam berbagai hal, termasuk salah satunya arsitektur. Arsitektur saat ini berlomba-lomba menampilkan wujudnya yang indah sehingga tidak sedikit arsitektur yang ingin tampil lebih menonjol dibanding sekitarnya. Tidak hanya melalui eksterior, interior dari arsitektur juga ditata agar ia visually appealing. Salah satu dampaknya, muncul tempat-tempat yang memiliki predikat ‘instagramable’. Dominasi peran visual dan predikat ‘instagramable’ pada arsitektur mampu berpotensi mengurangi esensi dari suatu objek arsitektur. Untuk mengurangi dominasi tersebut dan mengembalikan peran arsitektur yang lebih esensial, diperlukan suatu langkah dan pendekatan yang spesifik. Teori gestalt, konfigurasi spasial, dan konfigurasi visual diterapkan pada objek rancang agar peran visual yang hadir tidak terlalu dominan diimbangi fungsi eksibisi dari galeri seni untuk mewujudkan arsitektur yang utuh.
Penerapan Konsep Adaptable dan Transformable pada Peralihanfungsi Sekolah Saat Pandemi Virgine Jocela Indiari; Endy Yudho Prasetyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.68650

Abstract

Pandemi yang terjadi saat ini menjadikan sistem pembelajaran mulai dilakukan secara daring sehingga tingkat okupansi Gedung Sekolah menurun. Penurunan tingkat okupansi Gedung Sekolah menyebabkan penurunan efisiensi yang mana pada tahap pembangunannya telah mengkonsumsi banyak energi dan material. Berdasarkan dari pendekatan yang digunakan yaitu sustainable building, yang mana berfokus pada bagaimana bangunan dapat bertahan lama, perlu untuk mempertahankan tingkat okupansi bangunan. Salah satu caranya dengan mengalihfungsikan Gedung Sekolah untuk kegiatan lain, yang mana membutuhkan peran dari fleksibilitas ruang. Jika saja sebelum pandemi Sekolah telah dirancang lebih fleksibel, maka memungkinkan untuk Sekolah dapat beralihfungsi ke program lain tanpa mengalami perombakan yang signifikan sehingga tingkat okupansi Gedung Sekolah dapat dipertahankan. Objek rancang berupa SMA swasta dengan sistem day school yang dapat beralihfungsi menjadi Temporary Community Centre saat pembelajaran dilakukan secara daring dengan menerapkan konsep fleksibilitas ruang, yaitu adaptable dan transformable. Community Centre merupakan program yang terbentuk dari kumpulan aktivitas warga di sekitar lahan Sekolah yang terjadi saat pandemi dan bersifat temporer sehingga program Community Centre akan menghilang saat pandemi berakhir. Dalam proses transformasinya, metode irisan ruang digunakan untuk menghasilkan ruang baru yang dapat memfasilitasi kedua tipologi, sehingga saat beralihfungsi masing-masing tipologi dapat berfungsi secara optimal. Dengan adanya peralihan fungsi Sekolah menjadi Community Centre, menjadikan Gedung Sekolah tetap berfungsi secara optimal pada saat pandemi berlangsung, di sisi lain juga dapat memfasilitasi aktivitas warga sekitar lahan Sekolah di saat pandemi.