Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MEMBANGUN BRAND IDENTITY MELALUI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL (STUDI KASUS INSYIRA OLEH-OLEH PEKANBARU) Yulita, Rahma; Yusnidar, Yusnidar
Jurnal Daya Saing Vol. 11 No. 2 (2025): Dinamika Manajemen, Ekonomi, dan Kebijakan Publik di Era Digital
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v11i2.2193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi pemasaran digital digunakan oleh Insyira Oleh-Oleh Pekanbaru dalam membangun brand identity. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insyira secara aktif menggunakan media sosial, terutama Instagram dan TikTok untuk menyampaikan pesan merek. Strategi komunikasi mencakup penggunaan konten visual yang konsisten, storytelling produk, kolaborasi dengan influencer, serta interaksi langsung dengan audiens. Pendekatan ini berhasil meningkatkan brand awareness dan membentuk citra merek yang autentik. Keberhasilan Insyira dipengaruhi oleh keselarasan antara identitas visual, nilai merek, dan respons konsumen digital. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan SDM dan perubahan algoritma, Insyira mampu beradaptasi melalui inovasi konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi digital berbasis nilai lokal menjadi kunci dalam membangun identitas merek UMKM di era digital.
Model Pengelolaan Keuangan UMKM Berbasis Literasi Keuangan dan Teknologi Keuangan (Fintech) Gusnafitri, Gusnafitri; Andariyani, Ira Meike; Yulita, Rahma
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Januari 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v8i1.7933

Abstract

Latar belakang: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan keuangan, terutama yang berkaitan dengan rendahnya literasi keuangan dan keterbatasan pemanfaatan teknologi keuangan (fintech). Integrasi literasi keuangan dan fintech dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan UMKM secara lebih efektif dan berkelanjutan. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Variabel yang dianalisis meliputi literasi keuangan, pemanfaatan fintech, dan pengelolaan keuangan UMKM. Hasil penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM serta pemanfaatan fintech. Selain itu, pemanfaatan fintech juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa literasi keuangan menjelaskan 21 persen variasi pemanfaatan fintech, sedangkan literasi keuangan dan fintech secara simultan menjelaskan 49 persen variasi pengelolaan keuangan UMKM. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan dan pemanfaatan fintech merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan UMKM. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi keuangan perlu menjadi fokus utama dalam strategi pengembangan UMKM di Indonesia.
PERAN MIKRO-INFLUENCER DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS UMKM MELALUI INSTAGRAM MARKETING: STUDI KASUS MALIQUE.PROJECT Yulita, Rahma; Tinaria, Lisa
Jurnal Daya Saing Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DAYA SAING (JDS)
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v12i1.2684

Abstract

This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation of Instagram content, and documentation in the form of screenshots of the account profile and collaborative posts. The informants consisted of the MSME owner, micro-influencers involved in collaborations, and Instagram audiences, with identities anonymized to maintain research ethics. Data were analyzed using thematic analysis, supported by source and technique triangulation to ensure data credibility.The findings indicate that micro-influencers play a significant role as visual representations of the brand by being positioned as muses or models in Instagram content, even without descriptive captions. Such visual representation implicitly communicates the brand’s aesthetic identity, service quality, and positioning, thereby contributing to organic brand awareness. This study concludes that micro-influencers function not only as promotional media but also as strategic actors in visual-based brand communication that is particularly relevant for MSMEs.