Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Preventing Juvenile Delinquency: Socializing the Negative Impact on Elementary School Students Refika O Oklibela; Alex Kisanjani; Nadya Novia Rahman
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v7i1.17692

Abstract

Adolescents are expected to be the next generation capable of bringing positive change. However, adolescence is also a period of seeking recognition and self-existence, making them vulnerable to engaging in behaviour that violates norms and laws, commonly referred to as juvenile delinquency. Juvenile delinquency not only affects the individual but also those around them. Thus, efforts are needed to minimize such behaviours. This activity aims to provide elementary school students with an understanding of the negative impacts that can arise from juvenile delinquent behaviours, both for themselves and others around them. The participants were 52 fifth-grade elementary school students, 25 females and 25 males. Through the socialization activity, students learned about behaviours that fall under juvenile delinquency, the causes, the impacts on themselves and others, and applicable laws and sanctions related to juvenile delinquency. Several changes occurred in the participants' cognitive aspects before and after the material was presented. The socialization conducted served as an initial step to minimize juvenile delinquency. Future programs may focus on empowering teachers and parents to prevent and reduce juvenile delinquency. Remaja diharapkan untuk menjadi generasi penerus bangsa yang mampu membawa perubahan positif, namun masa remaja juga merupakan periode untuk mencari pengakuan dan eksistensi diri sehingga remaja rentan untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma dan hukum yang berlaku, yang dikenal dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja tidak hanya berdampak pada diri remaja saja, namun juga orang lain di sekitarnya, sehingga diperlukan upaya untuk meminimalisir perilaku tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi sekolah dasar mengenai dampak negatif yang akan terjadi akibat perilaku-perilaku kenalakan remaja, baik untuk diri sendiri maupun orang sekitar. Peserta kegiatan merupakan siswa-siswa kelas V sekolah dasar yang berjumlah 52 orang, terdiri dari 25 perempuan dan 25 laki-laki. Melalui kegiatan sosialisasi, para siswa mendapatkan pengetahuan mengenai perilaku-perilaku yang termasuk dalam kenakalan remaja, faktor penyebab, dampak yang timbul akibat kenakalan remaja untuk diri sendiri dan orang lain, serta peraturan hukum yang berlaku sebagai sanksi atau kenakalan remaja. Terdapat beberapa perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah pemberian materi terhadap aspek kognitif peserta. Sosialisasi yang telah dilakukan merupakan langkah awal dalam upayan meminimalisir kenakalan remaja. Program selanjutnya dapat berfokus pada upaya pemberdayaan guru dan orangtua dalam mencegah dan mengurangi kenakalan remaja.
ANALISIS RISIKO BAHAYA KECELAKAAN KERJA PENGELASAN INSTALASI PIPA BAJA DI PT. XYZ Sania Hayuningtyas; Ales Maulana; Marulan Andivas; Alex Kisanjani
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.21412

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko pada aktivitas pengelasan pipa baja di PT. XYZ, yang termasuk pekerjaan dengan tingkat bahaya tinggi. Risiko yang muncul meliputi paparan panas, radiasi, tekanan berlebih, bahan kimia, serta potensi jatuhnya material selama proses kerja. Metode Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk menelusuri bahaya di setiap tahapan pekerjaan, sementara HIRARC digunakan untuk menilai tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan tingkat keparahan. Hasil analisis menunjukkan adanya 14 risiko rendah, 31 risiko sedang, dan 11 risiko tinggi, terutama terkait debu silika, bahan kimia, percikan api, radiasi, dan pengoperasian alat berat. Pengendalian risiko direkomendasikan melalui penggunaan APD lengkap, rekayasa teknis seperti ventilasi dan penutupan area, serta pengawasan sesuai prosedur keselamatan. Penerapan JSA dan HIRARC terbukti membantu merumuskan strategi mitigasi secara efektif.Kata Kunci:  Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), Job Safety Analysis (JSA), Keselamatan Pengelasan, Bahaya Pekerjaan, Keselamatan Kerja.
Peningkatan Visibilitas Online UMKM Alfiancake melalui Sosialisasi Digital Marketing dan Pelatihan Desain Konten Visual Website Devan Pratama Kwan; Vina Safitri; Alex Kisanjani; Marulan Andivas; Nana Sugiono
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.147

Abstract

Digital transformation requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adapt in order to sustain their existence. "Alfiancake", an MSME located in Teritip Village, East Balikpapan, operates an independent promotional website, yet its online visibility remains suboptimal due to limited digital marketing literacy and simple product visuals with plain backgrounds. This community service project aims to enhance the partner’s digital capacity and competitiveness through two main approaches: digital marketing strategy socialization and promotional visual content design training. The method applied was a participatory approach consisting of problem mapping, planning, implementation, as well as monitoring and evaluation. Through this program, the management of Alfiancake was educated on separating business accounts and trained to utilize the Canva application to edit existing product photo backgrounds into more aesthetic visuals, while embedding crucial information such as product names, variants, and product advantages. The results demonstrated a significant improvement in the owner's digital skills, with the partner's promotional website now updated with more informative, professional, and representative visual content to serve as a digital storefront for reaching a broader market.
Peningkatan Visibilitas Online UMKM Alfiancake melalui Sosialisasi Digital Marketing dan Pelatihan Desain Konten Visual Website Devan Pratama Kwan; Vina Safitri; Alex Kisanjani; Marulan Andivas; Nana Sugiono
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.147

Abstract

Digital transformation requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adapt in order to sustain their existence. "Alfiancake", an MSME located in Teritip Village, East Balikpapan, operates an independent promotional website, yet its online visibility remains suboptimal due to limited digital marketing literacy and simple product visuals with plain backgrounds. This community service project aims to enhance the partner’s digital capacity and competitiveness through two main approaches: digital marketing strategy socialization and promotional visual content design training. The method applied was a participatory approach consisting of problem mapping, planning, implementation, as well as monitoring and evaluation. Through this program, the management of Alfiancake was educated on separating business accounts and trained to utilize the Canva application to edit existing product photo backgrounds into more aesthetic visuals, while embedding crucial information such as product names, variants, and product advantages. The results demonstrated a significant improvement in the owner's digital skills, with the partner's promotional website now updated with more informative, professional, and representative visual content to serve as a digital storefront for reaching a broader market.
ANALISIS RISIKO BAHAYA KECELAKAAN KERJA PENGELASAN INSTALASI PIPA BAJA DI PT. XYZ Sania Hayuningtyas; Ales Maulana; Marulan Andivas; Alex Kisanjani
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.21412

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko pada aktivitas pengelasan pipa baja di PT. XYZ, yang termasuk pekerjaan dengan tingkat bahaya tinggi. Risiko yang muncul meliputi paparan panas, radiasi, tekanan berlebih, bahan kimia, serta potensi jatuhnya material selama proses kerja. Metode Job Safety Analysis (JSA) digunakan untuk menelusuri bahaya di setiap tahapan pekerjaan, sementara HIRARC digunakan untuk menilai tingkat risiko berdasarkan kemungkinan dan tingkat keparahan. Hasil analisis menunjukkan adanya 14 risiko rendah, 31 risiko sedang, dan 11 risiko tinggi, terutama terkait debu silika, bahan kimia, percikan api, radiasi, dan pengoperasian alat berat. Pengendalian risiko direkomendasikan melalui penggunaan APD lengkap, rekayasa teknis seperti ventilasi dan penutupan area, serta pengawasan sesuai prosedur keselamatan. Penerapan JSA dan HIRARC terbukti membantu merumuskan strategi mitigasi secara efektif.Kata Kunci:  Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC), Job Safety Analysis (JSA), Keselamatan Pengelasan, Bahaya Pekerjaan, Keselamatan Kerja.
IMPLEMENTASI METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA DISTRIBUSI DI PT DBM CABANG PURWOKERTO Alex Kisanjani; Hendang Sri Wahyuni; Marulan Andivas; Misrianto Misrianto
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v4i3.2481

Abstract

Distribution is one of the most important things to increase customer satisfaction. However, distribution is often a problem for companies. The wider the marketing area owned by the company, the more complex the problems that arise in the distribution schedule. PT DBM's Purwokerto branch also faced a similar situation, where distribution activities were not well coordinated, resulting in lost sales, accumulation of goods in each warehouse and swelling storage costs. Therefore, an appropriate method is needed to schedule distribution activities to each warehouse, so as to reduce distribution costs. The method used in this research is Distribution Requirement Planning. This method is effective for reducing distribution costs. The results showed that by using the Distribution Requirement Planning method, distribution costs were lower than the company's distribution method. Distribution costs using the company distribution method amounted to Rp. 1,371,391, while distribution costs using the Distribution Requirements Planning method amounted to Rp. 1,040,501, resulting in a cost reduction of 24.13%.
DESAIN ALAT PEMETIK BUAH LADA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN Marulan Andivas Andivas; Alex Kisanjani; Misrianto Misrianto
JURNAL PERANGKAT LUNAK Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Perangkat Lunak
Publisher : Indragiri Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jupel.v5i3.2796

Abstract

Lada menjadi komoditi andalan dikenal juga dengan the king of spices. Perkembangan industri lada cenderung mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 jumlah produksi sebesar 87.841 ton, tahun 2019 mengalami peningkatan dengan jumlah produksi sebesar 91.000 ton. Sementara itu dari tahun 2020 sampai 2022 cenderung menurun dengan jumlah produksi sebesar 82.167 ton. Produktivitas petani lada di kabupaten Kepahiang, Bengkulu mengalami penurunan sebesar -0,90 kg/ha. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode Kansei Engineering. Kansei adalah metode yang berfungsi memodifikasi sesuai dengan konteks, sebagai variabel independen yang mempengaruhi respon emosional terhadap produk yang digunakan. Penelitian ini menghasilkan variabel kapasitas besar, ringan, desain ringkas, terdapat pemetik dan kuat untuk dijadikan desain. Alat pemetik buah lada yang dibuat dengan software 3D Solidwork dinyatakan telah memenuhi keinginan petani, karena nilai uji homogenitas >0,05.
Peningkatan Kesadaran Budaya K3 Siswa Teknik Alat Berat SMK Duta Bangsa Kisanjani, Alex; Astuti, Dwi; Oktaviana, Virza; Wagimin; Andivas, Marulan
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 10 No. 2 (2026): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v10i2.11974

Abstract

This community service activity, consisting of socialization and training on Occupational Health and Safety (OHS), was conducted at SMK Duta Bangsa Balikpapan to address the low awareness of OHS implementation among students, particularly in the Heavy Equipment Engineering major. The primary issues identified were the minimal use of Personal Protective Equipment (PPE) and a lack of compliance with safe working procedures. The methods employed included initial observation, socialization of basic OHS concepts, PPE usage simulation, equipment inspection, and emergency response roleplay. Evaluation was carried out through random question-and-answer sessions to measure cognitive aspects, as well as direct observation of changes in student behavior and skills. The results demonstrated a significant increase in students' knowledge, skills, and compliance regarding OHS application. Furthermore, a safety-first work culture was established in the practical workshop, reinforced by the active supervisory role of the teachers. This program not only improves OHS literacy but also delivers a long-term impact by instilling professional and safe work habits from an early stage, aligning with the actual needs of the industrial sector.