Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

SEPOTONG CERITA SIMBOLIS PRODUK CAKWE: ANTARA BRAND DAN JUGA DENDAM KESUMAT Ichwan, ichwan Prastowo; Wibiyanto, Agung; Resmi, Prasiwi Citra
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 20 No 2 (2024): JURNAL PARIWISATA INDONESIA
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53691/jpi.v20i2.496

Abstract

The purpose of this article is to review a symbolic story behind the Cakwe product, exploring the connection between the brand and a deep-seated grudge. This traditional pastry, originally from China, has a long history, both symbolically and culturally, which is not widely known to the public. The research method used in this article is qualitative with descriptive analysis. The data utilized comes from references, including books and journals, which will be reduced and analyzed to form this writing. The result of this paper highlights the symbolism behind the Cakwe shape, which is long and made from two dough pieces, symbolizing the bodies of Prime Minister Qin Hui and his wife, who were blamed for the death of General Yue Fei. In terms of language connotation, both in Hokkien and Cantonese, or other Southern Chinese dialects, Cakwe can be interpreted as "ghosts fried" in hot oil. While many traditional Chinese pastries are often perceived as beautiful and charming, Cakwe is considered eerie. Therefore, it is clear that the Cakwe brand has a strong connection to the narrative story that envelops the product, reflected in its shape—two human-like bodies fried in hot oil. This hot oil is also a symbolic reference to the burning oil of hell used to punish the guilty in the afterlife. Furthermore, the motif of public vengeance has been passed down through generations, evident in the long shape and texture of Cakwe, consisting of two dough pieces resembling the bodies of Prime Minister Qin Hui and his wife.
Program Kecakapan Wirausaha Untuk Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Keahlian Tata Rias Kecantikan Pada Warga Karanganyar Tahun 2024 Prastowo, Ichwan; Sudarmaji, Sudarmaji; Wibiyanto, Agung
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v4i2.161

Abstract

Program kecakapan wirausaha untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Keahlian Tata Rias Kecantikan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, memberikan ketrampilan penggunaan alat dan bahan yang aman berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, memberikan cara pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bagi para calon wirausahawan pada bidang keahlian tata rias kecantikan. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan dengan cara memberikan teori terlebih dahulu secara umum kemudian khusus tentang pentingnya peranan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, memberikan praktek memilih bahan kecantikan yang aman dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang baik, Cara pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Hasil dari program ini adalah para calon wirausahawan mendapatkan pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja sehingga dapat menertapkan di tempat kerja dengan baik, peserta pelatihan mendapatkan ketrampilan tentang pemilihan bahan yang baik dengan memperhatikan brand, lebel dan kedaluwarsa (expired) serta trampil menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), para peserta dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).
Pelatihan Merangkai Bunga Merging Housekeeping Expertise With Floral Innovation Bagi Florist Hotel Berbintang Di Kota Solo Prastowo, Ichwan; Wibiyanto, Agung
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): June
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v5i1.203

Abstract

Abstrak : Bunga mempunyai pesona keindahan yang banyak disukai oleh semua orang. Rangkaian bunga adalah cara sempurna untuk menyegarkan ruangan anda dan menambahkan semburat warna di dalam ruangan agar tidak terlihat monoton. angkaian bunga adalah cara sempurna untuk menyegarkan ruangan anda dan menambahkan semburat warna di dalam ruangan agar tidak terlihat monoton. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyaakat ini adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada para Florist Hotel dalam menciptakan suatu ruangan yang nyaman sehingga tamu betah berada di hotel dengan harpan tamu menjadi guest repiter. Metode dalam kegiatan ini adalah dengan pemberian teori dan praktek cara merangkai bunga dengan memanfaatkan bunga yang ditanam di taman hotel dan membeli bila tidak ada, praktek tutorial cara merangkai bunga dengan alat dan bahan sesuai. Para peserta akan diberikan pengetahuan tentang jenis-jenis bunga dan cara memilih bunga yang segar dan baik, kemudian diberikan cara merangkai bunga dari berbagai aspek sehingga kelihatan indah tidak membosankan serta terkesan alami. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini, Para Florist hotel memperolah ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang kreatif dan inovatif guna meningkatkan pengembangan hotel dalam hal taman dan floral.
Analysis of Loyalty and Fanatism Factors in the Psyhco Sociologys of Psim Jogja Supporters Throughout the Anthem Aku Yakin dengan Kamu Wibiyanto, Agung; Syaifullah, Jahid; Dani, Jeratallah Aram; Sudarmaji, Sudarmaji
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.47167

Abstract

In writing this article will review the analysis of loyalty and fanaticism factors in the Psycho Sociology of PSIM Jogja supporters tucked away in the Anthem "Aku Yakin Dengan Kamu". The research method used is a qualitative method with descriptive analysis, where data sources obtained from journals and books will be processed and reduced into a writing. The results of this article emphasize in the anthem "Aku Yakin Dengan Kamu" seen in full how in the lyrics of the song there is certainly a spirit that will be built by PSIM Jogja supporters which is accumulated in the context of fanaticism that can be realized in several products produced such as those directly related to the PSIM Jogja club whether it is merchandise, match tickets or even interesting content created on social media related to PSIM Jogja. So, it is very clear from the manifestation of the increasing expression of fanaticism, starting from excessive love for their favorite football team to actualization in the behavior of purchasing or using their football team attributes. By looking at this context, it has been very clear that fanaticism has been able to encourage football teams to spend their money to get merchandise on the team they support. But on the other hand, the psycho-sociological condition of PSIM Jogja supporters, the fanaticism that exists leads to social friction that ends in chaos with other community groups, especially other supporter groups considering that many supporter groups come from the lower middle class and they really need entertainment.
Management Plan for the Development of the Radya Pustaka Museum as a Cultural and Educational Tourism in Surakarta City Wibiyanto, Agung; Resmi, Prasiwi Citra; Syaifullah, Jahid; Juliansyah, Irvan
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 7, No 4 (2024): October, Social Issue and Education
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v7i4.41227

Abstract

The purpose of this study is to review the internal and external factors of the management of the Radya Pustaka museum and also to analyze the management design in the development of the Radya Pustaka museum as a cultural and educational tourism in the city of Surakarta. This research method is a qualitative method, where the data obtained is analyzed based on the internal and external factors of the Radya Pustaka museum which are formulated in the IFAS and EFAS matrix indicators. The results of the analysis are described in a SWOT analysis. The results of this study are that the existence of the Radya Pustaka Museum as a cultural heritage tourist attraction is in a moderate or average position. From the internal-external environmental analysis method, the strategy that must be applied by objects in cell V is to maintain and preserve (unchanged strategy). The object operates with moderate appeal and only has an average competitive position. The strategy carried out is to continue its current activities and only make a few improvements.Keywords: Management, Radya Pustaka Museum, cultural and educational tourism
ANALYSIS OF TOURISM ATTRACTIONS, FACILITIES, HUMAN RESOURCES ON THE SATISFACTION OF TOURISTS VISITING AT PENATARAN BLITAR TEMPLE, EAST JAVA Wibiyanto, Agung; Prastowo, Ichwan
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 4 No 2 (2023): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v4i2.910

Abstract

This study aims to analyze tourist attractions, facilities, human resources on the satisfaction of tourists visiting the Penataran Blitar temple, East Java. This research method is a quantitative study of multiple linear regression analysis, where the sample used in this study totaled 100 respondents throughout November 2022. While the data analysis method used is data validity test, data reliability test, correlation coefficient, and regression test . The results of this study showed a positive and significant effect of tourist attractions on visitor satisfaction at the Penataran temple by 31%. The better the tourist attractions in the Penataran temple, the more satisfied visitors will be in coming to the Penataran temple. There is a positive and significant influence of facilities on visitor satisfaction at the Penataran temple of 32.3%. The better the facilities at the Penataran temple, the higher the satisfaction of visitors coming to the Penataran temple. There is a positive and significant influence of human resources on visitor satisfaction at the Penataran temple by 35.8%. The better the human resources available at the Penataran temple, the more satisfied visitors will be in coming to the Penataran temple. The correlation coefficient value was obtained at 0.942. This means that there is a positive relationship between tourist attractions, facilities, and human resources on visitor satisfaction. The relationship between these variables is included in the very strong category. Thus tourist attractions, facilities, and human resources have a strong relationship to visitor satisfaction.
GAMBARAN RANCANGAN STRATEGI PADA INDUSTRI PERHOTELAN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN GENERAL AGREEMENT ON TRADE IN SERVICE Wibiyanto, Agung; Prastowo, Ichwan; Citra Resmi, Prasiwi
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 5 No 1 (2024): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v5i1.1172

Abstract

Dalam artikel ini memang bertujuan untuk memaparkan gambaran rancangan strategi pada industri perhotelan di Indonesia dalam mengimplementasikan General Agreement On Trade In Service yang selama ini tengah berlangsung. Metode ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, di mana data pengamatan dan literatur direduksi dan dianalisis untuk memaparkan artikel ini. Hasilnya, di dalam General Agreement On Trade In Service memang cukup menjanjikan di dalam kelancaran operasional industri perhotelan baik di dalam Cross Border Supply, Consumption abroad, Commercial Presence, Movement Of Natural Persons. Namun di sisi lain juga diperlukan pembenahan di dalam industri perhotelan terlebih di sektor operasional, pemasaran, keuangan dan juga sumber daya manusia yang memerlukan gambaran rancangan strategi tersendiri sesuai dengan permintaan dan juga penawaran yang disesuaikan dengan Cross Border Supply, Consumption abroad, Commercial Presence, Movement Of Natural Persons.
UPAYA PERDAMAIAN/HEPING DI ERA PEMERINTAHAN KOLABORATION DI REPUBLIK OF CHINA-NANJING ( 1940-1945) DENGAN PEMERINTAH PENDUDUKAN JEPANG wibiyanto, agung
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 18 No. 2 (2022): ISTORIA Edisi September, Vol. 18. No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v18i2.39478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas beberapa usaha dari Wang Jing Wei untuk mendirikan pemerintahan kolaborasi dengan pendudukan Jepang di China dengan dalil untuk menyelamatkan China  dari kehancuran total di masa Perang Sino- Jepang II ( 1937-1945) dan juga mengembalikan kedaulatan republik Cina yang terkoyak koyak sejak masa warlordism. Beberapa literatur sebelumnya telah menggarisbawahi dari segi upaya perdamaian yang melihat dari sisi kemanusiaan dan budaya politik mencoba mengupas perdamaian yang dicetuskan oleh Wang merupakan " kelanjutan dari kebijakan awal Sun Yat Sen dan sayap kiri Kuomintang sebelum perang". Maksudnya dengan upaya perdamaian dapat menghidarkan diri khususnya Cina dari kehancuran total. Upaya perdamaian/Heping yang diajarkan oleh Sun Yat Sen ternyata disalahartikan untuk kepentingan politis oleh kelompok kelompok sosial tertentu di China seperti halnya Wang Jing Wei untuk merebut tampuk kekuasaan tertinggi di dalam Kuomintang/partai nasionalis China. Upaya perdamaian dengan membentuk pemerintahan kolaborasi dengan pendudukan Jepang merupakan bentuk strategi politis bagi kelompok Wang Jing Wei untuk mendapatkan dukungan dari rakyat Cina berjuang bersama pemerintah pendudukan Jepang dan memberikan gambaran bahwa pemerintah pendudukan Jepang bersama pemerintah kolaborasi republik of China-Nanjing hampir sama seperti bangsa Manchu dan Mongol di saat memerintah daratan Cina yang juga mendudukkan bangsa Han di pemerintahan dalam mencapai kemakmuran bersama.Kata kunci : Heping/upaya perdamaian, Pemerintahan Republik Of China Nanjing,, Wang Jing Wei, Pendudukan Jepang
TINJAUAN PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI TERHADAP HASIL UJI KOMPETENSI KEAHLIAN SISWA JURUSAN AKOMODASI PERHOTELAN SMK TRISAKTI GEMOLONG Kustini, Henny; Wibiyanto, Agung; Mustofa, Azis
Mabha Jurnal Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Akparta Mandala Bhakti Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70018/mb.v2i2.35

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan lulusan yang siap pakai pada dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu, diperlukan adanya praktik kerja industri (prakerin) dan uji kompetensi keahlian untuk siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan praktik kerja industri ditinjau dari hasil uji kompetensi siswa jurusan akomodasi perhotelan SMK Trisakti Gemolong. Teknik pengumpulan data berupa metode observasi, metode dokumentasi, metode studi pustaka, dan wawancara kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, kepala jurusan akomodasi perhotelan, siswa kelas XII jurusan akomodasi perhotelan, dan pihak DUDI. Pelaksanaan praktik kerja industri pada jurusan akomodasi perhotelan berjalan dengan baik dan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) serta bisa memenuhi kebutuhan siswa. Praktik kerja industri selama 6 bulan membawa pengaruh kepada hasil uji kompetensi siswa jurusan akomodasi perhotelan dilihat dari kemampuan dan pengetahuan siswa. Pelaksanaan praktik kerja industri sangat mendukung kemampun siswa karena praktik kerja industri merupakan implementasi nyata dari materi uji kompetensi keahlian siswa jurusan akomodasi perhotelan sehingga siswa bisa lebih memahami prosedur kerja dari materi uji kompetensi keahlian siswa jurusan akomodasi perhotelan SMK Trisakti Gemolong.