Hariyanti, Nunik
Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Budaya Dan Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penggunaan Dompet Digital dalam Transaksi Daring bagi Millennial Moms selama Pandemi Covid-19 Indah Wenerda; Nunik Hariyanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.5572

Abstract

Millennial moms adalah kelompok ibu-ibu yang tumbuh dikelilingi oleh teknologi, internet, dan media sosial. Selama pandemi COVID-19 millennial moms melakukan alternatif dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara daring. Pilihan ini dilakukan karena lebih cepat, praktis, dan harga lebih murah. Metode pembayaran pun juga dilakukan non tunai/cashless karena sejalan dengan protokol kesehatan. Fenomena ini digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini untuk mengetahui praktik transaksi daring yang dilakukan oleh millennial moms. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada millennial moms di Yogyakarta. Pemilihan pada millennial moms dipilih secara purposive sampling yakni perempuan yang lahir antara akhir 80-an dan 90-an, sudah menikah, memiliki anak, aktif menggunakan internet, dan aktif melakukan transaksi daring selama pandemi COVID-19. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam namun tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa millennial moms melakukan pembelian barang secara daring untuk barang-barang tertentu yang tidak ada di swalayan. Metode pembayaran yang digunakan tidak semua millennial moms menggunakan aplikasi dompet digital melainkan ada yang menggunakan metode COD. Kesenjangan digital menjadi penyebab pada praktik ini yakni poin kecakapan digital/digital skills yang harus dimiliki pengguna agar transaksi daring terjadi. Dengan demikian seluruh pengguna dompet digital khususnya millennial moms dapat mengasah kecakapan digitalnya agar praktik transaksi daring dapat dilakukan dengan baik, bijak, dan aman.
Optimizing Communication and Edukreatif Marketing Management of MelonMu Jama'ah Tani Gondosuli, Muntilan Nunik Hariyanti; Rifky Dora Wijayati; Ifada Rahmayanti; Intan Rahma Deyaka
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 3, November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i3.14156

Abstract

Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Gondosuli, a farmer located in the foothills of Mount Merapi, Indonesia, faces challenges in expanding market reach and professionalizing agricultural marketing. Despite fertile conditions and melons as a primary commodity, traditional marketing methods, limited organizational documentation, and low digital literacy constrain growth. This study aims to optimize JATAM’s communication and marketing strategies by integrating principles of Integrated Marketing Communication (IMC), enhancing English language proficiency, and leveraging digital platforms. A mixed-method approach was employed, including training interventions, pre- and post-assessments of marketing and management competencies,  as well as monitoring of digital engagement metrics. 30 participants from JATAM members involved in MelonMu Edukreatif activities, with data collected through structured assessments, interviews, and digital analytics. Results indicate significant improvements: post-training assessments showed increased knowledge and skills in marketing communication and institutional management, while digital engagement metrics demonstrated wider audience reach and higher brand visibilit. Integrating IMC principles enabled consistent messaging across traditional and digital channels, enhancing consumer trust and professional identity. English-language content facilitated access to broader national and international markets, supporting strategic partnerships and export opportunities. Thes study concludes that combining traditional and digital strategies, supported by capacity building and and systematic, monitoring, effectively strengthens local agricultural marketing. Recommendations include continued English and digital literacy training, expansion of digital marketing initiatives, and ongoing evaluation of Return on Investment (ROI) to ensure sustainable growth and economic resilience for farmer groups. These findings highlight the critical role of structured communication, language proficiency, and digital integration in enhancing community-based agricultural programs.