Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETELADANAN GURU AGAMA DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH DI MIN 2 KOTA SURABAYA Huda, Masrur; Zamroni, Miftachul; Wiyani, Sri
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v7i1.6122

Abstract

The teacher's example has an important meaning in the educational process and is the most effective concrete example at MIN 2 Surabaya City. The central figure in MIN 2 Surabaya City is the key to the success of the noble character formation there. In this case Arif Mustofa has an important role in the success of education at MIN 2 Surabaya City. So it is very important to do research and record the uniqueness that has happened so far at MIN 2 Surabaya City.
Comparation Of Post-Divorce Marriage Agreements Compilation Perspective Of Islamic Law And Maqashid Sharia Nuriana, Kartika Ayu; Huda, Masrur; Aliyah, Nelud Darajaatul
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Vision and Ideas (VISA)
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v5i2.7392

Abstract

Humans as living beings were created by Allah SWT as complementary social beings, living in pairs in the world. As part of paired life, human beings undergo the process of marriage to continue offspring and ensure the continuity of future generations. The purpose of marriage itself is as a form of perfection of human worship in the long run. The marriage formed by a married couple aims to create a lasting and happy family, based on law and religion based on the Almighty God. The application of a marriage agreement agreed upon by a married couple aims to build a harmonious relationship and prevent future conflicts. One form of marital agreement regulated in positive law in Indonesia is regarding taklik talak. A marriage agreement that is often applied is the regulation of joint property in marriage, which is stated in Article 29 of Law Number 1 Year 1974 jo Law Number 16 Year 2019 concerning Marriage. In Islam, the arrangement for making a marriage agreement must follow the provisions stipulated in the Compilation of Islamic Law. The method used in this research is normative research.
IMPLEMENTASI METODE DZIKIR DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN RELIGIUS SANTRI DI PESANTREN AL-FATICH SURABAYA Sun’an, Sun’an; Huda, Masrur; Marfianto, Tri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39390

Abstract

Pesantren dan Tarekat telah lama hadir dan mewujudkan salah satu tujuan pendidikan nasional, menjadikan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Untuk mewujudkan tujuan itu dibutuhkan kecerdasan religius yang ditingkatkan hingga mencapai kepribadian tersebut. Namun belum ditemukan penelitian mengenai peningkatan kecerdasan religius yang dijalankan oleh lembaga pendidikan yang menggabungkan pesantren dan terekat. Maka penelitian ini berupaya meneliti implementasi metode dzikir pada Pesantren Al-Fatich Surabaya yang merupakan lembaga Pesantren sekaligus Tarekat Tijaniyah. Rumusan masalah penelitian ini antara lain: Bagaimana kecerdasan religius santri di pesantren Al- Fatich Surabaya? Bagaimana implementasi metode dzikir dalam meningkatkan kecerdasan religius santri di Pesantren Al-Fatich Surabaya? dan Bagaimana Faktor pendukung dan penghambat implementasi metode dzikir di Pesantren Al-Fatich Surabaya? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan untuk memperoleh data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperiksa dengan triangulasi dan pembahasan sejawat. Sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini antara lain: (1) kecerdasan religius santri dideskripsikan dari 5 indikator yaitu menjalankan ibadah sesuai syariat, berperilaku dan berkepribadian sesuai akhlak karimah, senantiasa berbuat kebaikan sesuai nilai ajaran Islam yang paling utama, berjuang di jalan Allah, dan kemampuan menyikapi yang terjadi dengan bijaksana dan ketenangan; (2) implementasi metode dzikir di Pesantren Al-Fatich Surabaya dideskripsikan dari 5 prinsip yaitu mengadakan dzikir secara terbuka, mengkondisikan diri santri melalui baiat, membina praktik dzikir dengan kesadaran dan konsentrasi secara konsisten, menjelaskan pemahaman nilai tasawuf dalam proses berdzikir, dan membina praktik nilai tasawuf dan memberikan keteladanan hidup; dan (3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi metode dzikir di Pesantren Al-Fatich Surabaya dideskripsikan sebagai faktor internal yang terdapat pada diri santri itu sendiri dan faktor eksternal yang terdapat dari luar diri santri antara lain pendidik, sarana belajar dan lingkungan.