Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN STUNTING PADA ANAK BALITA Fembi, Pembronia Nona; Nelista, Yosefina; Vianitati, Pasionista
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.25212

Abstract

Masalah stunting merupakan permasalahan gizi yang mencerminkan adanya masalah gizi yang bersifat kronis karena kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama dan mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, terutama tinggi badan anak yang lebih rendah atau pendek dari standar usianya.  Stunting pada balita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, dan dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah asupan nutrisi yang tidak memadai dan penyakit infeksi. Asupan nutrisi yang kurang baik, terutama pada periode kritis pertumbuhan, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan dan penyakit infeksi dapat menghambat penyerapan nutrisi, memperburuk status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan nutrisi dan riwayat penyakit infeksi  dengan stunting pada Balita. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 97 balita yang mengalami stunting, dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan microtoise, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode univariat, bivariat menggunakan chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel asupan nutrisi (p-Value: 0.011), riwayat penyakit infeksi (p-Value: 0.018), memiliki nilai P-Value < 0.05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan asupan nutrisi dan riwayat penyakit infeksi dengan stunting. Ada hubungan asupan nutrisi, riawayat penyakit infeksi dengan stunting. Diharapkan para orang tua balita, untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap kondisi kesehatan balita dengan menerapkan pola pengasuhan yang baik, memberikan asupan nutrisi yang sesuai dan menjaga sanitasi lingkungan balita agar balita tidak rentan terkena penyakit infeksi
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui SDIDTK dan PMT LokProhe untuk Pencegahan Stunting dan Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Pangan Lokal: Empowering Posyandu Cadres through SDIDTK and PMT LokProhe to Prevent Stunting and Strengthen the Local Food-Based Creative Economy Nelista, Yosefina; Fembi, Pembronia Nona; Syahrun, Muhammad
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. Suppl-1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11iSuppl-1.10968

Abstract

Stunting remains a public health problem in Indonesia, with long-term impacts on the quality of human resources. Efforts to prevent stunting require targeted nutritional interventions and the active role of health workers. Integrated service post (Posyandu) cadres play a strategic role as the frontline in detecting, preventing, and addressing stunting. One strategy they can implement is to provide supplementary food made from local ingredients and animal protein. The purpose of this community service is to enhance the knowledge and skills of Posyandu cadres in implementing SDIDTK, completing KMS, and processing animal protein-based PMT as a step toward preventing stunting and boosting the creative economy. The methods used in this community service activity include outreach, training, technology implementation, mentoring, and evaluation of program success. The program targets 25 integrated health posts (Posyandu) cadres and will be implemented in Langir Village in September 2025. The results of statistical tests show that the knowledge and skills of cadres regarding SDIDTK, filling out KMS, PMT LokProhe, and marketing strategies increased significantly from the sufficient category (56%) to the good and skilled category (84%) after socialization and training. Therefore, the outreach and training provided effectively improved the knowledge and skills of Posyandu cadres. It is hoped that the cadres will effectively implement child growth and development simulations and utilize local foods, thereby improving their economic well-being.