Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penentuan Letak Pengukuran Reflected Temperature dengan Menggunakan Termokopel pada Pengujian Termografi Aktif Terhadap Beton Bertulang Ikromi, Muhammad Fauzan; kartorono, suyadi; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3717

Abstract

AbstrakPengujian termografi aktif merupakan salah satu pengujian non-destruktif yang menggunakan kamera inframerah sebagai perekam dan menghasilkan termogram. Termogram merupakan interpretasi energi panas yang diterima oleh sensor termal kamera inframerah yang masih mengandung noise. Reflected temperature (Trefl) merupakan salah satu noise yang muncul dari pengujian termografi aktif dan akan digunakan sebagai nilai koreksi. penelitian ini menyajikan suatu metode untuk mencari posisi pemasangan termokopel di sekitar sumber panas, sehingga nilai suhu pada posisi tersebut digunakan sebagai nilai Trefl untuk memperbaiki noise pada termogram. Sampel beton berbentuk kubus dengan ukuran 10x10x15 cm diukur suhu permukaannya menggunakan termokopel dan kamera inframerah sejauh 1 meter. Hasil penelitian menunjukkan selisih hasil pengukuran menggunakan termokopel dan termografi sebesar 2,349 ℃, lalu rata-rata nilai Trefl yang didapatkan dari pengujian termografi aktif sebesar 51,649℃ terletak 13 cm dari atas papan grid sebesar dan 5 cm di depan lampu halogen. Suhu permukaan beton sebelum dikoreksi memiliki nilai yang lebih tinggi karena memiliki noise, namun setelah dilakukan analisis perhitungan suhu mengalami penurunan dan mendekati suhu hasil pengukuran termokopel dengan analisis kesalahan (ΔTerr) rata-rata didapatkan 1,448%. Berdasarkan hasil analisis terebut menunjukkan akurasi data kesalahan tergolong bagus karena nilai rata-rata analisis kesalahan (ΔTerr) <5%.Kata kunci : Reflected Temperature, Termografi aktif, Pengujian Non-destruktif
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat dengan Metode Analisis Pushover (Studi Kasus: Gedung 6 Rumah Sakit Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung) Mustofa, Ragat Aji; Bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Isneini, Mohd
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v12i1.4316

Abstract

The high potential for earthquake in Indonesia encourages the design of buildings to be resistant towards earthquake vibrations. The level of vulnerability to lateral forces, especially earthquake shocks, is closely related to the height of the building. Therefore, the design of multi-storey building structures must be designed by analyzing earhquake loads with the aim of preventing the building from collapsing and reducing the number of fatalities due to earthquakes. This research takes a case study at Building 6th of the State University Education Hospital of University of Lampung using a performance-based seismic design approach, which involves the use of non linear pushover analysis techniques based on ATC-40 (capacity spectrum method) and FEMA-356 (displacement coefficient method). The result of the pushover analysis are capacity curves, building displacement targets, building collapse schemes, and result of building performance evaluations against earthquake loads based on ATC-40 and FEMA-356 regulations. The analysis result show that the level of building performance in the x-direction and y-direction with the maximum total drift ratio parameter based on ATC-40 and FEMA-356 is Immediate Occupancy, so it can be concluded that the building is still able to withstand when an earthquake occurs and the risk of human loss is very small.
Studi Numerik pada Balok Beton Bertulang dengan Perkuatan Hybrid Menggunakan GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) dan Wiremesh Isneini, Mohd; Alami, Fikri; Surahman, Ridho
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 24 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v24i1.3

Abstract

Dalam pengujian eksperimental yang telah dilakukan, balok beton bertulang yang diberi perkuatan secara hybrid menggunakan GFRP dan wiremesh dengan kombinasi GFRP+wiremesh+wiremesh+GFRP (GWWG) dapat meningkatkan kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan hingga mencapai 135%. Selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan software berbasis elemen hingga untuk melihat hasil berdasarkan kedua cara tersebut. Dimensi balok yang dimodelkan berukuran panjang 1,7 m, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm. Tebal GFRP yang digunakan adalah 1,33 mm/lapis sedangkan wiremesh adalah tipe kawat jala yang dilas berbentuk segi empat dengan diameter kawat sebesar 0,55 mm dan lebar bukaan 7 mm x 7 mm. Dengan mengandalkan geometri dan pembebanan yang simetris, balok hanya dimodelkan seperempat bagiannya saja. Persentase selisih hasil antara pemodelan dan eksperimental yang ditinjau di tengah bentang pada balok normal (BN) adalah 2,94% untuk lendutan, 17,30% untuk regangan serat atas dan 3,00% untuk regangan serat samping. Pola retak yang terjadi pada balok BN dalam pemodelan dan eksperimental menghasilkan pola retak yang sama yaitu retak lentur. Persentase selisih hasil antara pemodelan dan eksperimental yang ditijau di tengah bentang pada balok GWWG adalah 30,60% untuk lendutan, 17,42% untuk regangan serat atas dan 8,26% untuk regangan serat samping. Perkuatan yang diaplikasikan pada balok mengalami debonding sebelum regangan tekan beton mencapai regangan ultimitnya. Hal ini terjadi baik dalam pemodelan maupun eksperimental.
Analisis Numerik Perilaku Lentur Balok yang Diperkuat dengan GFRP dan Wiremesh Isneini, Mohd; Alami, Fikri; Agustina, Nadya
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 24 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v24i2.4

Abstract

Penelitian ini menggunakan tiga jenis balok yaitu balok tanpa perkuatan (B1), balok dengan perkuatan kombinasi GFRP dan Wiremesh (B2) dan balok dengan perkuatan Wiremesh saja (B3) dengan analisis numerik elemen hingga. Dalam memodelkan beton dan GFRP dideskripsikan sebagai elemen solid, kemudian untuk model tulangan dan wiremesh sebagai elemen truss dan model epoksi sebagai elemen cohesive. Interaksi yang diberikan pada hubungan antara tulangan dan beton serta hubungan antara epoksi dan wiremesh menggunakan teknik interaksi embedded region kemudia pada hubungan lapisan perkuatan dan lapisan epoksi menggunakan teknik interaksi tie constraint. Berdasarkan input beban maksimum hasil eksperimental, perbedaan persentase regangan pada model balok B1 sebesar 2% antara model numerik dan eksperimental, pada balok B2 adalah sebesar 30% dan pada balok B3 adalah sebesar 30%.
EVALUASI NILAI SISA KAPASITAS JEMBATAN VOIDED SLAB WAY BAKO I BERDASARKAN PERATURAN PEMBEBANAN SNI 1725-2016 dan PPJJR No. 12/1970 Sumantri, Devie Arisandy; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 25 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v25i1.5

Abstract

Jembatan dapat mengalami kegagalan struktur karena berbagai macam faktor eksternal. Keadaan Jembatan Way Bako I yang mengalami lendutan cukup besar saat kendaraan melintas dan permukaan aspal yang selalu rusak mengindikasikan adanya potensi kegagalan struktur jembatan. Mengingat kegagalan struktur ini berbahaya bagi penggunanya, maka diperlukan langkah evaluasi sehingga  dapat diketahui nilai sisa kapasitas jembatan dan dihindari kegagalan strukturnya. Evaluasi pada Jembatan ini menggunakan metode rating factor (RF) mengacu kepada Pedoman Penentuan Nilai Sisa Kapasitas jembatan dari Dirjen Bina Marga dengan melakukan analisis terhadap kondisi harian (inventory)  dan kondisi  khusus  (operating). Berdasarkan pengamatan lapangan dan perhitungan data penelitian, Jembatan Way Bako I mengalami kerusakan non struktur maupun struktur. Berdasarkan analisis RF menurut SNI 1725-2016 dan PPJJR No. 12/1970 didapat hasil bahwa kapasitas momen pada inventory rating factor dan operating rating factor tidak aman karena memiliki nilai RF < 1. Sedangkan kapasitas geser pada inventory rating factor dan operating rating factor aman karena memiliki nilai RF > 1. Dengan demikian maka Jembatan Way Bako I memerlukan perbaikan struktur.