Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN DESIGN POUCH KERIPIK KELADI Haryati, Tati; Siska, Defran; Hidayat, Fajrin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sz21d813

Abstract

Konsumen biasanya lebih tertarik dengan sebuah kemasan dibandingkan isi dari kemasan tersebut. Dari sini kita dapat mengukur bahwa sebuah design kemasan pada produk akan mempengaruhi minat pembeli. Di Kota Wamena terkenal dengan lahan yang luas yang sebagian besar ditanami dengan Keladi (Talas). Hasil pertanian ini menjadi primadona masyarakat yang menjual dan membuat produk dari keladi, menjadi alasan utama bagi kami untuk mengadakan pelatihan kepada masyarakat agar perekonomian mereka dapat lebih meningkat dari sebelumnya. Pelatihan ini dilakukan di Distrik Bolakme yang dilaksanakan pada Bulan Maret 2021 di Kantor Kampung Agamoa Distrik Wesaput Kabupaten Jayawijaya. selama sebulan. Masyarakat diberikan pelatihan tentang cara meningkatkan pendapatan melalui hasil pertanian dan cara mengemas produk dengan baik melalui standing pouch. Alasan kami memilih menggunakan standing pouch adalah karena standing pouch sangat efisien dan praktis, desain kemasannya cukup stylish dan kuat, fleksibel, harga ekonomis, dan kemasannya modern. Selain itu, menggunakan standing pouch sebagai kemasan produk keripik keladi dapat meningkatkan nilai produk, aman saat pengiriman, dan produk kedap udara. Laporan kegiatan ini bertujuan untuk melaporkan kegiatan yang dilakukan oleh dosen mengenai pelatihan bagi Masyarakat Kampung Agamoa. Kegiatan ini menghasilkan produk yakni keripik kulit singkon dengan kemasan yang dikemas dengan lebih baik dari sebelumnya yag hanya dibungkus dengan plastic gula tanpa value tinggi dan tidak menarik pembeli.
Relationship between parental role and gadget addiction in early childhood Haryati, Tati; Suparman, Suparman; Junaidi, Junaidi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 9, No 2 (2024): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i2.7311

Abstract

According to Handrianto (2013) the use of gadgets in children has positive and negative impacts, as well as in early childhood. The positive impacts of using gadgets on children include developing imagination, training children's intelligence, increasing children's self-confidence, developing reading, mathematics and problem solving skills. Meanwhile, the negative impacts of using gadgets are reducing concentration in studying, laziness in writing and reading, decreased social skills, addiction, can cause health problems, hinder children's cognitive development, hinder language skills and affect children's behavior.Parents are expected to have a big role in preventing the negative impact of gadget use in early childhood. For this reason, parents need to be given socialization about the role of parents in preventing early childhood addiction to gadgets. This research has two objectives, firstly to find out the positive relationship between the role of parents and gadget addiction in older people and secondly to find out the negative relationship between the role of parents and gadget addiction in young children.The research method used is quantitative research using Spearman Rank Correlation Analysis from the results of a questionnaire on the role of parents and parents' perceptions about gadget addiction in early childhood. Parents were divided into two groups, 1 group that was not given socialization and 1 group of parents who were given socialization. Both groups were given a pre-test and post-test. This research was carried out on TKIT Taamasa parents who were selected using a purposive sampling technique.Based on research conducted on TKIT Taamasa parents, the Spearman Rank correlation coefficient test results obtained from the pre-test results in the control group were -0.449 (negative). Likewise, the results of the correlation coefficient test for the control group post test were -0.389 (negative), the experimental group pre test results -0.114 (negative) and the experimental group post test -0.141 (negative). This shows that there is a negative relationship between the role of parents and gadget addiction in early childhood. The higher the role of parents, the lower the gadget addiction in young children. The negative coefficient value also proves that there is no positive relationship between the role of parents and gadget addiction in early childhood.Based on the research results, it was found that there was a negative relationship between the role of TKIT Taamasa parents and gadget addiction in early childhood in the group of parents who were given socialization and who were not given socialization regarding the role of parents in gadget addiction in early childhood. The higher the role of parents, the lower the addiction to gadgets in early childhood. Thus, researchers suggest that the role of people needs to be increased to prevent early childhood addiction to gadgets.  
Implementasi Pembinaan Karakter Religius Berbasis Kearifan Local Maja Labo Dahu Pada Peserta Didik Sekolah Dasar di Kabupaten Bima Hidayat, A Gafar; Haryati, Tati
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 3 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v4i3.1285

Abstract

Penulisan dilatar belakangi oleh krisis moral atau degradasi nilai moral yang melanda generasi usia sekolah terutama di sekolah dasar, sehingga perlu dicerati implementasi pembinaan karakter oleh guru dan sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi atau pelaksanaan pembinaan karakter religius peserta didik, baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran yang berbasis nilai kearifan local maja labo dahu pada sekolah dasar di Kabupaten Bima. Penelitian ini, tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis menggunakan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembinaan karakter religius berbasis nilai kearifan lokal maja labo dahu dalam pembelajaran, baik di kelas maupun di lingkungan sekolah, dilaksanakan dengar cara; (1) Membangun percakapan antara guru dengan peserta didik melalui tanya jawab tentang sebuah topik, untuk mewujudkan suasana yang hangat dan akrab, sehingga peserta didik dapat memahami secara secara utuh konsep nilai yang disampaikan oleh guru; (2)  Menceritakan kisah yang inspiratif untuk dihayati oleh peserta didik dengan tujuan untuk membina karakter religiusnya, karena dalam kisah-kisah terdapat berbagai keteladanan dan pendidikan nilai; (3) Perumpamaan yang diberikan oleh guru pada saat pembelajaran dapat memotivasi peserta didik, untuk lebih baik lagi dari sebelumnya, terutama dalam membina karakter religius peserta didik melalui perumpamaan hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatang apabila diri tidak diperbaiki hari ini; (4) Guru menjadikan dirinya sebagai teladan bagi peserta didik untuk membina karakter religiusnya di sekolah, keteladanan yang diberikan oleh guru pada peserta didik pada umumnya meniru kepribadian guru. Karena kebiasaan peserta didik untuk selalu meniru hal-hal yang ada disekitarnya, dan tidak perduli baik atau buruknya; (5) Pembiasan secara berulang-ulang, tentang konsep nilai dan gagasan yang berguna bagi pembinaan karakter religius peserta didik, agar hal baik yang dilakukan berulang-ulang dapat menjadi kebiasaan peserta didik.
Pembelajaran Tematik Integratif pada Mata Pelajaran IPS dalam Kurikulum 2013 di SDN Teke Kecamatan Palibelo Gafar, A Gafar Hidayat; Haryati, Tati
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 3 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v3i3.176

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tematik integratif mata pelajaran IPS dalam kurikukum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif, subjek penelitian diambil dari kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan observasi dan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil Penelitian Pada tahap perencanaan pembelajaran, sebagian RPP sudah menggunakan model RPP tematik, akan tetapi ada sebagian yang belum menggunakan model RPP tematik. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran tematik, kegiatan pembelajaran di kelas rendah sebagian besar belum menggunakan model pembelajaran tematik, terlihat dalam penyampaian materi masih terlihat terpisah-pisah. Namun demikian, ada pula yang sudah menggunakan model pembelajaran tematik. Pada tahap penilaian, belum menggunakan model penilaian tematik. Penilaian hasil belajar yang dilaksanakan oleh semua guru adalah bentuk tes tertulis yang masih dilaksanakan secara terpisah, sesuai dengan mata pelajaran. Pada penilaian proses yang dilaksanakan hanya penilaian sikap, dan hanya guru kelas III yang melaksanakannya. Hambatan-hambatan yang ditemui guru kelas rendah dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran tematik adalah kurangnya sosialisasi mengenai pembelajaran tematik serta keterbatasan alat peragi yang mendukung proses pembelajaran sehingga kurang maksimal dalam mengajak siswa belajar dengan hal-hal konkret.
Kemampuan Guru Mata Pelajaran IPS dalam Menerapkan Model Pembelajaran Pada SMP Negeri Se-Kecamatan Woha Kabupaten Bima Haryati, Tati; Rosdiana, Rosdiana
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 3 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v3i3.177

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu; (1) Menganalisis kemampuan Guru IPS di dalam merancang model pembelajaran; (2) Mendeskripsikan kemampuan Guru IPS dalam melaksanakan model pembelajaran; (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan Guru IPS dalam menerapkan model pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif yang menggunakan pendekatan naturalistic untuk memahami fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus dan datanya berupa uraian tertulis. Diperoleh dari guru IPS sebagai informan, dan perilaku subjek yang diamati, serta disajikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan, bahwa; (1) Kemampuan Guru IPS Merencanakan (Mendesain) Model Pembelajaran, yaitu; (a) Model pembelajaran dilakukan secara terpadu melalui perencanaan persiapan pembelajaran (RPP) IPS; (b) mempertimbangkan tujuan pembelajaran, agar mudah terlaksana secara terstruktur; (c) Mempertibangkan kesesuaian antara pemilihan model dengan materi yang diajarkan agar mempermudah proses pemahaman peserta didik; (2) Kemampuan guru menggunakan model pembelajaran yaitu; (a) Model discovery learning, sebagai strategi pembelajaran IPS; (b) Kemampuan guru menggunakan model discovery learning, terlihat pada pemberian ransangan, identifikasi masalah, pengumpulan informasi, memferivikasi, dan membuat kesimpulan, yang dilakukan pada peserta didik; (c) Model pembelajaran discovery learning sangat dikuasai guru dan didukung oleh sumber daya; (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan guru dalam pengungunaan model pembelajaran, yaitu; (a) Kemampuan guru itu, sendiri menggunakan model pembelajaran; (b) Tujuan pembelajaran yang akan dicapai; (c) Perbedaan peserta didik dalam memanfaatkan pengetahuannya.
Kemampuan Kewirausahaan Usaha Tani Padi Kampung Pikhe Distrik Pisugi Kabupaten Jayawjaya Haryati, Tati; Thomas, Rianik; Kamarigi, Asael
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 1 No. 2 (2024): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/df0y5v14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan kewirausahaan yang dimiliki petani padi dalam memajukan usahanya di Kampung Pikhe Distrik Pisugi Kabupaten Jayawjaya. Masalah yang terjadi adalah kemampuan petani yang masih rendah dalam berwirausaha, kurangnya tenaga kerja, dan harga yang diberikan tengkulak (pengepul) masih sangat rendah. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dan analisa skor dapat disimpulkan bahwa indikator pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang masih kurang pada petani padi di Kampung Pikhe Distrik Pisugi Kabupaten Jayawijaya. Sehingga perlu adanya pelatihan dari pemerintah maupun akademisi yang terkait dengan pertanian maupun bidang kewirausahaan.
Bakar Batu sebagai Alat Diplomasi Politik dalam Membangun Hubungan Antara Pemerintah dan Masyarakat Adat di Kabupaten Jayawijaya Ahmad, Ahmad; Haryati, Tati; Paundanan, Irma
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5122

Abstract

This study examines the role of the Bakar Batu tradition as a model of political diplomacy based on local cultural values between the government and indigenous communities in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan. Using a qualitative descriptive method with a case study and political ethnography approach, the research involved seven key informants consisting of traditional leaders, religious figures, government officials, political actors, representatives of the Indigenous Peoples’ Institution, and community members. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using an interactive data analysis model. The findings show that Bakar Batu functions as an egalitarian space for political communication that fosters dialogue, trust, and social legitimacy between the government and indigenous communities. Beyond its cultural and social meanings, the tradition operates as an effective medium of political diplomacy that emphasizes equality, solidarity, and collective participation. This study contributes conceptually by proposing Bakar Batu as a model of political diplomacy rooted in local traditions, offering an alternative approach to inclusive and culturally grounded governance in indigenous regions.
Sistem Informasi Akuntansi pada Toko Kelontong Tradisional Mang Uri di Kecamatan Balaraja Haryati, Tati; Devi Maya Sofa
JURASIMA Vol. 3 No. 2 (2025): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Agu
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33478/jurasima.v3i2.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengananlisis penerapan dan efektivitas SIA khususnya implementasi sisitem informasi akuntansi pada usaha Toko Kelontong Tradisional Mang Uri di Kecamatan Balaraja.penelitian ini sangat relevan karena seperti yang diketahui banyak sekali para UMKM yang masih mengbaikan penggunaan SIA. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara serta eksperimen. Hasil penenlitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa implementasi sistem informasi akuntansi pada Toko Kelontong Tradisional Mang Uri masih bersifat manual dan bahkan ada beberapa transaksi yang tidak dilakukan pencatatan. Hal tersebut menyebabkan keterlambatan dalam proses pencatatan transaksi dan kesulitan dalam menganalisis laba dan rugi secara periodik. Apabila pengusaha tidak mencatat pengeluaran untuk pembelian barang akan memungkinkan mereka tidak menyadari seberapa besar biaya yang dikeluarkan yang menjadikan sulit untuk mengetahui apakah usaha mereka sedang mengalami keuntungan atau kerugian. Peneliti menyimpulkan bahwa implementasi penggunaan SIA yang mencakup bersifat manual maupun digital sangat membantu dan dapat meningkatkan efektivitas serta pengelolaan keuangan. Diharapkan para pengusaha lainnya dapat terinspirasi untuk menerapkan SIA demi kemajuan usaha mereka di masa depan.
Differentiated Learning Strategies in Social Studies: Addressing the Diversity of Student Learning Styles in the Classroom, Elementary School Students Dwi Aprilia; Haryati, Tati
Council: Education Journal of Social Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Council: Education Journal of Social Studies
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/council.v4i1.635

Abstract

The complexity of the social environment in everyday life makes Social Studies (IPS) a fundamental subject in elementary education. However, the presentation of conventional, uniform instruction still fails to accommodate the significant diversity in students' learning readiness, interests, and learning styles. The purpose of this study is to identify, analyze, and propose practical, evidence-based differentiated learning strategies specifically tailored for elementary Social Studies content to effectively meet students' diverse learning styles. This study uses a qualitative research method, specifically a literature review, by drawing on major pedagogical frameworks, curriculum documents, and empirical studies regarding differentiation and Social Studies instruction in Elementary School. The results of the study indicate that the successful implementation of differentiation involves utilizing three main strategic areas: 1) Differentiated Content, for example, providing multi-modality resources such as historical graphic novels and audio clips; 2) Differentiated Process (for example, establishing varied Learning Centers or Learning Stations that cater to different sensory inputs); and 3) Differentiated Product, for example, allowing students to demonstrate mastery through visual mapping, oral presentations, or hands-on simulations. The research findings confirm that the application of these differentiated strategies significantly enhances student engagement, sharpens critical thinking skills, and results in a more comprehensive and meaningful understanding of core Social Studies concepts at the Elementary School level