Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Meningkatkan Kreativitas Siswa dengan Memanfaatkan Sampah Bekas menjadi Barang yang bernilai Ekonomis Ihwan Zulkarnain; Muhamad Farhan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.449 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.527

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this community service is to increase the creativity of junior high school students in order to be able to use used plastic waste into crafts that are useful for everyday life and have economic value. This activities are held from February to April in the Natural Sciences laboratory and Multimedia room at the Pembangunan 1 Junior High School in Bogor and it is expected that all residents in the school can understand how to handle various types of garbage. In this activity the students are expected to be able to make various kinds of crafts ranging from accessories to souvenirs. Therefore, to explore that creativity, it is necessary to give examples of several items so that they are motivated to make it even able to transmit it to others. The method of this activity is uses the concept of visual learning and training that is prepared based on the creativity of each student, where the team becomes a facilitator. A facilitator is only functioning and acting as accompaniment and giving examples to students based on existing problems to overcome. The result is an increase in student activity and creativity in making crafts. The enthusiasm, practice and creativity that are shown provide an illustration that students are very happy to get assistance and training from the Abdimas team. Keywords: Training, Creativity, Accessories, Used Trash ABSTRAKTujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar bisa memanfaatkan sampah plastik bekas menjadi kerajinan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari dan memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini diselengarakan dari bulan Februari sampai April di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam dan ruang Multimedia SMP Pembangunan 1 Bogor serta diharapakan kepada seluruh warga di sekolah bisa memahami cara menangani berbagai sampah. Dalam kegiatan ini peserta didik diharapkan mampu untuk membuat berbagai macam kerajinan mulai dari aksesoris sampai souvenir. Maka dari itu, untuk menggali kreativitas itu, perlu diberikan contoh dari beberapa barang agar mereka termotivasi untuk membuat bahkan dapat menularkannya kepada orang lain. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan konsep pembelajaran visual dan pelatihan yang disusun berdasarkan kreativitas masing-masing siswa.. Seorang fasilitator hanyalah berfungsi dan bertindak mendampingi dan memberikan contoh kepada peserta didik yang didasarkan atas permasalahan yang ada untuk diatasi. Adapun hasilnya adalah peningkatan aktivitas dan kreativitas siswa di dalam membuat kerajinan tangan. Antusiasme, berlatih dan berkreasi yang ditunjukan memberikan gambaran bahwa peserta didik sangat senang mendapat pendampingan dan pelatihan dari tim abdimas.  Kata Kunci: Pelatihan, Kreativitas, Aksesoris, Sampah Bekas
MENGEDUKASI MASYARAKAT PEDULI KEBERSIHAN DIRI DENGAN PEMBUATAN HAND SANITIZER Silvia Septhiani; Diah Oga Nusantari; Ihwan Zulkarnain
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.13239

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. COVID-19 dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan kontak tidak langsung dengan permukaan atau benda yang digunakan pada orang yang terinfeksi. Memasuki era new normal kita harus senantiasa menjaga kebersihan diri , salah satunya adalah dengan membersihkan tangan. Membersihkan tangan dapat dilakukan dengan mencuci tangan atau dengan menggunakan handsanitizer. Hand sanitizer yang benar harus memiliki kandungan alkohol minimum 60% agar dapat berfungsi dengan baik dalam melawan virus. Tujuan dari abdimas ini adalah untuk memberikan informasi tentang tatacara pembuatan hand sanitizer yang benar agar dapat berfungsi dengan baik dalam membunuh kuman. Hand sanitizer yang dibuat berdasarkan aturan dari WHO.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ihwan Zulkarnain
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v4i1.298

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik dikarenakan pembelajaran yang masih berpusat pada guru membuat pola belajar peserta didik cenderung pasif dan kurangnya kreativitas dalam pemecahan masalah peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk esai sebanyak 10 soal. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik SMK Putra Pelita Tenjolaya. Selain itu, nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi pokok Program Linear yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih besar dari nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Ekspositori.
ASESMEN PENGGUNAAN KURIKULUM DI SMA SWASTA Zulkarnain, Ihwan
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i1.25734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan kurikulum dan hambatan apa saja yang membuat sebagian besar Sekolah Menengah Atas swasta belum menerapkan kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari kajian literatur. Teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap sekolah yang menggunakan 2 kurikulum berbeda dan data wawancara diperoleh dengan mengajukan pertanyaan kepada guru muda matematika non professional dan guru matematika senior professional yang menerapkan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari total 147 sekolah menengah swasta yang tersebar di 40 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, didapatkan sebanyak 124 sekolah masih menggunakan kurikulum 2013, sebanyak 5 sekolah menggunakan kurikulum 2013 yang disempurnakan serta sebanyak 15 sekolah lainnya sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Oleh karena itu, perlu dilakukan asesmen terhadap kurikulum merdeka belajar untuk mengetahui permasalahan-permasalahan sekolah-sekolah yang masih menerapkan kurikulum 2013. Hal yang dikaji dalam artikel ini yaitu perubahan kurikulum beserta faktor yang mempengaruhinya, tahapan dalam perubahan kurikulum, kendala dalam menerapkan kurikulum merdeka dan upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hambatan penggunaan kurikulum merdeka.
Pemahaman Konsep Siswa Terhadap Materi Pecahan Melalui Pendekatan Kontekstual di Sekolah Dasar Kelas III Putri Flawlless Berlian Khameswhari; Sania Dea Anissa; Ihwan Zulkarnain
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/r5mgsf75

Abstract

Understanding the concept of fractions at the elementary school level remains a challenge for many students. Most of them struggle to grasp the meaning and application of fractions conceptually due to teaching approaches that are often abstract and disconnected from everyday life. This study aims to explore how contextual teaching can improve students’ conceptual understanding of fractions in a third-grade elementary classroom. The research employed a qualitative method with a case study approach, and data were collected through semi-structured interviews with several students who had experienced contextual-based learning. The findings reveal that contextual teaching helps students understand fractions as parts of a whole through concrete experiences, such as sharing food or objects. Students also showed greater enthusiasm and comprehension when learning was linked to real-life situations and involved the use of tangible media. In contrast, purely symbolic and abstract instruction was perceived as more difficult to understand. Therefore, contextual teaching is recommended as an effective strategy in elementary mathematics education, particularly for abstract topics like fractions.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Kelas X Di Sekolah SMKN 38 Jakarta Refka Maulana; Lasia Agustina; Ihwan Zulkarnain
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning PjBL terhadap pemahaman konsep Matematika Kelas X Di Sekolah SMKN 38 Jakarta. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa kelas 10 di SMKN 38 Jakarta. Teknik pengumpulan data dalam pengumpulan penelitian ini menggunakan teknik analisi uji “t” yang sebelumnya dilakukan pada uji persyaratan analisis data yaitu Uji Normalitas dan Uji Homogenitas. Populasi pada penelitian ini sebanyak 90 siswa Kelas X SMKN 30 Jakarta. Sampel yang diambil sebanyak 30 siswa diambil dengan menggunakan teknik random sampling yang terbagi 3 kelompok, 15 responden pada kelas ekperimen dan 15 responden pada kelas kontrol. Instrument pada penelitian ini dengan soal 15 uraian tes kemampuan pemahaman konsep matematika materi Statistika Data Kelompok. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning PjBL Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Kelas X Di Sekolah SMKN 38 Jakarta dengan thitung = 2,092 dan ttabel = 2,002 thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Penggunaan Etnomatematika dalam Meningkatkan Pemahaman Aritmatika Siswa Aulia Masruroh; Ihwan Zulkarnain; Diah Oga Nusantari
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e0qbm923

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep aritmatika sosial siswa SMK melalui pendekatan etnomatematika berbasis makanan tradisional Betawi. Permasalahan mitra yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep aritmatika yang bersifat abstrak serta minimnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran matematika. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung yang melibatkan siswa kelas XII SMK. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan memanfaatkan contoh konkret makanan tradisional Betawi sebagai media pembelajaran matematika. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap konsep aritmatika sosial, seperti laba, rugi, persentase, dan perbandingan. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan karakter siswa dalam mencintai budaya lokal. Dengan demikian, pendekatan etnomatematika dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dan relevan untuk diterapkan di sekolah menengah kejuruan.