Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS Shohwatul Islam Fadhilah; Ihwan Zulkarnain; Condro Endang Werdiningsih
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v3i3.158

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of learning discipline and critical thinking on mathematical reasoning abilities. This research was conducted on eighth grade students of SMP Negeri 4 Tambun Selatan, Bekasi Regency with a random sampling technique. The data collection technique in this study was done by giving a questionnaire for the two independent variables and giving essay questions for the dependent variable. The research method used in this study is a survey with correlational techniques. The sample in this study was 68 students of class VIII. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant relationship between learning discipline and critical thinking with mathematical reasoning abilities. This is indicated by Ftable = 3.14 and Fcount 8.57, so Fcount > Ftable (8.57 > 3.14). Thus, it can be concluded that learning discipline and critical thinking have an influence on mathematical reasoning abilities
Meningkatkan Kreativitas Siswa dengan Memanfaatkan Sampah Bekas menjadi Barang yang bernilai Ekonomis Ihwan Zulkarnain; Muhamad Farhan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2019): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.449 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v3i2.527

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this community service is to increase the creativity of junior high school students in order to be able to use used plastic waste into crafts that are useful for everyday life and have economic value. This activities are held from February to April in the Natural Sciences laboratory and Multimedia room at the Pembangunan 1 Junior High School in Bogor and it is expected that all residents in the school can understand how to handle various types of garbage. In this activity the students are expected to be able to make various kinds of crafts ranging from accessories to souvenirs. Therefore, to explore that creativity, it is necessary to give examples of several items so that they are motivated to make it even able to transmit it to others. The method of this activity is uses the concept of visual learning and training that is prepared based on the creativity of each student, where the team becomes a facilitator. A facilitator is only functioning and acting as accompaniment and giving examples to students based on existing problems to overcome. The result is an increase in student activity and creativity in making crafts. The enthusiasm, practice and creativity that are shown provide an illustration that students are very happy to get assistance and training from the Abdimas team. Keywords: Training, Creativity, Accessories, Used Trash ABSTRAKTujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar bisa memanfaatkan sampah plastik bekas menjadi kerajinan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari dan memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini diselengarakan dari bulan Februari sampai April di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam dan ruang Multimedia SMP Pembangunan 1 Bogor serta diharapakan kepada seluruh warga di sekolah bisa memahami cara menangani berbagai sampah. Dalam kegiatan ini peserta didik diharapkan mampu untuk membuat berbagai macam kerajinan mulai dari aksesoris sampai souvenir. Maka dari itu, untuk menggali kreativitas itu, perlu diberikan contoh dari beberapa barang agar mereka termotivasi untuk membuat bahkan dapat menularkannya kepada orang lain. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan konsep pembelajaran visual dan pelatihan yang disusun berdasarkan kreativitas masing-masing siswa.. Seorang fasilitator hanyalah berfungsi dan bertindak mendampingi dan memberikan contoh kepada peserta didik yang didasarkan atas permasalahan yang ada untuk diatasi. Adapun hasilnya adalah peningkatan aktivitas dan kreativitas siswa di dalam membuat kerajinan tangan. Antusiasme, berlatih dan berkreasi yang ditunjukan memberikan gambaran bahwa peserta didik sangat senang mendapat pendampingan dan pelatihan dari tim abdimas.  Kata Kunci: Pelatihan, Kreativitas, Aksesoris, Sampah Bekas
MENGEDUKASI MASYARAKAT PEDULI KEBERSIHAN DIRI DENGAN PEMBUATAN HAND SANITIZER Silvia Septhiani; Diah Oga Nusantari; Ihwan Zulkarnain
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.13239

Abstract

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. COVID-19 dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan kontak tidak langsung dengan permukaan atau benda yang digunakan pada orang yang terinfeksi. Memasuki era new normal kita harus senantiasa menjaga kebersihan diri , salah satunya adalah dengan membersihkan tangan. Membersihkan tangan dapat dilakukan dengan mencuci tangan atau dengan menggunakan handsanitizer. Hand sanitizer yang benar harus memiliki kandungan alkohol minimum 60% agar dapat berfungsi dengan baik dalam melawan virus. Tujuan dari abdimas ini adalah untuk memberikan informasi tentang tatacara pembuatan hand sanitizer yang benar agar dapat berfungsi dengan baik dalam membunuh kuman. Hand sanitizer yang dibuat berdasarkan aturan dari WHO.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ihwan Zulkarnain
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v4i1.298

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik dikarenakan pembelajaran yang masih berpusat pada guru membuat pola belajar peserta didik cenderung pasif dan kurangnya kreativitas dalam pemecahan masalah peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk esai sebanyak 10 soal. Teknik analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik SMK Putra Pelita Tenjolaya. Selain itu, nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi pokok Program Linear yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih besar dari nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Ekspositori.
ASESMEN PENGGUNAAN KURIKULUM DI SMA SWASTA Zulkarnain, Ihwan
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i1.25734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan kurikulum dan hambatan apa saja yang membuat sebagian besar Sekolah Menengah Atas swasta belum menerapkan kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari kajian literatur. Teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap sekolah yang menggunakan 2 kurikulum berbeda dan data wawancara diperoleh dengan mengajukan pertanyaan kepada guru muda matematika non professional dan guru matematika senior professional yang menerapkan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dari total 147 sekolah menengah swasta yang tersebar di 40 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, didapatkan sebanyak 124 sekolah masih menggunakan kurikulum 2013, sebanyak 5 sekolah menggunakan kurikulum 2013 yang disempurnakan serta sebanyak 15 sekolah lainnya sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar. Oleh karena itu, perlu dilakukan asesmen terhadap kurikulum merdeka belajar untuk mengetahui permasalahan-permasalahan sekolah-sekolah yang masih menerapkan kurikulum 2013. Hal yang dikaji dalam artikel ini yaitu perubahan kurikulum beserta faktor yang mempengaruhinya, tahapan dalam perubahan kurikulum, kendala dalam menerapkan kurikulum merdeka dan upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi hambatan penggunaan kurikulum merdeka.