Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strengthening the Values of Religious Moderation in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training State Islamic University Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Mukni'ah, Mukni'ah; Rafik, Ainur; Mustajab, Mustajab
Didaktika Religia Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : Postgraduate Program, State Islamic Institute (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/didaktika.v11i1.3360

Abstract

This article explores the implementation of strengthening the values of tawasuth, tawazun, i'tidal, and tasamuh at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FTIK) State Islamic University Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. The need for Focus Group Discussion (FGD) for strengthening the values of tawasuth, tawazun, i'tidal, and tasamuh at the FTIK UIN KHAS Jember was also examined. The method used in this research-based community service was qualitative research with Participatory Action Research (PAR) approach. The results of the service show that the Effort to reinforce the values of religious moderation in the FTIK UIN KHAS Jember environment is implemented by organizing workshops that are open to lecturers, education staff, and students. Tawazun values are strengthened by practicing discipline to create balance, time management, and activities as well as developing self-potential through extra and intra-campus activities. The strengthening of i'tidal values is done by making regulations that must be obeyed, UKT financing in accordance with the capacity and ability of students, and continuously strengthening the Ahlus Sunnah Wal Jamah learning environment. Meanwhile, tasamuh values are enhanced by respecting differences of opinion and organizations. The supporting factors in efforts to Strengthen the Value of Religious Moderation at FTIK UIN KHAS Jember are support from the dean, high enthusiasm from students, lecturers, and education staff, teamwork, and the availability of supportive funds. Meanwhile, the inhibiting factor is time constraints due to signal constraints for those who join through online or Zoom meetings.
Promoting Religious Moderation in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training at State Islamic University Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Mukni'ah, Mukni'ah; Rafik, Ainur; Mustajab, Mustajab
Didaktika Religia Vol. 11 No. 1 (2023): June
Publisher : Postgraduate Program, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/didaktika.v11i1.3360

Abstract

This article explores the implementation of the values of moderation (tawāsuṭ), equilibration (tawāzun), balance (i’tidāl), and tolerance (tasāmuḥ) at the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FTIK) State Islamic University Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, including the role of focus group discussions. The method used in this research-based community service was qualitative research with participatory action. The results of the service showed that the effort to reinforce the values of religious moderation in the institution is implemented by organizing workshops that are open to lecturers, education staff, and students. Tawāzun values are strengthened by practicing discipline, time management, and activities as well as developing self-potential through extra and intra-campus activities. I‘tidāl values are strengthened by enforcing rules and regulations, UKT financing in accordance with the capacity and ability of students, and continuously strengthening the Ahlus Sunnah Wal Jamah learning environment. Meanwhile, tasāmuḥ values are enhanced by respecting differences of opinion and organizations. The supporting factors in efforts to strengthen the value of religious moderation at FTIK UIN KHAS Jember are support from the dean, high enthusiasm from students, lecturers, and education staff, teamwork, and the availability of supportive funds. Meanwhile, the inhibiting factor is time constraints due to signal constraints for those who join through online or Zoom meetings.
Analisis Tentang Penerapan Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Mukni'ah, Mukni'ah
Jurnal Tarbiyatuna Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v10i2.2696

Abstract

Curriculum is an important part of the implementation of learning in school. It covers the aspects of planning, implementation, and evaluation of learning. This study aims to describe the problems of planning, implementing, and evaluating the 2013 curriculum in the subjects of Aqidah Akhlak in MTs. Negeri 04 Jember. The method used in this study is descriptive qualitative with the type of field research. The data collection method used observation, interviews, and documentation. Data analysis used qualitative descriptive analysis of interactive models of Miles and Huberman. The results showed that the problems in planning, learning, and evaluating the 2013 curriculum in the Aqeedah Akhlak subjects were the difficulties faced by teachers in developing lesson plans and determining learning methods, mismatches between lesson plans and learning implementation, and constructing the score rubrics for attitude assessment.
Analisis Efektivitas Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Merdeka Terhadap Perkembangan Kognitif Siswa Sekolah Dasar amalia, Sofwan Roif Ubaidillah; muzakki, Khoiriyah; Fauzi, Imron; Mukni'ah, Mukni'ah
An Namatul Ausath Vol. 3 No. 1 (2025): Publish
Publisher : PGMI ISMAA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/annamatulausath.v3i1.305

Abstract

Abstrak: Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia merupakan respons terhadap tantangan zaman dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dua kurikulum utama yang menjadi fokus adalah Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka (Kumer). K13 menekankan pendekatan ilmiah dan integrasi antara sikap, pengetahuan, serta keterampilan, namun menghadapi kendala seperti padatnya materi dan adaptasi guru. Sebaliknya, Kumer dirancang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik, memberikan ruang eksplorasi sesuai minat dan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kedua kurikulum dalam mendukung perkembangan kognitif siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan statistik deskriptif pada siswa SD Negeri Kaliwates, Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kumer lebih unggul dalam mendorong keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas melalui pembelajaran berbasis proyek. Meskipun K13 juga mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi, struktur yang kaku dan beban materi membatasi efektivitasnya. Oleh karena itu, Kumer dinilai lebih adaptif terhadap tahapan perkembangan kognitif siswa. Temuan ini memberikan rekomendasi penting untuk pengembangan kebijakan kurikulum yang lebih relevan dan mendukung pembelajaran yang bermakna di jenjang sekolah dasar
Pendidikan Anak Lereng Pegunungan Argopuro Royani, Ahmad; Royani, Ahmad; Mukni'ah, Mukni'ah; Mukni'ah, Mukni'ah
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di fokuskan pertama pada presefektif buruh tani tentang pendidikan anak, kedua difokuskan pada alternatif pendidikan yang dipilih oleh buruh tani untuk pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada keluarga buruh tani. Subjek penelitian ini adalah orangtua (bapak dan ibu) dan anak dari keluarga buruh tani. Setting penelitian ini dilakukan di Desa Wonosari Kecamatan Grujugan Bondowoso di ereng gunug Argopuro. Dari hasil penelitian ini dijelaskan bahwa presfektif pendidikan buruh tani tentang pendidikan anak ada beberapa hal yaitu; 1) sebagai penguatan akhlak anak, 2) Pengauatan nilai kemandirian anak, 3) meningkatkan status sosial di masyarakat dan 4) pendidikan juga dipandang sebagai mobilitas sosial. Sedangkan alternatif pendidikan yang ditempuh anak-anak masyarakat petani di Desa Wonosari adalah pendidikan formal dan pendidikan agama. Pondok Pesantren dijadikan sebagai pendidikan alternatif pilihan masyarakat petani di Desa Wonosari ketika orang tua sudah tidak mampu memberikan pendidikan formal yang lebih tinggi kepada anak-anak mereka.
Pendidikan Anak Lereng Pegunungan Argopuro Royani, Ahmad; Royani, Ahmad; Mukni'ah, Mukni'ah; Mukni'ah, Mukni'ah
An-Nisa' Journal of Gender Studies  Vol. 11 No. 2 (2018): An-Nisa Journal of Gender Studies
Publisher : Institute for Research and Community Service, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di fokuskan pertama pada presefektif buruh tani tentang pendidikan anak, kedua difokuskan pada alternatif pendidikan yang dipilih oleh buruh tani untuk pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada keluarga buruh tani. Subjek penelitian ini adalah orangtua (bapak dan ibu) dan anak dari keluarga buruh tani. Setting penelitian ini dilakukan di Desa Wonosari Kecamatan Grujugan Bondowoso di ereng gunug Argopuro. Dari hasil penelitian ini dijelaskan bahwa presfektif pendidikan buruh tani tentang pendidikan anak ada beberapa hal yaitu; 1) sebagai penguatan akhlak anak, 2) Pengauatan nilai kemandirian anak, 3) meningkatkan status sosial di masyarakat dan 4) pendidikan juga dipandang sebagai mobilitas sosial. Sedangkan alternatif pendidikan yang ditempuh anak-anak masyarakat petani di Desa Wonosari adalah pendidikan formal dan pendidikan agama. Pondok Pesantren dijadikan sebagai pendidikan alternatif pilihan masyarakat petani di Desa Wonosari ketika orang tua sudah tidak mampu memberikan pendidikan formal yang lebih tinggi kepada anak-anak mereka.