Kuntoro, Ike Anggraika
Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, Kampus Baru UI Depok Jawa Barat – 16424

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MEMAHAMI EMOSI DAN PIKIRAN ANAK: PERAN EMOTION AND MENTAL STATE TALK SEBAGAI MEDIATOR HUBUNGAN ANTARA PARENTAL MIND-MINDEDNESS DAN THEORY OF MIND: Understanding Children's Emotions and Minds: The Role of Emotion Mental State Talk as A Mediator of The Relationship between Parental Mind-Mindedness and Theory of Mind Ariani, Ni Ketut Desi; Sianipar, Agnes; Kuntoro, Ike Anggraika
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2025.18.2.107

Abstract

Anak perlu memahami pikiran dan perasaan orang lain (theory of mind/ToM) agar dapat berinteraksi secara sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parental mind-mindedness (PMM), emotion and mental state talk (EMST), serta kemampuan ToM pada anak. Selain itu, penelitian ini juga menguji peran EMST dari ayah dan ibu sebagai mediator dalam hubungan antara PMM dan ToM. Responden dalam penelitian ini terdiri atas 67 triad (ayah, ibu, dan anak berusia 4–7 tahun) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ToM Scale (α = 0,98), PMM Coding Manual oleh Meins dan Fernyhough (2015) (α = 0,31), serta vignette EMST (α ibu = 0,217; α ayah = 0,249). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMM berkorelasi positif dengan EMST ayah dan ibu. Selanjutnya, EMST ayah berkorelasi dengan EMST pada ibu serta dengan ToM anak. Hasil analisis menggunakan Process (Model 4) menunjukkan bahwa PMM berhubungan secara positif dengan ToM melalui mediasi EMST aya. Namun demikian, PMM tidak menunjukkan hubungan dengan ToM melalui EMST ibu.
Efektivitas Child Parent Relationship Therapy untuk Meningkatkan Self-Esteem Anak Usia Sekolah Jali, Insyirah Alifta; Anggraika, Ike; Suryania, Winny
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.292

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai efektivitas penerapan prinsip-prinsip Child-Parent Relationship Therapy (CPRT) dalam meningkatkan self-esteem anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal (single-case design) yang melibatkan partisipan seorang anak perempuan berusia 8 tahun 5 bulan dengan masalah self-esteem yang rendah beserta ibunya. Intervensi ini memberikan ibu pengajaran untuk memperbaiki hubungan dan pola interaksinya dengan anak sehingga diharapkan dapat meningkatkan self-esteem anak. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Porter Parental Acceptance Scale (PPAS) serta panduan observasi interaksi ibu dan anak melalui Measurement of Empathy in Adult-Child Interaction (MEACI). Adapun keberhasilan dari penerapan terapi CPRT terlihat dari perubahan skor pada skala Behavior Checklist Borba-Self Esteem Tally (B-SET) yang mengukur tingkat self-esteem anak. Hasil penelitian menunjukkan penerapan CPRT efektif meningkatkan self-esteem anak usia sekolah pada seluruh komponennya.
Efektivitas Intervensi Kelompok untuk Menurunkan Tingkat Stres Digital pada Remaja Karimah, Rafa; Kuntoro, Ike Anggraika
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.239

Abstract

Remaja merupakan populasi yang memiliki beragam motif untuk menggunakan internet. Salah satu dampak negatif dari penggunaan internet pada remaja adalah munculnya stres digital. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menurunkan stres digital pada remaja adalah melalui intervensi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah intervensi kelompok berupa pelatihan efektif untuk menurunkan stres digital pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode mixed-method dengan desain penelitian one-group pre-test post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia rata-rata 14 tahun di Depok. Subjek yang mengikuti rangkaian intervensi secara penuh berjumlah 18 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Subjek diberikan pre-test berupa skala digital stres. Kemudian, subjek diberikan perlakuan berupa pelatihan berdurasi 6 jam sebanyak 6 sesi. Setelah itu, subjek diberi post-test berupa skala stres digital kembali. Hasil uji hipotesis dengan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai signifikansi selisih pre-test dan post-test pada kelompok laki-laki sebesar 0.023 yang kurang dari 0.05 (p0.05). Namun, tidak ditemukan hasil signifikan pada kelompok perempuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang digunakan mampu menurunkan tingkat digital stres pada remaja laki-laki namun tidak pada remaja perempuan.
English: Morally Relevant Theory of Mind, Ekspresi Emosi Orang Tua, dan Perilaku Bohong Prososial Anak Kuntoro, Ike Anggraika; Nabila Aulia Herman; Inge Uli Wiswanti
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 16 No. 3 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2023.16.3.238

Abstract

Prosocial lying refers to deceptive behavior performed for the benefit of others, which children may sometimes engage in to maintain positive relationships with peers and others. This research aims to identify the role of morally relevant theory of mind (MoToM) and parental emotional expression on prosocial lying behavior among children aged 7–9 years. The participants consisted of 66 parent-child pairs selected through the convenience sampling technique. The assessment of prosocial lying and MoToM was conducted through behavioral testing. Child participants (M=101.91 months; SD=8.36) were tested individually using the disappointing gift paradigm protocol and the MoToM. Meanwhile, parents were requested to respond to the SEFQ inventory. The results of the hierarchical logistic regression analysis revealed a significant relationship between MoToM and prosocial lying behavior, even after children's age was statistically controlled (X2(2)=5.872, p<0.01). In contrast, no significant influence was observed concerning parental emotional expression and children's prosocial lying behavior. This study highlighted insights on the relationship between MoToM and prosocial lying behavior, revealing that understanding MoToM is an influential factor in prosocial lying. Children should understand moral judgment and the impact of their behavior on others before engaging in prosocial lying.
Peer Victimization and Nonsuicidal Self Injury: Social Support as a Potential Protective Factor for Adolescents Afifah, Nursita; Asih, Sali Rahadi; Kuntoro, Ike Anggraika
Psychological Research on Urban Society Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nonsuicidal self-injury (NSSI) is a high-risk behavior that increases the desire and likelihood of attempting to commit suicide. Peer victimization has been found to precede NSSI. Both phenomena are prevalent among adolescents living in urban areas. This cross-sectional study investigated the role of social support in the relationship between peer victimization and NSSI. A total of 449 adolescents who lived in urban areas completed the Deliberate Self-Harm Inventory (DSHI), Multidimensional Peer Victimization Scale (MVPS), and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to assess NSSI frequency, peer victimization, and perceived social support. The results found that NSSI is higher in girls. While boys experienced more peer victimization, they also perceived more social support. Early adolescents were the most vulnerable to peer victimization and NSSI. NSSI tended to be higher in adolescents whose parents were divorced. Results also showed that social support moderated the effects of peer victimization on NSSI (b = −.021, 95% CI [−.037, .006], p = .007). Family support lessens the impact of peer victimization on NSSI. The interaction between family support and peer victimization significantly explains the 13% variance of NSSI. Interaction between friends and support from significant others with peer victimization was not significant in predicting NSSI.