Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Muhammadiyah Journal of Geriatric

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Terhadap Kadar Fruktosamin Pada Tikus Model Diabetes Melitus Yang Diinduksi Streptozotocin-Nicotinamide Wibowo, Nandhika Pramestya Hary; Karita, Dewi; Bahar, Yeni; Kusumawinakhyu, Titik
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol. 4 No. 2 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.2.181-188

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh resistensi insulin, akibatnya akan terjadi ketidakseimbangan gula dalam darah sehingga mengakibatkan peningkatan kadar konsentrasi glukosa. Moringa oleifera Lam sebagai terapi komplemen mempunyai efek antidiabetik dan antihiperglikemik serta mengevaluasi fruktosamin sebagai salah satu alternatif indikator diabetes Tujuan: mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap kadar fruktosamin pada tikus diabetes melitus. (Rattus norvegicus) diinduksi oleh streptozotocin-nicotinamide. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan true experimen post test only dengan menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok dan diberi pemberian ekstrak etanol kelor (100, 200, 300 mg/kgBB) dan metformin sebagai kontrol positif, tidak ada pemberian untuk kontrol negatif dan normal. kelompok. Hasil: Rata-rata kadar fruktosamin terendah pada kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kelor adalah 300 mg/kg BB dengan nilai 280,145 nmol/L. Uji one-way anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05). Hasil post hoc test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok negatif (p<0,05). Simpulan: Ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 300 mg/kgBB paling efektif menurunkan kadar fruktosamin pada tikus model diabetes melitus. 
Pengaruh Ekstrak Daun Kersen Terhadap Kadar Malondialdehid Rattus norvegicus Model Diabetes Tipe II Induksi Streptozotocin-Nicotinamide Karita, Dewi; Riyanto, Refni; Histopaedianto, Indrasto; Kusuma, Yusuf Indra; Putra, Galih Rosfianto; Trismawan, Yoni
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 2, No 2 (2021): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.2.2.69-74

Abstract

Latar Belakang: prevalensi Diabetes Melitus terus meningkat setiap tahunnya. Terapi farmakologi yang selama ini dilakukan dengan obat sintetik dan suntikan insulin cenderung mahal dan dapat menimbulkan efek hipoglikemik. Penggunaan obat tradisional pada DM tipe 2 dinilai memiliki efek samping yang lebih rendah, mudah diperoleh dan banyak tanaman yang memiliki efek farmakologi lebih dari satu. Tujuan: daun kersen mengandung berbagai jenis senyawa flavonoid yang berpotensi digunakan sebagai antioksidan untuk mencegah peningkatan Malondialdehid (MDA) akibat kerusakan sel akibat efek diabetes mellitus tipe II. Metode: 3 kelompok tikus diberi 3 dosis (0,3 mg/gBB, 0,5 mg/gBB dan 0,7 mg/gBB) daun kersen yang berbeda sedangkan 3 kelompok lainnya kontrol negatif, kontrol normal (tanpa perlakuan) dan kontrol positif (diberi metformin). Hasil: ada pengaruh pada pemberian ekstrak etanol daun kersen dengan dosis optimal 0,7 mg/gBB. Simpulan: ekstrak etanol kersen dapat menurunkan kadar MDA pada tikus dengan diabetes melitus tipe II.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Peningkatan Kadar Insulin Tikus Putih Model Diabetes Melitus Tipe 2 setelah Induksi STZ-NA Azhar, Religia; Romdhoni, Muhammad Fadhol; Karita, Dewi; Bahar, Yenni
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 3, No 2 (2022): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.3.2.46-53

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah kelainan metabolisme yang terjadi secara kronis, ditandai dengan kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi dan fungsi insulin oleh sel beta pankreas atau terjadinya resistensi insulin. Diabetes Melitus (DM) dapat diobati secara medis dengan obat antidiabetik oral atau suntikan insulin. Namun karena mahalnya biaya, perawatan medis terkadang sulit dilakukan sehingga pengobatan DM juga dapat diatasi menggunakan tanaman obat berkhasiat, salah satunya daun kersen yang mengandung senyawa antidiabetik. Tujuan: mengetahui pengaruh ekstrak ethanol daun kersen terhadap kadar insulin pada tikus putih galur wistar penderita DM tipe 2 yang diinduksi STZ-NA. Metode: Penelitian ini berjenis eksperimental laboratorium dengan teknik simple random sampling, post-test only control group design. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik One Way ANOVA dilanjutkan dengan post hoc LSD. Hasil: Rata-rata kadar insulin tertinggi adalah KI (0,3 mg/gBB) yaitu 7,43925 mIU/L. Uji one-way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p0,05). Uji post hoc LSD menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol negatif (p0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh ekstrak ethanoldaun kersen terhadap peningkatan kadar insulin pada tikus putih galur wistar penderita DM Tipe 2 yang diinduksi STZ-NA dengan dosis yang paling efektif 0,3 mg/gBB. 
The correlation between the neutrophil-to-lymphocyte ratio and the stage of acute kidney injury based on akin criteria in patients hospitalized Bustani, Bintang; Gunawan, Yusuf Adi; Karita, Dewi; Susiyadi, Susiyadi
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol. 5 No. 2 (2024): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.5.2.61-67

Abstract

Background: Over the past few decades, the incidence of patients experiencing acute kidney injury (AKI) has increased, necessitating inpatient care. The prognosis of AKI patients is influenced by the management they receive, requiring swift and accurate intervention to prevent poor outcomes. Current AKI diagnostic biomarkers are considered slow, affecting the timeliness of treatment. This study aims to investigate the correlation between the neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) and AKI as an early biomarker that has the potential to predict AKI. Objective: This study aims to determine whether there is a correlation between NLR and the stage of AKI using the AKIN criteria and the NLR cutoff for each stage of AKI. Methods: This study is a cross-sectional study. Subjects were selected using consecutive sampling. Data were collected using secondary data from the medical records of PKU Muhammadiyah Purbalingga Hospital. Results: We conducted 101 study subjects, there were 49 male and 52 female, with an average age of 62.3 years. Cardiovascular comorbidities were the most common among AKI patients, with 44 subjects affected. A significant correlation was found between NLR and the stage of AKI, as follows: a statistical analysis using ordinal logistic regression (p=0.044), odds ratio (1.03), and multivariate AUC test (77%), cut off (17.7) with specificity (71%) and sensitivity (75%). Conclusion: There is a correlation between NLR and the stage of AKI using AKIN criteria at PKU Muhammadiyah Purbalingga Hospital.