Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang Hasan, Riza
Biram Samtani Sains Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 No 2 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UGP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.575 KB) | DOI: 10.55542/jbss.v2i2.30

Abstract

Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Tata kelola pemerintahan yang baik sendiri dapat dilihat dari kinerja pegawai negeri sipil. Pada penelitian ini, penulis mengambil lokus pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang, karena pada laporan kinerja BKD Kota Semarang menunjukkan adanya permasalahan terkait dengan penilaian kinerja pegawai. Pada penilaian kinerja sendiri, BKD Kota Semarang telah mengacu pada Peraturan Pemerintah No.46 tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Namun, penilaian kinerja yang dilakukan belum terlaksana dengan baik. Pada sisi lain, peraturan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik dalam membantu instansi pemerintah untuk mengukur kinerja pegawainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif field research dengan pendekatan teorisasi induktif. Fokus dalam penelitian ini yaitu mengenai penilaian kinerja di BKD Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas penilaian kinerja dan faktor penghambat penilaian kinerja di Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja BKD Kota Semarang belum efektif karena sistem penilaian kinerja yang saat ini digunakan belum sepenuhnya terintegrasi dengan standar kinerja dan indikator kinerja. Faktor penghambat dalam penilaian kinerja yaitu : 1) Penilai kinerja masih bersifat subyektif; 2) Penempatan PNS dalam suatu jabatan kurang memperhatikan pertimbangan terhadap latar belakang pendidikan PNS; 3) Penilai kinerja dan pegawai negeri sipil yang dinilai, belum memiliki kesadaran diri akan pentingnya penilaian kinerja yang baik dan 4) Kurangnya pengawasan dalam penilaian kinerja pegawai
Pemelajaran Pemularasan Jenazah Di SMK Negeri 1 Samatiga Luthfi, Luthfi; Erliana, Hilma; Dwinta, Ade; Sari, Intan Wulan; Nuthihar, Rahmad; Hasan, Riza
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/fxs4va74

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Samatiga merupakan salah satu dari 11 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang ada di Kabupaten Aceh Barat. Permasalahan yang dihadapi terkait kurangnya pemahaman siswa mengenai kepengurusan jenazah sesuai ajaran Islam. Pemahaman ini dianggap penting sebagai bagian dari fardhu kifayah dalam agama Islam. Kendala logistik, seperti kurangnya sarana dan prasarana, juga menjadi tantangan dalam melaksanakan praktik pemulasan jenazah di sekolah. Alternatif solusinya adalah menyelenggarakan pelatihan pemulasan jenazah di SMK Negeri 1 Samatiga untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan yang lebih baik kepada siswa serta meningkatkan fasilitas praktik pemulasan jenazah di sekolah. Pemelajaran ini sebagai tanggung jawab sosial dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Metode yang digunakan sosialisasi, diskusi, dan praktek. Pemelajaran dilaksanan di ruang kelas  SMK Negeri 1 Samatiga dengan  tahapan pembukan, pemberian materi dan praktek langsusng tata cara memandikan jenazah, mengkafani jenazah,  menshalatkan jenazah, dan menguburkan jenazah. Pelatihan ini membantu siswa mendapatkan pengalaman secara langsung dan ilmu pengetahuan dari materi pelajaran yang belum tersampaikan secara maksimal)
Peran Pembelajaran Kolaboratif dalam Meningkatkan Prestasi Mahasiswa di Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat. Hasan, Riza; Ahkyat, Farthur; Fitrayansyah, Fitrayansyah; Ashwad, Hajar; Masykar, Tanzir
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 1 (2024): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i1.186

Abstract

Abstract Collaborative learning is an important approach in improving the quality of vocational higher education in the era of globalization. This study aims to analyze the role of collaborative learning in improving student achievement at the Aceh Barat State Community Academy. Using a descriptive qualitative approach, this research involved in-depth interviews, observations, and documentation studies with student and lecturer participants from three D-II study programs. The results showed effective implementation of Project-Based Learning, Problem-Based Learning, and Team-Based Learning models in different study programs. Collaborative learning is proven to improve academic achievement with an increase in average GPA by 0.35 points and an increase in practical skills by 22%. In addition, there were significant improvements in soft skills: communication (28%), teamwork (35%), and problem solving (31%). The main supporting factors include institutional policy support and lecturer readiness, while the main challenges include time constraints and the diversity of student backgrounds. This study concludes that collaborative learning plays an important role in improving the quality of Community Academy graduates, but requires implementation strategies tailored to the context of vocational education. Keywords:Collaborative Learning; Vocational Education; Student AchievementAbstrakPembelajaran kolaboratif menjadi pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi vokasi di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan prestasi mahasiswa di Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan partisipan mahasiswa dan dosen dari tiga program studi D-II. Hasil penelitian menunjukkan penerapan efektif model Project-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Team-Based Learning pada program studi yang berbeda. Pembelajaran kolaboratif terbukti meningkatkan prestasi akademik dengan kenaikan IPK rata-rata sebesar 0,35 poin dan peningkatan keterampilan praktis sebesar 22%. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan dalam soft skills: komunikasi (28%), kerja tim (35%), dan pemecahan masalah (31%). Faktor pendukung utama meliputi dukungan kebijakan institusi dan kesiapan dosen, sementara tantangan utama mencakup keterbatasan waktu dan keragaman latar belakang mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif berperan penting dalam meningkatkan kualitas lulusan Akademi Komunitas, namun memerlukan strategi implementasi yang disesuaikan dengan konteks pendidikan vokasi.
ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA DI ERA DIGITAL Hasan, Riza
COSMOS : Jurnal Ilmu Pendidikan, Ekonomi dan Teknologi Vol 1 No 4 (2024): Juni - Juli
Publisher : PUSDATIN Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cosmos.v1i4.150

Abstract

This research aims to explore the understanding of West Aceh State Community Academy students about digital citizenship in the context of Aceh's local values. The descriptive qualitative method was used with case studies at the research site. Data were collected through in-depth interviews, FGDs, participatory observations, and document analysis. The results of the study show that Acehnese religious values and customs have a significant influence in shaping students' perceptions of digital citizenship. The findings also highlight gaps in the understanding of digital citizenship and difficulties in evaluating the correctness of online information. The shortcoming of this study is the lack of concrete recommendations for action. Therefore, further research is recommended to further explore the interaction between traditional values and digital modernity, as well as develop educational strategies that are responsive to local contexts but remain globally relevant.
Analisis Peran Media Sosial dalam Membentuk Sikap Kritis Mahasiswa Terhadap Isu Kewarganegaraan Hasan, Riza
Media Manajemen Pendidikan Vol 7 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v7i2.18474

Abstract

This study aims to analyze the role of social media in shaping the critical attitude of West Aceh State Community Academy students towards civic issues. The research method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and social media content analysis. The results showed that students actively utilize various social media platforms, especially TikTok, Instagram, YouTube, and Facebook, as the main sources to access information related to citizens' rights, responsibilities, and participation. The research findings reveal that social media is not only a means of disseminating information, but also facilitates students' critical thinking process. Through interactive features on social media, students engage in discussions and share critical views on civic issues that directly affect their lives. Students no longer just passively receive information, but rather seek to analyze, evaluate and question the truth and viewpoints presented. Discussions on social media also encourage students to consider different perspectives, thus helping them to develop a more comprehensive understanding and a better critical attitude towards civic issues. The implication of this study is the importance of utilizing social media as an effective civic learning tool in higher education.
Metafora Bahasa Aceh pada Komentar Akun Instagram @tercyduck.aceh Nuthihar, Rahmad; Hasan, Riza; Herman, RN; Mursyidin, Mursyidin; Wahdaniah, Wahdaniah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 3, No 2 (2021): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v3i2.3159

Abstract

Artikel ini membahas metafora bahasa Aceh yang terdapat pada komentar akun Instagram @tercyduk.aceh. Penelitian ini bertujuan menemukan jenis metafora yang dipakai oleh pengguna Instagram saat memberikan komentar. Sumber data penelitian ini diperoleh pada kolom komentar akun Instagram @tercyduk.aceh sementara yang dijadikan data penelitian ini adalah komentar yang mengandung metafora. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Pengolah data dilakukan dengan tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metafora struktural dipakai untuk mengatakan suatu konsep ditransfer dengan menggunakan konsep yang lain, sementara metafora orientasional dipakai untuk mengatakan hal-hal yang berhubungan dengan orientasi pengalaman manusia. Selanjutnya, metafora ontologis didasarkan atas kejadian. Jumlah metafora yang ditemukan dalam penelitian ini yakni, metafora ontologis sebanyak 10, metafora struktural 8, dan metafora orientasional 6. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk mendukung ataupun memperkuat gagasan metafora dipakai emotikon pada bagian akhir komentar. Selain itu, metafora yang digunakan oleh pengguna Instagram juga mengarah pada kata makian. Hal itu disebabkan metafora merupakan salah satu gaya bahasa untuk mengatakan kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.
Penerapan Rice Transplanter Semi Otomatis untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Pertanian dalam Mendukung Keberlanjutan Ketahanan Pangan Luthfi; Marlina, Lilis; Erliana, Hilma; Wulan Sari, Intan; Hasan, Riza; Akhyat, Fathur
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.305

Abstract

This Community Service Program (PKM) is motivated by the problems of low productivity and inefficiency of rice farming in Woyla Barat District due to reliance on manual planting methods, high labor costs, and minimal technology adoption. The program aims to enhance production efficiency through the implementation of semi-automatic rice transplanters, reduce production costs, and strengthen farmers' capacity based on Islamic economic principles. The implementation method consists of five stages: socialization, technical training, technology application, mentoring, and sustainability evaluation, using a participatory approach involving 10 farmers from the Berkah Bersama Farmers Group. The results demonstrate significant efficiency improvements: cost savings of up to 77%, reduction in planting time from 6 days to 1 day per hectare, decrease in labor requirements by up to 83%, and increased crop productivity by 15–25%. The program also strengthened the farmers' group institution through a sharia-based cooperative model and the internalization of values such as justice, efficiency, and gratitude. The implication is the creation of a sustainable agricultural system that integrates modern technology with Islamic values, supporting local food security. The program concludes that the integration of technology and a sharia-based approach can economically and socially empower farmers, with potential for replication in other regions.