Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteksos

EKOTIPOLOGI DAN KESESUAIAN HABITAT BERSARANG BURUNG GOSONG KAKI MERAH (Megapodius reinwardt) DI TANJUNG PASIR PULAU MOYO TAMAN NASIONAL MOYO SATONDA Halimah, Baiq Elok Salsabila; Syaputra, Meiser; Webliana, Kornelia; Wahyuningsih, Endah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1216

Abstract

Burung gosong kaki merah (Megapodius reinwardt) adalah spesies burung incubator yang memanfaatkan panas alami dari lingkungan untuk menetaskan telurnya. Burung ini tersebar di beberapa pulau di Indonesia, termasuk Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan tergolong dalam kategori Least Concern menurut IUCN meskipun berpotensi mengalami ancaman kepunahan. Upaya konservasi burung gosong kaki merah membutuhkan informasi terkait aspek ekotipologi habitatnya guna mengidentifikasi faktor lingkungan yang mendukung pemilihan lokasi sarang yang optimal. Penelitian ini mengamati aspek ekotipologi habitat, seperti kerapatan vegetasi, kemiringan lahan, ketinggian, jarak dari sumber air, dan jenis hutan, yang diperkirakan berpengaruh terhadap keberhasilan pemilihan lokasi sarang. Hasil pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan metode reconnaissance atau recce walk ditemukan sejumlah 17 sarang burung gosong kaki merah di lokasi dengan preferensi habitat tertentu, yakni ketinggian rendah sekitar 0-25 mdpl, kemiringan lahan datar (0-8%), kerapatan vegetasi sedang, jarak dari sumber air antara 0-200 meter, serta tipe hutan primer. Tingkat kesesuaian habitat ini dipengaruhi oleh kebutuhan bertahan hidup seperti ketersediaan pakan, suhu di lokasi sarang, dan jangkauan dari predator. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam upaya pelestarian burung gosong kaki merah, terutama dalam program rilis atau pelepasliaran kembali ke habitat alaminya.
PERILAKU HARIAN, SOSIAL DAN HIERARKI ALPHA MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI SEPANJANG JALUR WISATA OI MARAI TAMAN NASIONAL TAMBORA Anisa, Fiska; Syahputra, Maiser; Webliana, Kornelia
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1185

Abstract

Monyet ekor panjang adalah salah satu jenis satwa liar yang dapat ditemukan di kawasan hutan sekunder, hutan mangrove, pesisir pantai dan hutan di pinggiran sungai dengan ketinggian kurang lebih 2.000 meter di atas permukaan laut. Salah Satu kawasan hutan di Indonesia yang menjadi habitat bagi monyet ekor panjang yaitu Taman Nasional Tambora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku harian, sosial dan hierarki monyet ekor panjang di kawasan wisata Oi Marai Taman Nasional Tambora. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitaif dan mengguunakan metode focal animal sampling. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku alpha monyet ekor panjang di sepanjang jalur wisata Oi Marai terdiri dari perilaku harian yaitu perilaku foreging 22%, perilaku istirahat 34%, perilaku bergerak 24%, perilaku investigatif 2%, perilaku autogrooming 3%, perilaku sosial alpha monyet ekor panjang terdiri dari allogrooming sebesar 1% dan interaksi 0% dan perilaku hierarki alpha monyet ekor panjang terdiri dari agonistik 5%, perilaku seksual 5% dan perilaku calling 4%. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan upaya pelestarian dan konservasi monyet ekor panjang di wilayah Taman Nasional Tambora dan menambah literasi data terkait monyet ekor panjang.