Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI DARI DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN PADA MAKANAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN NILAI GIZI MASYARAKAT Ratnawaty, Gervacia Jenny; Indrawati, Ratih; Sungkawa, Hendra Budi
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Kelor telah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman multi guna, padat nutrisi dan berkhasiat obat. Mengandung senyawa alami yang lebih banyak dan beragam dibanding jenis tanaman lainnya yang ada. Tanaman Kelor mengandung 46 anti oksidan kuat yang melindungi tubuh dari radikal bebas, mengandung 18 asam amino (8 diantaranya esensial) yang dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel baru, 36 senyawa anti inflamasi, serta 90 nutrisi alami seperti vitamin dan mineral . Kelor merupakan bahan pangan yang kaya akan zat gizi makro dan mikro. Kandungan nilai gizi yang tinggi dalam daun kelor dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu menyusui dan balita dalam masa pertumbuhan (Aminah et al, 2015). Pemberian daun kelor dapat meningkatkan Indeks Masa Tubuh (IMT) pada balita (Rahayu & Nurindahsari, 2018). Penelitian yang pernah dilakukan oleh Sari,(2019) menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor yang lebih tinggi akan meningkatkan kadar abu, kadar protein dan kadar serat kasar pada tepung komposit. Selain itu daun kelor juga mengandung antioksidan yang tinggi yaitu pada bagian atas atau pucuk daun (SUGIANTO, 2016) . Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah kunjungan ke lokasi mitra, demontrasi pelatihan pembuatan hasil olahan makanan menggunakan daun kelor, dan sosialisasi tentang kandungan gizi daun kelor di Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.
AN OVERVIEW OF ADVANCED 2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) ANALYSIS TECHNIQUES Ratnawaty, Gervacia Jenny; Indrawati, Ratih; Wahdaniah, Wahdaniah; Rakhman, Khusna Arif
Walisongo Journal of Chemistry Vol. 8 No. 2 (2025): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v8i2.26028

Abstract

Antioxidants play a crucial role in preventing oxidative damage, necessitating reliable analytical techniques for their evaluation. Oxidative stress, resulting from an imbalance between free radicals and antioxidants in the body, has been associated with various chronic diseases, including cancer, cardiovascular disorders, and neurodegenerative conditions. Therefore, accurately assessing antioxidant activity is essential for developing health-related products and validating their efficacy. This study reviewed and compared various analytical methods used to determine antioxidant activity, emphasizing their advantages, limitations, and applicability across different sample types. Traditional spectrophotometric assays, such as the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method, remain widely used because of their simplicity and cost-effectiveness, although they often suffer from matrix interferences. Advanced techniques, including gas chromatography–mass spectrometry (GC–MS), high-performance liquid chromatography coupled with DPPH (HPLCDPPH), electrochemical methods, microfluidic systems, and miniaturized paper-based assays, provide improved sensitivity, accuracy, and efficiency. These methods enable a more comprehensive assessment of antioxidant activity by offering deeper insights into reaction mechanisms and compound interactions. The integration of multiple analytical approaches can further enhance antioxidant characterization, supporting applications in the food, pharmaceutical, and biomedical industries. This review highlights the importance of selecting appropriate analytical techniques based on research objectives and sample characteristics, while also outlining future directions for advancing antioxidant detection methodologies.