Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Diplomasi Paralel Yogyakarta terhadap Victoria, Australia dalam Pelestarian dan Pengembangan Warisan Budaya Daerah Jannah, Fajar Nur Roudhotul; Azmi, Fuad
Intermestic: Journal of International Studies Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/intermestic.v9n2.10

Abstract

The purpose of this research is to analyze the parallel diplomacy activities by DIY towards Victoria, Australia in the preservation and development of local cultural heritage. Local cultural heritage plays an important role in strengthening the identity of a region and can be used as an opportunity for cooperation. DIY, which is known as the center of Javanese culture, is aware of this potential and strives to preserve and develop cultural heritage by utilizing international networks, namely parallel diplomacy. The concept of parallel diplomacy used in this research makes the foreign actions taken by DIY legitimate in the national and international law. The approach used in this research is qualitative with interview techniques and document studies. The findings obtained from this research show that DIY's parallel diplomacy does not only introduce local culture to global parties, but also strengthens relationships between actors and produces concrete cooperation in the context of preserving and developing local cultural heritage.
DARI TRADISI MENJADI PRESTASI: MEMBANGUN DESA BAGOLO SEBAGAI DESTINASI WISATA HALAL Alam, Gilang Nur; Azmi, Fuad; Akim; Habibullah, Ali Zahid
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v5i3.7248

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengangkat budaya dan tradisi lokal sebagai daya tarik wisata halal di Desa Bagolo, Kabupaten Pangandaran. Program ini didasari oleh potensi besar Desa Bagolo dalam mengembangkan ekowisata berbasis budaya yang selaras dengan prinsip-prinsip pariwisata halal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan kombinasi metode Pelatihan dan Pendidikan Masyarakat, yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas warga Desa Bagolo dalam mengembangkan potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata halal. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran, termasuk video promosi kreatif dan pelatihan kapasitas masyarakat dalam memahami potensi ekonomi dari pelestarian budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan budaya dalam pengembangan wisata halal tidak hanya memperkuat daya tarik destinasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian tradisi sebagai aset ekonomi berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan semangat kolaboratif antarwarga dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata halal. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara pelestarian budaya dan strategi wisata halal mampu memperkuat posisi Desa Bagolo sebagai destinasi wisata halal unggulan di Jawa Barat.
Advancing Green Transportation through Subnational Diplomacy: West Java–Chungcheongnam-do Cooperation in e-BRT and EV Infrastructure Development Nainggolan, Felicia Sang Ayu Putri; Azmi, Fuad
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v8i2.69693

Abstract

The challenges of urban carbon emissions and air pollution are growing, and the need for sustainable transport is becoming more pressing on a global scale, especially in developing countries, where implementation is often hampered by the lack of infrastructure and institutional capacity, and lack of policy coordination. The cooperation of West Java Province, Indonesia, and Chungcheongnam-do, South Korea, is relevant in this context because it is an example of subnational actors solving these problems with cross-border collaboration. In this study, secondary data analysis techniques based on a qualitative descriptive analytic approach is used, which is data obtained from official documents, institutional reports, and scientific literature. The results demonstrate that the cooperation has been moving toward tangible results in the form of policy implementation, such as the development of EV charging stations and electric bus rapid transit (e-BRT) in Bandung, and the Joint Working Group Meeting (JWGM) serves as a regular coordination forum that strengthens technical dialogue and operational alignment. The dynamics suggest subnational cooperation is not only a pathway to policy diffusion but also a way of creating capacity for policy implementation through the technical coordination of policy implementation across the subnational lines.Peningkatan emisi karbon dan polusi udara di kawasan perkotaan menuntut pengembangan transportasi berkelanjutan, namun implementasinya di wilayah berkembang sering terkendala keterbatasan infrastruktur, kapasitas kelembagaan, dan koordinasi kebijakan. Dalam konteks ini, kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Chungcheongnam-do, Korea Selatan, menjadi relevan untuk dikaji sebagai upaya aktor subnasional dalam merespons tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari dokumen resmi, laporan institusi, dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama telah bergerak menuju implementasi kebijakan konkret melalui pengembangan e-BRT dan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Kota Bandung, dengan Joint Working Group Meeting (JWGM) berperan sebagai forum koordinasi teknis yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan penyelarasan operasional. Temuan ini menunjukkan bahwa kerja sama subnasional tidak hanya berfungsi sebagai difusi kebijakan, tetapi juga sebagai mekanisme pembentukan kapasitas implementasi melalui koordinasi teknis lintas negara.