Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN BANJANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Zaini , Muhammad; Budiman, Arif; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.926

Abstract

Kualitas pelayanan mengacu kepada kepuasan masyarakat, suatu pelayanan yang dihasilkan baru dikatakan berkualitas apabila sesuatu keinginan masyarakat dimanfaatkan dengan baik. KUA Kecamatan Banjang memberikan jenis pelayanan keagaman seperti pencatatan pernikahan, bimbingan pranikah, wakaf, konsoltasi zakat dan hak waris, serta bimbingan manasik haji. Namun masih terdapat beberapa permasalahan di KUA Kecamatan Banjang yaitu minimnya informasi yang disediakan seperti kosongnya papan informasi kurang sarana dan perasarana seperti komputer, dan akses internet kurangnya kedesiplinan pegawai di saat jam pelayanan dan Keterbatasan waktu bimbingan pranikah yang hanya dilaksanakan kurang dari 1 jam sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukan Tangible (Bewujud), indikator (a) Fasilitas fisik kantornya kurang baik. (b) Sarana dan Prasarana kurang baik. (c) Perlengkapan pegawai, sudah baik. Reliability (Kehandalan), indikator (a) Waktu yang tepat, cukup baik. (b) Konsistensi Penyampaian Informasi yang diberikan kurang (c) Informasi Jelas yang diberikan kurang baik. Responsiviness (Ketanggapan), indikator (a) pelayanan Cepat yang diberikan kurang baik (b) Kedisiplinan pegawainya kurang baik. (c) Komitmen memenuhi kebutuhan kurang baik. Assurancce (Jaminan) indikator (a) Kompetensi Pemberian layanan materi sudah baik. (b) Kualitas materi yang disampaikan cukup baik. (c) Sesuai SOP, pemberian pelayanannya cukup baik. Empaty (Empati) indikator (a) Kepedulian dan perhatian pegawai cukup baik. (b) Sikap ramah pegawai dalam meberikan pelayanan sudah baik. (c) Menanggapi Kebutuhan Masyarakat cukup baik. Adapun beberapa Faktor-faktor yang mempengaruhi teridiri dari faktor pendukung: Kompotensi Kualitas materi yang diberikan, sikap ramah pegawai, pelayanan tepat waktu. Faktor Penghambat teridiri dari: Sarana dan prasarana, konsistensi Penyampaian Informasi kepada Masyarakat, kedisiplinan Pegawai dan kurangnya Informasi yang jelas.
PENGARUH KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1209

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam kaitannya dengan pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adala Pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adalah Kepastian waktu penyelesaian pelayanan yang kurang baik, Keandalan Aparatur Sipil Negara belum sesuai dengan tugas dan fungsinya, Masih banyaknya masyarakat tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan dan besar pengaruhnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data angket, observasi, wawancara dan dokumentasi, dan menggunakan teknik sampling insidental untuk penentuan sampel yang berjumlah 61 responden, metode analisis data meliputi Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis yang kemudian dibantu dengan aplikasi pengolah data statistik yakni IBM SPSS 26.0 Statistik For Windows. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Thitung sebesar 6,136 > Ttabel 2,001 maka Ha diterima (menolak H0) sehingga dapat disimpulkan bahwa variable Kinerja Pegawai (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kualitas Pelayanan (Y). Besar pengaruh kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan ditunjukkan dari nilai R2 (R Square) atau koefisien determinasi sebesar 0,390 atau 39%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel kinerja pegawai terhadap variable kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan sebesar 39% sedangkan sisanya sebesar 61% dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang dapat digaliadalah Camat Juai Kabupaten Balangan hendaknya lebih aktif dalam memberikan pengawasan kerja seperti tugas kantor dalam hal pelayanan agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mencapai kualitas pelayanan yang terbaik. Pegawai hendaknya meningkatkan disiplin kerja khususnya dalam hal penyelesaian pelayanan agar tidak tertunda-tunda dan cepat terselesaikan. Peneliti Selanjutnya menambahkan variabel selain kinerja pegawai yang diduga mempengaruhi kualitas pelayanan.
EFEKTIVITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENEGAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PASAR DAN PERTOKOAN DI KAWASAN PASAR MODERN ADARO KABUPATEN BALANGAN Arpandi, Arpandi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2849

Abstract

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Balangan melakukan kegiatan penegakan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2013 di Pasar Modern Adaro Kabupaten Balangan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, peneliti menemukan beberapa fenomena permasalahan, yaitu kurangnya pemahaman anggota Satuan Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas di lapangan, belum tercapainya tujuan kegiatan, belum optimalnya kegiatan sosialisasi, dan minimnya monitoring dan evaluasi dari pimpinan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Balangan atas kinerja anggotanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penegakan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2013 di Kawasan Pasar Modern Adaro Kabupaten Balangan dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan secara snowball sampling berjumlah 13 orang. Teknik analisa data meliputi membangun sajian, memasukkan data, dan menganalisis data. Uji kredibilitas data pada penelitian ini dengan melakukan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi data, analisis kasus negatif, dan mengadakan membercheck. Hasil dari penelitian Efektivitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penegakan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2013 di Kawasan Pasar Modern Adaro Kabupaten Balangan disimpulkan masih kurang efektif, hal ini terlihat dari indikator ketetapan program kurang efektif, indikator pelaksana kegiatan kurang efektif, indikator objek sasaran program efektif, indikator pelaksanaan sosialisasi kurang efektif, indikator bentuk sosialisasi kurang efektif, indikator upaya dalam pencapaian program tidak efektif, indikator tercapainya tujuan program kurang efektif, indikator pengawasan hasil kurang efektif, indikator penilaian hasil kurang efektif. Faktor yang mendukung efektivitas adalah sarana prasarana yang dimiliki dan kolaborasi antar instansi, sedangkan faktor penghambat efektivitas adalah sebagian besar personil Satuan Polisi Pamong Praja yang ditugaskan kurang memiliki wawasan yang cukup dalam kegiatan di lapangan, kurangnya anggaran, kurangnya tindakan yang tegas, lemahnya penilaian hasil kegiatan, dan perilaku pedagang. Efektivitas dapat meningkat dengan cara melakukan optimalisasi pengawasan, evaluasi, dan penilaian terhadap kegiatan, selektif dalam penentuan personil yang ditugaskan, optimalisasi anggaran kegiatan operasional lapangan dan melakukan pengembangan wawasan kepada seluruh anggota. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja harus memperdalam wawasan tentang fungsi tugasnya. Para pedagang diharapkan harus mentaati semua aturan yang berlaku.
PEMBERDAYAAN PETANI PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI DESA KASAI KECAMATAN BATU MANDI KABUPATEN BALANGAN Ariodi , Tafan; Arpandi, Arpandi; Berkatillah, Akhmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1352

Abstract

Pentingnya pemberdayaan bagi kelompok tani dilakukan agar kelompok tersebut dapat berkembang lebih baik namun pemberdayaan gapoktan pada desa Kasai masih terkendala beberapa hal sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui tentang pemberdayaan petani pada gabungan kelompok tani desa Kasai Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan cukup baik hal tersebut dapat diihat pada aspek : Pertama, dari sub variabel. Pemungkinan terdiri dari indikator suasana atau keadaan saat ini belum baik karena harga tidak stabil, dan indikator potensi cukup baik karena pertanian yang dilakukan masyarakat desa Kasai telah berpuluh-puluh tahun dilakukan. Sub variabel penguatan terdiri dari indikator pengetahuan cukup baik karena, tersedianya media pembelajaran bagi gapoktan, dan indikator kemampuan mengatasi masalah cukup baik. Sub Variabel Perlindungan dilihat pada indikator pencegahan intimidasi cukup baik, dan indikator pencegahan diskriminasi cukup baik. Sub Variabel Penyokongan dilihat pada indikator bimbingan penyuluh belum baik karena Kurangnya sosialisasi dan indikator dukungan pihak terkait cukup baik, Sub Variabel Pemeliharaan dilihat pada indikator keseimbangan distribusi kekuasaan belum baik dan indikator keseimbangan antara kelompok dan masyarakat cukup baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor pendukung adanya berbagai bantuan. Adapun faktor penghambatnya kurangnya kesadaran anggota tani untuk berpartisipasi dalam berbagai dan perubahan cuaca atau iklim yang tidak menentu.