Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1209

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam kaitannya dengan pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adala Pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adalah Kepastian waktu penyelesaian pelayanan yang kurang baik, Keandalan Aparatur Sipil Negara belum sesuai dengan tugas dan fungsinya, Masih banyaknya masyarakat tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan dan besar pengaruhnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data angket, observasi, wawancara dan dokumentasi, dan menggunakan teknik sampling insidental untuk penentuan sampel yang berjumlah 61 responden, metode analisis data meliputi Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis yang kemudian dibantu dengan aplikasi pengolah data statistik yakni IBM SPSS 26.0 Statistik For Windows. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Thitung sebesar 6,136 > Ttabel 2,001 maka Ha diterima (menolak H0) sehingga dapat disimpulkan bahwa variable Kinerja Pegawai (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kualitas Pelayanan (Y). Besar pengaruh kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan ditunjukkan dari nilai R2 (R Square) atau koefisien determinasi sebesar 0,390 atau 39%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel kinerja pegawai terhadap variable kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan sebesar 39% sedangkan sisanya sebesar 61% dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang dapat digaliadalah Camat Juai Kabupaten Balangan hendaknya lebih aktif dalam memberikan pengawasan kerja seperti tugas kantor dalam hal pelayanan agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mencapai kualitas pelayanan yang terbaik. Pegawai hendaknya meningkatkan disiplin kerja khususnya dalam hal penyelesaian pelayanan agar tidak tertunda-tunda dan cepat terselesaikan. Peneliti Selanjutnya menambahkan variabel selain kinerja pegawai yang diduga mempengaruhi kualitas pelayanan.
EFEKTIVITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENEGAKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PASAR DAN PERTOKOAN DI KAWASAN PASAR MODERN ADARO KABUPATEN BALANGAN Arpandi, Arpandi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2849

Abstract

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Balangan melakukan kegiatan penegakan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2013 di Pasar Modern Adaro Kabupaten Balangan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, peneliti menemukan beberapa fenomena permasalahan, yaitu kurangnya pemahaman anggota Satuan Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas di lapangan, belum tercapainya tujuan kegiatan, belum optimalnya kegiatan sosialisasi, dan minimnya monitoring dan evaluasi dari pimpinan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Balangan atas kinerja anggotanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penegakan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2013 di Kawasan Pasar Modern Adaro Kabupaten Balangan dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan secara snowball sampling berjumlah 13 orang. Teknik analisa data meliputi membangun sajian, memasukkan data, dan menganalisis data. Uji kredibilitas data pada penelitian ini dengan melakukan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi data, analisis kasus negatif, dan mengadakan membercheck. Hasil dari penelitian Efektivitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penegakan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2013 di Kawasan Pasar Modern Adaro Kabupaten Balangan disimpulkan masih kurang efektif, hal ini terlihat dari indikator ketetapan program kurang efektif, indikator pelaksana kegiatan kurang efektif, indikator objek sasaran program efektif, indikator pelaksanaan sosialisasi kurang efektif, indikator bentuk sosialisasi kurang efektif, indikator upaya dalam pencapaian program tidak efektif, indikator tercapainya tujuan program kurang efektif, indikator pengawasan hasil kurang efektif, indikator penilaian hasil kurang efektif. Faktor yang mendukung efektivitas adalah sarana prasarana yang dimiliki dan kolaborasi antar instansi, sedangkan faktor penghambat efektivitas adalah sebagian besar personil Satuan Polisi Pamong Praja yang ditugaskan kurang memiliki wawasan yang cukup dalam kegiatan di lapangan, kurangnya anggaran, kurangnya tindakan yang tegas, lemahnya penilaian hasil kegiatan, dan perilaku pedagang. Efektivitas dapat meningkat dengan cara melakukan optimalisasi pengawasan, evaluasi, dan penilaian terhadap kegiatan, selektif dalam penentuan personil yang ditugaskan, optimalisasi anggaran kegiatan operasional lapangan dan melakukan pengembangan wawasan kepada seluruh anggota. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja harus memperdalam wawasan tentang fungsi tugasnya. Para pedagang diharapkan harus mentaati semua aturan yang berlaku.
PEMBERDAYAAN PETANI PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI DESA KASAI KECAMATAN BATU MANDI KABUPATEN BALANGAN Ariodi , Tafan; Arpandi, Arpandi; Berkatillah, Akhmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1352

Abstract

Pentingnya pemberdayaan bagi kelompok tani dilakukan agar kelompok tersebut dapat berkembang lebih baik namun pemberdayaan gapoktan pada desa Kasai masih terkendala beberapa hal sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui tentang pemberdayaan petani pada gabungan kelompok tani desa Kasai Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan cukup baik hal tersebut dapat diihat pada aspek : Pertama, dari sub variabel. Pemungkinan terdiri dari indikator suasana atau keadaan saat ini belum baik karena harga tidak stabil, dan indikator potensi cukup baik karena pertanian yang dilakukan masyarakat desa Kasai telah berpuluh-puluh tahun dilakukan. Sub variabel penguatan terdiri dari indikator pengetahuan cukup baik karena, tersedianya media pembelajaran bagi gapoktan, dan indikator kemampuan mengatasi masalah cukup baik. Sub Variabel Perlindungan dilihat pada indikator pencegahan intimidasi cukup baik, dan indikator pencegahan diskriminasi cukup baik. Sub Variabel Penyokongan dilihat pada indikator bimbingan penyuluh belum baik karena Kurangnya sosialisasi dan indikator dukungan pihak terkait cukup baik, Sub Variabel Pemeliharaan dilihat pada indikator keseimbangan distribusi kekuasaan belum baik dan indikator keseimbangan antara kelompok dan masyarakat cukup baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor pendukung adanya berbagai bantuan. Adapun faktor penghambatnya kurangnya kesadaran anggota tani untuk berpartisipasi dalam berbagai dan perubahan cuaca atau iklim yang tidak menentu.
EFEKTIVITAS SISTEM PERIZINAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) SECARA ONLINE (OSS) PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR Salabiah, Salabiah; Arpandi, Arpandi; Maulana, Erwin
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1709

Abstract

Penerapan Online Single Submission (OSS) bertujuan mempermudah perizinan usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, implementasi OSS di Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur masih menghadapi kendala teknis sistem serta rendahnya pemahaman UMKM dalam menggunakan platform OSS akibat terbatasnya sosialisasi. Kondisi tersebut menyebabkan proses perizinan belum berjalan optimal dan berpotensi menurunkan partisipasi UMKM dalam mengurus legalitas usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 14 informan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan uji kredibilitas menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital dan kurangnya pendampingan menyebabkan pelaku UMKM masih bergantung pada aparatur pemerintah. Temuan ini mengindikasikan perlunya peran aktif pemerintah daerah dalam memperkuat sosialisasi, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan agar penerapan OSS lebih efektif dan inklusif.
EFEKTIVITAS PENERAPAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nafisa, Putri; Arpandi, Arpandi; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena, yaitu: Pelaksanaan kegiatan aktivasi IKD belum merata, Terdapat gangguan teknis dan koneksi jaringan internet yang tidak stabil serta proses aktivasi IKD belum bisa dilakukan secara mandiri, Terbatasnya fungsi IKD dalam memuat layanan dan informasi kependudukan masyarakat, serta Sosialiasi penerapan IKD belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan IKD pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan penentuan informan melalui purposive sampling sebanyak 15 orang. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan IKD masih belum sepenuhnya efektif diukur berdasarkan indikator efektivitas menurut teori Campbell J.P, yaitu: pertama, sub variabel keberhasilan program dengan indikator pengetahuan program cukup efektif dan penerapan program kurang efektif; kedua, sub variabel keberhasilan sasaran dengan indikator sasaran program kurang efektif dan mekanisme mempertahankan sasaran cukup efektif; ketiga, sub variabel kepuasan terhadap program dengan indikator kepuasan pelaksanaan cukup efektif dan kualitas aplikasi kurang efektif; keempat, tingkat input dan tingkat output dengan indikator tingkat input cukup efektif dan tingkat output kurang efektif; kelima, sub variabel pencapaian tujuan menyeluruh dengan indikator transparansi dan penilaian program dinilai kurang efektif. Faktor pendukung meliputi kerja sama lintas sektor, kecukupan sumber daya, serta inovasi pelayanan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan teknologi, pola sosialisasi yang insidental, keterbatasan integrasi layanan, serta belum adanya pelatihan khusus bagi pegawai.
EFEKTIVITAS PROGRAM TRIBINA (BINA KELUARGA BALITA, BINA KELUARGA REMAJA, BINA KELUARGA LANSIA) KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (studi kasus Desa Guntung dan Desa Padang Luar) Rahayu, Widia; Arpandi, Arpandi; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1723

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena, yaitu: Desa Guntung Pertama, kurangnya kemampuan kader dalam melaksanakan program. Kedua, pelaksanaan cenderung formalitas. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Desa Padang Luar Pertama, kurangnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Program Tribina. Kedua, jadwal kegiatan kurang fleksibel. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini, sumber data ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 22 orang. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas Program Tribina kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (studi kasus Desa Guntung dan Desa Padang Luar) saat ini kurang efektif yang diukur berdasarkan teori Campbell J.P dalam (Muhamad sawir, 2020:127) Hal tersebut dapat dilihat pada 5 sub variabel dan 10 indikator rata-rata bisa dikatakan berjalan dengan kurang efektif walaupun ada yang cukup efektif. Adapun faktor pendukung, yaitu: Keberhasilan program tribina dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembinaan keluarga; Beberapa masyarakat merasa puas terhadap pendampingan dan penyuluhan yang diberikan oleh kader; Kesaadaran masyrakat meningkat akan pentingnya pembinaan keluarga menuju keluarga berkualitas melalui program Tribina. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Sumber daya manusia (SDM) kader masih kurang;Pelaksanaan yang kurang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat;Jadwal kegiatan yang sering berubah menyebabkan rendahnya minat partisipasi warga, karena kurangnya terkoordinasi dengan waktu kerja atau aktivitas utama warga;kurangnya dana pemerintah desa dalam pemenuhan sarana dan prasarana program.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PANGAN LOKAL BALITA GIZI KURANG DI DESA PANDAMAAN KECAMATAN DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadiasari, Nadiasari; Arpandi, Arpandi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1739

Abstract

Masalah gizi balita masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal merupakan salah satu upaya penanggulangan, namun pelaksanaannya masih menghadapi permasalahan seperti pemantauan yang belum optimal, ketidaktepatan sasaran, rendahnya pemahaman orang tua, penerimaan balita terhadap makanan, serta hasil program yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas Program PMT pangan lokal balita gizi kurang di Desa Pandamaan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan berjumlah 16 orang secara puposive sampling. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal Balita Gizi Kurang ini berada pada kategori cukup efektif (60%-89%) dinilai dari indikator-indikator berikut: Pertama, pemantauan pelaksanaan program yang masih kurang efektif. Kedua, mekanisme program yang sudah berjalan cukup efektif. Ketiga, kebijakan organisasi yang cukup efektif. Keempat, prosedur penetapan sasaran yang sudah efektif. Kelima, ketepatan sasaran yang masih kurang efektif. Keenam, pemenuhan kebutuhan program yang cukup efektif. Ketujuh, kualitas pelayanan program yang masih kurang efektif. Kedelapan, ketersediaan PMT pangan lokal yang cukup efektif. Kesembilan, hasil program yang masih kurang efektif. Kesepuluh, pencapaian target program yang kurang efektif. Kesebelas, kesadaran gizi orang tua yang cukup efektif meskipun belum sepenuhnya optimal. Faktor pendukung meliputi Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan pola kerja yang terarah, Kebijakan dan pedoman teknis sebagai acuan pelaksanaan, Data status gizi dijadikan dasar penentuan penerima program, Kader yang aktif berperan dalam kegiatan lapangan, Ketersediaan bahan pangan lokal didukung oleh pembiayaan serta Sebagian orang tua mulai menunjukkan perubahan sikap dalam pemenuhan gizi anak Faktor penghambat meliputi Pengawasan program belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di rumah balita, Pemberian makanan tambahan sering tidak sesuai sasaran, Penyampaian informasi kepada orang tua masih belum merata dan kurang mendalam, Daya terima anak terhadap makanan tergolong rendah serta Perubahan gizi anak belum menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk meningkatkan efektivitas Program PMT Pangan Lokal balita gizi kurang, pengawasan, edukasi, pendampingan, koordinasi kader, dan partisipasi orang tua perlu ditingkatkan, serta peneliti selanjutnya fokus pada evaluasi program dan faktor gizi anak.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN PARIWISATA PADA DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Aisya, Nahdia; Arpandi, Arpandi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1743

Abstract

Dalam Manajemen Pengembangan Pariwisata pada Disporapar ini terdapat beberapa masalah yang di temukan, seperti Perencanaan Pengembangan Pariwisata yang memerlukan waktu cukup lama sehingga berdampak pada besarnya kebutuhan anggaran. Selain itu, kurangnya pelatihan menyebabkan sebagian pengelola wisata belum memahami pengelolaan potesi lahan secara optimal, yang berakibat pada pembagian tugas yang belum berjalan dengan baik. Keterbatasan SDM serta minimnya anggaran dan koordinasi juga menghambat pengembangan potensi wisata, sehingga pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata masih tergolong rendah. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik pengambilan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung terjun ke lapangan dengan jumlah sampel 13 orang. Dalam Teknik penarikan sampel menggunakan metode “purposive Sampling”. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU saat ini kurang baik yang di ukur berdasarkan teori George R. Terry dalam Abd. Rohman, M. AP (2017:20) yaitu: Pertama, Sub Variabel Fungsi Perencanaan dengan Indikator Anggaran kurang baik, Tempat kurang baik dan Waktu cukup baik. Kedua, Sub Variabel Fungsi Pengorganisasin dengan Indikator Pembagian Tugas kurang baik, Pencapaian Tujuan kurang baik dan SDM kurang baik. Ketiga, Sub Variabel Fungsi Penggerakkan dengan Indikator Stakeholder kurang baik dan Cara Menggerakkan Waktu Pelaksanaan cukup baik. Keempat, Sub Variabel Fungsi Pengawasan dengan Indikator Pemantauan Terkait Memastikan Kegiatan Yang Direncanakan cukup baik dan Evaluasi Pencapaian Hasil cukup baik. Adapun faktor pendukung, yaitu: Kedisiplinan pelaksanaan dan Kearifan lokal serta promosi. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Kurangnya Anggaran, Kurangya Pelatihan, Belum tercapainya tujuan dan Kurangnya koordinasi dan sinergi antar pihak terkait. Saran ditujukan kepada kepala Dinas Disporapar HSU untuk perlu mengoptimalkan pengelolaan anggaran, meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan yang berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait agar pelaksanaan program tercapai. Kabid pariwisata diharapkan lebih aktif mengusulkan penambahan dana anggaran, meningkatkan pelatihan kepada pengelola wisata. Pengelola pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan objek wisata melalui pemanfaatan potensi yang ada secara optimal, meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran. Selain itu, pengelola perlu aktif mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan. Masyarakat diharapakan dapat bereperan aktif dalam mendukung pengembangan pariwisata melalui upaya menjaga lingkungan dan fasilitas wisata.