Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN REFLEKTOR CERMIN DATAR TERHADAP DAYA OUTPUT PADA PLTS Susanti, Indah; Ginting, Bersiap; Nurhaida, Nurhaida; Mutiar, Mutiar; Gitriadi, Heru
Jurnal Teknik Elektro Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jte.v13i2.986

Abstract

Sel surya sebagai unit PLTS memiliki kendala daya keluaran yang kurang optimal, yang sangat tergantung dengan kondisi alam. Oleh karena itu perlu pengoptimalan daya keluaran yang dihasilkan oleh sel surya, yaitu salah satu metode pengoptimalan sel surya adalah dengan menggunakan cermin datar pemantul sinar matahari atau reflektor. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data terkait yang diperlukan kemudian melakukan pehitungan secara manual menggunakan persaman. Nilai rata-rata daya output hasil perhitungan tanpa reflektor sebesar 20,17W dengan reflektor sebesar 21,49W mengalami peningkatan daya sebesar 1,32W. Nilai rata-rata daya output dengan variasi jumlah reflektor didapatkan hasil perhitungan dengan satu reflektor sebesar 21,26 W, dengan dua reflektor sebesar 22,50 W, dengan tiga reflektor sebesar 23,42W. Nilai rata-rata daya output dengan variasi sudut reflektor dengan perhitungan yaitu sudut 40° sebesar 23,08W, sudut 50° sebesar 23,72W, sudut 60°sebesar 25,72W, sudut 70°sebesar 25,13W, sudut 80°sebesar 23,88W. Nilai daya output mengalami peningkatan dengan penambahan reflektor.
ANALISA POTENSI KECEPATAN ANGIN PADA MODUL LATIH RANCANG BANGUN PLTB Monika, Dezetty; Nadhiroh, Nuha; Mutiar, Mutiar
Jurnal Teknik Elektro Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jte.v14i1.1187

Abstract

Electrical energy is energy that can be generated from the conversion of various types of energy, one of which is wind energy. The average wind speed in Indonesia is classified as low speed, only certain areas have moderate to high wind speeds. Low wind speed does not mean that the potential energy contained in it cannot be utilized or converted into electrical energy, it can still be utilized but a generator is needed that matches the characteristics of the wind speed. Therefore, the turbine used is the Savonius type, which can work in low wind speeds. The purpose of this research is to measure output power against wind speed. With experimental methods using an anemometer and measuring voltage, current and output power. From the results of this study, the maximum power generated by the wind power training module is 0.008 Watt with a wind speed of 4.31 m/s and the minimum power generated is 0.001 Watt with a wind speed of 1.17 m/s. In a day, the average wind speed is 2.94 m/s so from the wind speed the wind power training module is able to produce an average power of 0.001 Watt.
EVALUASI RESISTIVITAS TANAH DAN RESISTANSI PENTANAHAN PADA LAHAN TANAH PASIR BASAH Putra, Dian Eka; Sunawiri, Sunawiri; Yansuri, Daeny Septi; Mutiar, Mutiar; Sukarta, Epi
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i1.7807

Abstract

Permasalahan pembumian yang selalu dialami adalah resistivitas tanah atau lahan dimana pada lahan tanah berpasir meliliki resistivitas tanah yang cukup tinggi, bila menggacu pada PUIL 2011 resitivitas tanah pada tanah berpasir  bernilai 200 Ω. Sehingga untuk menurunkan resistivitas pada tanah pasir, maka untuk penanaman elektroda batang diperlukan  resitivitas tanah yang rendah, maka dipilihlah lokasi saluran air bekas pada lahan tanah berpasir yang basah.  Pemilihan lahan tanah berpasir yang basah menunjukan penurunan resistivitas tanah yaitu mencapai 129,27 Ω. Dengan resistivitas tanah yang rendah akan lebih mudah memproteksi manusia dan peralatan-peralatan listrik terhadap sentuhan langsung dari arus bocor atau tegangan induksi sehingga arus bocor tersebut langsung dialirkan kedalam tanah. Dengan turunnya resistivitas lahan tanah berpasir tentunnya terjadi penurunan pada resistansi pentanahan, pada penelitian ini pengujian penanaman grounding rod untuk menentukan nilai resistansi pentanahan dilakukan didaerah desa sukomoro kabupaten banyuasin yang memiliki spesifikasi tanah berpasir. Dengan metode pengukuran 3 titik maka dari hasil pengujian didapat nilai resistansi terbesar dengan menggunakan satu elektroda batang mendapatkan nilai resistansi pentanahan sebesar 67,4 Ω. Nilai resistansi pentanahan terjadi penurunan dengan menambahkan elektroda batang yang dipasang sejajar berjarak 3 meter disetiap penanaman elektroda batang, pada pengukuran menggunakan dua batang elektroda yang dipasang sejajar nilai resistansi yang didapat sebesar 43,6 Ω dan terjadi penurunan Kembali bila dipasang dengan tiga batang elektroda yang dipasang sejajar yaitu 24,4 Ω. Sehingga pemasangan elektroda batang pada lahan berpasir basah yang digenangi air memiliki dampak penurunan resistivitas pentanahan dan penurunan resistansi pentanahan.Kata kunci : Resistivitas tanah, Resistansi pentanahan, Lahan tanah pasir basah.