Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The effect of technology implementation in providing drug information on consumer satisfaction in Jakarta, Indonesia Noviani, Lusy; rachmawati, Putriana; Octavioni, Octavioni
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 22 No 2 (2024): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v22i2.1598

Abstract

The provision of drug information (PDI) is a crucial factor influencing consumer behavior and ensuring appropriate drug use, thereby achieving therapeutic goals. With advancements in technology, digital platforms such as tele-counseling, WhatsApp, and social media are increasingly being used for PDI. However, challenges such as unclear communication, incomplete information, and delayed responses remain, which may affect consumer satisfaction. This study aims to assess consumer satisfaction with PDI through the implementation of a pharmacy application, using the End User Computing Satisfaction (EUCS) model, which evaluates information content, accuracy, format, ease of use, and timeliness. The research employed an associative, cross-sectional design and involved 250 consumers at Atma Jaya Pharmacy. Data were collected via a Likert-scale-based questionnaire, with responses analyzed to determine satisfaction levels in each EUCS dimension. Results showed that consumer satisfaction was consistently high across all dimensions, with the average satisfaction scores being 89.10% for information content, 90.19% for accuracy, 87.25% for format, 85.33% for ease of use, and 86.78% for timeliness. In conclusion, the use of technology in PDI significantly enhances consumer satisfaction, offering more accessible, accurate, and timely drug information. This study highlights the importance of optimizing technological tools in pharmaceutical services to improve user experience and satisfaction.
Review Waktu Larut Mempengaruhi Kualitas Tablet Effervescent Sediaan Herbal Sagala, Reynelda Juliani; Rachmawati, Putriana; Kambira, Pretty F.A
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.368 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i2.44

Abstract

Sediaan tablet effervescent menjadi alternatif pilihan untuk menghantarkan bahan aktif obat baik sintesis maupun yang berasal dari bahan alam agar memberikan efek terapi farmasetika maupun minuman bernutrisi di bidang pangan. Bentuk sediaan ini lebih disukai karena praktis, cepat larut dalam air dan rasa menyegarkan sehingga lebih mudah diabsorbsi dibandingkan dengan bentuk sediaan tablet konvensional. Kecepatan dan jumlah bahan aktif yang dapat diabsorbsi dipengaruhi oleh waktu larut tablet dalam medianya. Waktu larut tablet effervescent dipengaruhi oleh konsentrasi keseimbangan sumber basa dan asam, konsentrasi bahan pengikat (PVP), interaksi antara asam sitrat dan asam tartrat, konsentrasi sumber basa, kondisi kadar air di sekitar tablet, variasi bahan pelicin. Konsentrasi sumber asam mempengaruhi waktu larut tetapi ketidakseimbangan konsentrasi sumber asam dapat mengurangi efek kesegaran. Sehingga perlu optimalisasi sumber asam dan basa agar menghasilkan sediaan tablet effervescent dengan waktu larut yang baik dan memberikan rasa menyegarkan yang sesuai. Kata kunci: Tablet effervescent; waktu larut; rasa menyegarkan
A A LITERATURE REVIEW OF HERBAL SUNSCREEN’S DOSAGE FORM AND SPF VALUE CLAIM Rachmawati, Putriana; Sagala, Reynelda Juliani; Kambira, Pretty Falena Atmanda
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.834 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v13i1.45

Abstract

The Indonesian government recommended sunbathing for 15 to 30 minutes in the morning to deal with the Covid-19 pandemic. Exposure to sunlight will activate the formation of vitamin D, which the body needs for defense against Covid-19 infection. However, excessive sun exposure will cause skin problems, including psoriasis, sarcoidosis, sunburn to skin cancer. One of the protections against sun exposure is the use of sunscreen. Sunscreen protects the skin from UV exposure by two mechanisms, namely, absorbing UV rays or reflecting UV rays. Sunscreen has various dosage forms that are tailored to the needs of consumers. Several dosage forms are preferred because they are easy to use and can be used in groups of children. Sunscreen protection is stated using a photoprotector claim in the form of an SPF value or other claims that support the function of sunscreen. Although SPF has been used worldwide, there are several standard claims for the effectiveness of sunscreens in several countries, such as the broad spectrum and UVA-PA (PA+ to PA++++) claims.
Formulation and Evaluation of Clay Mask Preparations Containing Robusta Coffee (Coffea canephora Yovitasari, Tiara Aprilli; Notario, Dion; Rachmawati, Putriana
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.5833

Abstract

Pendahuluan: Clay mask merupakan masker yang cocok untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, sedangkan kopi merupakan bahan alami yang memiliki senyawa aktif polifenol dan alkaloid. Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan jenis kopi yang memiliki kandungan fenolik lebih tinggi dibandingkan jenis kopi lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat formula clay mask yang mengandung kopi robusta yang stabil dengan tujuan untuk merawat kulit berjerawat. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan metode Response Surface Methodology. Evaluasi sediaan clay mask untuk memastikan mutu sediaan seperti uji organoleptik dan homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Uji stabilitas clay mask dengan metode Freeze Thaw Cycle dan sentrifugasi. Hasil: Formulasi optimal clay mask yang mengandung tween 20 11,5% dan xanthan gum 1,4% menghasilkan nilai viskositas sebesar 10310 ± 314 cps dan daya sebar 1,75 ± 0,03 cm. Variasi konsentrasi tween 20 dan xanthan gum memengaruhi nilai viskositas dan daya sebar, namun tidak pada daya lekat. Uji sentrifugasi dan freeze thaw menunjukkan bahwa sediaan stabil secara fisik. Simpulan: Sediaan optimal clay mask yang mengandung Coffea canephora berhasil dibuat dan dapat menjadi opsi dalam produk kosmetik untuk perawatan kulit berjerawat.
EDUKASI TERKAIT KEAMANAN KOSMETIK KEPADA MASYARAKAT Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4308

Abstract

Pengunaan kosmetik Indonesia mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Peningkatan pengunaan kosmetik ini harus diikuti dengan perlindungan konsumen. Pemerintah melakukan perlindungan konsumen dengan dua tahapan, yaitu kontrol sebelum produk dipasarkan (pre market control) dengan mewajibkan pelaku usaha melakukan proses pendaftaran atau dikenal dengan proses notifikasi kosmetik. Selain itu, kontrol juga dilakukan setelah produk tersebut dipasarkan (post market control) melalui inspeksi secara berkala ke tempat produksi dan distribusi, melakukan pengambilan sampel,pengawasan dan pemberian edukasi bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk melakukan seleksi kosmetik yang aman dengan 5 cara, yaitu: memastikan kosmetik memiliki identitas sesuai regulasi, memastikan produk terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memastikan tidak ada kandungan berbahaya pada kosmetik, menghindari kosmetik yang memberikan klaim berlebihan, memastikan ada label halal bagi konsumen muslim. Proses edukasi dilakukan melalui pemasangan poster dan memanfaatkan media sosial (WhatsApp dan Instagram) untuk jangkauan yang lebih luas. Hasil edukasi dievaluasi dan menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan kandungan kosmetik (4%) dan pengecekan pada website BPOM (93%).
Edukasi Terkait Bahaya Penggunaan Gawai yang Kurang Tepat di SMTK Bethel Jakarta Rachmawati, Putriana; Yohana; Elda, Yolanda; Tirta, Yovita Aurelia; Caroline, Vanessa
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.4451

Abstract

Pada tahun 2021, Indonesia menempati urutan ke-3 di Asia dengan penggunaan internet tertinggi. Sebanyak 65% usia sekolah di Indonesia telah menggunakan gawai. Berdasarkan lokasi, Pulau Jawa menempati proporsi tertinggi untuk penggunaan gawai. Penggunaan gawai tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk pelajar. Gawai memiliki dampak yang baik bagi proses pembelajaran, namun ketika dilakukan secara tidak tepat dan tanpa pengawasan, resiko terhadap kesehatan fisik dan mental dapat terjadi. Untuk itu, dibutuhkan proses edukasi penggunaan gawai yang tepat guna menurunkan resiko tersebut. Edukasi dilakukan di SMTK Bethel Jakarta dengan target siswa kelas X, XII dan XII. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, video dan banner. Proses evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Dari hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pemahaman peserta sebanyak 3% berdasarkan nilai rata-rata. Sebaran data nilai peserta bergeser kearah positif. Target peserta edukasi memenuhi kriteria dimana 98% target tepenuhi. Evaluasi kegiatan secara keseluruhan menunjukan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dari seluruh peserta baik dari segi kesesuaian dengan harapan (78%), topik yang menarik (76%), topik sesuai kebutuhan (83%), pelayanan tim pengabdian (83%) dan proses menanggapi keluhan atau pertanyaan oleh tim pengabdi (74%). Kegiatan disebarluaskan melalui live streaming youtube SMTK Bethel Jakarta dan instagram FKIK UAJ agar menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pengenalan Program Studi Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Melalui Edukasi Pembuatan Masker Peel Off Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i2.5494

Abstract

Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ) menyelenggarakan edukasi pembuatan masker peel off sebagai strategi promosi dan edukasi. Pembuatan masker dipilih karena menggambarkan prodi Farmasi. Formulasi dan manufakturing juga merupakan capaian yang harus dimiliki lulusan farmasi. Saat ini kosmetik banyak diminati remaja muda, dan merupakan salah satu industri yang banyak membutuhkan keahlian farmasis. Edukasi pembuatan masker diberikan kepada siswa SMA Karangturi Semarang yang dilakukan di laboratorium FKIK UAJ. Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui google form. Kegiatan diikuti 77 peserta. Hasil kuisioner menunjukan 79% peserta menyatakan topik yang dibawakan menarik dan 72,6% menyatakan topik yang dibawakan sesuai kebutuhan. Sebanyak 95% peserta puas dengan Fasilitas atau Laboratorium FKIK UAJ. Sebanyak 85,5% peserta menyatakan pelayanan pendampingan baik, 74,2% peserta menyatakan mendapatkan pelayanan baik dan 79% peserta menyatakan setiap pertanyaan atau keluhan yang diajukan ditanggapi dengan baik. Hal ini menujukan kesiapan panitia yang baik. Sebanyak 71% menyatakan kegiatan yang dilakukan berlangsung sesuai harapan. Sebanyak 75% peserta menyatakan kesediaannya menjadi peserta apabila Prodi Farmasi FKIK UAJ kembali mengadakan kegiatan dan 85% peserta ingin kembali mengunjungi kampus UAJ. Kegiatan ini berdampak baik bagi pengenalan kampus FKIK UAJ dan meningkatkan ketertarikan peserta terhadap FKIK UAJ, termasuk Program Studi Farmasi.
EDUKASI TERKAIT KEAMANAN KOSMETIK KEPADA MASYARAKAT Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i2.4308

Abstract

Pengunaan kosmetik Indonesia mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Peningkatan pengunaan kosmetik ini harus diikuti dengan perlindungan konsumen. Pemerintah melakukan perlindungan konsumen dengan dua tahapan, yaitu kontrol sebelum produk dipasarkan (pre market control) dengan mewajibkan pelaku usaha melakukan proses pendaftaran atau dikenal dengan proses notifikasi kosmetik. Selain itu, kontrol juga dilakukan setelah produk tersebut dipasarkan (post market control) melalui inspeksi secara berkala ke tempat produksi dan distribusi, melakukan pengambilan sampel,pengawasan dan pemberian edukasi bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk melakukan seleksi kosmetik yang aman dengan 5 cara, yaitu: memastikan kosmetik memiliki identitas sesuai regulasi, memastikan produk terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memastikan tidak ada kandungan berbahaya pada kosmetik, menghindari kosmetik yang memberikan klaim berlebihan, memastikan ada label halal bagi konsumen muslim. Proses edukasi dilakukan melalui pemasangan poster dan memanfaatkan media sosial (WhatsApp dan Instagram) untuk jangkauan yang lebih luas. Hasil edukasi dievaluasi dan menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan kandungan kosmetik (4%) dan pengecekan pada website BPOM (93%).
Edukasi Terkait Bahaya Penggunaan Gawai yang Kurang Tepat di SMTK Bethel Jakarta Rachmawati, Putriana; Yohana; Elda, Yolanda; Tirta, Yovita Aurelia; Caroline, Vanessa
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i1.4451

Abstract

Pada tahun 2021, Indonesia menempati urutan ke-3 di Asia dengan penggunaan internet tertinggi. Sebanyak 65% usia sekolah di Indonesia telah menggunakan gawai. Berdasarkan lokasi, Pulau Jawa menempati proporsi tertinggi untuk penggunaan gawai. Penggunaan gawai tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk pelajar. Gawai memiliki dampak yang baik bagi proses pembelajaran, namun ketika dilakukan secara tidak tepat dan tanpa pengawasan, resiko terhadap kesehatan fisik dan mental dapat terjadi. Untuk itu, dibutuhkan proses edukasi penggunaan gawai yang tepat guna menurunkan resiko tersebut. Edukasi dilakukan di SMTK Bethel Jakarta dengan target siswa kelas X, XII dan XII. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, video dan banner. Proses evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Dari hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pemahaman peserta sebanyak 3% berdasarkan nilai rata-rata. Sebaran data nilai peserta bergeser kearah positif. Target peserta edukasi memenuhi kriteria dimana 98% target tepenuhi. Evaluasi kegiatan secara keseluruhan menunjukan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dari seluruh peserta baik dari segi kesesuaian dengan harapan (78%), topik yang menarik (76%), topik sesuai kebutuhan (83%), pelayanan tim pengabdian (83%) dan proses menanggapi keluhan atau pertanyaan oleh tim pengabdi (74%). Kegiatan disebarluaskan melalui live streaming youtube SMTK Bethel Jakarta dan instagram FKIK UAJ agar menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pengenalan Program Studi Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Melalui Edukasi Pembuatan Masker Peel Off Rachmawati, Putriana
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v2i2.5494

Abstract

Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ) menyelenggarakan edukasi pembuatan masker peel off sebagai strategi promosi dan edukasi. Pembuatan masker dipilih karena menggambarkan prodi Farmasi. Formulasi dan manufakturing juga merupakan capaian yang harus dimiliki lulusan farmasi. Saat ini kosmetik banyak diminati remaja muda, dan merupakan salah satu industri yang banyak membutuhkan keahlian farmasis. Edukasi pembuatan masker diberikan kepada siswa SMA Karangturi Semarang yang dilakukan di laboratorium FKIK UAJ. Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan melalui google form. Kegiatan diikuti 77 peserta. Hasil kuisioner menunjukan 79% peserta menyatakan topik yang dibawakan menarik dan 72,6% menyatakan topik yang dibawakan sesuai kebutuhan. Sebanyak 95% peserta puas dengan Fasilitas atau Laboratorium FKIK UAJ. Sebanyak 85,5% peserta menyatakan pelayanan pendampingan baik, 74,2% peserta menyatakan mendapatkan pelayanan baik dan 79% peserta menyatakan setiap pertanyaan atau keluhan yang diajukan ditanggapi dengan baik. Hal ini menujukan kesiapan panitia yang baik. Sebanyak 71% menyatakan kegiatan yang dilakukan berlangsung sesuai harapan. Sebanyak 75% peserta menyatakan kesediaannya menjadi peserta apabila Prodi Farmasi FKIK UAJ kembali mengadakan kegiatan dan 85% peserta ingin kembali mengunjungi kampus UAJ. Kegiatan ini berdampak baik bagi pengenalan kampus FKIK UAJ dan meningkatkan ketertarikan peserta terhadap FKIK UAJ, termasuk Program Studi Farmasi.