Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dan Dampaknya pada Aspek Perkembangan Anak (Literatur Review) Bili, Fransiskus Ghunu; Bili, Dominggus Lero; Bessu, Lidia Vera; Haingu, Rahel Maga
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i2.2840

Abstract

The involvement of fathers in parenting has a positive effect on aspects of child development and provides psychological results from time to time. The purpose of this article is to explore several research literature in the form of journals or scientific articles related to fathers' involvement in parenting and its impact on children's development both in terms of social-emotional, cognitive, language, and moral. The methodology used is a literature review of journal articles that focus on the word father's involvement in parenting and some impacts on aspects of child development which are then analyzed to obtain an explanation of the role of the father's involvement and described descriptively. The results of the analysis describe the definitions of father and parenting, father's involvement in parenting, the function of father's involvement in parenting, its impact on child development, and the model of father's involvement programs. With the involvement of fathers in parenting, aspects of child development develop optimally
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus melalui Kegiatan Menggunting Pola pada Anak Usia 3-4 Tahun di TK St. Dominikus Weepangali Haingu, Rahel Maga; Lede , Yulita Adelfin; Norce
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 2: Juni (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i2.1348

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menggunting pola pada anak usia 3-4 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, hasil karya, dan dokumentasi. Sedangkan instrument analisis data yang digunakan yaitu, Lembar observasi anak, dan lembar observasi guru. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam bentuk siklus yang setiap siklus dilaksanakan dalam 2 pertemuan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil peneliian pada siklus 1 memperoleh kriteria 52,41% dan dilanjutkan pada siklus 1 pertemuan 2 memperoleh kriteria 57,17%. Pada siklus anak perkembangan anak belum mencapai kategorisasi mulai dari 0-100%. Maka perlu dilanjutkan pada siklus 2 pertemuan 1 dengan mempeeroleh kriteria perkembangan 64,58%, dan dilanjutkan pada siklus 2 pertemuan 2 dengan memperoleh hasil 86,86%. Lalu dihentikan pada siklus 2 karena kriterian perkembangan motorik halus anak telah mencapai ketuntasan yaitu mulai dari 0-100%. Berdasarkan hasil penelitian siklus 2 maka dapat disimpulkan kegiatan menggunting pola dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini 3-4 tahun di TK St. Dominikus Weepangali.
Eksplorasi Permainan Tradisonal Daerah Sumba Barat Daya Untuk Pendidikan Fase Wiraga di Paud Haingu, Rahel Maga; Bili, Fransiskus Ghunu
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1721

Abstract

Fase wiraga merupakan masa perkembangan fisik motorik bagi anak usia dini. Oleh karena itu, pendidikan PAUD harus membantu anak mengembangkan kemampuan motorik untuk kemandirian anak itu sendiri dan juga dalam interaksi social. Permainan tradisional merupakan salah satu solusi untuk mendukung aspek fase wiraga anak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendokumentasikan permainan tradisonal pada masyarakat Sumba Barat Daya dan peran permainan tradisional untuk pendidikan fase wiraga. Penelitian ini menggunakan Metode paradigma penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan terdapat 49 jenis permainan tradisional yang ada di kabupaten Sumba Barat Daya. Permainan tradisional ini dapat mengembangkan kemampuan motorik anak melalui kegiatan melempar, melompat, berlari dan berjalan. Selain itu, permainan tradisional juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak, seperti memori, perhatian, dan pemecahan masalah. Permainan tradisional juga dapat mengembangkan kemampuan sosial anak, seperti kerja sama, komunikasi, dan empati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional dari wilayah Sumba Barat Daya memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media pengajaran untuk pendidikan fase Wiraga di PAUD. Oleh karena itu, perlu di implementasi dan di kembangkan menggunakan permainan tradisional Sumba Barat Daya dalam pengajaran untuk meningkatkan keterampilan anak-anak dan melestarikan budaya lokal.
Kegiatan Komunitas EcoNebo dan Pemanfaatannya pada Pembelajaran IPS SD Pingge, Heronimus Delu; Haingu, Rahel Maga; Lero, Oni Ringu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15207

Abstract

Manusia merupakan makluk konsumen dan juga produksi. Namun ironisnya manusia mengekploitasi alam sehingga merusak ekosistem. Lebih dominan merusak alam untuk pemenuhan kebutuhan dari pada mengembangkan dan memilihara alam sekitar. Atas situasi tersebut banyak perguruan tinggi membentuk komunitas pencinta lingkungan. Salah satunya adalah econebo yang berada di Universitas Katolik Weetebula. kegiatan komunitas tersebut dianalis untuk dimanfaatakan pada Pembelajaran IPS di SD. Penelitian bertujuan untuk mendokumentasikan bentuk kegiatan komunitas. econebo serta bentuk pemanfaatannya dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Kajian dilakukan dengan metode deskripsi kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara pada para anggota komunitas, dokumentasi audio-visual dan observasi. Selanjutnya data dianalis dengan kaida analisis penelitian kualitatif. keanggotataan komunitas ecoNebo adalah mahasiswa. kegiatan komunitas EcoNebo berorientasi pada aktivitas pembinaan generasi muda dalam kegiatan pengembangan pertanian umur pendek untuk pemenuhan kebutuhan belajar dan konsumsi dan penghijauan dengan sistem tanam tumpeng sari. Kegiatan ecoNebo menjadi salah satu alternative media belajar pembelajaran IPS SD terkait materi Pemanfaatan lingkungan sekitar untuk kehidupan manusia, menjaga kelestarian alam, dan kegiatan ekonomi. Metode pembelajaran yang ditawarkan berupa karya wisata, dan ecocamp.
STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN TK ST. ARNOLDUS JANSSEN DESA RAMADANA MELALUI KEGIATAN MOZAIK POLA RUMAH ADAT SUMBA Bili, Fransiskus Ghunu; Haingu, Rahel Maga; Dedo, Maria Marlince Tanggu; Vivi, Katrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26772

Abstract

Stimulasi merupakan upaya pemenuhan, penguatan dan memperkaya kemampuan anak melalui kegiatan mozaik dengan pendekatan 3M (menggunting, mengelem, dan menempel) pada pola rumah adat Sumba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, bertujuan menstimulasi motorik halus anak usia 5-6 tahun. kegiatan ini berlangsung di TK St. Arnoldus Janssen Desa Ramadana dengan melibatkan 15 siswa TK B. Metode demonstrasi digunakan dalam kegiatan pengabdian dengan tahapan perencanaan, pelaksananaan, dan evaluasi melalui lembar pengamatan dan pendokumentasian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini pada tiga indikator pengamatan yaitu menggunting, mengelem, dan menempel masih terdapat 4 anak berada pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH) sedangkan 11 anak sudah berkembang sangat baik (BSB) dari total 15 anak yang mengikuti kegiatan. Maka dapat disimpulkan bahwa 11 anak dalam kegiatan mozaik pola rumah adat Sumba mengalami perkembangan kemampuan motorik halus yang berkembang sangat baik sedangkan 4 anak membutukan stimulasi lanjutan.