Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis mantra suku Kutai Muara Kedang Desa Sungai Mariam kajian semiotik Ulwatunnisa, Marwah; Dwi Sulistyowati, Endang; Lidya, Salma; Setyawati, Meita; Queena Hadi Putri, Nina
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12700

Abstract

Mantra masih dipercaya hingga saat ini, khususnya di Kalimantan Timur. Salah satu keberadaan penutur mantra dan mantranya, dapat ditemukan pada masyarakat suku Kutai, di Muara Kedang, Desa Sungai Mariam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dalam konteks mantra, simbol-simbol yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai alat retorika atau estetika linguistik, tetapi juga mengandung makna kultural dan spiritual yang mendalam. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu analisis mantra suku Kutai menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes; makna denotasi, konotasi dan mitos, serta fungsi mantra. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara serta studi pustaka. Teknik analisis data berupa kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, hingga verifikasi data. Hasil temuan penelitian yaitu ada beberapa jenis mantra; Mantra belas kasihan, Mantra Pagar Diri, Mantra Grecek, Mantra Ndik Benapsu, Mantra Wisa, Mantra Penghilang Kembung Anak, dan Mantra Penyengat. Empat fungsi mantra yang ditemukan yaitu sebagai proyeksi/menggambarkan kepercayaan masyarakat, menjadi alat pengesah pranata serta lembaga kebudayaan, sarana pendidikan, dan alat untuk menegakkan norma serta mengendalikan perilaku anggota masyarakat. Kepercayaan terhadap fungsi mantra dibangun secara kuat melalui bahasa simbolik dan penuh makna emosional.
Analisis Tuturan Tingkilan Suku Kutai di Tenggarong dan Upaya Pelestariannya Setyawati, Meita; Ulwatunnisa, Marwah; Ningsih, Wulan Mulia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15951

Abstract

Tingkilan adalah kesenian tradisional Suku Kutai yang kaya budaya dan penting dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk pantun, makna, dan upaya pelestarian Tingkilan Suku Kutai Tenggarong. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Bentuk pantun Tingkilan Pinang Babaris dan Rindu Malam memiliki empat baris per bait dengan sepuluh hingga dua belas suku kata, jenis pantun kiasan dan cinta, serta rima a-a-a-a dan a-b-a-b; (2) Makna pantun Pinang Babaris menekankan pentingnya menjaga hubungan baik, sedangkan Rindu Malam menggambarkan kerinduan dan harapan yang belum terpenuhi; (3) Upaya pelestarian kesenian Tingkilan oleh seniman lokal meliputi festival desa, upacara adat, dan media sosial, serta oleh masyarakat setempat melalui dokumentasi dan publikasi, komunitas seni, dan promosi media sosial.
Daya Juang Menghadapi Diskriminasi Kerja Pada Penyandang Tunadaksa Setyawati, Meita
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v5i1.4330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya juang penyandang tunadaksa yang bekerja ketika dihadapkan dengan permasalahan diskriminasi kerja, bagaimana respon subjek ketika mengalami diskriminasi serta bentuk diskriminasi yang didapatkan. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti menggunakan tenik purposive sampling dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan ketiga subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pada penelitian ini memiliki daya juang yang berbeda satu sama lain. Pada subjek D, subjek memiliki daya juang yang rendah karena kempat aspek daya juang tidak terpenuh dengan baik. Subjek merasa diskirminasi yang terjadi merupakan akibat dari kondisi fisiknya yang tidak sempurna. Subjek M, subjek memiliki daya juang tinggi karena subjek memenuhi keempat subjek keseluruhan aspek dari daya juang. Hal ini dikarenakan subjek merasa bahwa diskriminasi yang muncul bukan dari diri subjek melainkan orang-orang yang tidak menyukainya. Subjek merasa kemampuan yang dimilikinya akan membuatnya bisa bertahan ditengah diskriminasi. Subjek T, subjek memiliki daya juang tinggi karena subjek memenuhi keseluruhan aspek dari daya juang. Memiliki pendidikan yang baik membuat subjek percaya diri menghadapi setiap diskriminasi yang muncul. Kemampuan ini yang membuat subjek mampu bekerja dengan baik.