Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : TEKNO

Optimalisasi Sistem Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Mapanget Kota Manado Adam, Andrew Isac; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mapanget merupakan salah satu kecamatan di Kota Manado yang padat akan penduduk dan memiliki wilayah. Sistem pengangkutan di kecamatan mapanget masih belum optimal, dilihat dari kondisi hanya ada 1 bangunan TPS , banyaknya TPS ilegal yang ada,  proses pengangkutan yang lebih melibatkan motor sampah dari pada truk dan mobil. Hal ini berdampak pada kondisi pengangkutan baik dari segi jam kerja dan jarak yang ada, Penelitian dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pengangkutan yang ada, dengan dilakukan observasi langsung dilapangan meliputi kondisi eksisting, selama 6 hari kepada 6 kendaraan pengangkut yang ada dengan menggunakan metode perhitungan Stasionary Container Sistem (SCS), dalam perencanaan yang akan dibuat, akan di hitung proyeksi penduduk dan timbulan sampah di tahun 2031 sehingga di ketahui kebutuhan pengangkutan di tahun 2031, dalam kondisi eksisting diketahui bahwa waktu off route yang ada begitu besar berkisar  0.16-1.40 jam/hari nilai ini telah melewati batas yang di tetapkan ≤ 0.15 (Tchobanoglous et al., 1993), setelah di optimalkan waktu off route hanya mencapai 0.08 jam sehingga tidak melewati batas yang ditetapkan, dalam pengoptimalan pengangkutan di buat skenario penanggulangan dengan ritasi mencapai 3-4 rit/hari dan jam kerja mencapai 5-8 jam/hari untuk setiap kendaraan dengan presentase pengangkutan mencapai  100%,. Ditahun 2031 membutuhkan 9 kendaraan pengangkut agar tercukupi kebutuhan pengangkutan. Penelitian selanjudnya dapat meneliti kebutuhan bangunan TPS di tiap kelurahan. Kata kunci – pengangkutan, TPS, optimal, truk, Mapanget
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal Kiniar Di Kota Tondano Lumunon, Elvano I.; Riogilang, Herawaty; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik berbasis masyarakat adalah salah satu cara pemerintah untuk penanganan pembuangan air limbah rumah tangga.. Pada operasional IPAL terdapat permasalahan seperti hasil effluent yang berbau busuk dan memiliki warna keruh. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efisiensi IPAL yang sudah beroperasi selama lima tahun dengan melakukan perbandingan dengan IPAL lain yang sudah beroperasi lima tahun dengan sistem AF dan ABR. Analisis data mencakup analisa kualitas effluent terhadap baku mutu, observasi kondisi eksisting IPAL Komunal, perbandingan sistem kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah, efisiensi penurunan kadar parameter Total Nitrit, Total Fhospat dan TSS dan penentuan indeks pencemaran pada air. Pada KSM Kiniar memiliki debit limbah sebesar 9.52 m3/hari, effluent yang dihasilkan dengan parameter Total Nitrit <0.002 mg/L, Total Fosfat 12mg/L dan TSS 10mg/L dengan efisiensi removal masing- masing 0% mg/L,1,6% mg/L dan 85% mg/L. pada KSM Manguni memiliki debit rata – rata air limbah sebesar 6.9 m3/hari, effluent yang dihasilkan dengan parameter Total Nitrit 0,0072 mg/L, Total Fosfat 6.62 mg/L, dan TSS 58 mg/L dengan efisiensi removal masing – masing 16% mg/L, 14% mg/L dan 16% mg/L. Pada KSM Gerbang Manguni memiliki debit rata – rata air limbah sebesar 9.92 m3/hari, effluent yang dihasilkan dengan parameter Total Nitrit 0,033 mg/L, Total Fosfat 6.30mg/L dan TSS 113,33 mg/L dengan efisiensi removal masing – masing 89% mg/L, 53% mg/L dan 98% mg/L. Pada masing – masing IPAL memiliki indeks pencemaran tergolong cemar ringan. Penyebab IPAL Komunal tidak optimal adalah masih ada hanyutan sampah padat pada bak Inlet, nilai effluent pada ketiga IPAL masih ada melebihi batas baku mutu dan kurangnya pemeliharaan oleh pengguna maupun pengelola IPAL Komunal. Kata kunci – evaluasi IPAL, limbah domestik, anaerobic filter, anaerobic baffled reactor 
Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Di Kecamatan Mapanget Kota Manado Lawa, Jonatan I. J.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh setiap daerah di Indonesia, di kota Manado sendiri, permasalahan persampahan adalah masalah yang memerlukan perhatian, produksi sampah yang dihasilkan di tiap – tiap daerah di kota manado hampir seluruhnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo tanpa melewati pengolahan terlebih dahulu. Tempat Pengolahan Sementara berbasis reduce, reuse, recycle (TPS 3R) adalah salah satu cara pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA setiap harinya, TPS 3R adalah tempat pengolahan yang berbasis reduce, reuse dan recycle, sehingga bukan saja mengurangi jumlah sampah yang dibawa ke TPA tetapi juga memberikan keuntungan lainnya. Kecamatan Mapanget adalah salah satu Kecamatan yang memiliki luas wilayah yang besar di kota Manado, melalui metode observasi dan wawancara diketahui bahwa kecamatan Mapanget menghasilkan sampah sebanyak 48.400 liter/hari. Dengan adanya TPS 3R di kecamatan Mapanget, seluruh sampah yang dihasilkan dalam sehari tidak sepenuhnya akan dibuang ke TPA dengan menggunakan pengolahan 3R, sesuai dengan buku Petunjuk Teknis TPS 3R tahun 2017, sebuah TPS 3R dapat mengolah hingga 6 m3 sampah per harinya. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan dan refrensi bagi instasi terkait dalam menghadapi dan mengelola masalah persampahan. Kata kunci – TPS 3R, pengolahan, sampah, TPA
Perancangan Instalasi Pengolahan Lindi Dengan Proses Kombinasi Kolam Anaerobik, Fakultatif, dan Maturasi di TPA Sumompo Haumahu, Syahrul Al-Qadar; Riogilang, Herawaty; Mangangka, Isri R.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air lindi merupakan cairan yang timbul melalui tumpukan sampah yang mengandung material terlarut maupun tersuspensi. Pengolahan lindi di TPA Sumompo tidak mengolah lindi yang dihasilkan secara maksimal yang disebabkan dari timbunan sampah yang telah memenuhi instalasi pengolahan lindi hingga pipa yang mengalirkan lindi telah tertimbun sampah. Dampak dari hal tersebut membuat instalasi pengolahan lindi tidak lagi berfungsi secara maksimal. Sistem TPA open dumping memerlukan unit pengolahan lindi terbaru untuk menampung dan mengolah lindi yang dihasilkan TPA Sumompo agar memiliki baku mutu dibawah standar untuk dilepas ke badan air.Debit lindi dihitung menggunakan metode neraca air Thornthwaite-Matter. Unit-unit proses yang digunakan dipilih berdasarkan kualitas lindi yang ada di Indonesia. Instalasi pengolahan yang dipilih untuk pengolahan lindi adalah kolam anaerobik, fakultatif, dan maturasi. Dasar perhitungan dimensi dan efektivitas tiap unit pengolahan lindi menggunakan nilai parameter BOD pada kolam inlet TPA Sumompo. Lokasi pengambilan sampel lindi dilakukan pada inlet dan outlet kolam IPL dengan metode grab sampling untuk diperiksa nilai parameter BOD, COD, dan pH. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 59 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan atau Kegiatan TPA Sampah, dengan hasil pengolahan lindi dari instalasi yang dipilih adalah BOD = 65 mg/L dan COD = 143,5 mg/L berada dibawah standar baku muku untuk dilepas ke badan air, dengan perhitungan dimensi dari kolam anaerobik, fakultatif dan maturasi didapatkan 4 (empat) kolam anaerobik dengan dimensi 5 m  4 m  2 m, 2 (dua) kolam fakultatif dengan dimensi 8 m  8 m  2 m dan 2 (dua) kolam maturasi dengan dimensi 9 m  9 m  2 m. Kata kunci – TPA, Lindi, BOD, COD, Thorwaite-Matter
Analisis Kualitas Air Sungai Buyat Sebagai Dampak Kegiatan Pertambangan Emas Rakyat Lagoari, Meyvi C.; Riogilang, Herawaty; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60846

Abstract

Sungai merupakan sumber daya alam esensial yang menopang kehidupan manusia dan ekosistem. Aktivitas antropogenik seperti pertanian, domestik, dan pertambangan dapat memengaruhi kualitas air, terutama di wilayah dengan kegiatan ekstraktif yang intensif. Desa Buyat dikenal dengan pertambangan emas rakyat yang menggunakan teknik amalgamasi berbasis merkuri (Hg), berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam ekosistem perairan.Penelitian ini mengevaluasi kualitas air Sungai Buyat dengan menganalisis parameter logam berat dan organik di dua titik pemantauan utama, yaitu hulu (SB1) dan tengah (SB2). Hasil analisis menunjukkan kadar Hg di SB1 sebesar 0,00085 mg/L, sedangkan di SB2 meningkat hingga 0,0032 mg/L, melebihi ambang batas baku mutu 0,002 mg/L. Konsentrasi sianida (CN⁻) di seluruh lokasi berada di bawah batas yang ditetapkan, sementara parameter BOD menunjukkan peningkatan dari 2,01–2,15 mg/L di SB1 menjadi 2,43 mg/L di SB2. Nilai COD turut mengalami kenaikan dari 13,4 mg/L menjadi 17,5 mg/L di SB2, tetap dalam kisaran standar kualitas air. Parameter DO berkisar antara 5,50–5,65 mg/L, memenuhi standar lingkungan.Peningkatan kadar Hg, BOD, dan COD di SB2 menunjukkan indikasi kuat adanya pengaruh aktivitas pertambangan dan sumber pencemar lainnya. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan lingkungan yang lebih optimal untuk menjaga kualitas air Sungai Buyat agar tetap sesuai dengan standar baku mutu dan mendukung keberlanjutan ekosistem perairan. Kata kunci: kualitas air, Merkuri(Hg), Cianida(CN-), pertambangan emas
Strategi Penerapan Konsep Green City Dan Smart City Di Kota Manado Awusi, Indah A.; Riogilang, Hendra; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60848

Abstract

Permasalahan di kawasan perkotaan berkaitan dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang menuntut penataan ruang yang lebih optimal, terutama dalam hal penyediaan area hunian serta fasilitas umum. Oleh karena itu, perlu adanya penataan ruang yang terintegrasi dalam perwujudan ruang yang nyaman, produktif dan berkelanjutan. Penelitian ini membahas mengenai perencanaan aspek green city dan smart city di kota Manado. Metode yang digunakan meliputi metode program pengembangan kota hijau dan kota pintar, metode overlay dan metode tabulasi atau matriks. Hasil pembahasan menggunakan metode program pengembangan kota hijau meliputi pada green building terdapat perencanaan green rooftop, taman dalam bangunan, dan mall. Pada green transportation meliputi pengadaan terminal hijau, jalur rel kereta, jalur sepeda, dan bus rapid transit. Pada green waste meliputi bank sampah dan pengembangan truk sampah modern. Pada green energy meliputi pembangkit listrik tenaga surya, dan tenaga bayu. Smart city meliputi pada smart environment terdapat system pencahayaan, jaringan listrik pintar, dan system pengumpulan sampah. Pada smart mobility meliputi intelligent transportation system, kenderaan listrik otonon, dan kereta gantung. Pada smart living meliputi pemantauan kualitas udara dan system pengelolaan air. Strategi implementasi diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada serta mewujudkan kota manado sebagai kota yang ramah lingkungan dan dimengintegrasikan teknologi cerdas untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, efisien, dan adaptif. Kata Kunci : Implementasi perkembangan kota, green city, smart city, Kota Manado
Analisis Kualitas Air Sungai Ranowangko Sebagai Dampak Kegiatan Peternakan Pantungan, Ferdinand R.; Riogilang, Herawaty; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60997

Abstract

Sungai Ranowangko merupakan sumber daya air yang memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar, namun aktivitas peternakan babi di daerah aliran sungai (DAS) berpotensi meningkatkan beban pencemaran yang berdampak pada kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Ranowangko dengan mengukur parameter fisik dan kimia, yaitu pH, Total Suspended Solids (TSS), Fecal Coliform, Nitrat, Nitrit, dan Fosfat, serta membandingkan hasilnya dengan baku mutu air kelas 2 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter pH, Nitrat, Nitrit, dan Fosfat masih berada dalam kisaran yang diperbolehkan sesuai baku mutu. Namun, konsentrasi TSS di lokasi SR-1 melebihi batas yang ditetapkan, yang mengindikasikan adanya pencemaran akibat limbah peternakan. Selain itu, keberadaan Fecal Coliform mengonfirmasi potensi kontaminasi mikrobiologis yang dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat. Temuan ini menunjukkan perlunya pengelolaan limbah yang lebih efektif untuk mengurangi dampak pencemaran, salah satunya melalui penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum pembuangan ke badan air. Oleh karena itu, pemantauan kualitas air secara berkala diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai dan melindungi kesehatan masyarakat yang bergantung pada sumber daya air tersebut. Kata kunci: kualitas air, pencemaran, Sungai Ranowangko, limbah peternakan, Total Suspended Solids
Desain TPA Sanitary Landfill Di Kecamatan Amurang Raya Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara Rumeen, Claudia C. I.; Riogilang, Herawaty; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.61049

Abstract

Masalah pembuangan sampah merupakan salah satu isu utama bagi setiap kota di Indonesia. Kecamatan Amurang Raya sudah memiliki TPA dengan pengolahan sampah menggunakan metode open dumping dan sampah yang dihasilkan masyarakat tidak dikelola sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Sehubungan dengan itu untuk memperkecil pencemaran maka diadakan pengembangan TPA dengan menggunakan metode sanitary landfill. Mendapatkan suatu desain TPA sanitary landfill menggunakan data timbulan sampah, data penduduk kecamatan Amurang Raya 10 tahun terakhir, luas daerah, pelayanan sampah. Dengan hasil perhitungan kebutuhan lahan TPA 73,0 ha untuk 20 tahun kedepan dengan jumlah penduduk 74.430 jiwa dengan rata-rata pertumbuhan penduduk 1.3164% dan luas yang dibutuhkan untuk menampung sampah yaitu 51.5 ha. Sel landfill direncanakan sebanyak 1 zona total volume sampah 20 tahun mendatang 1286,63m3 dan dilengkapi dengan sistem pengumpul gas dengan model pengumpul vertikal dan horizontal, kolam pengumpul lindi dengan jenis kolam ipal yang terdiri dari unit screen, unit equalisasi, unit ABR, unit fakultatif, unit maturase dan 3 kolam unit weatland dan memiliki bangunan-bangunan penunjang selama pengoperasian TPA. Kata kunci: TPA Amurang, Sanitary Landfill, sampah
Analisis Sistem Pengangkutan Dan Pewadahan Sampah Di Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Karauwan, Jasmine H.; Mangangka, Isri R.; Riogilang, Herawaty
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66185

Abstract

Penelitian ini menganalisis sistem pengangkutan dan pewadahan sampah di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengangkutan dan pewadahan sampah di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara yang mengoptimalkan kinerja teknik operasional persampahan di wilayah tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh peningkatan volume timbulan sampah seiring dengan pertumbuhan demografi dan ekonomi Kecamatan Airmadidi sebagai Ibu Kota Kabupaten, di mana penanganan sampah eksisting masih menghadapi tantangan efisiensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting sistem pengumpulan sampah di Kecamatan Airmadidi umumnya menggunakan pola individual langsung, di mana petugas mengambil sampah langsung dari sumbernya di depan rumah warga. Namun, sistem ini belum berjalan optimal akibat beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana pengangkutan, variasi jenis pewadahan yang menghambat efisiensi waktu petugas, serta belum tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai. Berdasarkan analisis data, total daya angkut sarana yang tersedia mencapai 63,6 M3/hari atau setara 15,9 Ton/hari, dengan tingkat pengurangan sampah melalui Bank Sampah yang masih rendah yakni hanya sebesar 1,88% hingga 1,93%. Sebagai rekomendasi teknis, penelitian ini mengusulkan optimalisasi melalui penambahan sarana pengangkutan yang sesuai dengan proyeksi timbulan sampah sepuluh tahun ke depan, standarisasi wadah sampah komunal, serta perencanaan pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lokasi-lokasi strategis tiap kelurahan/desa untuk meningkatkan efektivitas pengolahan sampah dari sumbernya. Kata kunci: pengangkutan dan pewadahan sampah, volume sampah, komposisi sampah
Analisis Pencemaran Air Oleh Limbah Rumah Tangga Di Danau Tondano Desa Toulour Kabupaten Minahasa Pongoh, Andini S.; Riogilang, Herawaty; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66188

Abstract

Danau Tondano merupakan sumber daya air penting bagi masyarakat Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, namun rentan mengalami penurunan kualitas akibat pembuangan limbah rumah tangga secara langsung ke badan air. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas air Danau Tondano di Desa Toulour berdasarkan parameter fisika dan kimia, meliputi pH, Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), nitrat, dan Total Suspended Solids (TSS). Pengambilan sampel dilakukan pada dua titik pengamatan, yaitu DT-1 dan DT-2, kemudian dianalisis di laboratorium dan dibandingkan dengan baku mutu kualitas air yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan nilai pH berada pada kisaran normal, yakni 6,89 di DT-1 dan 6,59 di DT-2. Konsentrasi DO masing-masing sebesar 4,6 mg/L dan 4 mg/L, berada pada batas minimum baku mutu. Nilai BOD tercatat 2,49 mg/L dan 1,92 mg/L, sedangkan COD sebesar 20,5 mg/L dan 9,26 mg/L, yang masih memenuhi baku mutu. Konsentrasi nitrat dan TSS berada di bawah ambang batas. Secara umum, DT-1 menunjukkan nilai pencemar lebih tinggi serta DO lebih rendah dibandingkan DT-2, mencerminkan pengaruh aktivitas domestik. Meskipun seluruh parameter masih memenuhi baku mutu, pola perubahan antar tahun mengindikasikan tren peningkatan beban pencemar dan penurunan kualitas ekologis secara bertahap sehingga diperlukan pengelolaan limbah domestik dan peningkatan kesadaran masyarakat setempat. Kata kunci: kualitas air, limbah rumah tangga, Danau Tondano, BOD, COD