Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

MODEL PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PENGUATAN SINERGI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN DI KELURAHAN SUMOMPO KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Riogilang, Herawaty
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Media Matrasain
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan masalah global yang perlu penanganan semua pihak. Penanganan sampah di Kota Manado telah menjadi perhatian utama pemerintah dengan melakukan berbagai usaha penanggulangan dan pengelolaan sampah yang dihasilkan. Meskipun pemerintah telah berusaha namun masih banyak sampah  ditemukan diberbagai tempat dan destinasi wisata di kota Manado,  Untuk itu masih diperlukan kerja keras dari masyarakat, stakeholder, instansi terkait dan pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang terjadi selama ini. Kota Manado sebelum masa Pandemi Covid 19 banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, terutama ke Taman Laut Buanaken. Saat itu banyak ditemukan sampah plastik dikawasan wisata, hal ini secara tidak langsung menunjukkan kebenaran bank Dunia yang menyebut Indonesia sebagai penghasil sampah plastik terbesar kedua didunia. Image ini bisa kita perbaiki melalui perubahan perilaku diri pribadi , keluarga dan masyarakat yang menyadari sampah harus di perlakukan sesuai dengan jenis dan dibuang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saat ini semua sampah di kota Manado diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo yang mencapai 400 ton per hari. Volume ini hanya 80% dari total produksi sampah harian yang terangkut dimana yang sisanya sebesar 20% masih berada di tempat penampungan sementara di areal pemukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menghasilkan model yang melibatkan peran aktif masyarakat sebagai penghasil sampah setiap hari dalam pengelolaan sampah perkotaan khususnya sampah rumah tangga. Lokasi percontohan berada di Kelurahan Sumompo, Kecamatan Tuminting kota Manado. Dengan mengadakan pengkajian dan diskusi serta penyuluhan kepada masyarakat dan pemulung sampah di TPA. Pendekatan yang dipakai adalah pemberdayaan masyarakat (Community Empowering) melalui peningkatan partisipasi stakeholder.Kata kunci: partisipasi masyarakat, pemberdayaan, pengelolaan sampah, stakeholder
KONSERVASI LINGKUNGAN PERKOTAAN: PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN REVITALISASI MANGROVE DI PESISIR PANTAI TUMINTING DAN MOLAS, MANADO Riogilang, Hendra; Riogilang, Herawaty; Ticoh, Jack
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalisasi mangrove merupakan upaya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian ini berfokus pada kegiatan penyuluhan dan pendampingan revitalisasi mangrove di pesisir pantai Tuminting dan Molas, Manado. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, serta penyuluhan dan pelatihan terkait pentingnya konservasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam program revitalisasi mangrove meningkat setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan intensif. Selain itu, ditemukan bahwa pengetahuan masyarakat tentang manfaat mangrove, seperti perlindungan dari badai dan penyediaan habitat bagi berbagai spesies, mengalami peningkatan yang signifikan. Program ini juga berhasil menanam kembali area mangrove yang rusak dan memperbanyak serapan CO2 untuk mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan. Hasil rancangan untuk penyerapan CO2 adalah luas total rancangan yang dihasilkan 145.259 m2 atau 14.5 ha dengan total kerapatan 8.8 dan rata rata 0.1 ind/m2, Jumlah pohon dengan jenis Rhizopora Stylosa adalah 17.510 pohon, Total cadangan karbon adalah 4.766 ton/ha, Total estimasi serapan CO2 yang didapatkan adalah 18.068 ton/ha dengan rata-rata 1.246 ton/ha. dan dapat diestimasikan rata-rata serapan CO2 per pohon adalah sekitar 1,03 ton/ha.