Petrus, Jerizal
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Gereja dan perlindungan anak: Analisis keberpihakan Gereja Masehi Injili di Halmahera terhadap kasus cyberbullying pada anak Seli, Lifein Nazareth; Ice, Demianus; Petrus, Jerizal
KURIOS Vol. 8 No. 2: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i2.538

Abstract

Perlindungan Anak merupakan suatu upaya berkelanjutan untuk membebaskan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi. Salah bentuk kekerasan terhadap anak yang sedang marak mengikuti perkembangan teknologi digital adalah kekerasan cyberbullying.  Komunitas gereja tidak dapat terlepas dari penggunaan teknologi digital yang berpotensi menyebabkan mereka menjadi korban maupun pelaku. Keberpihakan gereja dibutuhkan untuk melakukan penanganan yang terfokus, terarah dan memberikan solusi konstruktif dari hulu ke hilir. Penelitian ini https://ej.ejsst.com/ dilakukan untuk menjawab bagaimana GMIH baik secara kelembagaan maupun oleh para pengerja gereja, memahami dan menyikapi cyberbullying dan bagaimana model penanganan yang tepat terhadap kasus ini. Tujuan penelitian ini adalah a) Menganalisis strategi GMIH menangani kasus kekerasan cyberbullying terhadap anak baik sebagai pelaku maupun sebagai korban dan b) Mengumpulkan dan merekonstruksi model perlindungan anak yang tepat untuk menanganai kekerasan cyberbullying terhadap Anak di GMIH. Hasil penelitian menunjukan adanya penetrasi digital yang masif ditandai dengan tingkat kepemilikan dan penggunaan media social yang cukup signifikan, namun disisi lain pemahaman terhadap Perlindungan Anak termasuk cyberbullying belum komprehensif. Sikap-sikap di media sosial yang memenuhi unsur cyberbullying juga semakin marak dialami dan dilakukan. Penangananya pun masih seputar mendoakan, mengedukasi dan memfasilitasi sehingga dibutuhkan suatu konsep penanganan yang strategis, sistematis melibatkan semua sumber daya dan stakeholder gereja.  
Moderasi Beragama pada Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), Wilayah Pelayanan Tobelo Tiang, Desyane Silce; Nanuru, Ricardo Freedom; Petrus, Jerizal
KURIOS Vol. 9 No. 3: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i3.768

Abstract

This research aims to determine the extent to which religious moderation programmed by the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia since 2019 has a place in the life of the Evangelical Christian Church in Halmahera (GMIH) Tobelo Service Area. This research uses qualitative research methods, which emphasize phenomena and examine the substance of the meaning of these phenomena. This research found that ideally, religion should not be a source of conflict but rather a guide for society to live a pluralistic life; strengthening religious moderation is vital to building national culture and character; in the Indonesian context, moderate religion can be used as a cultural strategy to maintain an Indonesia that is peaceful, tolerant, and respects religion; the religious moderation program has not been well received and implemented by the church as a government partner, less popular among local churches like the Evangelical Christian Church in Halmahera (GMIH). In conclusion, local churches, such as GMIH, play an essential role in building religious moderation, cultivating it in a structured manner within its internal circles through work programs regulated from the synodal level to the congregations.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan sejauh mana moderasi beragama yang diprogramkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sejak tahun 2019 mendapat tempat dalam kehidupan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH), Wilayah Pelayanan Tobelo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang menekankan pada fenomena dan lebih meneliti ke substansi makna dari fenomena tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa, idealnya agama tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi pedoman bagi masyarakat tentang bagaimana hidup di tengah keberagaman; penguatan moderasi beragama menjadi penting sebagai upaya membangun kebudayaan dan karakter bangsa; dalam konteks ke-Indonesia-an, moderasi beragama dapat dijadikan sebagai strategi kebudayaan untuk merawat Indonesia yang damai, toleran, dan menghargai keragamaan; dan, program moderasi beragama belum secara baik diterima dan dilakukan oleh gereja sebagai mitra pemerintah, kurang bergaung di kalangan Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH). Kesimpulannya, gereja lokal, seperti GMIH, memegang peranan penting dalam membangun moderasi beragama, membudayakannya secara terstruktur di kalangan internalnya, melalui program kerja yang diatur dari tingkat sinodal sampai ke jemaat-jemaat.