Claim Missing Document
Check
Articles

Factors that Influence the Decrease in Age at Menarche: Literature Review Adyani, Kartika; Fannanah, Magfurotul; Realita, Friska
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 7 No 1 (2024): MAY
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v7i1.2645

Abstract

Menarche merupakan tahap perkembangan yang terjadi enam bulan setelah laju pertumbuhan maksimal atau pada pertengahan masa pubertas. Menarche merupakan tanda bahwa seorang wanita telah mencapai kematangan seksual dan fisik. Pada masa ini, seorang wanita juga akan mengalami perubahan lain, seperti panggul yang semakin lebar, vagina dan rahim yang membesar, serta lebih banyak rambut yang tumbuh di ketiak dan sekitar alat kelamin. Usia menarche di Indonesia sebesar 20,0% atau rata-rata 13 tahun. Menarche terjadi pada 37,5% anak Indonesia, dengan prevalensi 20,9%, dan terjadi pada rata-rata usia 13–14 tahun. Tujuan: mendapatkan informasi mengenai faktor apa saja yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan usia menarche pada remaja putri menurut penelitian-penelitian terbaru. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review. Penelurusan data yang digunakan untuk mencari literatur yaitu PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci remaja, menarche, usia menarche, status gizi, dan genetic. Data-data yang telah ditemukan kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dan metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Diskusi: Ada bebrapa faktor yang dapat mempengaruhi penurunan usia menarche. Faktor tersebut adalah status gizi, paparan media massa, pola gaya hidup, tingkat sosial ekonomi keluarga, faktor keturunan, dan konsumsi junk food. Hasil study literatur menunjukkan bahwa faktor yang paling kuat dalam penurunan usia menarche adalah status gizi. Anak dengan gizi yang baik cenderung akan mengalami menarche yang lebih awal dibandingkan dengan anak yang memiliki gizi yang buruk.
LITERATURE REVIEW PENGARUH EFIKASI DIRI, MONITORING ORANGTUA, PENGETAHUAN TERHADAP PENCEGAHAN HIV REMAJA: LITERATURE REVIEW: PENGARUH EFIKASI DIRI, MONITORING ORANGTUA, PENGETAHUAN TERHADAP PENCEGAHAN HIV REMAJA Noveri Aisyaroh; Kartika Adyani; Maya Nisa Rahmawati
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2.370

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Masa peralihan ketika remaja ingin mencoba sesuatu yang baru, seperti seks pranikah, yang akhirnya mengarah pada seks berisiko. Banyaknya kasus HIV/AIDS pada populasi remaja kita memerlukan peninjauan ulang terhadap pola perilaku seksual remaja karena HIV/AIDS pada kenyataannya lebih banyak menyebar melalui aktivitas seksual. Tujuan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian sesuai dengan studi literatur untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, monitoring orang tua, pengetahuan remaja terhadap pencegahan hiv pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan Literature Review, kriteria inklusi yaitu terbitan dalam 10 tahun terakhir buku yaitu tahun 2012-2022 dan untuk jurnal terbitan 5 tahun terakhir yaitu tahun 2017-2022, pencarian artikel menggunakan teknik snowballing. Dalam penelitian ini pengumpulan data dalam studi literatur ini menggunakan data based dalam mencari sumber literatur yaitu Google Scholar terdapat 4 artikel dan Pubmed terdapat 6 artikel. Berdasarkan literature review hasil penelitian diatas peneliti disimpulkan bahwa efikasi diri, pengawasan orang tua, dan pengetahuan remaja berperan penting dalam meningkatkan pencegahan penyakit HIV pada remaja.
Komunikasi Orangtua-Remaja tentang Kesehatan Reproduksi Seksual di LMICs: Systematic Review dan Meta-Analysis Aisyaroh, Noveri; Friska Realitab; Kartika Adyani
Optimal Midwife Journal Volume 2 No. 1 Juni 2025
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15875594

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan reproduksi seksual pada remaja seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan HIV/AIDS di negara berpenghasilan rendah dan menengah (Low and Middle-Income Country/LMICs) memiliki risiko lebih tinggi akibat kurangnya komunikasi orang tua-remaja tentang kesehatan reproduksi seksual. Systematic review dan meta-analysis bertujuan untuk menilai prevalensi komunikasi orang tua-remaja tentang kesehatan reproduksi seksual dan faktor yang mempengaruhi di LMICs. Metode: Penelusuran artikel melalui data base PubMed dan SCOPUS dalam 5 tahun terakhir (2020-2025), teridentifikasi 147 artikel penelitian dan 10 artikel yang memenuhi syarat untuk meta-analysis. Heterogenitas menggunakan uji Cochrane’s (Q test) dan I2 test. Sedangkan estimasi I bias menggunakan Egger’s test.  Hasil: meta analisis prevalensi komunikasi orang tua-remaja tentang kesehatan reproduksi seksual secara keseluruhan: 53,7% (95% CI: 48.2%-59.1%), dengan tingkat heterogenitas I2=89,4% (p<0,001), I2>75%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu, jenis kelamin orang tua (ibu), pengetahuan baik, sikap positif, dan persepsi pentingnya diskusi tentang kesehatan reproduksi seksual dengan komunikasi orang tua-remaja tentang kesehatan reproduksi seksual. Diskusi: Prevalensi komunikasi orang tua-remaja tentang kesehatan reproduksi seksual masih rendah di LMICs. Penting melakukan diskusi tentang kesehatan reproduksi seksual secara terbuka tanpa merasa tabu dan kendala budaya. Orang tua perlu memiliki ketrampilan komunikasi yang baik supaya dapat menyampaikan informasi dengan jelas dan remaja merasa nyaman selama berdiskusi.
Promosi Kesehatan Manajemen Kebersihan Menstruasi pada Remaja Putri di MI Attarbiyatul Islamiyah, Kudus, Jawa Tengah: Health Promotion, Menstrual Hygiene Management in young Women at MI Attarbiyatul Islamiyah, Kudus, Central Java Adyani, Kartika; Realita, Friska
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i1.10313

Abstract

Menarche, or the first menstruation, is a primary physiological change marking the onset of puberty in adolescent girls, characterized by vaginal bleeding. Proper menstrual hygiene management is essential to maintain reproductive health. Adolescents' knowledge and attitudes play a significant role in shaping personal hygiene behaviors during menstruation. However, most students at MI Attarbiyatul Islamiyah have not received direct education regarding menstrual hygiene management. This community service activity aimed to improve students' knowledge and skills related to menstrual preparation and appropriate hygiene practices. The intervention involved educational video presentations, practical demonstrations, interactive games, and question-and-answer sessions. The participants were 43 fifth-grade female students at MI Attarbiyatul Islamiyah. The results indicated an increase in students' knowledge and skills, including proper sanitary pad usage, sanitary pad disposal management, pain relief using warm compresses, and correct genital cleansing techniques.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Manajemen Kebersihan Menstruasi Remaja : Literature Review: Factors Affecting Adolescent Menstrual Hygiene Management Behavior : Literature Review Kartika Adyani; Noveri Aisyaroh; Anisa, Nungky
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2555

Abstract

Pendahuluan: Menstruasi Merupakan tanda pubertas yang terjadi pada wanita. Ketika mengabaikan kebersihan menstruasi dapat menimbulkan masalah Kesehatan reproduksi, dalam sebuah survey yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO), dampak dari MKM yang buruk dan kerap dihadapi Perempuan saat menstruasi adalah mengalami keputihan sebanyak 19%, Gatal pada area genital sebanyak 25%, dan rasa tidak nyaman selama menstruasi 35%. Tujuan: Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kebersihan menstruasi remaja putri. Metode: Metode yang digunakan dalam artikel ini berupa Literature Review. Peneliti mencari beberapa literatur internasional dan nasional menggunakan database Google Scholar dan pubmed dengan kata kunci manajemen kebersihan menstruasi, remaja perempuan, pengetahuan. Hasil: Dari artikel yang telah direview, faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kebersihan menstruasi dikelompokkan menjadi 3 faktor yaitu faktor personal remaja, faktor lingkungan, faktor sosial. Kesimpulan: Dari hasil literature review dapat diketahui bahwa faktor yang menyebabkan pengelolaan manajemen kebersihan menstruasi adalah adanya hubungan antara pengetahuan, orang-orang di sekeliling, dukungan dari teman dan keluarga, peran tenaga Kesehatan serta sarana prasarana sebagai peran utama dalam mengelola manajemen kebersihan menstruasi.
SADARI Sebagai Skrining Kanker Payudara : Literature Review: BSE as Breast Cancer Screening : Literature Review Kartika Adyani; Friska Realita; Anisa Alya Maulidina
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2638

Abstract

Latar Belakang: Wanita di Indonesia masih memiliki tingkat kesadaran rendah dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI yang disebabkan oleh kurangnya kepekaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan payudara. Sebuah survei dari Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 8-9% wanita menderita kanker payudara. Tujuan: Studi Literature (Literature review) ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan SADARI sebagai skrining serta deteksi dini kanker payudara pada perempuan. Metode: Artikel ini menggunakan metode Literature Review berdasarkan artikel penelitian terbaru yang terbit pada tahun 2017 sampai dengan 2021. Jumlah artikel yang direview dalam literature review ini adalah 10 artikel. Sumber data berbasis online yang digunakan berasal dari Indonesia dan negara lain yang menggunakan bahasa Inggris seperti PubMed dan Google Schoolar. Hasil: Berdasarkan 10 artikel yang dianalisis, didapatkan hasil bahwa responden yang memiliki pengetahuan dan sikap yang baik akan melakukan SADARI dengan baik dan benar dalam skrining kanker payudara. Faktor dan intervensi dari pelaku SADARI umumnya disebabkan oleh usia, pekerjaan, dan kegiatan mereka sehari-hari. Faktor dan intervensi yang paling berpengaruh adalah lingkungan yang mendukung dan pengetahuan lebih dalam mengenai kanker payudara. Kesimpulan: Dapat disimpulkan yaitu terdapat perubahan tingkat pengetahuan serta sikap sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terhadap aplikasi SADARI sebagai usaha deteksi awal kanker payudara yang terjadi pada wanita.
Personal Hygine Remaja Saat Menstruasi : Literature Review: Adolescent Personal Hygiene During Menstruation : Literature Review Kartika Adyani; Arum Meiranny; Aine Afrilani Ersa Muthahar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2983

Abstract

Latar belakang: Perilaku dan pengetahuan personal hygiene menstruasi pada remaja masih kurang. Hal tersebut sangat penting diketahui bagi remaja menimbang resiko yang bakal terjadi nantinya. Kebersihan menstruasi yang kurang dijaga akan menimbulkan masalah salah satu penyebab utama infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, dan telah dikaitkan dengan risiko infeksi HIV, kanker serviks, dan hasil kehamilan yang buruk serta untuk dampak sosialnya dijauhi teman-tamnya karna bau amis, percaya diri yang berkurang, menghambat aktivitas sehari-hari. Metode: Metode yang digunakan dalam pembuatan literatur review ini yaitu dengan metode narative literatur review. Pencarian referensi melalui google scholar, pubmed, publish or perish dan sinta dengan kata kunci personal hygine, remaja,”adolescent” dan menstruasi, ”menstruation” dan menejemen kesehatan mensrtuasi (MKM) “menstrual hyigiene management (MHM)”, artikel yang diambil yaitu penelitian asli yang dilakukan langsung oleh peneliti dengan rentang waktu publikasi 2011-2021, artikel yang memberikan informasi mengenai personal Hygine, dan tidak mengambil artikel dibawah tahun 2011. Tujuan: Dibuatnya literatur review ini untuk mengetahui gambaran personal hygiene remaja saat menstruasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuanya. Kesimpulan: Kebersihan atau personal hygiene menstruasi pada remaja masih kurang baik sehingga diperlukanya informasi yang benar sehingga remaja dapat melakukan personal hygiene saat menstruasi dengan baik. Beberapa sumber informasi yang dapat memberikan informasi mengenai personal hygiene pada remaja yaitu orang tua, guru, tenaga kesehatan, dan media masa.
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 terhadap Tingkat Kecemasan pada Lansia: Relationship Level of Knowledge about Covid-19 on Anxiety Level in the Elderly Friska Realita; Kartika Adyani; Vicky Nadya Azza Paramita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.3085

Abstract

Latar Belakang: Virus Corona adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Covid-19 memberikan dampak psikologis bagi lansia, salah satunya adalah kecemasan. Kurangnya pengetahuan lansia menyebabkan kecemasan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang Covid-19, untuk mengetahui tingkat kecemasan lansia, dan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan lansia tentang Covid-19 dengan tingkat kecemasan pada lansia di Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai media pengumpulan data dan data dianalisis secara univariat dan bivariate. Bentuk penelitian ini adalah kuantitatif dengan cross sectional. Kesimpulan: hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan lansia dalam kategori baik adalah 33 orang (100,0%), tingkat kecemasan pada kategori tidak cemas adalah 23 orang g (69,7%) skor < 7, hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dan tingkat kecemasan mendapatkan p-value > 0,05 (p=395) maka H0 diterima, sehingga tidak ada korelasi atau tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan: lansia yang memiliki tingkat pengetahuan baik dengan tingkat kecemasan tidak memiliki kecemasan dan tidak ada hubungan atau tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat kecemasan pada lansia.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Mental pada Ibu Selama Kehamilan : Literature Review: Influencing Factors Mental Health in Mothers During Pregnancy : Literature Review Kartika Adyani; Alfiah Rahmawati; Pebrianti, Amelia
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3388

Abstract

Latar belakang: Kehamilan merupakan suatu proses dalam kehidupan seorang wanita yang menyebabkan beberapa perubahan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor fisik, faktor psikologis dan faktor sosial, budaya dan ekonomi. Faktor psikologis dapat mengakibatkan perubahan bagi kondisi kesehatan mental dalam kehamilan. Hal yang cukup berbahaya ialah ibu hamil berisiko rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental pada ibu selama kehamilan. Metode: Literature Review ini dimulai dengan mengidentifikasi jurnal artikel yang relevan dengan kata kunci (husband support, mental health, pregnancy). Penelusuran artikel menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris melalui data base seperti google scholar dan pubmed, yang dibatasi hanya terbitan 2018-2022. Artikel yang digunakan dalam penyusunan yaitu artikel nasional dan internasional berjumlah 18 artikel, yaitu 12 artikel nasional dan 6 artikel internasional, yang kemudian dianalis lengkap. Hasil: Hasil penyaringan artikel menemukan didapatkan bahwa terdapat 6 faktor yang memengaruhi kesehatan mental selama kehamilan, antara lain faktor dukungan suami, pandemi, usia, paritas, pendidikan dan dukungan sosial. Kesimpulan: Terjadinya gangguan kesehatan mental pada ibu selama kehamilan merupakan sebuah ancaman yang serius. Sehingga kita harus memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tersebut. Dari hasil analisis didapatkan bahwa dukungan suami menjadi faktor terbesar yang paling memengaruhi, dibandingkan dengan faktor pandemi, usia, paritas, pendidikan dan dukungan sosial dapat memengaruhi kesehatan mental ibu selama kehamilan. Hal ini diharapkan dapat diperhatikan baik oleh bidan sebagai tenaga kesehatan maupun pemerintah, dan diperbaiki dikemudian hari untuk meningkatkan kondisi psikologis ibu agar kehamilanpun dapat dilalui dengan baik oleh setiap ibu hamil.
Persepsi mahasiswa tentang pernikahan dini (studi deskriptif di 4 program studi Universitas Islam Sultan Agung Semarang) Pranandia, Salsabila Lintang; Aisyaroh, Noveri; Adyani, Kartika
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tingginya pernikahan dini berdampak pada kesehatan ibu dan anak, persepsi yang baik tentang kesehatan reproduksi bisa mencegah terjadinya pernikahan dini, persepsi remaja masih belum baik tentang pernikahan dini. Tujuan penelitian: Menganalisis persepsi mahasiswa tentang pernikahan dini di 4 program studi Universitas Islam Sultan Agung semarang. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan metode cross sectional. Jumlah sampel 84 responden yang diambil secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode kuesioner. Instrumen menggunakan kuesioner persepsi tentang pernikahan dini. Data dianalisis dengan menggunakan uji univariat. Hasil: persepsi kognitif paham sebanyak 78 responden (92,9%), persepsi afektif tidak mendukung sebanyak 61 responden (72,6%), persepsi konatif baik sebanyak 72 responden (85,7%) Simpulan: remaja sudah memiliki persepsi kognitif, afekif , dan konatif yang baik tentang pernikahan dini, namun sebagian persepsi masih belum cukup baik tentang pernikahan dini. Disarankan remaja untuk melakukan kegiatan positif yaitu dengan mendalami minat dan bakat serta norma agama.