Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Life Science and Technology

Isolasi Bakteri Vibrio Sp. Resisten Antibiotik Pada Sampel Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Dari Pasar Seketeng Reni Nur Aziza; Riri Rimbun Anggih Chaidir
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 2 No 1 (2024): BIOMARAS : Vol 2, No 1 Februari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya udang vaname Indonesia berkembang pesat dan memiliki peminat yang luas baik pasa nasional maupun internasional. Hingga saat ini udang vaname masih menjadi produk perikanan unggulan di bidang ekspor. Akan tetepi untuk meningkatkan produksi udang, sering kali dalam pemeliharaan udang vaname terserang berbagai macam penyakit. Vibriosis penyakit disebabkan oleh bakteri genus Vibrio yang menyerang larva, post larva dan juvenile dan menyebabkan kematian hingga 100%. Untuk mengatasinya pembudidaya sering kali menggunakan antibiotik untuk mengendalikan penyakit oleh bakteri patogen.  Pada dasarnya penggunaan antibiotik telah dilarang karena dapat menyebabkan sifat resistensi pada bakteri patogen dan dapat meningkatkan kadar residu antibiotik pada tubuh udang. Hal tersebut berdampak pada kualitas, produktivitas dan dapat menyebabkan penolakan ekspor serta resiko kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri Vibrio sp. resisten antibiotik pada udang vaname yang diperjaulbelikan di Pasar Seketeng. Penelitian ini diawali dengan mengisolasi bakteri Vibrio dari udang vaname, dilanjutkan dengan karakterisasi morfologi dan fisiologi serta uji resistensi Vibrio terhadap antibiotik. Hasil isolasi bakteri Vibrio dari udang vaname diperoleh 2 isolat yaitu VK (Vibrio pada TCBS dengan warna kuning) dan VH (Vibrio pada TCBS dengan warna hijau) dengan karakteristik morfologi berbentuk bulat, elevasi cembung, tepian licin dan karakteristik fisiologi isolat yaitu gram negatif dan katalase positif. Hasil uji resistensi isolat VH resisten terhadap kloramfenikol, tetrasiklin dan ampisilin pada konsentrasi 10 µg/mL sedangkan isolat VK resisten terhadap tetrasiklin dan ampisilin pada konsentrasi 10 µg/mL
Pengaruh Penambahan Isolat Bakteri Asam Laktat Dari VCO Terhadap Rendemen Minyak Yunita Dhea Kusumawardani; Riri Rimbun Anggih Chaidir
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 1 No 1 (2023): BIOMARAS (Vol.1, No.1 Agustus 2023)
Publisher : BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah hasil olahan daging buah kelapa yang memiliki banyak manfaat. VCO dibuat dengan alami tanpa adanya proses pemanasan sehingga kandungan di dalamnya tetap terjaga. VCO memiliki warna yang bening hingga kuning pucat, dengan aroma dan rasa khas kelapa serta tekstur yang mudah menyerap di kulit. Pembuatan VCO dengan metode fermentasi diketahui dapat meningkatkan nilai rendemen VCO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan starter isolat BAL dari VCO terhadap rendemen minyak yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan tiga perlakuan dan satu kontrol negatif (tanpa penambahan BAL) dengan tiga ulangan menggunakan metode kombinasi fermentasi dan chilling and thawing kemudian minyak yang dihasilkan diamati karakteristiknya dan dihitung bobotnya untuk mengetahui nilai rendemen minyak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, didapatkan bahwa VCO yang dihasilkan dengan penambahan 2% BAL sebagai starter telah memenuhi persyaratan SNI 7381:2008 yaitu, VCO yang baik akan menghasilkan warna bening hingga kuning pucat, aroma khas kelapa dan tidak tengik, tekstur yang encer hampir seperti air, serta memiliki rasa khas minyak kelapa. Kemudian VCO dengan penambahan starter BAL mampu meningkatkan nilai rendemen minyak yang dihasilkan dengan nilai rendemen tertinggi ditunjukkan pada perlakuan BAL 3.VCO yaitu sebesar 44,35%.
Pengaruh Pemberian Probiotik Terhadap Kualitas Fisika dan Mikrobiologi Air Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di PT. Caridea Jaya Lestari Kabupaten Sumbawa : - -, Asmiyanti; Rimbun Anggih Chaidir, Riri; Sherly Feliayana Elisabeth Huka; Pardiyono
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 2 No 2: BIOMARAS : Vol 2, No 2 Agustus 2024
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Tenggara Barat menduduki peringkat kedua sebagai pemasok udang terbesar setelah Jawa Barat. Produksi udang terus meningkat setiap tahunnya. Jenis udang yang paling banyak dibudidayakan adalah udang vaname. Dalam budidaya udang, faktor yang sangat penting adalah kualitas dan mikrobiologi air. Buruknya kualitas air dapat menyebabkan terganggunya kelangsungan hidup udang. Salah satu perlakuan yang dapat dilakukan adalah pemberian probiotik. Dosis yang digunakan umumnya 5 mg/L. Pemberian probiotik dapat membantu menjaga kestabilan air kolam. Di PT. Caridea Jaya Lestari, pemberian probiotik rutin dilakukan dua hari sekali. Kegiatan yang dilakukan adalah pengecekan kualitas air menggunakan alat YSI parameter sedangkan pengecekan mikrobiologi air menggunakan metode penghitungan koloni vibrio sp pada media TCBS. Adapun parameter yang diukur adalah salinitas, suhu, pH dan oksigen terlarut. Parameter suhu selama penelitian berkisar pada angka 26-29° C, salinitas berkisar antara 36-42 ppt, rata-rata nilai pH yaitu 7,9-8,4 serta oksigen terlarut berkisar antara 5,4-6,3 ppm. Parameter suhu, pH dan oksigen terlarut berada pada kisaran standar. Sedangkan salinitas melebihi standar bakumutu. Hal tersebut diduga karena cuaca panas selama pengamatan yang menyebabkan penguapan sehingga salinitas ikut meningkat. Selain itu, untuk kualitas mikrobiologi air kisaran Vibrio mulai dari minggu pertama sampai minggu keempat adalah 4,8 × 102 CFU/ml hingga TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung). TBUD diduga disebabkan karena tidak dilakukannya pergantian air pada kolam sehingga limbah organik menumpuk di dasar kolam. Adapun batas maksimum Vibrio sp pada kolam budidaya adalah 104 CFU/ml. Penggunaan probiotik mampu menjaga kestabilan parameter air dan meminimalisir pertumbuhan vibrio.