Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Financial Health and Financial Distress: The Moderating Role of Firm Size in Islamic Banks (2021–2023) Adilah, Isna Putri; Maesarach, R. Melda
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 14 No. 2 (2025): October
Publisher : Department of Sharia Economics Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/iqtishoduna.v14i2.3442

Abstract

The purpose of this study is to use the Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital (RGEC) technique to examine the financial health of Indonesian Islamic commercial banks from 2021 to 2023. Firm size is used as a moderating variable for financial distress. Using secondary data from Islamic commercial banks' annual financial reports, the investigation looked at the correlations between the variables using moderation regression methods. The findings indicate that while the Operational Cost to Operational Income Ratio (CIR) has a large favorable impact on financial hardship, the Capital Adequacy Ratio (CAR) has a considerable negative impact. However, as their values are below the table, Non-Performing Financing (NPF), Good Corporate Governance (GCG), Financing to Deposit Ratio (FDR), and Return on Assets (ROA) have no discernible impact. The association between financial hardship and NPF, GCG, and ROA is moderated by firm size, but not by other factors. The model well describes the variability of financial hardship, as evidenced by the determination coefficient of 91.6%. This study highlights the importance of firm size in mitigating financial distress and offers insights for regulators and bank management to enhance financial performance and reduce financial distress risks.
PENDIDIKAN MITIGASI KEBENCANAAN PADA MASYARAKAT MENTENG Nurlaelah; Trijeti; Maesarach, R. Melda; Khair, Otti Ilham
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): JP2N: Januari - April 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/0f8mje03

Abstract

Mitigasi merupakan rangkaian langkah-langkah untuk mengurangi risiko bencana, yang mencakup pembangunan fisik serta upaya penyuluhan dan peningkatan keterampilan dalam menghadapi bencana. Tujuannya adalah mengurangi kerugian di masa depan, termasuk risiko kematian, cedera, dan kerugian ekonomi. Pendidikan tentang mitigasi bencana gempa bumi penting, terutama di daerah padat penduduk seperti RW 09 Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Masyarakat perlu mengembangkan kemampuan untuk sensitivitas adaptasi bencana.  Kata Kunci: Adaptasi. Bencana, Masyarakat kota
Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga Berbasis Syariah pada Guru-Guru dan Orang Tua Murid PAUD KB KASUARI, Bogor Jawa Barat Nurlaelah; R Melda Maesarach; Susi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4906

Abstract

Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga Berbasis Syariah yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Pamulang di PAUD KB Kasuari, Bogor, bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah bagi 3 guru dan 40 orang tua murid yang rentan terhadap pinjaman online ilegal. Kegiatan dilaksanakan secara terstruktur melalui survei kebutuhan, penyusunan modul, ceramah prinsip keuangan syariah, serta workshop interaktif pencatatan keuangan halal dan akad syariah. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 4,7 dari 5, peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan bebas riba hingga 85%, penurunan kasus pinjol sebesar 60% dalam tiga bulan, serta terbentuknya kelompok arisan syariah mandiri yang mendukung kemandirian finansial berkelanjutan
Analisis Penerapan Sharia Governance pada Asuransi Syariah di Indonesia (Studi pada Asuransi Takaful Umum dan Asuransi Takaful Keluarga) Tamma, Fajri Azka; Maesarach, R. Melda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6277

Abstract

Industri asuransi syariah di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keuangan berbasis prinsip Islam. Meskipun demikian, perkembangan tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap produk asuransi syariah serta kebutuhan akan penguatan tata kelola agar seluruh aktivitas operasional tetap selaras dengan prinsip syariah. Di sisi lain, kajian empiris yang mengulas penerapan Sharia Governance secara praktis masih relatif terbatas, khususnya yang menyoroti peran strategis Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam memastikan kepatuhan syariah perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Sharia Governance, mengkaji peran DPS, serta mengidentifikasi tantangan implementasinya pada PT Asuransi Takaful Umum dan PT Asuransi Takaful Keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling dengan melibatkan empat informan kunci, yaitu Manajer Risk & Compliance dan anggota DPS dari masing-masing perusahaan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur serta studi dokumentasi berupa laporan keuangan yang telah diaudit tahun 2024. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan validitas data dijaga melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Sharia Governance yang mencakup transparansi, akuntabilitas, independensi, tanggung jawab, dan keadilan telah diterapkan secara relatif konsisten. Implementasi tersebut tercermin dalam keterbukaan akad, pemisahan dana tabarru’, proses evaluasi produk, serta independensi pengawasan syariah. Namun demikian, penguatan integrasi aspek tanggung jawab sosial dalam kerangka Sharia Governance masih diperlukan agar penerapannya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.