Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendampingan Kampanye Sekolah Sehat pada Guru dan Siswa di Lingkungan Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Bandung: Healthy School Campaign Assistance to Teachers and Students in Elementary School, Bandung Regency Alfin, Riandi; Widianti, Anggriyana Tri; Gartika, Nina; Fauziah S, Alifah; Maulana, Ridwan
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.8643

Abstract

School is a formal institution, where students receive education and lessons given by teachers. In advancing national development, children invest in development in the field of labor and heirs of the country in the future, so guidance for children needs to start early. In this regard, the fields of education and health play a major role because schools are organisationally under the Ministry of National Education, while the Ministry of Health is functionally responsible for the health of students. The Ministry of Education and Culture launched the Healthy School Campaign (KSS) with the theme ‘Healthy School’ by focusing on 3 Health, namely (1) Healthy Nutrition, (2) Healthy Physical, and (3) Healthy Immunisation. The purpose of this community service is to assist the Healthy School Campaign for teachers and students at SDN, Bandung Regency. The method used is action review. The main targets of this community service activity are 25 teachers and 75 students in grades 3, 4, and 5. The results obtained are programs that support healthy school campaigns, namely in the aspects of healthy nutrition, physical health, and healthy immunization. As for after being given health education, there is an increase in the number of students who have very good knowledge (65.3) and students who have good behavior (97.4). Education about PHBS needs to be prioritised in curricular and extracurricular activities, by actively involving students in hygiene and health activities.
Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Keperawatan terhadap Pemberian Asuhan Keperawatan Paliatif Widianti, Anggriyana Tri; Nasilah, Ita; Dewi, Inggriane Puspita; Apriani, Nuni
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18030

Abstract

ABSTRACT Death is one of the most intense emotional events experienced by anyone, including those in palliative conditions. There is an opinion that providing nursing care to patients who are at the end of life may be a challenge for nurses and nursing students, especially at their first encounter with a patient with palliative conditions. Students' knowledge and attitudes in handling palliative care are important to have. This study aims to identify the knowledge and attitudes of nursing students in managing palliative nursing care. The research method used is quantitative descriptive. The population of nursing students who carried out clinical learning practices using Proportionate stratified random sampling technique amounted to 61 respondents. The instrument used is the Frommelt Attitude Toward Care of Dying Patients Scale (FATCOD-C) to evaluate students' attitudes towards palliative care for patients and families and to evaluate knowledge of The Palliative Care Knowledge Questionnaire-Basic (PCKQ-B). The research results showed a sufficient level of knowledge (57.4%) and a positive attitude (50.8%). It is important for educational institutions to develop palliative nursing subjects in the core curriculum so as to facilitate students in managing palliative patients in clinical learning. Keywords: Attitude, Knowledge, Nursing Care, Palliative  Abstrak Kematian merupakan salah satu peristiwa emosional paling intens yang dialami siapa pun termasuk pada kondisi paliatif. Ada pendapat bahwa pemberian asuhan keperawatan pada pasien yang berada di akhir hayatnya mungkin bisa dilakukan tantangan bagi perawat dan mahasiswa keperawatan, terutama pada pertemuan pertama mereka dengan kondisi pasien dengan paliatif. Pengetahuan dan sikap mahasiswa dalam penanganan perawatan paliatif penting untuk dimiliki.  Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan dalam pengelolaan asuhan keperawatan paliatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif. Populasi mahasiswa keperawatan yang melaksanakan praktik pembelajaran klinik dengan teknik sampel Proportionate stratified random sampling berjumlah sebanyak 61 responden. Instumen yang digunakan Frommelt Attitude Toward Care of Dying Patients Scale (FATCOD‐C) untuk mengevaluasi sikap mahasiswa dalam perawatan paliatif pada pasien dan keluarga dan untuk mengevaluasi pengetahuan The Palliative Care Knowledge Questionnaire-Basic (PCKQ-B). Penelitian menunjukan tingkat pengetahuan cukup (57.4%) dan sikap positif (50.8%). Cukupnya pengetahuan dan positifnya sikap terhadap perawatan paliatif, penting bagi institusi Pendidikan dalam mengembangkan mata ajar keperawatan palitif dalam kurikulum inti sehingga memfasilitasi mahasiswa dalam pengelolaan pasien paliatif pada pembelajaran klinik. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Paliatif, Pengetahuan, Sikap
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Caregiver Penderita Skizofrenia Di Klinik Rahmawati, Ratna Eka; Jodin, Sajodin; Widianti, Anggriyana Tri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.018 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i1.93

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit kronis berupa gangguan mental yang ditandai dengan gangguan dalam proses pemikiran dan mempengaruhi perilaku. Hal tersebut membuat orang dengan skizofrenia menggantungkan kehidupannya pada orang lain. Tanggung jawab ini akan menimbulkan tekanan dan beban tersendiri bagi caregivernya karena merawat penderita psikotik bukanlah hal yang mudah. Stres yang dirasakan caregiver merupakan tantangan bagi caregiver untuk mengkondisikan kekuatan yang ada pada diri mereka melalui resiliensi untuk mengurangi tekanan dibutuhkan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi caregiver penderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional, Teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling, menggunakan purposive sampling. Responden merupakan caregiver penderita skizofrenia di Klinik sebanyak 101 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan Dukungan Sosial dan Resilience Scale (RS). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi caregiver penderita skizofrenia di Klinik Utama Kesehatan Jiwa Nur Ilahi Bandung. Hubungan antara dukungan sosial terhadap resiliensi caregiver (r = -0,255, p-value = 0.010). Hasil dari penelitian ini menunjukan besarnya peran dukungan sosial terhadap resiliensi caregiver penderita skizofrenia. Disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya kesehatan jiwa untuk memberikan penyuluhan kepada caregiver pentingnya mendapatkan dukungan sosial.
PENGARUH SUPPORTIVE EDUCATIVE TERHADAP SELF CARE PASIEN HIPERTENSI PADA SALAH SATU PUSKESMAS DI BANDUNG Lukmawati, Endang; Wilandika, Angga; Widianti, Anggriyana Tri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.636 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i2.124

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang mengalami peningkatan kejadian penyakit. Hipertensi salah satu penyakit kronis yang membutuhkan self care (perawatan diri) hal ini karena pasien hipertensi sering mengkonsumsi makanan yang berlemak dan garam berlebihan dengan adanya self care pasien mampu untuk mendeteksi, mengelola gejala dan perubahan gaya hidup yang terkait dengan hipertensi apabila penderita hipertensi tidak melakukan self care maka akan memperparah hipertensi dan menimbulkan komplikasi. Supportive educative (dukungan pendidikan) sangat dibutuhkan karena untuk meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supportive educative terhadap self care pada pasien hipertensi di RW 10 Kelurahan Malabar Wilayah Kerja Puskesmas Talagabodas. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain pre eksperimental (one group pretest-posttest). Sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini yaitu lansia yang menderita hipertensi sebanyak 10 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Self Care Management. Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis inferensial dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self care sebelum dan sesudah diberikan intervensi supportive educative (p-value 0,001; α = 0,005) dengan skor mean 42,90 lebih rendah dibandingkan dengan sesudah diberikan intervensi sebesar 56,70. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi petugas kesehatan untuk melakukan intervensi keperawatan dalam meningkatkan self care melalui intervensi supportive educative. Dimana dengan supportive educative ini bisa meningkatkan self care pada pasien hipertensi dalam aspek manajemen berat badan, makan rendah garam, aktivitas fisik, manajemen stres, membatasi alkohol, membatasi merokok, dan penggunaan terapi.
Play-Based Psychoeducation to Enhance Emotional Literacy Among Migrant Children in Malaysia Rahmayanti, Ristina Putri; Wilandika, Angga; Widianti, Anggriyana Tri
Journal of Public Health Sciences Vol. 4 No. 03 (2025): Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001503

Abstract

Emotional literacy is critical for children’s psychosocial well-being and particularly challenging among migrant children facing displacement and cultural stressors. This pre-experimental study evaluated the immediate changes of a play-based psychoeducation program on emotional literacy among 30 Indonesian migrant children aged 9–15 years in Malaysia. Using a one-group pretest–posttest design, participants completed the validated Emotional Literacy Questionnaire before and after intervention. Wilcoxon signed-rank tests showed a significant improvement in total emotional literacy scores from 11.53 ± 0.54 to 13.30 ± 0.49 (p = 0.009, r = 0.47). Children improved in recognizing emotions, applying emotional knowledge to case studies, and employing adaptive regulation strategies. The findings provide preliminary evidence suggesting that culturally congruent, play-based psychoeducation may support improvements in emotional competence among migrant children. Nursing professionals can incorporate such interventions to promote psychosocial adaptation in school and community settings.
Intervensi Multifaset dalam Peningkatan Kepatuhan Menjalani Program Pengobatan Pasien Hemodialisa Widianti, Anggriyana Tri; Irawati, Diana; Anggraini, Dewi; Ukim, Ukim; Wilandika, Angga; Dewi, Inggriane Puspita
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.18031

Abstract

ABSTRACT Hemodialysis is one of the common treatments performed by patients with CKD in Indonesia. The physical consequences of hemodialysis can affect the patient's psychology which ultimately results in non-compliance with the hemodialysis treatment program. This requires management to improve patient adherence to the hemodialysis program, namely multifaceted interventions in the form of education and cognitive behavioral therapy. This study aims to apply and prove a Multifaceted Intervention in increasing adherence of hemodialysis patients. This study was carried out on 12 hemodialysis patients intervention group and 12 patient control group. The level of adherence was measured using The End-Stage Renal Disease Adherence Questionnaire. A multifaceted intervention was provided over 3 weeks. The results of the application of EBN obtained an average pre-intervention score of 792 with a standard deviation of 126, a post-intervention score of 846 with a standard deviation of 127. Intradialytic weight gain pre-intervention 5.96 decreased to 5.39 in post-intervention, the p value of compliance was 0.002 and the p value of IDWG was 0.009. Every nursing action must be based on existing evidence so that it can improve the quality of nursing services, so it is suggested that multifaceted interventions can be used as non-pharmacological interventions for nurses to help increase adherence and reduce IDWG in hemodialysis patients. Keywords: Adherence, Cognitive Behavioral Therapy, Hemodialysis, Multifaset Intervention, Intradialytic Wight Gain.  ABSTRAK  Hemodialisis menjadi salah satu penatalaksanaan yang umum dilakukan oleh pasien dengan penyakit ginjal kronis di Indonesia. Konsekuensi fisik akibat hemodialisis ini dapat mempengaruhi  psikologis pasien yang akhirnya berdampak pada ketidakpatuhan terhadap program pengobatan hemodialisis. Hal tersebut membutuhkan manajemen dalam peningkatan kepatuhan pasien terhadap program hemodialisis yaitu intervensi multifaset berupa edukasi dan cognitive behavioral therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Intervensi Multifaset dalam kepatuhan pasien hemodialisis dan intradialytic wight gain (IDWG). Penelitian menggunakan desain quasi experiment terhadap 12 orang intervensi dan 12 kontrol pasien hemodialisis. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan The End-Stage Renal Disease Adherence Questionnaire  . Intervensi multifaset diberikan selama 3 minggu. Hasil didapatkan rerata skor pre intervensi (Mean ± SD) 792±126, skor post intervensi (Mean ± SD) 846±127. Intradialytic wight gain (IDWG) pre intervensi 5,96 turun menjadi 5,39 pada post intervensi, dengan uji Wilcoxon p value IDWG  yaitu 0,009 dan uji T-Test p value kepatuhan yaitu 0,002 dan Intervensi multifacet terbuti menurunkan IDWG dan meningkatkan kepatuhan  pada pasien yang menjalani HD Kata Kunci: Cognitive Behavioral Therapy, Hemodialisis, Intervensi Multifaset, Kepatuhan, Intradialytic Wight Gain.
Mindfullness Spiritual Islami untuk Meningkatkan Kesejahteraan Spiritual Lansia dengan Hipertensi Gartika, Nina; Widianti, Anggriyana Tri; Dewi, Inggriane Puspita; Wulandari , Silfia Ajeng
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/qn960z55

Abstract

This study aimed to determine the effect of an Islamic spiritual mindfulness intervention on the spiritual well-being of older adults with hypertension. The method used was a pre-experimental, one-group, pre- and post-test design without a control group. The results showed that the majority of respondents were aged 69–73 years (53.3%), almost all were female (93.3%), most had a primary school education (53.3%), were widowed (53.3%), and nearly all were unemployed (housewives) (86.7%). Most respondents' spiritual well-being before the intervention (60%) was in the low category, and after the intervention, most (66.7%) were in the high category. Statistical tests showed a significant effect of the Islamic spiritual mindfulness intervention on spiritual well-being among older adults. In conclusion, 15 minutes of Islamic spiritual mindfulness can be implemented as part of an independent nursing intervention to improve the spiritual well-being of older adults with hypertension.   Keywords: Hypertension, Spiritual Well-being, Elderly, Islamic Spiritual Mindfulness