Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peran Pancasila dalam Membentuk Karakter Anti-Korupsi di Kalangan Generasi Muda Fajri Hermawan, Maulana; putri aini, aisyahila; Slam, Zaenul
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18680

Abstract

Salah satu hambatan yang paling signifikan dan mendalam dalam upaya membentuk karakter serta moralitas masyarakat Indonesia adalah korupsi. Perilaku korup ini tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi, tetapi juga merusak fondasi moral bangsa, mengganggu prinsip-prinsip keadilan sosial yang seharusnya menjadi pilar masyarakat, dan menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah. Dari sekian banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa penanganan dan upaya pemberantsan korupsi yang dilakukan Lembaga negara masih belum maksimal. Meskipun pemerintah sudah membentuk Lembaga khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan melakukan berbagai macam upaya lainnya, namun realitanya tindak korupsi ini masih merajalela di Indonesia. Melalui metode pendekatan kualitatif, Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada Masyarakat, terutama pada kalangan pemuda tentang pentingnya membangun nilai-nilai Pancasila dalam diri untuk membentuk karakter anti-korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain dengan upaya penegakan hukum, masyarakat Indonesia terutama Generasi muda sebagai pewaris bangsa di masa depan, juga memerlukan pendidikan karakter yang mendalam berbasis Pancasila agar mereka dapat berkembang menjadi individu yang jujur dalam setiap aspek, bertanggung jawab atas pilihan hidupnya, dan memiliki rasa nasionalisme yang tingi, sehingga terciptanya pribadi yang berkarakter anti-korupsi.
MOSAIK KESEHATAN MENTAL:PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA UNTUK KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS GENERASI Z Lukluk Zakiya, Lukluk18; Sidqi Husaini, Fadlan; Febriyawan, Satria; Slam, Zaenul
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18681

Abstract

2. Kesehatan mental pada Generasi Z semakin mendapat perhatian karena kelompok ini menghadapi tekanan akademik yang tinggi, penggunaan media sosial yang intens, serta dinamika sosial yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kondisi psikologis Generasi Z sekaligus mengidentifikasi bentuk dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan mental mereka. Metode yang digunakan berupa telaah pustaka dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, laporan survei, dan penelitian terkait perkembangan remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan, stres, dan gejala depresi sering muncul akibat perbandingan sosial di dunia digital, tuntutan pendidikan, kurangnya komunikasi dalam keluarga, dan minimnya pemahaman tentang kesehatan mental. Penelitian ini juga menemukan bahwa langkah preventif seperti edukasi kesehatan mental, penguatan hubungan sosial, dan peningkatan kemampuan mengelola emosi berperan penting dalam menurunkan risiko gangguan mental. Temuan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental Generasi Z.
Revitalisasi Pendidikan Pancasila: Upaya Membentuk Karakter Generasi Z yang Beretika dan Berintegritas Syifa, Nazila Aufa; Dani, Ammar; Keisya, Al ikhsan; Slam, Zaenul
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1732

Abstract

This study aims to reaffirm and revitalize the values of Pancasila that have gradually declined in the modern era. Generation Z in order to build a character that has integrity and as a strong foundation for the values of Pancasila in the context of globalization. This article describes the role, implementation, and actualization of the values contained in each element of Pancasila to increase the spirit of development and advance the nation, strengthen resilience to the impacts of globalization and digital flows, and encourage active involvement in national development and produce a generation that thinks critically with the moral foundation of Pancasila. This study adopts a qualitative This study applies a literature review approach by gathering data and utilizing references from credible previous studies, including sources such as books, academic journals, newspapers, and magazines. The collected information is then analyzed and presented in a descriptive manner. Revitalizing Pancasila education is very important for dealing with the challenges that globalization and digital changes bring to Generation Z. Pancasila values should be used more as rules for good behavior and moral choices in everyday life. Pancasila education can also help create a Generation Z that has clear goals, strong ethics, and deep awareness of social issues.
Deep Learning: A Greeting and Question Model to Improve Students' Communication and Critical Thinking SkillS Slam, Zaenul; Sultoni, Agung; Amalia, Shopia; Phyo, Wai Mar
Journal of Elementary Educational Research Vol 5 No 2 (2025): 2025 Volume 5 No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jeer.v5i2.1637

Abstract

This study aims to analyze how in-depth learning using the greeting and question model can improve students' communication and critical thinking skills. This research is a case study with a qualitative approach. The subjects were lecturers and class A students in the first semester of the 2025-2026 Academic Year at the Elementary Madrasah Teacher Education Study Program, Syarif State Islamic University. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data validity was ensured using source-based triangulation and techniques. Data collection instruments included interview guides, observation sheets, and document checklists. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, which consists of data condensation, data presentation, and data verification. The results of this study indicate that the implementation of in-depth learning using the greeting and question model can effectively improve students' communication and critical thinking skills. Improvement in communication skills occurs directly and gradually through active interaction and collaboration Improved critical thinking skills occur as a byproduct of the processes within this model. Students indirectly practice their critical thinking skills through the stages of material analysis, knowledge synthesis, question and answer evaluation, and problem-solving. In conclusion, the implementation of in-depth learning using the greeting and question model successfully improves students' communication and critical thinking skills.
PANCASILA DI PERSIMPANGAN ZAMAN: RELEVANSI NILAI IDEOLOGI NASIONAL DALAM PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Rizky Ramadhania, Sasikirana; Rahman, Nashera; Al Pawaz, Jilly Abda; Slam, Zaenul
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.900

Abstract

Pancasila, sebagai ideologi dan filsafat dasar negara Indonesia, memainkan peran fundamental dalam pendidikan dasar, khususnya dalam membentuk karakter dan identitas siswa sejak usia dini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di era globalisasi, dengan fokus khusus pada pendidikan dasar (sekolah dasar/sekolah dasar Islam). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka, memanfaatkan analisis historis dan deskriptif tentang perkembangan Pancasila sebagai ideologi dan implementasinya dalam pendidikan dasar. Temuan menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai ideologi nasional di tengah arus globalisasi yang membawa berbagai tantangan berbasis nilai, sosial, dan budaya. Pancasila menunjukkan ketahanan ideologis karena sifatnya yang terbuka dan dinamis serta landasannya pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Tantangan utama terletak bukan pada substansi Pancasila itu sendiri, tetapi pada internalisasi dan aktualisasi nilai-nilainya yang lemah dalam kehidupan sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, revitalisasi Pancasila melalui pendidikan kontekstual, reflektif, dan aplikatif merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan identitas nasional.