Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Pancasila dalam Membentuk Karakter Anti-Korupsi di Kalangan Generasi Muda Fajri Hermawan, Maulana; putri aini, aisyahila; Slam, Zaenul
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18680

Abstract

Salah satu hambatan yang paling signifikan dan mendalam dalam upaya membentuk karakter serta moralitas masyarakat Indonesia adalah korupsi. Perilaku korup ini tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi, tetapi juga merusak fondasi moral bangsa, mengganggu prinsip-prinsip keadilan sosial yang seharusnya menjadi pilar masyarakat, dan menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah. Dari sekian banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa penanganan dan upaya pemberantsan korupsi yang dilakukan Lembaga negara masih belum maksimal. Meskipun pemerintah sudah membentuk Lembaga khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan melakukan berbagai macam upaya lainnya, namun realitanya tindak korupsi ini masih merajalela di Indonesia. Melalui metode pendekatan kualitatif, Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada Masyarakat, terutama pada kalangan pemuda tentang pentingnya membangun nilai-nilai Pancasila dalam diri untuk membentuk karakter anti-korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain dengan upaya penegakan hukum, masyarakat Indonesia terutama Generasi muda sebagai pewaris bangsa di masa depan, juga memerlukan pendidikan karakter yang mendalam berbasis Pancasila agar mereka dapat berkembang menjadi individu yang jujur dalam setiap aspek, bertanggung jawab atas pilihan hidupnya, dan memiliki rasa nasionalisme yang tingi, sehingga terciptanya pribadi yang berkarakter anti-korupsi.
MOSAIK KESEHATAN MENTAL:PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA UNTUK KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS GENERASI Z Lukluk Zakiya, Lukluk18; Sidqi Husaini, Fadlan; Febriyawan, Satria; Slam, Zaenul
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18681

Abstract

2. Kesehatan mental pada Generasi Z semakin mendapat perhatian karena kelompok ini menghadapi tekanan akademik yang tinggi, penggunaan media sosial yang intens, serta dinamika sosial yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kondisi psikologis Generasi Z sekaligus mengidentifikasi bentuk dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan mental mereka. Metode yang digunakan berupa telaah pustaka dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah, laporan survei, dan penelitian terkait perkembangan remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan, stres, dan gejala depresi sering muncul akibat perbandingan sosial di dunia digital, tuntutan pendidikan, kurangnya komunikasi dalam keluarga, dan minimnya pemahaman tentang kesehatan mental. Penelitian ini juga menemukan bahwa langkah preventif seperti edukasi kesehatan mental, penguatan hubungan sosial, dan peningkatan kemampuan mengelola emosi berperan penting dalam menurunkan risiko gangguan mental. Temuan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental Generasi Z.
Revitalisasi Pendidikan Pancasila: Upaya Membentuk Karakter Generasi Z yang Beretika dan Berintegritas Syifa, Nazila Aufa; Dani, Ammar; Keisya, Al ikhsan; Slam, Zaenul
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1732

Abstract

This study aims to reaffirm and revitalize the values of Pancasila that have gradually declined in the modern era. Generation Z in order to build a character that has integrity and as a strong foundation for the values of Pancasila in the context of globalization. This article describes the role, implementation, and actualization of the values contained in each element of Pancasila to increase the spirit of development and advance the nation, strengthen resilience to the impacts of globalization and digital flows, and encourage active involvement in national development and produce a generation that thinks critically with the moral foundation of Pancasila. This study adopts a qualitative This study applies a literature review approach by gathering data and utilizing references from credible previous studies, including sources such as books, academic journals, newspapers, and magazines. The collected information is then analyzed and presented in a descriptive manner. Revitalizing Pancasila education is very important for dealing with the challenges that globalization and digital changes bring to Generation Z. Pancasila values should be used more as rules for good behavior and moral choices in everyday life. Pancasila education can also help create a Generation Z that has clear goals, strong ethics, and deep awareness of social issues.
Deep Learning: A Greeting and Question Model to Improve Students' Communication and Critical Thinking SkillS Slam, Zaenul; Sultoni, Agung; Amalia, Shopia; Phyo, Wai Mar
Journal of Elementary Educational Research Vol 5 No 2 (2025): 2025 Volume 5 No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jeer.v5i2.1637

Abstract

This study aims to analyze how in-depth learning using the greeting and question model can improve students' communication and critical thinking skills. This research is a case study with a qualitative approach. The subjects were lecturers and class A students in the first semester of the 2025-2026 Academic Year at the Elementary Madrasah Teacher Education Study Program, Syarif State Islamic University. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data validity was ensured using source-based triangulation and techniques. Data collection instruments included interview guides, observation sheets, and document checklists. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana model, which consists of data condensation, data presentation, and data verification. The results of this study indicate that the implementation of in-depth learning using the greeting and question model can effectively improve students' communication and critical thinking skills. Improvement in communication skills occurs directly and gradually through active interaction and collaboration Improved critical thinking skills occur as a byproduct of the processes within this model. Students indirectly practice their critical thinking skills through the stages of material analysis, knowledge synthesis, question and answer evaluation, and problem-solving. In conclusion, the implementation of in-depth learning using the greeting and question model successfully improves students' communication and critical thinking skills.
PANCASILA DI PERSIMPANGAN ZAMAN: RELEVANSI NILAI IDEOLOGI NASIONAL DALAM PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Rizky Ramadhania, Sasikirana; Rahman, Nashera; Al Pawaz, Jilly Abda; Slam, Zaenul
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.900

Abstract

Pancasila, sebagai ideologi dan filsafat dasar negara Indonesia, memainkan peran fundamental dalam pendidikan dasar, khususnya dalam membentuk karakter dan identitas siswa sejak usia dini. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di era globalisasi, dengan fokus khusus pada pendidikan dasar (sekolah dasar/sekolah dasar Islam). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka, memanfaatkan analisis historis dan deskriptif tentang perkembangan Pancasila sebagai ideologi dan implementasinya dalam pendidikan dasar. Temuan menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai ideologi nasional di tengah arus globalisasi yang membawa berbagai tantangan berbasis nilai, sosial, dan budaya. Pancasila menunjukkan ketahanan ideologis karena sifatnya yang terbuka dan dinamis serta landasannya pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Tantangan utama terletak bukan pada substansi Pancasila itu sendiri, tetapi pada internalisasi dan aktualisasi nilai-nilainya yang lemah dalam kehidupan sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, revitalisasi Pancasila melalui pendidikan kontekstual, reflektif, dan aplikatif merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan identitas nasional.
Pancasila Dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Fadilah, Riadhul; Aulia, Zahrotul; Andini, Flora; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9641

Abstract

Artikel ini menganalisis Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pancasila ditetapkan sebagai dasar filsafat negara dan ideologi nasional karena nilai-nilai esensialnya telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala (sebagai kausa materialis) , jauh sebelum mendirikan negara. Nilai-nilai yang merupakan akar budaya bangsa ini diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara. Kajian ini menelusuri proses perumusan Pancasila , yang pernah mengalami dinamika dan penyimpangan dalam penulisan sejarahnya , serta menegaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa menjadi modalitas penting untuk memperkuat pertahanan negara. Pemahaman Pancasila secara utuh baik dari perspektif historis maupun pendidikan sangat krusial untuk menjaga jati diri bangsa dan relevan bagi generasi penerus, khususnya generasi milenial, di tengah tantangan zaman. Kata Kunci: Pancasila, Sejarah Perjuangan Bangsa, Ideologi Nasional  
Dimensi-Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Ramadani, Amalia; Raya Fajrin, Khairunnisaa; Alifiah Aslam, Nurul; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9643

Abstract

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas nasional dan arah pembangunan Indonesia. Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, terjadi kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas sosial yang ditandai oleh ketimpangan, degradasi moral, serta melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai kebangsaan. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana dimensi realitas, idealisme, dan fleksibilitas Pancasila dapat dipahami serta diaktualisasikan kembali agar tetap relevan dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan triangulasi sumber untuk memastikan konsistensi dan kedalaman data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dimensi realitas menegaskan Pancasila sebagai sumber hukum dan pedoman praktik kehidupan berbangsa, meskipun implementasinya belum sepenuhnya optimal; (2) dimensi idealisme memuat cita-cita luhur bangsa menuju masyarakat adil, demokratis, dan sejahtera; dan (3) dimensi fleksibilitas menunjukkan bahwa Pancasila bersifat adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang integratif dan dinamis, serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter dan kebijakan publik berbasis nilai-nilai kebangsaan. Kata kunci: Pancasila, ideologi negara, realitas, idealisme, fleksibilitas.
Konsep dan Urgensi Pancasila dalam Arus Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Medhia Sari, Silviana; Sundari, Amalia; Junaedi, Rijka Arifa; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9654

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut reinterpretasi nilai secara kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah dan buku yang relevan dengan dinamika implementasi Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai landasan etis, normatif, dan filosofis dalam menjaga persatuan, membangun demokrasi partisipatif, serta memperkuat keadilan sosial. Revitalisasi pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi strategi utama dalam menghadapi radikalisme, intoleransi, dan kesenjangan sosial. Pancasila merupakan ideologi terbuka dan dinamis yang harus terus diinternalisasikan melalui kebijakan publik, pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat agar tetap kontekstual di era modern. Kata Kunci: Pancasila, Ideologi Negara, Globalisasi, Pendidikan Karakter
Pancasila Dalam Cara Pandang Bangsa: Filsafat Yang Menyatukan Keberagaman Abiyyu, Ahmad; Nafisah, Naila; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9663

Abstract

Indonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan golongan menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan nasional. Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa hadir sebagai kerangka nilai yang mampu menyatukan keberagaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila yang berperan penting dalam menyatukan identitas sosial dan budaya di Indonesia. Dalam konteks masyarakat multikultural, Pancasila memiliki fungsi fundamental sebagai pedoman hidup bersama yang menumbuhkan sikap toleransi, persaudaraan, dan solidaritas nasional. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal akademik, serta dokumen kebijakan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial secara integratif membentuk dasar moral dan etika yang memandu bangsa Indonesia dalam mengelola perbedaan serta mencegah konflik sosial-budaya. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat hidup bangsa yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, adil, dan bersatu. Kata Kunci: Pancasila, keberagaman, nilai-nilai, identitas sosial, persatuan bangsa
Pancasila Sebagai Ideologi Negara Di Tengah Arus Budaya Global: Studi Kasus Perubahan Nilai Sosial Masyarakat Indonesia Indah Aulia Puteri; Sinta Nurhandayani; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9665

Abstract

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara memiliki peran strategis dalam menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi budaya dan perubahan nilai sosial masyarakat Indonesia. Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, serta penetrasi budaya digital telah memunculkan pergeseran nilai ke arah individualisme, hedonisme, dan pragmatisme yang berpotensi mengikis karakter kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pancasila sebagai ideologi terbuka sekaligus filter nilai dalam menghadapi tantangan budaya global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis dan interpretatif terhadap berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai fondasi moral, filter ideologis, serta pedoman etika dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap modernitas dan pelestarian jati diri bangsa. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter, kebijakan publik berbasis keadilan sosial, dan penguatan literasi digital terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan ideologis dan solidaritas sosial masyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya diposisikan sebagai warisan historis, tetapi sebagai ideologi hidup (living ideology) yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya guna memastikan pembangunan nasional tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Kata kunci: Pancasila, globalisasi, perubahan sosial, ideologi terbuka, ketahanan ideologis.