Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ASESMEN STRUKTUR DERMAGA TERHADAP POTENSI GELOMBANG, GEMPA DAN TSUNAMI Nurhidayatullah, Eka Faisal; Fajar, Muhammad Azis; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.880

Abstract

Gelombang, gempa dan tsunami yang berpotensi terjadi merupakan ancaman bagi infrastruktur dermaga. Kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan dermaga mencakup korban jiwa, kerugian ekonomi akibat gangguan distribusi logistik, biaya perbaikan struktur yang rusak, hambatan pendistribusian bantuan bagi para korban pada masa tanggap darurat dan pemulihan. Asesmen struktur dermaga diperlukan guna mengidentifikasi lebih dini apabila terdapat potensi kelemahan dermaga yang diakibat oleh beban gelombang, gempa atau tsunami sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko serta kerugian. Beban gelombang dan tsunami diperhitungkan dengan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika sesuai dengan ketentuan dan koefisien FEMA 55 & FEMA P646 sedangkan beban gempa diperhitungkan sebagai respons spektrum berdasarkan SNI 1726: 2019. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan perangkat lunak SAP 2000. Analisis struktur dikerjakan dengan metode statik dan dinamik linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dalam pada elemen struktur dermaga akibat pengaruh gaya gempa cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan gelombang serta tsunami. Perhitungan beban tsunami menggunakan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika cenderung menghasilkan gaya yang relatif kecil sehingga kurang representatif. Rasio gaya dalam ultimit terhadap kapasitas penampang struktur menunjukkan nilai kurang dari satu pada seluruh elemen struktur dengan berbagai skenario kombinasi beban akibat pengaruh lingkungan. Simpangan lateral pada arah x dan y belum melampaui batas izin yang berarti bahwa kondisi struktur termasuk dalam keadaan baik.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja dalam Penggunaan Tower Crane dengan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM) Aprizaldi, Muhammad Faris; Saputro, Cahyo Dita
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v18i1.34081

Abstract

ABSTRACTMulti-storey building construction in order to increase operation and production needed working equipment, by which one of them was tower crane. Besides improving construction process, tower crane also could give negative impact. Failure of lifting object, broken equipment, breaking of sling strap, broken lifted material, and damage on construction structure around the site, as well as injury or even worst, death, were series of risks that might happen in lifting work process by using tower crane. Therefore, research done on construction of Teaching Industry Learning Center (TILC) building in UGM Vocational School was aimed to identify the risk of work accident in using tower crane, in order to prevent accident. The method used in this research to determaine the risk value of each risk indicator  using the Analitycal Hierarchy Process (AHP). Based on the results of calculation using the Analitycal Hierarchy Process (AHP), indicator with the highest risk value is tower crane operation with a risk value of 0,1832, the second order is installation tower crane with a risk value of 0,1209, the third order is tower crane dismantling with a risk value of 0,0358. From each indicator, it is known that the most influential sub-indicator is based on the order of the risk value. Furthermore, efforts are made to control the risk of each sub-indicator.Keyword: Analitycal Hierarchy Process (AHP), Risk, Tower crane ABSTRAKPembangunan gedung bertingkat agar dapat meningkatkan pelaksanaan dan produksi membutuhkan peralatan kerja, salah satunya adalah tower crane. Selain meningkatkan pelaksanaan dalam pembangunan, tower crane juga dapat memberikan dampak negatif. Gagalnya penangkatan beban, rusaknya alat peralatan, putusnya tali sling  pengikat,  rusaknya material yang diangkat, dan kerusakan pada struktur bangunan di sekitarnya serta cidera atau bahkan terjadinya kematian adalah bagian dari rangkaian risiko yang mungkin saja terjadi di saat proses pekerjaan pengangkatan menggunakan tower crane. Oleh karana itu penelitian yang dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja dalam penggunaan tower crane, guna mencegah terjadinya kecelakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai risiko dari setiap indikator risiko yaitu menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil dari perhitungan menggunakan Analitycal Hierarchy Process (AHP), indikator dengan nilai risiko tertinggi yaitu pengoperasian tower crane dengan nilai risiko 0,1832, urutan kedua pemasangan tower crane dengan nilai risiko 0,1209, urutan ketiga pembongkaran tower crane dengan nilai risiko 0,0358. Dari masing-masing indikator diketahui subindikator yang paling berpengaruh berdasarkan urutan nilai risiko tertinggi. Selanjutnya dilakukan upaya pengendalian risiko dari setiap subindikator.Kata kunci: Analitycal Hierarchy Process (AHP), Risiko, Tower crane
Investment Analysis of Excavator in Sand Mining on the Slopes of Mount Merapi Saputro, Cahyo Dita; Rizal Setiawan; Dwi Kurniati
Momentum International Journal of Civil Engineering (MIJCE) Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mijce.v1.i2.4

Abstract

The definition of mining and quarrying is constructed as an activity that includes research, management, and exploitation. Sand mining is part of non-metal mining business activities that aim to produce its associated minerals. This study aims to determine the results of the evaluation of the feasibility of heavy equipment investment in Excavators based on calculations using the NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), BEP (Break Event Point) and PP (Payback Period). This research was conducted surveys, observations and interviews to obtain data. The results of this study Investment in the procurement of heavy equipment Excavator is feasible to run because the Net Present Value (NPV) value is positive (+) which means it is good and acceptable while the resulting NPV value is Rp1,944,640,086.47. Then analyze the calculation of the feasibility of the Internal Rate of Return (IRR) obtained 26%. Thus IRR> MARR = 26%> 15.5% or according to the calculation of IRR this investment is RIGHT to run. Furthermore, from the analysis of the calculation of the Break Even Point (BEP), the calculation results obtained are 5.2153 years or BEP occurs when the break-even point occurs when PM - PK = Rp 5.006.705.873. In the Payback Period (PP) research, the investment turning point occurred in year 5.6856 at a value of Rp 4.009.690.743,31. It can be interpreted that for investment within a period of 10 years is FAIR.
MONITORING KONDISI STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA TERHADAP BEBAN DINAMIS AKTUAL KENDARAAN (Studi Kasus: Jembatan Tlatar) Nurhidayatullah, Eka Faisal; Firdaus, Lutfi Mirsa; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.779

Abstract

Peristiwa keruntuhan jembatan sudah berulangkali terjadi di Indonesia. Monitoring kondisi struktur jembatan eksisting perlu dilakukan guna menjamin bahwa infrastruktur yang sudah dibangun tetap berada dalam kondisi prima meskipun dengan umur layan yang sudah tidak lagi muda. Apabila terdapat indikasi adanya kelemahan struktur dapat segera diantisipasi dengan melakukan rehabilitasi atau perkuatan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur jembatan eksisting berdasarkan parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas frame struktur, lendutan serta rekomendasi perlakuan yang sesuai. Penelitian dilaksanakan menggunakan dua simulasi kondisi beban lalu lintas yaitu beban aktual dan rencana kendaraan. Beban aktual kendaraan diperoleh dari rekaman sensor accelerometer arduino gyroscope MPU6050 yang dipasang pada elemen struktur jembatan eksisting sedangkan beban rencana diperhitungkan sesuai dengan ketentuan SNI 1725: 2016. Kedua beban tersebut dikombinasikan dengan gaya gempa statik ekivalen sesuai dengan ketentuan SNI 2833: 2016 dan Peta Gempa 2017. Analisis struktur dikerjakan dengan metode analisis dinamik linear. Berdasarkan analisis diketahui nilai frekuensi aktual jembatan sebesar 2,083 Hz lebih kecil dibandingkan frekuensi alami sebesar 2,215 Hz dengan rasio frekuensi sebesar 5,923%. Gaya dalam akibat beban aktual kendaraan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar belum mencapai keadaan ultimate. Pemeriksaan kapasitas struktur jembatan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar menghasilkan rasio < 1 sehingga tidak terindikasi mengalami kerusakan lokal. Lendutan akibat beban aktual kendaraan menunjukkan nilai yang lebih kecil dari beban rencana dan batas izin. Hasil analisis parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas struktur, dan lendutan menunjukkan bahwa struktur jembatan eksisting termasuk berada dalam kondisi baik. Meskipun demikian, jembatan tetap memerlukan perawatan preventif untuk mencegah terjadinya kerusakan serta menjaga kinerja struktur.
ANALISIS PREDIKSI DURASI PADA PEKERJAAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO Saputro, Cahyo Dita; Khanif, Abdul
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.788

Abstract

Keberhasilan sebuah proyek dapat dilihat dari ketepatan waktu dalam menyelesaikannya. Pada umumnya proyek memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya, hampir semua proyek konstruksi dipengaruhi oleh risiko dan ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Monte Carlo untuk menentukan durasi pekerjaan struktur pada gedung bertingkat. Metode Monte Carlo adalah teknik komputasi yang digunakan untuk memodelkan ketidakpastian dalam sistem atau proses dengan melakukan simulasi sejumlah besar skenario atau percobaan acak. Berdasarkan hasil simulasi Monte Carlo pada penelitian ini, diperoleh prediksi durasi pekerjaan struktur gedung bertingkat untuk proyek selanjutnya. Dengan mempertimbangkan metode dan peralatan-peralatan yang digunakan serta luasan bangunan yang hampir sama atau mendekati, maka hasil prediksi dapat dijadikan acuan dalam menentukan durasi pekerjaan struktur gedung bertingkat pada proyek selanjutnya. Total durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan struktur gedung bertingkat dengan luasan ± 5.000 m2 yaitu 84,30 minggu. Kemudian hasil perbandingan antara durasi rencana, durasi aktual dan durasi hasil prediksi, diperoleh rerata selisih yang kecil dan mendekati 1%.
ASESMEN STRUKTUR DERMAGA TERHADAP POTENSI GELOMBANG, GEMPA DAN TSUNAMI Nurhidayatullah, Eka Faisal; Fajar, Muhammad Azis; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.880

Abstract

Gelombang, gempa dan tsunami yang berpotensi terjadi merupakan ancaman bagi infrastruktur dermaga. Kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan dermaga mencakup korban jiwa, kerugian ekonomi akibat gangguan distribusi logistik, biaya perbaikan struktur yang rusak, hambatan pendistribusian bantuan bagi para korban pada masa tanggap darurat dan pemulihan. Asesmen struktur dermaga diperlukan guna mengidentifikasi lebih dini apabila terdapat potensi kelemahan dermaga yang diakibat oleh beban gelombang, gempa atau tsunami sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko serta kerugian. Beban gelombang dan tsunami diperhitungkan dengan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika sesuai dengan ketentuan dan koefisien FEMA 55 & FEMA P646 sedangkan beban gempa diperhitungkan sebagai respons spektrum berdasarkan SNI 1726: 2019. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan perangkat lunak SAP 2000. Analisis struktur dikerjakan dengan metode statik dan dinamik linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dalam pada elemen struktur dermaga akibat pengaruh gaya gempa cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan gelombang serta tsunami. Perhitungan beban tsunami menggunakan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika cenderung menghasilkan gaya yang relatif kecil sehingga kurang representatif. Rasio gaya dalam ultimit terhadap kapasitas penampang struktur menunjukkan nilai kurang dari satu pada seluruh elemen struktur dengan berbagai skenario kombinasi beban akibat pengaruh lingkungan. Simpangan lateral pada arah x dan y belum melampaui batas izin yang berarti bahwa kondisi struktur termasuk dalam keadaan baik.