Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PENINJAUANOGAN KOMERING ULU Sari, Widia Lilis Nur Indah; Sulistyoningtyas, Sholaikhah; Soimah, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44472

Abstract

Kecemasan merupakan perubahan psikologis pada ibu hamil trimester III yang paling dominan dirasakan. Kecemasan selama kehamilan berdampak negatif terhadap persalinan, kesehatan mental ibu post partum dan kesehatan bayi. Menurut data WHO sekitar 8-10% Data Kemenkes RI menunjukkan prevalensi ibu hamil yang mengalami kecemasan sekitar 43,3% dan kecemasan dalam menghadapi persalinan 48,7% (Anggraeni S, 2023). Data di Puskesmas Peninjauan dari januari hingga juni 2022 yang mengalami kecemasan menjelang persalinan sebanyak 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Peninjauan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Responden penelitian ini 61 orang ibu hamil trimester III di Wilayah kerja Puskesmas Peninjauan. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji Spearman Rank didapatkan hubungan pengetahuan dan pekerjaan dengan kecemasan ibu hamil didapatkan p-value 0,001, hubungan dukungan suami, umur dan pendapatan dengan kecemasan ibu hamil didapatkan p-value 0,002 dan hubungan paritas dengan kecemasan ibu hamil didapatkan p-value 0,003. Kesimpulan : terdapat hubungan antara kecemasan, pengetahuan, dukungan suami, umur, pekerjaan dan paritas dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Saran : diharapkan pada pihak Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya pemberian pelayanan dan informasi sebagai upaya pencegahan dan penanganan yang berkaitan dengan kecemasan ibu hamil selama trimester III.
Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Gizi Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di MAN 1 Sleman Elmanora, Shinta; Sulistyoningtyas, Sholaikhah
Midwifery Care Journal Vol 6, No 3 (2025): July
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i3.12817

Abstract

 Low food intake or nutritional status can be caused by low nutritional knowledge and eating behavior of an adolescent so that it may result in adolescent girls experiencing CED which has an impact on disrupting the process of adolescent growth and development. This study aims to determine the relationship between knowledge level of adolescent girls about nutrition and the incidence of chronic energy deficiency (CED) in MAN (Islamic Sate High School) 1 Sleman. This research was quantitative research with correlation analysis using cross-sectional. The sampling technique applied was quota sampling technique with the sample size of 59. The research instrument used a nutritional knowledge questionnaire and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) band. The statistical test used was Kendall Tau-b. The results showed that the majority of female adolescents did not experience CED (61%) and had sufficient nutritional knowledge (66.1%). The results of the statistical analysis test using Kendall-tau b showed that from 59 samples a significant value (p) of 0.036 (p 0.05) was obtained, which means that the hypothesis is accepted. There is a significant relationship between the level of knowledge of adolescent girls about nutrition and the incidence of CED. increase the awareness and knowledge of nutrition through encouragement from people surround, especially family; schools; and health workers in the form of counseling on nutrition and CED. In addition, other researchers can conduct further research by adding other variables and intervene by providing counseling
Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Perdarahan Postpartum Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Afifah Rosiana; Fitnaningsih Endang C.; Sholaikhah Sulistyoningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.278

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan penyebab utama kematian maternal secara global, dengan mencapai angka 25% dari seluruh kasus kematian ibu. Di Indonesia sendiri, perdarahan postpartum tercatat mencapai 45,20%, menunjukkan tingginya prevalensi kondisi ini dibandingkan dengan rata-rata global. Kabupaten Sleman mencatat sebanyak 7 kasus kematian ibu di tahun 2023, penyebabnya terdiri dari 4 kasus akibat perdarahan, 2 kasus akibat pre-eklamsia, dan 1 kasus terkait COVID-19. Karakteristik yang diteliti terkait dengan perdarahan postpartum adalah umur, paritas, jarak persalinan serta kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya karakteristik ibu bersalin dengan perdarahan postpartum di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian ini yaitu semua ibu bersalin dengan perdarahan postpartum, sejumlah 23 responden yang diambil dengan total sampling. Data yang digunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik bulan Januari 2022-Januari 2025. Penelitian ini telah mendapatkan uji layak etik dengan nomor surat 183/KEP-PKU/VI/2025. Karakteristik ibu berdasarkan usia mayoritas berusia antara 20-35 tahun, yaitu sebanyak 21 orang (91,3%). Berdasarkan paritas 2-3, sebanyak 12 orang (52,2%). Jarak persalinan ≥2 tahun, yaitu 8 orang (34,8%). Kadar hemoglobin (Hb) <11 gr/dL, sebanyak 21 orang (91,3%). Kelompok usia 20-35 tahun dan kadar hemoglobin <11 gr/dL yang paling sering mengalami perdarahan postpartum di RS PKU Muhammadiyah Gamping selama periode Januari 2022 hingga Januari 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang kesehatan maternal, khususnya dalam mengenali karakteristik ibu yang berisiko mengalami perdarahan postpartum.
HUBUNGAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI POS KESEHATAN DESA BUKIT INDAH KOTAWARINGIN TIMUR Fransiska Oktaviana; Sholaikhah Sulistyoningtyas; Suyani, Suyani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is one of the common health problems among pregnant women and can cause serious effects for both the mother and baby, such as premature delivery, low birth weight (LBW), and antepartum bleeding. The prevalence of anemia in pregnant women in Kotawaringin Timur increased from 37.1% in 2013 to 48.9% in 2018, and in 2022 there were 202 cases per 100,000 live births. One major cause of anemia is low adherence to taking iron (Fe) tablets, even though iron supplementation is an important effort to prevent anemia. This study aimed to determine the relationship between pregnant women’s adherence to consuming Fe tablets and the incidence of anemia. The study used a quantitative method with an analytical survey design and a cross-sectional approach. The population consisted of pregnant women who attended ANC (Antenatal Care) at the Health Post of Bukit Indah Village and joined the posyandu program. A total of 34 respondents, all in the third trimester of pregnancy, were selected using total sampling according to inclusion and exclusion criteria. The research instrument was the Medication Adherence Rating Scale (MARS-10), which had been tested for validity and reliability. The results showed that out of 12 respondents who were not adherent, 11 (32.4%) had anemia. Among the 14 respondents who were moderately adherent, 8 (23.5%) had anemia. Meanwhile, of the 8 respondents who were adherent, 7 (20.6%) did not have anemia. The chi-square test showed a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a significant relationship between adherence to Fe tablet consumption and the incidence of anemia. It is recommended that pregnant women consistently take Fe tablets, have regular antenatal check-ups, and join health education to prevent anemia. Health services should improve education, monitoring, and distribution of Fe tablets through posyandu. Institutions are expected to support students in permits and guidance, while future researchers are advised to include more variables and larger samples for more representative results
Hubungan Pengetahuan Remaja Tentang Gizi Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di MAN 1 Sleman Elmanora, Shinta; Sulistyoningtyas, Sholaikhah
Midwifery Care Journal Vol. 6 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i3.12817

Abstract

 Low food intake or nutritional status can be caused by low nutritional knowledge and eating behavior of an adolescent so that it may result in adolescent girls experiencing CED which has an impact on disrupting the process of adolescent growth and development. This study aims to determine the relationship between knowledge level of adolescent girls about nutrition and the incidence of chronic energy deficiency (CED) in MAN (Islamic Sate High School) 1 Sleman. This research was quantitative research with correlation analysis using cross-sectional. The sampling technique applied was quota sampling technique with the sample size of 59. The research instrument used a nutritional knowledge questionnaire and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) band. The statistical test used was Kendall Tau-b. The results showed that the majority of female adolescents did not experience CED (61%) and had sufficient nutritional knowledge (66.1%). The results of the statistical analysis test using Kendall-tau b showed that from 59 samples a significant value (p) of 0.036 (p < 0.05) was obtained, which means that the hypothesis is accepted. There is a significant relationship between the level of knowledge of adolescent girls about nutrition and the incidence of CED. increase the awareness and knowledge of nutrition through encouragement from people surround, especially family; schools; and health workers in the form of counseling on nutrition and CED. In addition, other researchers can conduct further research by adding other variables and intervene by providing counseling
Hubungan Dukungan Suami Dengan Proses Adaptasi Psikologis Pada Ibu Nifas Junika, Irna Rara; Sulistyoningtyas, Sholaikhah
Midwifery Care Journal Vol. 6 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i4.12826

Abstract

The postpartum period is a transition period that is full of challenges for mothers, both physically and psychologically. Many postpartum mothers experience anxiety, stress, and even postpartum depression, which can negatively affect the mother’s health and the baby’s development. Husband's support is an important factor in helping mothers adapt psychologically during the postpartum period. Objective of the study is to determine the relationship between husband's support and the psychological adaptation process in postpartum mothers at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Method in this research used quantitative methods with a cross-sectional design. The sample of this study consisted of 30 postpartum mothers selected using the total sampling technique. Data was collected through a questionnaire consisting of variables of husband's support and psychological adaptation of postpartum mothers, then analyzed using the Chi-Square test. The results tested using the Chi-Square statistical test showed a significance value (2-tailed) of 0.000 (p < 0.05). Thus, Ho was rejected and Ha was accepted, meaning that there is a relationship between husband's support and the psychological adaptation of postpartum mothers at RS PKU Muhammadiyah Gamping. In addition, the correlation coefficient value of 0.707 shows that the relationship between husband's support and postpartum psychological adaptation of mothers is strong. There is a significant relationship between husband's support and psychological adaptation in postpartum mothers at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Suggestion is  hospitals can improve education and counseling for husbands to better support the psychological well-being of postpartum mothers.
IbM Pembentukan Community Breastfeeding Support (COMBRESSO) Berbasis Kader di Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul Puspitasari, Elika; Sulistyoningtyas, Sholaikhah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan khusus dari tenaga kesehatan terhadap program Peningkatan Pemberian ASI merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI. Bidan sebagai tenaga kesehatan yang dekat dengan komunitas dan berada di tengah masyarakat, dapat membantu memberikan asuhan dan informasi yang tepat terkait dengan permasalahan menyusui. Bidan bekerja sama dengan kader untuk menjangkau ke dalam masyarakat lebih dekat kepada ibu, anak beserta seluruh anggota keluarga. Bidan dan kader bergerak bersama serta lebih berdaya untuk meningkatkan derajat kesehatan. Solusi permasalahan mitra dengan membentuk Community Breasfeeding Support berbasis kader kesehatan dengan pengadaan pelatihan diharapkan mampu meningkatkan cakupan ASI eksklusif di wilayah mitra dan menambah pengetahuan para ibu menyusui. Luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain kehadiran 100% peserta pelatihan, ketersediaan booklet dan pin peserta serta publikasi artikel di jurnal pengabdian masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pelatihan mempraktikkan tindakan pijat oksitosin, memberikan pendidikan untuk mitra, dan pembentukan kelompok pendukung ASI. Hasil dari pelatihan tersebut kader dapat mengaplikasikan materi pijat oksitosin pada ibu menyusui yang menjadi peserta dan kader mampu melakukan promosi kesehatan terkait ASI dan menyusui dengan bantuan media yang sudah dibagikan oleh pelaksana. Pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dengan diadakan penyuluhan seputar ASI dan pelatihan pijat oksitosin. Kader dapat mengaplikasikan keterampilan pijat oksitosin ketika ada ibu menyusui yang mempunyai keluhan ASI tidak lancar. Materi seputar ASI dan pijat oksitosin yang sudah didapat telah diberikan media pula oleh pelaksana berupa boklet sehingga dapat menjadi media ketika melakukan pendampingan pada ibu menyusui. Pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik, karena peserta sangat antusias serta perlengkapan dan media yang secara optimal.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun di Desa Poncosari, Bantul, Yogyakarta Prisanti, Alifia Haris Lili; Sulistyoningtyas, Sholaikhah
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i1.986

Abstract

Bantul District Health showed that out of 57,785 children under five, early detection coverage for growth and development was only 37.76%, and delays in motor development not appropriate for age were found at 3.8%. This research aims to determine the relationship between gadget use and the development of toddlers aged 1-3 years in Poncosari Village, Bantul, Yogyakarta. This research uses an analytical survey research method with a cross sectional approach. The sample in this study was 46 toddlers aged 1-3 years and was taken using probability sampling techniques by taking simple random sampling. This research instrument uses the Gadget Use Questionnaire and KPSP Sheet. Data analysis used the non-parametric Spearman's Rho correlation test, which produced a p value (sig) of 0.000 ≤ 0.05 with a Correlation Coefficient or closeness of relationship of 0.549. The conclusion is that there is a relationship between the use of gadgets and the development of toddlers aged 1-3 years in Poncosari Village, Bantul, Yogyakarta, which is at a medium level. It is recommended that the respondent's parents be able to set limits on the use of gadgets and that there is a need for continuous parental assistance to prevent children from becoming addicted to gadgets.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Untuk Generasi Berprestasi Andri Nur Sholihah; Sholaikhah Sulistyoningtyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edukasi kesehatan reproduksi pada remaja sangat penting karena dapat memberikan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas, serta mencegah remaja dari berbagai risiko, maka Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan Edukasi kesehatan reproduksi remaja pada acara Launching yang bertema Like-R "Our Health, Our Right : Be The Change" yang bertujuan dalam meningkatkan derajat kesehatan remaja dan mendorong remaja sebagai penggerak dalam pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja (HKSR) serta penurunan stunting. Dalam rangkaian kegiatan ini dilakukan dengan metode yang merupakan modifikasi dari posyandu remaja. Meja pertama untuk pendaftaran, kemudian pemeriksaan yang meliputi pengukuran TB, BB, dan pemeriksaan Hb dan edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan oleh tenaga tim. Untuk pengukuran TB pada remaja dilakukan dengan menggunakan microtoice dan untuk mengukur BB dilakukan dengan timbangan digital, dan pengukuran LILA dengan manual. Selanjutnya pengukuran Hemoglobin dengan alat pengukur hemoglobin dalam darah. Kemudian dari tim mengukur indeks masa tubuh remaja yang telah melakukan pengukuran dan yang mengalami permasalahan ini terkait dengan IMT dan Hb yang kurang dari 12 diminta untuk ke meja berikutnya,kemudian dilakukan edukasi kesehatan. Terdapat 30 lebih remaja yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan edukasi terkait maslaha yang dialami meliputi anemia dan KEK