Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : LEBAH

PKM Penggunaan Teknologi Pemupukan Organik Cair (POC) Limbah Pertanian Untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran dan Pendapatan Petani di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan Rakian, Tresjia Corina; Harjoni Kilowasid, Laode Muhammad; Madiki, Abdul; Bahari, Bahari; Arif, Norma; Arma, Makmur Jaya; Nuraida, Waode
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i2.434

Abstract

Masyarakat Desa Jati Bali  Kabupaten Konawe Selatan, baik yang produktif maupun non produktif dalam bidang pertanian, akan terlibat dalam proyek PKM ini yang akan menerapkan teknologi pemupukan organik (POC) yang ramah lingkungan. Penanaman sayuran setiap tahun dengan pupuk kimia di desa Jati Bali menurunkan unsur hara tanah dan kesehatan masyarakat. Di era modern ini, asupan nutrisi yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, teknologi POC diperlukan untuk meningkatkan kualitas unsur hara tanah, meningkatkan produksi, dan mendapatkan tanaman sayuran organik. Di desa Jati Bali juga banyak limbah pertanian dan kotoran ternak yang tidak diolah dengan baik, sehingga tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan pupuk organik harus dilakukan untuk memperbaiki lingkungan yang tercemar oleh pupuk kimia dan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dengan memanfaatkan limbah di sekitar untuk menjadi pupuk organik. Pupuk organikmemiliki harga lebih mahal daripada limbah kotoran ternak yang belum diolah. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan pada kegiatan PKM ini adalah penggunaan teknologi POC agar tidak ketergantungan dengan penggunaan pupuk kimia. Ini akan membuat lahan usahatani lebih produktif. Dalam pengabdian ini, tiga teknologi akan diterapkan: (1) pembuatan pupuk organik cair; (2) pengemasan; dan (3) pemasaran tanaman sayuran melalui media online seperti Watshap dan Facebook. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dilaksanakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pupuk organik cair limbah pertanianjuga dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menggantikan pupuk kimia sinteti
Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan melalui Urban Farming Berbasis Pupuk Organik Ramah Lingkungan di Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari Rahni , Nini Mila; Bafadal, Azhar; Hisein , Waode Siti Anima; Salahuddin, Salahuddin; Asyik, Nur; Alwi , La Ode; Nuraida, Waode
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kota Kendari, dengan tema pemberdayaan masyarakat melalui penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis rumah tangga. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik menjadi produk bermanfaat serta mendorong praktik urban farming yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan bimbingan teknis pembuatan pupuk organik cair (POC), pembuatan media tanam, budidaya tanaman pekarangan, pembuatan pestisida nabati, serta pembuatan pupuk organik padat (POP). Kegiatan yang dilakukann ini berhasil meningkatkan kemampuan 27 peserta dalam budidaya tanaman sayuran. Dengan menggunakan 100 polybag, ibu-ibu dasawisma berhasil memanen 50 kg sayuran segar, terdiri dari 20 kg sawi dan 30 kg selada, dengan rata-rata hasil panen 1,5 kg per polybag. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk serta pestisida alami, pengelolaan limbah organik rumah tangga, serta budidaya tanaman pekarangan. Selain memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan hijau dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, pelaksanaan KKN Tematik di Kelurahan Kambu berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam memanfaatkan limbah organik, mendukung ketahanan pangan rumah tangga serta menciptakan lingkungan yang bersih, produktif dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Desa Wonua Kecamatan Konda Melalui Produksi Pupuk Organik Mandiri Hijria, Hijria; Nuraida, Waode; Arini, Rian; Sutariati, Gusti Ayu Kade; Rakian, Tresjia C; Leomo, Siti
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk kimia memiliki beberapa kelemahan, seperti kontribusinya yang terbatas terhadap produktivitas tanah jangka panjang, kecenderungannya menyebabkan degradasi lingkungan, dan beban keuangan yang relatif tinggi bagi petani. Sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dan ekonomis, pupuk organik produksi masyarakat menawarkan pendekatan praktis untuk memulihkan kesehatan tanah sekaligus meminimalkan risiko ekologis. Inisiatif pelibatan masyarakat ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok tani perempuan di berbagai dusun dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan bahan organik lokal yang tersedia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kombinasi kegiatan penyuluhan dan pelatihan langsung yang berfokus pada produksi pupuk organik padat menggunakan limbah organik rumah tangga dan starter mikroba berbasis EM4. Kegiatan ini diprioritaskan bagi wanita petani sayur yang berdomisili di Desa Wonua, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Materi pelatihan menekankan penerapan teknologi tepat guna terutama sistem Komsha sebagai pendekatan untuk mengelola serasah daun dan sampah biodegradable yang dapat berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Implementasi program menunjukkan peningkatan yang nyata dalam pemahaman dan keterampilan teknis peserta dalam mengubah substrat organik menjadi kompos bernilai ekonomis. Hasil positif tercermin dalam penurunan penggunaan pupuk anorganik, peningkatan efisiensi biaya dalam kegiatan pertanian rumah tangga, dan peningkatan ketahanan ekonomi yang didukung oleh praktik budidaya yang ramah lingkungan. Secara keseluruhan, pemahaman peserta tentang tujuan, proses produksi, dan manfaat pupuk Komsha meningkat secara substansial, dengan peningkatan pengetahuan berkisar antara 30% hingga 75%.