Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Es Krim Kulit Pisang di Desa Andir Egista Ratriningtyas; Hera Deva Marcita; Macharany Agustini Wahyudin; Nadia Bella Anggraini; Artisa, Rike Anggun
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v5i1.51

Abstract

This community service aims to explore the potential and innovation of using banana peels as well as an effort to empower the community. Banana peels are generally just thrown away so that the resulting banana peel waste increases and accumulates. In fact, banana peels contain nutrients that are very beneficial for the body. By reusing banana peel waste through processing it into ice cream, it can provide novelty and added value to society. This community empowerment activity is carried out by conducting outreach to the community through providing material regarding the benefits of banana peels and the practice of making banana peel ice cream directly with the community. This activity was carried out in Andir Village, Baleendah District, Bandung Regency, West Java, on December 10 2023. Through this community empowerment activity it can have an impact on economic growth because it creates business opportunities for the community, overcomes problems related to banana peel waste, and grows potential village.
Penguatan Bank Sampah: Pendekatan Inovatif Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Ramdani, Endah Mustika; Abubakar, Rodlial Ramdhan Tackbir; Artisa, Rike Anggun; Dijah Retno Pratiwi, Arundina; Andika Putra, fikri Aditya Tri; Harahap, Anggi Syahadat; Zulvia, Pepi
Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik STIA LAN Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/setiamengabdi.v5i2.61

Abstract

Permasalahan sampah telah menjadi isu yang signifikan di berbagai wilayah, termasuk di Desa Cibungur, yang berupaya mengembangkan program bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, keterlibatan masyarakat desa masih menjadi kendala utama dalam keberlanjutan program ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan bank sampah melalui peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dilaksanakan oleh Tim Dosen Politeknik STIA LAN Bandung, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi dampak negatif sampah terhadap ekosistem, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Evaluation of the Affordable Food Program in Bandung City Using the CIPP Model Lestari, Septi; Artisa, Rike Anggun; Nurliawati, Nita; Maulana, Riky Rinaldy
Jurnal Studi Ilmu Sosial dan Politik Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jasispol.v5i1.5197

Abstract

Objectives: This study aims to evaluate the Affordable Food Movement (Gerakan Pangan Murah, GPM) program in Bandung City, which seeks to stabilize food supply and prices by providing food at prices below the market rate, making it affordable for low- and middle-income communities despite their dependence on external food sources. Research Methodology: This research was conducted using a qualitative descriptive approach based on the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model developed by Stufflebeam (1985). Data were gathered through document analysis, observations, and interviews with local government officials and community representatives Results: The findings reveal several challenges: uneven implementation across districts, limited execution in areas affected by stunting and low socioeconomic status, protracted coordination processes, inadequate budgeting, ineffective public communication, and flawed operational mechanisms. These constraints hinder the program’s objective of ensuring access to affordable food for vulnerable populations. Conclusion: The evaluation reveals that the Affordable Food Movement (Gerakan Pangan Murah, GPM) program in Bandung faces challenges in consistent implementation, coordination, and outreach, limiting its effectiveness in assisting vulnerable populations. Comprehensive improvements in program design and management are essential to enhance its impact on food supply stability and community welfare. Limitations: The study’s limitations include reliance on qualitative data from a single region, which may affect the generalizability of the findings to other cities. Contributions: This research provides strategic recommendations to enhance food security programs, supporting policymakers and stakeholders in improving urban food systems and poverty reduction. Implementing these can stabilize food prices and expand access for underserved communities in Bandung. 
Digital Leadership as a Driver of Village Transformation: An Empirical Study in Pleret Village, Bantul Regency Ramdani, Endah Mustika; Artisa, Rike Anggun; Abubakar, Rodlial Ramdhan Tackbir; Andikaputra, Fikri Aditya Tri
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v10i1.65512

Abstract

Digital transformation at the village level aims to improve public service efficiency, expand information access, and promote local economic growth through technology. Its success, however, largely depends on visionary and adaptive leadership. Leaders who possess technological understanding and can inspire their communities play a crucial role in fostering inclusivity and addressing challenges such as limited infrastructure and low digital literacy. This study explores leadership competencies that contribute to successful digital transformation, focusing on Pleret Village as a case study. Using qualitative methods and drawing from both primary and secondary data, the research found that effective digital leadership is supported by leaders’ digital knowledge and skills, as well as managerial competencies. Beyond technological proficiency, strategic planning, regulatory strengthening, and innovation development also proved essential. The findings highlight that Pleret Village represents a best practice model for village-level digital transformation, successfully integrating technology, innovation, and managerial capacity while preserving local wisdom.
Advokasi Desa Ramah Pelayanan Publik: Kolaborasi untuk Transformasi Pelayanan Publik yang Inklusif: Advocacy for Public Service-Friendly Villages: Collaboration for Inclusive Public Service Transformation Artisa, Rike Anggun; Iyoega, Rofi’ Ramadhona; Kirana, Cintantya Andhita Dara; Ramdani, Deni Fauzi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1266

Abstract

Pelayanan publik yang inklusif di tingkat desa merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan keadilan sosial. Program Desa Ramah Pelayanan Publik hadir sebagai bentuk advokasi kolaboratif antara Politeknik STIA LAN Bandung, Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, dengan fokus pada peningkatan kapasitas aparatur desa dalam menghadirkan layanan yang bebas dari diskriminasi dan maladministrasi. Menggunakan pendekatan advokasi kebijakan model Sharma, program ini dilaksanakan di Kabupaten Karawang sebagai wilayah percontohan melalui enam tahapan strategis, mulai dari identifikasi masalah, pembentukan jejaring inti, pemilihan isu strategis, perumusan strategi, pelaksanaan kegiatan inti, hingga evaluasi awal. Intervensi yang dilakukan mencakup deklarasi komitmen desa ramah pelayanan publik, sosialisasi prinsip-prinsip layanan, penyelenggaraan layanan bersama, dan rembug warga, dengan melibatkan pemerintah daerah, aparatur desa, masyarakat, serta media massa. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan komitmen aparatur desa terhadap prinsip pelayanan publik yang inklusif, yang teridentifikasi dari partisipasi aktif dalam sesi sosialisasi dan kesediaan kepala desa menandatangani deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen awal. Temuan lapangan juga menunjukkan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor pendukung utama pelaksanaan program, sedangkan koordinasi antaraktor dan belum tersedianya instrumen evaluasi yang terstandar masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, tindak lanjut diarahkan pada penguatan kapasitas desa, penyusunan instrumen penilaian Desa Ramah Pelayanan Publik, dan advokasi kebijakan agar inisiatif ini memperoleh payung hukum di tingkat provinsi.