Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENINGKATAN PERAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN STIMULASI DAN DETEKSIDINI TUMBUH KEMBANG BALITA Faiqah, Syajaratuddur; Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1746

Abstract

Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10%, gangguan pertumbuhan yaitu stunting menduduki peringkat ke lima dari empat tertinggi di dunia. Data Propinsi NTB tahun 2022 didapatkan prevalensi Stunting sebesar 18,9%, di Kabupaten Lombok Barat prevalensi Stunting sebesar 20,9%, Sedangkan data Puskesmas Gunungsari untuk desa Jatisela terlaporkan dari dari tahun 2019 sd 2022 kasus stunting mengalami peningkatan yaitu di agustus 2019 dari total balita 498 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 14 ( 2,8 %), sedangkan di bulan Agustus 2020 dari total balita 480 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 25 ( 5,21 %), pada Bulan Agustus tahun 2021 dari 539 Balita yang mengalami stunting sebanyak 149 orang (27,6%) dan mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 22,7%. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga terutama ibu balita dalam melakukan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita dalam upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian Masyarakat dengan edukasi yang berpedoman pada booklet. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di kantor desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, dengan peserta sebanyak 30 ibu balita. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat nilai pretest tertinggi yaitu tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yaitu sebesar 12 (40%), setelah dilakukan posttest banyak responden yang berpengetahuan baik meningkat menjadi 23 (77%). Evaluasi pengetahuan meningkat dengan prosentase 50 %. Selanjutnya evaluasi akhir dilakukan sebanyak 3 kali selama 3 bulan di posyandu Johar pelita, posyandu Ireng dan posyandu Mekarsari.Â