Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Optimasi Proyek Konstruksi Melalui Pelatihan Penggunaan Microsoft Project Untuk Penyusunan Jadwal Proyek Nurmeyliandari, Revianty; Bastam, Mukhlis Nahriri; Panjaitan, Febriyanti; Amalia, Ghina; Febriandi, Yusuf
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i1.3522

Abstract

This program aims to enhance employees' abilities in creating more efficient and organized project schedules. This need arose due to some employees' limited knowledge and experience in utilizing Microsoft Project to produce accurate and structured work schedules. The training involved four employees, comprising three participants with a background in civil engineering and one from management. The training methods included an introduction to basic project scheduling, the use of Microsoft Project, and the application of real case studies from ongoing projects. Pre-test results showed an average score of 54.25, with the management participant receiving a grade of E, while civil engineering participants received grades of C and D. After the training, the post-test indicated significant improvement, with one participant achieving a grade of A and two others obtaining a grade of B. The management participant improved to a grade of C. The final assignment, creating a project schedule using Microsoft Project, was successfully completed by all participants, demonstrating improved skills in project management and resource optimization. In conclusion, this training successfully enhanced employees' understanding and skills in using Microsoft Project for project schedule optimization at CV. KEINARRA, which has the potential to increase the company's overall efficiency.Keywords: Microsoft Project; project scheduling; training; optimization.  Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam menyusun jadwal proyek yang lebih efisien dan terorganisir. Permintaan ini timbul karena beberapa karyawan kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam memanfaatkan Microsoft Project untuk menghasilkan jadwal kerja yang akurat dan terstruktur. Pelatihan ini melibatkan empat karyawan, terdiri dari tiga peserta dengan latar belakang teknik sipil dan satu dari manajemen. Metode pelatihan meliputi pengenalan dasar penjadwalan proyek, penggunaan Microsoft Project, serta aplikasi studi kasus nyata dari proyek yang sedang berlangsung. Hasil pre-test menunjukkan skor rata-rata sebesar 54,25, di mana peserta dari manajemen mendapatkan nilai E, sedangkan peserta dari teknik sipil mendapatkan nilai C dan D. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan satu peserta meraih nilai A dan dua peserta lainnya mendapatkan nilai B. Peserta dari manajemen meningkat ke nilai C. Tugas akhir berupa penyusunan jadwal proyek dengan Microsoft Project berhasil diselesaikan oleh semua peserta, menunjukkan peningkatan keterampilan dalam manajemen proyek dan optimalisasi sumber daya. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam penggunaan Microsoft Project untuk optimasi jadwal proyek di CV. KEINARRA, yang berpotensi meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan.Kata kunci: Microsoft Project; penjadwalan proyek; pelatihan; optimasi.
Implementasi Teknologi Vissim Sebagai Alat Bantu Analisis Lalu Lintas: Pelatihan Untuk Konsultan di Era Digital Bastam, Mukhlis Nahriri; Nurmeyliandari, Revianty; Hamim, Sumi Amariena; Usman, Fatoni; Setiawan, Wahyu; Ferdiansyah, Ferdiansyah
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i3.3877

Abstract

Technological developments in transportation planning provide consultants with great opportunities to improve the accuracy and efficiency of traffic analysis. One important tool is VISSIM software, which allows realistic simulation of traffic dynamics. However, its utilization has not been optimal among consultants, including PT HAGEN AMERSA VETA, due to limited knowledge. This community service aims to raise the competence of PT HAGEN AMERSA VETA staff through VISSIM training. The method uses blended learning, combining theory, case studies, and hands-on practice. The evaluation was conducted through pretest and post-test. The pretest results showed an average score of 56.18, reflecting limited basic understanding. After the training, the post-test score increased significantly to 84.79, demonstrating an understanding of the concept to practical application of VISSIM. The training proved to significantly improve consultant competency, benefiting participants while improving the quality of the company's services in transportation projects.Keywords: traffic analysis; consultant; training; competency improvement; vissim Abstrak: Perkembangan teknologi dalam perencanaan transportasi membuka peluang besar bagi konsultan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi analisis lalu lintas. Salah satu alat penting adalah software VISSIM, yang memungkinkan simulasi dinamika lalu lintas secara realistis. Namun, pemanfaatannya belum optimal di kalangan konsultan, termasuk PT HAGEN AMERSA VETA, karena keterbatasan pengetahuan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi staf PT HAGEN AMERSA VETA melalui pelatihan VISSIM. Metodenya menggunakan blended learning, menggabungkan teori, studi kasus, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post-test. Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor 56,18, mencerminkan pemahaman dasar yang terbatas. Setelah pelatihan, skor post-test meningkat signifikan menjadi 84,79, menunjukkan pemahaman konsep hingga aplikasi praktis VISSIM. Pelatihan ini terbukti meningkatkan kompetensi konsultan secara signifikan, memberikan manfaat bagi peserta sekaligus meningkatkan kualitas layanan perusahaan dalam proyek transportasi. Kata kunci: analisis lalu lintas; konsultan; pelatihan; peningkatan kompetensi; vissim
Pendampingan Penyusunan Jadwal Proyek dengan Presedence Diagram Method (PDM) sebagai Upaya Optimalisasi Sumber Daya Konstruksi Nurmeyliandari, Revianty; Bastam, Mukhlis Nahriri; Ferdiansyah, Ferdiansyah; Hamim, Sumi Amariena; Furqon, Luthfi Abid
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ryqkb302

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi sangat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga teknik dalam menyusun jadwal kerja yang terencana dengan baik. Sayangnya, masih banyak tenaga teknik yang menghadapi keterbatasan dalam memahami metode penjadwalan modern, khususnya Presedence Diagram Method (PDM), sehingga efisiensi penggunaan sumber daya serta pencapaian target biaya, mutu, dan waktu belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan keterampilan tenaga teknik di CV. PANCA BERSAUDARA melalui pendampingan penyusunan jadwal proyek berbasis PDM guna mengantisipasi keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Program ini diikuti oleh 15 tenaga teknik CV. PANCA BERSAUDARA dengan menggunakan studi kasus proyek Pembangunan gedung kantor dinas di Palembang. Ruang lingkup teknis terbatas pada penyusunan WBS, identifikasi jalur kritis, dan alokasi sumber daya menggunakan PDM. Proses pendampingan dilaksanakan secara sistematis, mencakup pengenalan teori, praktik langsung, penyelesaian studi kasus, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, di mana nilai rata-rata pretest sebesar 50% meningkat menjadi 80% pada posttest. Peserta berhasil menguasai teknik penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), penentuan jalur kritis, serta pengalokasian sumber daya secara lebih efisien. Implikasi strategis dari kegiatan ini tidak hanya memperkuat kesiapan perusahaan dalam mendukung proyek-proyek pemerintah berskala regional maupun nasional yang menuntut akurasi penjadwalan, tetapi juga mendorong terciptanya sistem kontrol waktu dan biaya yang lebih terukur dalam operasi perusahaan ke depan. Kontribusi kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat efektivitas manajemen proyek perusahaan secara umum, terutama dalam pengambilan keputusan dan mitigasi risiko keterlambatan.   Mentoring in Project Scheduling Using the Precedence Diagram Method (PDM) as an Effort to Optimize Construction Resources Abstract The success of a construction project is strongly determined by the technical personnel’s ability to develop a well-structured and accurate project schedule. However, many field engineers still face limitations in understanding modern scheduling methods, particularly the Precedence Diagram Method (PDM), which results in suboptimal resource utilization and challenges in achieving cost, quality, and time targets. This community engagement program was aimed at enhancing the scheduling competency of technical personnel at CV. PANCA BERSAUDARA through guided implementation of PDM-based project scheduling to mitigate potential delays in construction execution. The program involved 15 technical staff members and utilized a real case study of a government office building construction project in Palembang. The technical scope was deliberately limited to Work Breakdown Structure (WBS) formulation, critical path identification, and resource allocation using PDM.The intervention was conducted through a structured process comprising theoretical exposure, hands-on simulation, case-based problem solving, and performance evaluation using pretest and posttest assessment. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, with the average score increasing from 50% to 80% after the training. Participants were able to successfully apply WBS development, critical path determination, and more efficient resource allocation strategies. Strategically, this program strengthens the company’s readiness to support regional and national-scale government projects that demand high scheduling accuracy, while also promoting a more measurable system of time and cost control within its future operational practices. Beyond individual capacity building, the program contributed to enhancing the company’s overall project management effectiveness, particularly in decision-making and delay risk mitigation.
Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Hasil Uji Sondir Dan Menggunakan Data laboratorium Markin, Royhan Alpasya; Nurmeyliandari, Revianty; Amalia, Ghina
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5459

Abstract

ABSTRACT Lubuk Mumpo village is planned to build a bridge connecting the 2 villages. The construction of the bridge is planned to use precast pile foundations with a diameter of 40 cm. The bearing capacity value of the pile foundation needs to be known for construction planning. Therefore, testing the bearing capacity of pile foundations needs to be carried out before construction begins. The research was carried out with the aim of knowing the comparison of the bearing capacity values ​​of pile foundations using sondir and laboratory data. In this research, the method used is an approach to the results of the physical and mechanical properties of the soil and an experimental method. The results of the research that has been carried out show that the value of the bearing capacity of the pile foundation in laboratory data has a more stable value compared to using sondir data, with the value of the bearing capacity of the pile foundation on soil A being 1817.969 tonnes using sondir data and 2027.4 tons using lab data. On land B the total value was 1565.555 tonnes while laboratory data was 2021.18 tonnes. The difference in the values ​​obtained is caused by the different coefficient values ​​used for each method. This research was carried out to help determine a more accurate method for calculating bearing capacity, so that foundation design can be optimized for cost efficiency and structural safety.  Keywords: Bridge, Bearing Capacity, Sondir   ABSTRAK Desa Lubuk Mumpo direncanakan membangun suatu jembatan yang menghubungkan antara 2 (dua) desa. Pembangunan jembatan direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang pracetak berdiameter 40 cm. Nilai daya dukung pondasi tiang pancang perlu diketahui untuk perencanaan konstruksi. Oleh sebab itu pengujian daya dukung pondasi tiang pancang perlu dilakukan sebelum suatu konstruksi dimulai. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan nilai daya dukung pondasi tiang pancang dengan menggunakan data sondir dan laboratorium. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode pendekatan hasil sifat fisik serta mekanis tanah dan metode eksperimental. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa nilai daya dukung pondasi tiang pancang pada data laboratorium memiliki nilai yang lebih stabil dibanding dengan menggunakan data sondir, dengan nilai daya dukung pondasi tiang pancang pada tanah A 1817,969 ton dengan menggunakan data sondir dan 2027,4 ton menggunakan data lab. Pada tanah B total nilai sebesar 1565,555 ton sedangkan data laboratorium 2021,18 ton. Perbedaan nilai yang diapat ini disebabkan oleh nilai koefisen yang digunakan berbeda setiap metode. Penelitian ini dilakukan agar dapat membantu dalam menentukan metode yang lebih akurat untuk perhitungan daya dukung, sehingga desain pondasi dapat dioptimalkan untuk efisiensi biaya dan keamanan struktural.  Kata Kunci: Jembatan, Daya Dukung, Sondir
Pendampingan Konsultan Teknik dalam Pencacahan dan Analisis Lalulintas Harian Rata-Rata (LHR) Bastam, Mukhlis Nahriri; Nurmeyliandari, Revianty; Hamim, Sumi Amariena; Usman, Fatoni; Minaka, Utari Sriwijaya; Endrayana, Dimas Bayu; Ferdiansyah; Taufiqurrahman, Muhammad
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 3
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i3.6023

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan bermotor di Indonesia menyebabkan meningkatnya kebutuhan mobilitas serta kompleksitas permasalahan lalu lintas, seperti kemacetan, kecelakaan, dan ketidakpastian waktu tempuh. Salah satu aspek penting dalam mendukung perencanaan dan rekayasa transportasi adalah analisis Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), yang menjadi dasar perhitungan kapasitas jalan, perencanaan simpang, hingga studi kelayakan transportasi. Namun, masih banyak konsultan teknik di daerah yang menghadapi keterbatasan dalam melakukan survei, pengolahan data, serta perhitungan LHR sesuai standar. Menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bersama CV. DESAIN TEKNIK Palembang dengan tujuan meningkatkan kompetensi konsultan teknik dalam analisis LHR. Metode pelaksanaan dirancang secara sistematis melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi dan instrumen pelatihan, pelaksanaan workshop berbasis teori dan praktik, studi kasus lapangan, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta. Nilai rata-rata pretest sebesar 58,3 meningkat menjadi 82,0 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata +23,7 poin. Selain itu, peserta mampu mengolah data lalu lintas menjadi LHR dengan lebih tepat serta menginterpretasikan hasilnya untuk mendukung pengambilan keputusan teknis. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas konsultan teknik di bidang transportasi, sekaligus mendukung terciptanya perencanaan dan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.
Analisis Evapotranspirasi Daerah Irigasi Rawa Sungai Rengas Kecamatan Gandus Kota Palembang Aryani, Indri Huseli; Nurmeyliandari, Revianty; Baniva, Ratih
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v22i1.9708

Abstract

In irrigation system operations, it is important to consider water requirements by conducting an evapotranspiration analysis. This research aims to analyze the level of evapotranspiration in the Rengas River swamp irrigation area, Gandus District, Palembang City, and to compare the evapotranspiration results using four empirical methods. For this purpose, climatological data such as temperature, wind speed, relative humidity, and sunshine duration were collected. The analysis was carried out using various methods to estimate evapotranspiration values from 2019 to 2023: Blaney-Criddle method: considers temperature; Radiation method: considers temperature and solar radiation; Penman method: considers temperature, humidity, wind speed, and solar radiation; and Cropwat Software Version 8.0: considers temperature, humidity, wind speed, and solar radiation. Air temperature plays a key role in determining the level of potential evapotranspiration each year. Among the four empirical methods used, the Blaney-Criddle method produced an average of 4.954 mm/day, the Radiation method 4.697 mm/day, and the Penman method 4.817 mm/day. Cropwat provided a lower estimate, with an average of 3.851 mm/day, while the average actual evapotranspiration value was 3.850 mm/day. Based on the comparison, the Cropwat method is considered the most suitable because it closely matches the actual evapotranspiration value, takes all climatic factors into account, and is recommended by the Food and Agriculture Organization (FAO) in Irrigation and Drainage Paper No. 56 (2006).
EVALUATION OF THE BEARING CAPACITY VALUE OF SOFT CLAY SOIL DUE TO THE INFLUENCE OF BEACH SAND ADDITION Putri, Saskia Malikha; Nurmeyliandari, Revianty; Amalia, Ghina
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 14 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v14i1.3743

Abstract

Land is categorized as suitable for use as embankment and subgrade based on the California Bearing Ratio (CBR) value. According to the Indonesian National Standard (SNI), the soil bearing capacity value requirement is categorized as good if the CBR value based on field testing is ≥3% and based on the laboratory the value is ≥6%. However, not all soil categories meet these requirements, for example soft clay soil. Soft soil layers have characteristics such as tending to be very compressible, low shear resistance, low permeability, and low bearing capacity. Efforts to increase the bearing capacity of the soil so that it can be used for construction are carried out by soil stabilization. This study aims to determine the increase in the bearing capacity value of soft clay soil with a mixture of beach sand with variations of 10.5%, 15%, and 20% and to determine the optimum content of beach sand that can increase the CBR value. The results of the study showed that the higher the percentage of beach sand, the higher the CBR value, the optimum content of beach sand is with the addition of 20% with a CBR value of 24.80% and is included in the category of very good material for base or subbase.