Adnan., Adnan
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

UPAYA GURU MENGEMBANGKAN LITERASI DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS AWAL SD NEGERI 12 BANDA ACEH Kamara, Ayunda; Adnan., Adnan; Hasan, Hasmiana
Elementary Education Research Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i2.8570

Abstract

Upaya guru dalam mengembangkan literasi dalam pembelajaran dikelas awal. Menjadi bertujuan untuk melihat usaha pendidik guru dan kendala yang dihadapi guru pada mengembangkan literasi dalam pembelajaran di ruang awal Sekolah dasar Negri 12 kota Banda Aceh. Ini dengan memakai penelitian kualitatiif dandengan jenis deskriptif. Mengambil subjek seluruh pendidik kelas awal yaitu guru kelas satu, guru kelas dua dan guru kelas tiga yang terdiri dari 6 orang pendidik. pengumpulan data dengan observasi nonpartisipan, dilanjutkan dengan mewawancarai guru serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti mengenai pengembangan literasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal SD Negeri 12 Banda Aceh, kegiatan literasi sudah mulai terlaksana dengan baik. Dalam pengembangan kegiatan literasi guru melakukan berbagai upaya mulai dari tahap pembiasaan membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran, menciptakaan sudut baca didalam kelas serta menentukan waktu kunjungan keperpustakaan. Guru juga mendukung dan memotivasi siswa pada kegiatan literasi dalam pembelajaran, mulai dari memilah berbgai buku yang enak di baca oleh siswa serta melakukan tanya jawab tentang cerita yang telah dibacakan. Adapun kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan literasi dalam pembelajaran ini yaitu masih terbatasnya ketersediaan buku-buku bacaan disekolah. Solusi yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hal tersebut yaitu menyediakan media yang mendukung kegiatan literasi seperti kartu kata, media gambar, bacaan-bacaan yang ada dilingkungan kelas serta guru juga mengajak siswa menyumbangkan satu buah buku bacaan pada sudut baca didalam kelas.
KEMAMPUAN MENULIS NARASI BERDASARKAN MEDIA KARIKATUR SISWA KELAS IV SDN NEUSOK TEUBALUI ACEH BESAR Tumanggor, M. Iqbal D.; Adnan., Adnan; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i2.8568

Abstract

Tidak semua siswa mampu menulis karangan narasi dengan baik dan benar. Sebab itu, wajib tersedianya usaha guna meningkatkan keterampilan menulis anak didik. Usaha yang sanggup menolong anak didik dalam menggores sebuah karya cerita adalah menggunakan media karikatur. Ringkasan kasus waktu pengkajian ialah macam manakah fase keahlian menggores karya cerita berdasarkan sarana parodi anak didik tingkat IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar. Pengkajian ini bermaksud memaparkan tingkat kemampuan menggores sebuah karya cerita berdasarkan sarana parodi anak didik kelas IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar.Pengkajian ini menggunakan ancangan kualitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Pengkajian ini dilakukan di tingkat IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar dengan pokok pengkajian berjumlah 20 anak didik yang terdiri dari 12 pria dan 8 wanita. Instrumen yang digunakan adalah tes menulis narasi dari sebuah gambar karikatur. Bahan yang terkumpul dari perolehan uji ditelaah melalui bagan kelompok keahlian anak didik, akhirnya menentukan persentase dihitung dengan cara memakai formula persentase.Landasan produk penelitian yang terdapat dari 20 anak didik yang menjejaki uji sebanyak 6 anak didik dengan persentase 30% tergolong ke dalam kategori baik sekali, sebanyak 7 siswa masing-masing tergolong ke dalam kategori baik dan cukup sebesar 35%. Maka secara keseluruhan, diperoleh nilai sebesar 1290 dengan nilai rata-rata kemampuan siswa menulis narasi adalah 65% berlandaskan keahlian evaluasi diterima ke dalam kelompok bagus, maka dapat dijalinkan kemampuan menulis narasi berdasarkan media karikatur siswa kelas IV SDN Neusok Teubalui berada pada kategori baik.
KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN KEMBALI CERITA MELALUI BAHASA TULIS SISWA KELAS IV SD NEGERI MUTIARA KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Purnama, Fazlia; Adnan., Adnan; M. Yamin., M. Yamin
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7704

Abstract

Kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya faktor kurangnya perhatian siswa dalam menyimak, kurangnya minat siswa dalam membaca dan menulis sehingga siswa tidak dapat mengungkapkan cerita dengan bahasa tulis siswa itu sendiri. Dengan rumusan masalahnya bagaimanakah tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan. Bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan dengan subjek penelitian berjumlah 16 siswa yaitu 10 laki-laki dan 6 perempuan. Instrumen yang digunakan adalah tes menuliskan kembali cerita. Data yang diperoleh dari hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa, kemudian untuk menentukan persentase dihitung dengan menggunakan rumus persentase.Berdasarkan hasil analisis data kemampuan mengungkapkan kembali cerita melalui bahasa tulis berada pada kategori baik dengan persentase 37,5%, sedangkan kemampuan siswa lainnya berada pada kategori cukup dengan persentase 18,75% kategori kurang dengan persentase 25% dan kategori gagal dengan persentase 18,75%. Dengan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan di SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan yaitu 65, maka dari 16 siswa yang mengikuti tes, 6 siswa mencapai KKM dengan persentase 48%. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 53,4 yang berada pada kategori kurang. Dengan demikian, dapat disimpulkan kemampuan mengungkapkan kembali cerita dengan bahasa tulis siswa kelas IV SD Negeri Mutiara kecamatan Sawang kabupaten Aceh Selatan berada pada kategori kurang.
PERANAN GURU DALAM MENERAPKAN KETERAMPILAN BERTANYA DI SD NEGERI 56 BANDA ACEH Rahayu, Muharisma; Israwati., Israwati; Adnan., Adnan
Elementary Education Research Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i1.7034

Abstract

Peranan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya dilaksanakan selama pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya, hambatan dan solusi dalam menerapkan keterampilan bertanya di SD Negeri 56 Banda Aceh. Pelaksanaan, hambatan dan solusi yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah peranan yang guru lakukan dalam menerapkan keterampilan bertanya selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas satu, guru kelas dua, guru kelas tiga, guru kelas empat, guru kelas lima dan guru kelas enam di SD Negeri 56 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data, model data (data display) dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber.Dari pengamatan peneliti di SD Negeri 56 Banda Aceh, jadi bisa dikatakan kalau keterampilan tanya guru adalah proses yang sangat diperlukan selama mengajar, keterampilan ini adalah salah satu pegangan guru untuk mengajar selama mengajar. Dan setiap sesi belajar guru pasti menggunakan keterampilan ini. Pertanyaan yang diajukan guru dapat menilai jawaban siswa, pertanyaan yang baik akan menghasilkan jawaban yang baik pula. Pertanyaan dari guru juga dapat menuntut keaktifan siswa.
KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS V SD NEGERI 5 BANDA ACEH Haliza, Nur; Adnan., Adnan; M. Yamin., M. Yamin
Elementary Education Research Vol 2, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i1.7013

Abstract

Pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Keberhasilan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah banyak ditentukan oleh kemampuan membaca. Sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan disajikan dalam bentuk bahasa tulis sehingga menuntut anak harus melakukan aktivitas membaca guna memperoleh pengetahuan dan informasi.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana tingkat kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa kelas V SD Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa kelas V SD Negeri 5 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 5 Banda Aceh dengan subjek sebanyak 35 orang siswa, yang terdiri dari 19 orang laki-laki, dan 16 orang perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes yang terdiri dari 20 soal berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dari hasil tes kemudian dianalisis menggunakan table kategori kemampuan siswa, kemudian untuk menetukan presentase dengan menggunakan rumus presentase. Rumus tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas V dalam membaca pemahaman teks eksposisi.Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa kelas V SD Negeri 5 Banda Aceh berada pada kategori baik. Dari 35 orang siswa, terdapat 9 orang (25,7%) berada pada kategori baik sekali, 16 orang (45,7%) siswa yang berada pada kategori baik, 7 orang (20%) siswa yang berada pada kategori cukup, 3 orang (8,6%) siswa yang berada pada kategori kurang, dan tidak ada ada siswa yang berada pada kategori gagal.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA SISWA KELAS RENDAH GUGUS INTI KECAMATAN PEUDADA KABUPATEN BIREUEN meliza., meliza; adnan., adnan; safiah, intan
Elementary Education Research Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v1i2.1801

Abstract

Telah melakukan penelitian tentang Strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah gugus inti Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen dan mengangkat 2 (dua) masalah, yaitu Strategi-strategi apa saja yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dan apakah kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah gugus inti Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah, dan untuk mengetahui aktifitas siswa dalam proses pembelajaran dengan penggunaan strategi dalam membaca.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar dikelas 1 (satu) berjumlah 4 (empat) orang guru yang ada di gugus inti Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen tahun ajaran 2015/2016. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru dan seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan menarik kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang menjadi strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dikelas rendah gugus inti kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, antara lain dengan menggunakan strategi kartu huruf yang berwarna, strategi gambar, strategi nyanyian, strategi benda nyata, sedangkan yang menjadi kendala dalam meningkatkan kemapuan membaca dikelas rendah yaitu kebisingan,kurangnya fasilitas, dan kurangnya minat belajar siswa.Kata Kunci: Strategi, meningkatkan, kemampuan membaca