Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN PRAKTIK KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 SEMARAPURA KABUPATEN KLUNGKUNG Muliariati, Ni Putu Sri Karika; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Ariyani, Ni Wayan
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v6i1.162

Abstract

AbstrakLatar belakang: Kekurangan zat besi pada remaja putri dapat menyebabkan anemia, kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang dan dapat menyebabkan kelelahan dan sesak napas. Salah satu pencegahan anemia pada remaja dilaksanakan dengan konsumsi tablet tambah darah. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan praktik konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Semarapura Tahun 2023. Metode: Penelitian menggunakan penelitian analitik metode Probability Simple Random dengan jumlah responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 74 siswi. Pengumpulan data menggunakan data kuisioner dan hemoglobinometri set. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis korelasi Chi Square. Hasil : menunjukkan sebagian besar (77%) siswi patuh dalam mempraktikan konsumsi tablet tambah darah. Sebagian besar (51,4%) siswi   mengalami anemia. Dari 38 responden yang mengalami anemia, 76,3% tidak patuh mengkonsumsi TTD, dan 36 responden yang tidak anemia, 83,3% patuh mengkonsumsi TTD.  Nilai korelasi 0,597 dan p value sebesar 0,000. Kesimpulan: Ada hubungan yang kuat dan signifikan praktik konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada siswi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Semarapura Tahun 2023AbstractBackground: Iron deficiency in adolescent girls can lead to anaemia, a condition in which the number of red blood cells in the body is reduced and can cause fatigue and shortness of breath. Adolescent girls can experience an iron deficiency due to blood loss during menstruation and an unbalanced diet. Purpose: This study was to analyse the relationship between the practise of consuming blood supplement tablets and the incidence of anaemia in female students at the State Junior High School 3 Semarapura in 2023. Method: Using the Probability Simple Random Method Data collection using primary data The analysis technique used is Chi Square correlation analysis, The number of respondents used in this study was 74, all female students. Results: The results showed that most (77%) schoolgirls were obedient in practising the consumption of blood supplement tablets. Most (51,4%) female students anaemia. Of the 38 respondents who had anemia, 76.3% did not adhere to taking iron tablets. And of the 36 respondents who were not anemic, 83.3% adhered to consuming iron tablets. Correlation value 0.597 (p value = 0.000). Conclusion: There is a strong and significant relationship between the practise of consuming blood-added tablets and the incidence of anaemia in female students at State Junior High School 3 Semarapura in 2023
Maternal and Fetal Factors that Affect Preterm Birth at the Professor Ngoerah Central General Hospital Budiani, Ni Nyoman; Sudarmi, Ni Luh; Ariyani, Ni Wayan
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v6i2.3563

Abstract

Introduction: Preterm birth occurs in 7-10% of all live births, leading to complications such as low birth weight, asphyxia, hypothermia, and hypoglycemia, which increase the risk of neonatal death. This research aims to prove the influence of maternal factors (age, occupation, marital status, gravida, hypertension) and conception results (number of fetuses and ruptured membranes) on preterm birth. Method: This correlational research, using a cross-sectional approach, was conducted at Prof. Ngoerah Hospital, Bali, in 2021. The study population included all women who gave birth in 2020, fully recorded in medical records, with a total sample size of 997 women, obtained through total sampling. Data were analyzed using crosstabulation, Chi-square test (X²), and binary logistic regression with computer assistance, setting significance at α 0.05. Results: Preterm birth was significantly influenced by maternal age (p=0.001), occupation (p=0.001), blood pressure (p=0.000), and the condition of the amniotic membranes (p=0.000). These factors collectively contributed to 22.7% of the variance in preterm births. Conclusion: Maternal factors such as age, occupation, blood pressure, and amniotic membrane condition significantly influence the incidence of preterm birth. Preventive measures, focusing on education before and during pregnancy, are crucial to reducing the risk of preterm births.
PENDIDIKAN TENTANG LIFESTYLE SELAMA MASA KEHAMILAN MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS WEB PADA IBU HAMIL Ariyani, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu; Erawati, Ni Luh Putu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1150

Abstract

Lifestyle selama kehamilan adalah pola perilaku yang berhubungan dengan tanggung jawab ibu dan keluarga tentang kesehatan, pola nutrisi selama kehamilan, olahraga / aktivitas fisik, hubungan interpersonal, manajemen stress dan masalah spiritual. Lifestyle selama kehamilan adalah salah satu determinan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan bayi. Pendidikan antenatal selama kehamilan adalah salah satu upaya untuk memperbaiki lifestyle ibu hamil. Permasalahan pendidikan antenatal perlu diatasi dengan metode atau pendekatan yang lebih efektif. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi merupakan salah satu bentuk revolusi industry 4.0 yang dapat digunakan oleh ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan antenatal menggunakan aplikasi. Dalam proses pengabdian, difasilitasi oleh lima orang bidan yang bertugas memberikan pelayanan pendidikan antenatal berbasis aplikasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil tentang lifestyle setelah diberikan pendidikan antenatal berbasis aplikasi. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi merupakan salah satu bentuk revolusi industry 4.0. Aplikasi bisa diakses dengan menggunakan komputer meja, tablet atau telepon genggam. Ibu hamil  bisa mengakses informasi kesehatan,  berinteraksi dengan petugas kesehatan, teman secara bebas. Ibu hamil bisa berinteraksi setiap saat dengan petugas, suami  atau dengan ibu hamil lainnya,  tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Ketersediaan aplikasi ini  dapat mengurangi masalah waktu, jarak, dan ketersediaan informasi terkini, dan ini mengatasi kekurangan pembiayaan, akses yang buruk terhadap informasi, dan sumber daya manusia yang terbatas. Pendidikan antenatal berbasis aplikasi bisa digunakan sebagai tambahan layanan pendidikan antenatal. Mengingat layanan pendidikan antenatal tidak bisa dilaksanakan secara efektif. Oleh karenanya ketersediaan informasi dan form diskusi secara online akan menjadi tambahan alternatif sumber informasi bagi ibu hamil. Classes for pregnant women in Gianyar Regency are not carried out consistently, and most pregnant women cannot attend antenatal education because they are busy. Antenatal education problems need to be addressed with more effective methods or approaches. Application-based antenatal education is a form of revolution that can be used by pregnant women. The aim of community service is to increase pregnant women's knowledge about liftstyle during pregnancy. The method used in this community service activity is to provide antenatal education using an application. The service process was facilitated by five midwives who were tasked with providing application-based antenatal education services, involving 30 pregnant women. The trial results showed that there was a significant increase in pregnant women's knowledge about lifestyle after being given application-based antenatal education. There is a significant difference (p=0.000) in the average lifestyle value of pregnant women before and after being given antenatal education. there was an increase in the average mother's knowledge about maternal and child health with an average pretest score (82) and posttest score (94.33) p = 0.000. This community service is effective in increasing people's knowledge about lifestyle. Midwives at community service locations use this application as an alternative to antenatal education services. This service can make it easier for pregnant women to access maternal and child health information
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Dibawah Lima Tahun di Desa Belandingan Kintamani Bangli Tahun 2020 Ariyani, Ni Wayan; Suartini, Ni Wayan; Surati, I Gusti Ayu; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH)-The Journal of Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i1.3296

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems in children characterized by their height is below -2 SD. The purpose of this research is to analyze factors related to stunting incidence in toddlers in Belandingan Village Kintamani Bangli. This crossectional study method involves 112 mothers and toddlers aged 0-59 months. Data collected in the month April 2021. The data was collected using questionnaire sheets. Data analysis uses chi-square and binary logistic regression. The results are mother age when pregnance factors (p=0.01), family income (p=0.000), and mother knowledge about nutrition (p=0.000) are significantly associated with stunting incidence in toddlers. Mother education factors (p=0.872), mother job (p=0.065), and child sex are not associated with stunting incidence in toddlers. The conclusion of this study found a significant relationship between are mother age when pregnance factors, family income, and mother knowledge about nutrition with stunting incidenc in toddlers
Optimalisasi Pengetahuan Ibu Balita tentang Stimulasi Kecerdasan Balita dengan Brain Gym Astiti, Ni Komang Erny; Ariyani, Ni Wayan; Erawati, Ni Luh Putu Sri
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.166

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan proses berkesinambungan dari kelahiran sampai dewasa. Pada 3 tahun pertama, merupakan golden period, sehingga perlu stimulasi seoptimal mungkin. Salah satunya, dengan memberikan stimulasi kecerdasan dengan brain gym. Brain gym merupakan kumpulan gerakan sederhana yang bertujuan menyatukan pikiran dan tubuh. Berdasarkan evidence based, stimulasi ini meningkatkan konsentrasi, koordinasi, memori, mengatasi stress, kemampuan komunikasi/bahasa, serta mengurangi hiperaktifitas. Oleh karena itu, salah satu tujuan pendidikan kesehatan ini adalah mengoptimalkan pengetahuan ibu balita tentang pengertian, manfaat dan langkah-langkah brain gym dengan metode demonstrasi dan media video. Pada kegiatan posyandu dan kelas balita di UPTD Puskesmas Mengwi I, Kabupaten Badung, Bali belum pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang brain gym, pelaksanaan edukasi dilakukan belum optimal menggunakan tekhnologi dan kurang melibatkan partisipasi aktif. Kegiatan pendidikan kesehatan yang telah dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pengertian, manfaat dan cara melakukan brain gym.
Perilaku Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Maharani, Luh Gede Mutra; Astiti, Ni Komang Erny; Ariyani, Ni Wayan; Wirata, I Nyoman; Darmapatni, Made Widhi Gunapria
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4059

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab angka kematian tertinggi kedua pada wanita di Indonesia dengan angka insiden 9,2%. Hal tersebut dapat optimal diatasi dengan metode IVA, namun perilaku WUS masih cukup rendah untuk melakukan pemeriksaan IVA. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku wanita usia subur tentang deteksi kanker serviks dengan pemeriksaan inspeksi visual asam asetat. Penelitian dilakukan di Desa Bunga Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Penida III pada Bulan Maret-April 2025. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel sebanyak 100 orang WUS yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan instrumen kuesioner yang tervalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menghitung distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebesar 70,4, rata-rata skor sikap 70,6, rata-rata skor tindakan 14,5, dan rata-rata skor perilaku sebesar 36,9. Disimpulkan bahwa sebagian besar WUS di Desa Bunga Mekar Wilayah Kerja Puskesmas Nusa Penida III memiliki perilaku cukup rendah mengenai deteksi kanker serviks dengan pemeriksaan IVA, sehingga perlu adanya intervensi dari pihak desa dan fasilitas kesehatan untuk membentuk kader IVA terlatih yang dapat membantu memberikan edukasi secara proaktif dan motivasi kepada masyarakat terkait pentingnya melakukan IVA sebagai deteksi kanker serviks.
Perbedaan Skala Nyeri Punggung Bawah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Rebozo Pada Ibu Hamil Trimester III Indrayani, Komang Ninis; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Ariyani, Ni Wayan
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.342

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan ibu hamil trimester III yang dapat mengganggu aktivotas sehari-hari akibat perubahan biomekanik tubuh, pertambahan berat badan, dan pergeseran pusat gravitasi. Metode nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik rebozo, yakni suatu teknik tradisional dari Meksiko yang dapat memberikan relaksasi pada otot-otot panggul dan punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri punggung bawah sebelum dan sesudah dilakukan teknik rebozo pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 28 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Teknik rebozo shake the apple tree yang dilakukan satu kali selama 5 menit, yang kemudian diukur kembali menggunakan NRS di hari yang sama 15 menit setelah dilakukan teknik rebozo. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 4,8571 dan setelah intervensi menurun menjadi 2,5357. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan skala nyeri yang signifikan dengan nilai Z = -4,744 dan p < 0,001. Kesimpulannya, teknik rebozo efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk menangani nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Hygiene Genetalia Pada Remaja Putri di SMPN 12 Denpasar Tahun 2025 Ayu Diah Ningsih, Ni Made; Wirata , I Nyoman; Ariyani, Ni Wayan
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4106

Abstract

Hygiene genitalia merupakan pemeliharaan kebersihan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari pada area genitalia. Seorang remaja sangat penting untuk menjaga kebersihan organ genetalia terutama pada remaja putri. Apabila remaja putri tidak memperhatikan kebersihan organ genetalia maka akan menyebabkan banyak penyakit yang timbul. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap hygiene genetalia pada remaja putri di SMPN 12 Denpasar. Pelaksanaan penelitian ini pada tanggal 17 April 2025. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan besar sampel sebanyak 69 responden remaja putri yang memiliki kriteria inklusi. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitas. Pengumpulan data dengan membagikan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang hygiene genetalia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki pengetahuan baik sebanyak (66,7%) , pengetahuan cukup (20,3%) dan (13,0%) berpengetahuan kurang. Sebagian besar responden memiliki sikap positif sebanyak (65,2%) dan (34,8%) dengan sikap negatif. Simpulan pada penelitian ini adalah pengetahuan yang dimiliki oleh remaja putri di SMPN 12 Denpasar sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik tentang hygiene genetalia dan sikap yang dimiliki oleh remaja putri SMPN 12 Denpasar sebagian besar memiliki sikap positif tentang hygiene genetalia. Disarankan untuk peneliti selanjutnya bisa menyempurnakan penelitian ini dengan melakukan penelitian lebih mendalam mengenai kesehatan reproduksi.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting melalui Kelas Ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sidemen Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ariyani, Ni Wayan; Somoyani, Ni Ketut
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c8hfzc61

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting karena berpengaruh terhadap kualitas asupan nutrisi selama kehamilan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil melalui kegiatan kelas ibu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidemen. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juli 2025 dengan melibatkan 30 ibu hamil. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi, diskusi, praktik penyusunan menu, serta pre-test dan post-test pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna, dari rata-rata 76,67 menjadi 93 setelah edukasi. Berbagai luaran telah dicapai, di antaranya publikasi artikel media massa, unggahan video kegiatan, dan perolehan HaKI leaflet nutrisi ibu hamil. Program ini berjalan baik dengan dukungan aktif tenaga kesehatan dan mitra puskesmas, meskipun terdapat kendala keterlambatan kehadiran ibu hamil. Keberlanjutan program direncanakan melalui edukasi rutin bulanan oleh bidan dan tenaga gizi. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan berpotensi berkontribusi terhadap pencegahan stunting.  Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth and cognitive development, particularly during the first 1,000 days of Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen life. Maternal nutritional knowledge plays a crucial role in determining the quality of nutrient intake during pregnancy, which directly influences fetal growth and the risk of stunting. This community service program aimed to improve pregnant women’s nutritional knowledge through a structured antenatal class at UPTD Puskesmas Sidemen. The activity was conducted on July 4, 2025, and involved 30 pregnant women. The intervention consisted of nutrition education, discussions, hands-on menu planning practice, and pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 76.67 before the intervention to 93.00 afterward. Several outputs were successfully achieved, including a published mass media article, an online video documenting the activity, and intellectual property rights for a nutrition leaflet. Despite minor challenges related to participant attendance due to weather and transportation barriers, the program was implemented effectively with strong collaboration from healthcare providers and community partners. This activity proved effective in enhancing pregnant women’s nutritional knowledge and has potential to contribute to stunting prevention efforts in the region.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting melalui Kelas Ibu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sidemen Erawati, Ni Luh Putu Sri; Ariyani, Ni Wayan; Somoyani, Ni Ketut
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c8hfzc61

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Rendahnya pengetahuan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting karena berpengaruh terhadap kualitas asupan nutrisi selama kehamilan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu hamil melalui kegiatan kelas ibu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sidemen. Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juli 2025 dengan melibatkan 30 ibu hamil. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi, diskusi, praktik penyusunan menu, serta pre-test dan post-test pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna, dari rata-rata 76,67 menjadi 93 setelah edukasi. Berbagai luaran telah dicapai, di antaranya publikasi artikel media massa, unggahan video kegiatan, dan perolehan HaKI leaflet nutrisi ibu hamil. Program ini berjalan baik dengan dukungan aktif tenaga kesehatan dan mitra puskesmas, meskipun terdapat kendala keterlambatan kehadiran ibu hamil. Keberlanjutan program direncanakan melalui edukasi rutin bulanan oleh bidan dan tenaga gizi. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan berpotensi berkontribusi terhadap pencegahan stunting.  Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen  Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth and cognitive development, particularly during the first 1,000 days of Improving Pregnant Women’s Nutritional Knowledge to Prevent Stunting through Antenatal Classes in the Working Area of UPTD Puskesmas Sidemen life. Maternal nutritional knowledge plays a crucial role in determining the quality of nutrient intake during pregnancy, which directly influences fetal growth and the risk of stunting. This community service program aimed to improve pregnant women’s nutritional knowledge through a structured antenatal class at UPTD Puskesmas Sidemen. The activity was conducted on July 4, 2025, and involved 30 pregnant women. The intervention consisted of nutrition education, discussions, hands-on menu planning practice, and pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 76.67 before the intervention to 93.00 afterward. Several outputs were successfully achieved, including a published mass media article, an online video documenting the activity, and intellectual property rights for a nutrition leaflet. Despite minor challenges related to participant attendance due to weather and transportation barriers, the program was implemented effectively with strong collaboration from healthcare providers and community partners. This activity proved effective in enhancing pregnant women’s nutritional knowledge and has potential to contribute to stunting prevention efforts in the region