Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EKSTRAKSI SENYAWA FLAVONOID DAUN JATI (Tectona grandis L.) DENGAN METODE ULTRASONIK (KAJIAN RASIO BAHAN : PELARUT DAN LAMA EKSTRAKSI) Januarti, Ika Buana; Santoso, Arifin; Razak, Akhdan Sultrawan
Media Farmasi Indonesia Vol. 12 No. 2 (2017): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.135 KB)

Abstract

ABSTRAKDaun jati selama ini banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional dan pewarna alami karena mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Ekstraksi modern dengan metode ultrasonik dapat menjadi pilihan untuk efisiensi dalam mengekstraksi senyawa di dalam daun jati karena pada metode konvensional membutuhkan waktu ekstraksi yang lama dan jumlah pelarut yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan : pelarut serta lama ekstraksi terhadap kadar flavonoid menggunakan metode ultrasonik sehingga dihasilkan ekstrak daun jati terbaik. Metode penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu rasio bahan : pelarut (1:5, 1:10, 1:15) dan lama ekstraksi 10, 20 dan 30 menit. Hasil terbaik dengan kadar flavonoid total paling tinggi adalah rasio bahan : pelarut 1 : 5 dan lama waktu ekstraksi 30 menit.
Edukasi dan Pengelolaan Gaya Hidup Penyakit Sindrom Metabolik Pada Lansia di Kecamatan Pedurungan, Semarang Januarti, Ika Buana; Maharyani, Airina; Anggraini, Monica Putri
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v9i4.5551

Abstract

Metabolic syndrome has an incidence rate of 25%. This disease has symptoms such as patients having an above-normal waist circumference ≥90 cm for males and ≥80 cm for females, hypertriglyceridemia, low HDL cholesterol levels, hypertension, and diabetes mellitus. Unhealthy lifestyle factors, such as a diet high in fat and sugar and a lack of physical activity, play an important role in the emergence of metabolic syndrome. This community service activity aims to increase public knowledge, especially among the elderly, about metabolic syndrome and healthy lifestyle management as a preventive measure. Education was conducted using lectures followed by interactive discussions. The effectiveness of the activity was measured by comparing pre-test and post-test results to assess participants' knowledge improvement. The activity was attended by 32 participants from RT 09, Pedurungan District, Semarang City. The evaluation results showed a 12% increase in knowledge afterthe education, with a good improvement category. Statistical analysis using the Paired Sample T-Test showed a significant difference between the pre-test and post-test scores with a significance value of 0.004 (p < 0.05). These findings indicate that the educational activity had a significant effect on increasing the community's knowledge about metabolic syndrome and the importance of adopting a healthy lifestyle.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Pada Sediaan Krim Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L) Terhadap Uji Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Latifah, Fadzil; Januarti, Ika Buana; Amalina, Nur
Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijmps.v1i1.5

Abstract

Latar Belakang : Bakteri Staphylococcus aureus merupakan penyebab penyakit antara lain jerawat, bisul, impetigo,dan infeksi pada luka. Beberapa senyawa yang terkandung didalam daun kelor berperan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi 5%, 10%, 15% sediaan krim ekstrak etanolik daun kelor (Moringa Oleifera L.) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Metode : Penilitian ini bersifat eksperimental dengan post test only control group design. Ekstraksi menggunakan metode maserasi pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok yaitu kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), formula 5% (F1), formula 10% (F2) dan formula 15% (F3). Pengujian sifat fisik sediaan krim meliputi organoleptis, pH, daya sebar dan viskositas. Uji efektivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil : Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa pada pengujian pH didapatkan nilai rata-rata yaitu kelompok basis (6,98), kelompok F1 (6,98), kelompok F2 (6,98), kelompok F3 (6,98). Uji daya sebar didapatkan nilai rata-rata yaitu kelompok basis (6,5 cm), kelompok F1 (5,77 cm), kelompok F2 (6,6 cm), kelompok F3 (6,6). Uji viskositas didapatkan nilai rata-rata yaitu kelompok basis (304,56 cps), kelompok F1 (302,73 cps), kelompok F2 (311,06 cps), kelompok F3 (312,06 cps), hasil uji aktivitas antibakteri didapatkan rata-rata hasil yaitu kelompok kontrol negatif (0 cm), kelompok kontrol positif (18 cm), kelompok F1 (14,6 cm), kelompok F2 (20,63 cm), kelompok F3 (25,46 cm). Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah sediaan krim ekstrak daun kelor 5% mempengaruhi aktivitas antibakteri secara lemah, 10% secara sedang, 15% secara kuat dan semua sediaan krim memenuhi persyaratan uji sifat fisik.
Pengaruh Konsentrasi PVA Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Sifat Fisik Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanolik Daun Putri Malu (Mimosa pudica L) Krisya, Otta Ganes; Januarti, Ika Buana; Susmayanti, Windi
Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijmps.v2i1.91

Abstract

Background: The leaves of Putri malu (Mimosa pudica L.) contain flavonoid compounds which act as antioxidants to prevent and reduce the effects of free radicals on the skin. The potency of this ingredient is formulated into a peel-off mask with a PVA gel base because it can help penetrate the active substance into the skin by forming a strong and plastic film that provides good contact between the drug and the skin. The purpose of this study was to determine the effect of PVA concentration on the physical properties and antioxidant activity of the Mimosa Pudica L. ethanolic extract peel-off gel mask. Methods: The leaves of Putri malu were extracted by maceration using 70% ethanol and then peel-off mask preparations were made with PVA concentrations of 8%, 10% and 12%. The masks were tested for physical properties including organoleptic tests, pH strength tests, viscosity and dry time tests as well as antioxidant activity. The data obtained was then analyzed using One Way ANOVA and Kruskall Wallis. Results: EEDPM Peel-Off Mask formula 1 produced an IC50 of 5.505 μg/ml, formula 2 1.088 μg/ml and formula 3 0.606 μg/ml which means that the three formulas have strong antioxidant activity. Conclusion: The higher the concentration of PVA in the ekstrak etanolik daun putri malu (EEDPM) peel-off gel mask, the stronger the antioxidant activity.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Handbody Lotion Niacinamide dengan Kombinasi Alpha Arbutin sebagai Brightening Nugrahaeni, Atma Rulin Dewi; Roniawan, Habib Fatah; Januarti, Ika Buana
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i1.4244

Abstract

Indonesia merupakan negara yang tropis dan dapat menimbulkan masalah pada kulit dikarenakan berada ditingkat kelembapan dan sinar matahari yang cukup tinggi sehingga menghasilkan radikal bebas dan menyebabkan kulit cenderung menjadi kusam dan lebih mudah kering. Salah satu jenis sediaan kosmetik adalah lotion. Lotion adalah salah satu produk kosmetik golongan emolien yang melembabkan dengan kandungan banyak air. Tujuan penelitian ini guna mengetahui formula mana yang paling memenuhi persyaratan standar uji evaluasi fisik (organoleptis, pH, homogenitas, viskositas, uji daya sebar, dan uji daya lekat) pada sediaan handbody lotion Niacinamide dan Alpha arbutin dengan variasi kadar pada basis sediaan. Metode yang digunakan metodologi penelitian eksperimental. Hasil penelitian ini memiliki organoleptis yang berwarna putih, berbau khas mawar dan berbentuk semi solid serta homogen karena tidak ada butir – butir kasar, memiliki nilai pH yang masuk dalam rentang pH yang boleh diaplikasikan pada kulit yakni 4,5 - 8, memiliki Daya sebar yang baik yaitu direntang 5 – 7 dan memiliki daya lekat yang kurang dari 4 detik, dan memiliki nilai viskositas yang baik yaitu 2000 – 50000 cp.
Formulasi Sampo Gel Kombucha Telang sebagai Anti Bakteri Staphylococcus epidermidis dengan Variasi Carbopol 940 dan Sodium Lauril Sulfat Januarti, Ika Buana; Wati, Lidia; Rahmadani, Azmi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i1.4344

Abstract

Cuaca panas yang disertai tumbuhnya jamur di kulit kepala bisa memperparah kemunculan ketombe pada rambut. Bakteri lebih cepat berkembang biak daripada jamur dalam pembentukan ketombe. Spesies bakteri pemicu ketombe, yaitu Staphylococcus epidermidis yang tumbuh pada batang rambut atau kulit rambut. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktifitas antibakteri Staphylococcus epidermidis pada sediaan sampo gel kombucha telang. Sediaan diuji sifat fisik dan dioptimasi formula dengan metode SLD. Formula optimum didapatkan varian  karbopol 940:SLS (1,5:8,5). Metode uji aktivitas  bakteri menggunakan difusi sumuran terdiri atas kelompok kontrol positif,  basis sampo gel dan formula optimum. Hasil one-way ANOVA diketahui bahwa sediaan sampo gel kombucha telang berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri S.epidermidis signifikansi 0,00 (p<0.05). Uji post-hoc merefleksikan perbedaan signifikan (p<0.05) antara diameter zona hambat kelompok positif, negatif  dan kelompok perlakuan. Sampo kombucha bunga telang mempunyai aktivitas bakteri yang kuat.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Lipgloss Menggunakan Ekstrak Kering Buah Delima (Punica granatum) Januarti, Ika Buana; Inta, Icing Gustriani; Sholeh, Aries Badrus
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5930

Abstract

Ekstrak kering buah delima berpotensi sebagai bahan aktif dalam kosmetik, khususnya lipgloss yang berfungsi mempercantik sekaligus merawat bibir. Formulasi lipgloss dengan ekstrak delima ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yaitu estetika dan perawatan kulit bibir yang lebih sehat.  Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan lipgloss menggunakan ekstrak kering buah delima (Punica granatum) dengan konsentrasi 5% (F1), 10%, (F2) dan 15% (F3). Evaluasi stabilitas fisik dilakukan selama 4 minggu terhadap parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Hasil menunjukkan bahwa sediaan lipgloss dengan ekstrak delima memberikan warna merah muda yang bervariasi sesuai konsentrasi. F1, F2 dan F3 memiliki sifat fisik (organoleptik, homogen, pH dan  viskositas) yang memenuhi syarat. Penambahan ekstrak delima tidak menurunkan mutu fisik sediaan selama penyimpanan 4 minggu pada suhu kamar. Ekstrak delima dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan lipgloss dan memiliki stabilitas fisik yang baik
Pengolahan Limbah Sarang Lebah Klanceng sebagai Sabun dan Pemanfaatan Dehumidifier untuk Meningkatkan Kualitas Madu di UMKM Jepara Januarti, Ika Buana; Sagaf, Muhammad; Alfian, Tristan; Fais, Muhammad Teguh; Salsabila, Syaela Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.38-44

Abstract

Usaha madu klanceng Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) terdapat di Kabupaten Jepara mempunyai 100 buah koloni lebah Trigona leavicep. Produksi madu dimulai dari rumah lebah diambil dari setup, dan diperas menggunakan alat pemeras manual. Madu kemudian disaring,  kemudian dikemas menggunakan botol plastik dan botol kaca. Hasil perasan madu kurang bersih karena tercampur oleh kotoran sarang lebah yang rusak. Kandungan/kadar air pada madu selama ini belum dilakukan kontrol kualitas dikarenakan ketidaktahuan dan ketiadaan alat kontrol. Hal inilah yang menjadi kendala untuk menjaga kualitas madu dari Omah Ra&Fi. Permasalahan lain yaitu mitra juga belum memanfaatkan limbah sarang lebah menjadi produk bernilai jual, manajemen usaha masih sederhana dan terbatas di Jepara sehingga dapat dirumuskan tujuan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi dengan penambahan setup koloni jenis Heterotrigona itama dan leavicep, memberi spinner dan pengurang kadar air dehumidifier, melatih pembuatan limbah menjadi sabun, dan memperluas area pemasaran dengan membuat market place serta mendesain kemasan dengan teknologi Augmented Reality. Kegiatan pengabdian dimulai dari persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan monitoring serta evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan bahwa mitra telah mampu menggunakan alat-alat meningkatkan kontrol kualitas madu, membuat sabun, mengemas madu dan sabun dengan kemasan terbaru serta memanfaatkan market place di Instagram dan facebook.The Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) honey business is located in Jepara Regency and has 100 bee colonies. Honey production begins with the honeycomb being removed from the hive and pressed using a manual press. The honey is then filtered and packaged in plastic and glass bottles. The honey extraction process results in honey that is not very clean because it is mixed with debris from damaged bee hives. The water content in the honey has not been quality controlled due to a lack of knowledge and the absence of control equipment. This is an obstacle to maintaining the quality of honey from Omah Ra&Fi. Another problem is that partners have not yet utilized bee hive waste into products with commercial value, and business management is still simple and limited in Jepara. Therefore, the objectives of this community service program can be formulated as follows: to increase production capacity and quality by adding Heterotrigona itama and leavicep colony setups, providing spinners and dehumidifiers to reduce moisture content, training in the production of soap from waste, and expanding the marketing area by creating a marketplace and designing packaging with Augmented Reality technology. The community service activities began with preparation, implementation, assistance, monitoring, and evaluation. The results of the activities showed that the partners were able to use the tools to improve honey quality control, make soap, package honey and soap with the latest packaging, and utilize the marketplace on Instagram and Facebook.
Skrining dan edukasi pasien lansia dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Januarti, Ika Buana; Rahmawati, Laily Mega; Damayanti, Fitria Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31010

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang dapat memicu komplikasi serius berupa sindrom metabolik, terutama pada lansia. Pengelolaan hipertensi yang efektif melalui edukasi berbasis komunitas diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan pengetahuan lansia terhadap manajemen penyakit ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Ngesrep, Kota Semarang, dengan melibatkan 40 lansia sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pengukuran tekanan darah, pemberian kuesioner pretest dan post-test, serta penyuluhan interaktif dengan media leaflet dan sesi tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 21% ke dalam kategori “baik” setelah penyuluhan, dengan nilai signifikansi statistik p = 0,004. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia dalam mengelola hipertensi guna mencegah komplikasi sindrom metabolik. Disarankan pelaksanaan edukasi dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan aktivitas rutin lansia untuk hasil yang optimal. Kata kunci: hipertensi; penyuluhan ; sindrom metabolik Abstract Hypertension is a major risk factor that can trigger serious complications in the form of metabolic syndrome, especially in the elderly. Effective management of hypertension through community-based education is expected to improve the understanding and knowledge of the elderly regarding the management of this disease. This community service activity was carried out at the Ngesrep Health Center, Semarang City, involving 40 elderly as participants. The methods used included blood pressure measurement, provision of pre-test and post-test questionnaires, and interactive counseling using leaflets and question and answer sessions. The results showed an increase in participant knowledge by 21% into the "good" category after counseling, with a statistical significance value of p = 0.004. This activity proves that community-based education is effective in increasing the awareness and knowledge of the elderly in managing hypertension to prevent complications of metabolic syndrome. It is recommended that education be carried out continuously and integrated with the routine activities of the elderly for optimal results. Keywords: counseling; hypertension; metabolic syndrome