Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektifitas Terapi Relaksasi Genggam Jari dan Napas Dalam untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Wibowo, Destamaya Sholina; Waliyanti, Ema
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.3066

Abstract

ABSTRAK  Seiring bertambahnya usia pada individu, semakin beragam penyakit yang menyertainya. Salah satunya adalah hipertensi. World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa 1,28 miliar orang dewasa di dunia dengan usia 30 hingga 79 tahun terkena hipertensi. Kejadian ini akan terus meningkat setiap tahunnya jika tidak dikendalikan. Pada penderita hipertensi terdapat 2 pengobatan yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu penanganan non farmakologi dalam penurunan tekanan darah yaitu terapi relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan napas dalam. Penelitian ini menggunakan analisis kasus. Sebanyak 2 lansia penderita hipertensi menjadi responden dalam penelitian ini. Instrument yang digunakan dalam penelitian yaitu Sphygmomanometer digital dan lembar dokumentasi. Pengambilan data dilakukan sebelum dan setelah pemberian terapi yang diberikan selama 30 menit dalam 6 hari. Penelitian ini membuktikan jika terapi relaksasi genggam jari dan napas dalam efektif menurunkan tekanan darah pada lansia. Kata kunci: Genggam jari; napas dalam; hipertensi; lansia  
TRAINING OF BEDRIDDEN PATIENT CARE AND PRESSURE INJURY WOUND CARE AT HOME: PELATIHAN MERAWAT PASIEN TIRAH BARING DAN PERAWATAN LUKA TEKAN DI RUMAH Chayati, Nur; Waliyanti, Ema; Betsyeba, Betsyeba; Anggraini, Maulida; Kusuma, Rahmah Yanita
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I1.2025.22-29

Abstract

Background: The elderly population in Gunung Kidul Regency is steadily increasing each year, with many becoming bedridden as they age. This highlights the urgent need for training programs that empower family members caring for elderly relatives, particularly in bedridden care and pressure ulcer prevention. Objective: The training aims to enhance the understanding, attitudes, and skills of family caregivers to provide effective support for bedridden elderly patients. Method: The program featured interactive lectures, engaging discussions, and hands-on practice, along with pre-tests and post-tests to evaluate its effectiveness. Results: Analysis indicated a significant improvement in knowledge and attitudes, with a paired t-test value (p) of 0.000 (p<0.05). While participants actively engaged in practical exercises, some occasionally needed reminders about the correct order of steps. Conclusion: This training successfully improved participants' capabilities and confidence in caring for bedridden elderly individuals, ultimately enhancing the quality of care for this vulnerable population.
Efektivitas Terapi Genggam Bola Terhadap Kekuatan Otot Tangan Pada Lansia Dengan Stroke : Studi Kasus Ramadhanti Khaliri, Kirana Puji; Waliyanti, Ema
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 06 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v3i06.326

Abstract

Usia lanjut adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas sehingga akan menimbulkan permasalahan kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada lansia yaitu stoke yang dapat menimbulkan kelemahan pada ekstremitas terutama pada ekstremitas atas sehingga harus bergantung kepada orang lain. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot pada lansia dengan stroke dengan menggunakan terapi non farmakologi yaitu terapi genggam bola. Untuk mengetahui efektivitas terapi genggam bola tangan terhadap kekuatan otot tangan pada pasien lansia dengan stroke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu case report menggunakan terapi genggam bola yang dilakukan dua kali dalam satu hari selama 4 hari dengan durasi 7-10 menit terhadap pasien lansia dengan stroke. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seorang lansia dengan stroke dan memiliki kelemahan otot pada ekstremitas atas. Subjek penelitian sebelumnya diminta mengisi lembar persetujuan menjadi subjek studi kasus menggunakan informed consent. Berdasarkan hasil implementasi terapi genggam bola didapatkan bahwa terdapat kenaikan kekuatan otot dari 5/3 sebelum diberikan intervensi menjadi 5/4. Hal ini yang menunjukan bahwa terapi itu efektif dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot pada lansia dengan stroke. Terapi genggam bola yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan kekuatan otot tangan pada lansia dengan stroke. Selain itu, dengan menerapkan terapi genggam bola dapat merangsang otot-otot agar berkontraksi terutama pada jari-jari sehingga dapat melatih pergerakan yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Terapi genggam bola dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternatif intervensi keperawatan mandiri karena gerakannya mudah dilakukan, serta alatnya mudah dibawa kemana-mana sehingga lansia dapat sewaktu-waktu untuk melakukan terapi tersebut.
Efektivitas Terapi Musik Campursari Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Lansia Dengan Hipertensi : Studi Kasus Ramadhanti Khaliri, Karina Puji; Waliyanti, Ema
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 06 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v3i06.329

Abstract

Usia lanjut merupakan seseorang yang memasuki usia lebih dari 60 tahun dan seiring bertambahnya usia akan timbul permasalahan kesehatan. Salah satu gangguan yang sering terjadi pada lansia adalah hipertensi. Upaya untuk mencegah atau menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dapat menggunakan terapi non farmakologi yaitu terapi musik. Jenis musik yang dapat digunakan seperti musik klasik, instrumental, slow musik, orchestra, dan musik modern lainnya. Peneliti melakukan inovasi terapi musik menggunakan musik campursari. Untuk mengetahui efektivitas terapi musik campursari terhadap penurunan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu case report yang berisi uraian laporan terhadap kasus pasien lansia dengan hipertensi. Intervensi yang digunakan dalam case report ini menggunakan terapi musik campursari yang dilakukan satu kali dalam satu hari selama 10 hari dengan durasi waktu 15 menit pada pasien lansia dengan hipertensi. Pemberian terapi musik campursari ini dilakukan 1 jam sebelum mengkonsumsi obat anti-hipertensi. Berdasarkan hasil implementasi terapi musik campursari didapatkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah dari 182/90 mmHg sebelum diberikan intervensi menjadi 128/81 mmHg. Kesimpulan: Terapi musik campursari yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Selain itu, dengan menerapkan terapi musik campursari ini lansia dapat memberikan efek rileks. Terapi musik campursari dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternatif intervensi keperawatan mandiri terhadap lansia dengan hipertensi.
Health promotion as a preventive effort against non-communicable diseases in adolescents Waliyanti, Ema; Susanti, Afrinia Nanda; Faiqoturrohmah, Faiqoturrohmah; Wahdah, Indri Zahrotul; Anugerah, Shelany
Community Empowerment Vol 10 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.14606

Abstract

Adolescents are an age group that is increasingly vulnerable to non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes. This is triggered by unhealthy lifestyles and low health literacy. This community service activity aims to increase students’ knowledge and awareness of the importance of a healthy lifestyle as a preventive measure against NCDs. The intervention was carried out at SMK Muhammadiyah Bangunjiwo and involved 40 grade X students. The series of activities included a pre-test and post-test carried out using Quizizz, as well as a health education session with four main topics: physical health, nutrition, mental health and reproductive health. The results of the paired sample t-test showed a significant increase in the average student score from 72.6 (pre-test) to 88.5 (post-test) (p = 0.000). This increase shows that an interactive and contextual educational approach can improve students’ understanding of a healthy lifestyle. This program emphasizes the importance of school-based health education as a preventive strategy to reduce the risk of NCDs early.
Social media exposure to adolescent sexual behavior Waliyanti, Ema; Aristawidya, Afifah
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhtam.4192

Abstract

The Indonesian Child Protection Commission in 2022, stated that 96% of children aged 10-17 years in Indonesia had opened negative content (pornography) with an average of 64 hours of use per month for 4,500 junior and senior high school students. The increasing interest of adolescents in sexual issues encourages them to seek information about sexuality through various media. This study aimed to examine the association between the extent of social media use and adolescents’ involvement in risky sexual behaviors. The population in this study were all eight grade students, with a sampling technique using purposive sampling with a total of 82 people based on the inclusion criteria, namely adolescents who actively use social media and are willing to be research respondents. Data collection was carried out using a closed questionnaire consisting of two parts, namely a social media use questionnaire and a questionnaire on risky sexual behavior in adolescents. The research instrument was prepared by the researcher based on relevant theories and tested for validity and reliability using the Cohen's Kappa test. Data analysis was carried out using the Chi-Square test to determine the relationship between social media use and risky sexual behavior in adolescents .The results showed that social media use was in the low category of 49 people (59.8%) and risky sexual behavior in the medium category of 64 people (78%). Statistical tests showed that there was a relationship between social media use and risky sexual behavior in adolescents with a p value of 0.000 (p<0.05). There is a relationship between social media use and risky sexual behavior in adolescents. Adolescents are expected to be able to use social media wisely and avoid pornographic content.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Teratai 1 Padukuhan Kalirandu, Bangunjiwo Waliyanti, Ema; Amalia, Yuvia Dewi; Ummah, Mandahimas Khoirul; Mellisa, Mellisa
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19481

Abstract

Background: Program Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan strategi nasional untuk memperkuat layanan Kesehatan dasar melalui edukasi masyarakat, penguatan kader, peningkatan kualitas layanan, dan pemanfaatan media digital. Berdasarkan data Puskesmas Kasihan I tahun 2024, jumlah penderita hipertensi tercatat sebanyak 5.819 orang, namun hanya 41,4% yang telah memperoleh layanan kesehatan. Sementara itu, jumlah penderita diabetes melitus di Desa Bangunjiwo mencapai 2.480 orang, dengan cakupan layanan sebesar 42,3%. Kondisi ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% penderita belum terlayani secara optimal. Program ILP bertujuan meningkatkan  pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait kesehatan preventif dan promotif, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan mendukung upaya pencegahan penyakit. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tingginya angka kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM), yang kini menjadi beban utama kesehatan masyarakat. Metode: Kegiatan pelatihan ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif  dengan metode pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD), pre-test dan post-test, role play dan dokumentasi. Hasil: Terdapat perubahan nilai rata-rata pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan, dengan peningkatan sebanyak 1,5 dari yang sebelumnya rata-rata nilai 4,5 menjadi 6. Berdasarkan hasil uji t-test diperoleh signifikan = 0,000 yang berarti lebih kecil dari α=0,05. Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan.