Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pandangan Siswa, Guru dan Orangtua Tentang Pekerjaan Rumah di Sekolah Dasar Selama Online Learning Mustahiyah, Minhatul; Yulliandari, Ayi; Winata, Diny Kurnia; Anizar, Liza; Hanif, Muhammad; Suratno, Tatang
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i5.4475

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana sudut pandang guru, siswa, dan orangtua tentang pekerjaan rumah dalam pembelajaran tematik secara online Learning pada siswa jenjang sekolah dasar. Hal ini dibuktikan dalam berbagai skala seperti jenis, frekuensi, mata pelajaran dan fungsi pekerjaan rumah. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif, dan metode penelitiannya desain studi kasus. Sampel data diambil dari siswa, guru, dan orangtua dari pada jenjang sekolah dasar, yang berada di wilayah Anyer, Tangerang Selatan, Jakarta Utara, serta Sukabumi. dengan populasi kelas 1-6 untuk seluruh kelas di sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui Google formulir dan wawancara semi terstruktur, kemudian diolah dengan metode analisis isi. Temuan penelitian ini dirilis bahwa meskipun sebagian besar guru, siswa dan orangtua mengatakan pekerjaan rumah meningkatkan keberhasilan akademik, faktanya melihat lebih dekat tanggapan mereka terhadap pertanyaan wawancara yang berbeda menggambarkan beberapa respon kelompok peserta lain juga memiliki beberapa pendapat negatif tentang pekerjaan rumah disekolah dasar. Namun Pengaruh keberhasilan dari penelitian ini sangat didukung oleh guru maupun orangtua, karena bisa membentuk karakter sikap anak di tengah pembelajaran online learning seperti ini akibat pandemi. Implikasi kedepan, diharapkan mampu membawa perubahan besar yang berdampak positif terhadap penerapan pekerjaan rumah dalam membantu meningkatkan hasil belajar atau prestasi akademik siswa di sekolah
The Relation between Gender, Reasons to Participate in STEM-Related Subjects, Programs and The University Supports On First-Year University Student’s Satisfaction: A Structural Equation Model Ikmanda Nugraha; Tatang Suratno; Asep Kadarohman; Ari Widodo; I Gusti Darmawan
Journal of Science Learning Vol 3, No 2 (2020): Journal of Science Learning
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jsl.v3i2.21593

Abstract

First-year student's satisfaction has considered an important factor in the quality education offered by the university program. The objective of this study is to investigate the relationship among gender, a reason to participate in STEM-related subjects, program, and the university support on first-year student's satisfaction of STEM learning. The methods used in this study surveyed student's satisfaction using adapted interest and recruitment in the science questionnaire (IRIS Q) instrument. The questionnaire comprised question items covering school science experiences, sources of inspiration for the choice of education, expectations for future job, first-year experiences as a STEM student, and attitudes to gender equity in STEM. A total of 448 students, first-year students from STEM-related programs, have participated voluntarily in this study. The structural equating model assisted by computer program IBM SPSS Amos 20 was employed to analyze the hypothesized model. The results from the model showed that reason and university support have a positive direct effect on first-year students' satisfaction with STEM learning. From this study, it is suggested for the university to improve first-year student's satisfaction by helping STEM students to develop appropriate expectations of the program, facilitating teaching quality to meet STEM students' learning, and assisting students in developing positive attitudes toward their future carriers.
Implementasi Praktikum Perubahan Wujud Benda Berbasis Pembelajaran Sosial Dan Emosional: Sebuah Kajian Literatur Utami, Sherly Anisa; Suratno, Tatang; Fatihaturosyidah, Fatihaturosyidah
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji implementasi praktikum perubahan wujud benda berbasis pembelajaran sosial dan emosional (SEL), yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep sains, keterampilan sosial, dan perkembangan emosional siswa. Pembelajaran sains sering kali terhambat oleh kecemasan dan keterbatasan pemahaman siswa, sementara SEL dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan ini dengan mengembangkan keterampilan interpersonal dan pengelolaan emosi. Melalui kajian literatur, ditemukan bahwa pendekatan praktikum berbasis SEL yang melibatkan metode seperti bioentrepreneurship, Problem Based Learning (PBL), video, dan eksperimen langsung dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap perubahan wujud benda dan memperkuat keterampilan sosial, seperti kerjasama, komunikasi, dan pengelolaan emosi. Kesimpulannya, integrasi SEL dalam praktikum sains memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh, yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter sosial dan emosional siswa, yang berdampak positif terhadap kualitas pendidikan.
Etnopedagogi Pemanfaatan Tanaman Obat dan Pangan Baduy sebagai Sumber Belajar Kontekstual Literasi Biodiversitas di Sekolah Dasar untuk Mendukung Pencapaian SDGs Nuraeni, Hasna; Suratno, Tatang; Fatihaturosyidah, Fatihaturosyidah; Rahmawati, Suci; Pramudya, Muhamad Daffa; Marsya, Khaira
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/c43h5324

Abstract

The local knowledge of the Outer Baduy community in Leuwidamar District, Lebak Regency, Banten, regarding the use of medicinal and food plants faces conservation challenges amidst social change and the decline in the inheritance of ecological values ????between generations. This study aims to identify the diversity of medicinal and food plants utilized by the Baduy community and analyze their potential as ethnopedagogical learning resources in elementary schools to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). This study uses a descriptive qualitative approach through field observations, in-depth interviews with traditional leaders and key informants, and documentation of taxonomically verified specimens. The results of the study found 52 plant species from 31 families, with a dominance of Zingiberaceae and Asteraceae, most of which function as medicinal plants. From the 52 species, 12 priority species were generated which were recommended for the development of contextual learning in elementary schools based on pedagogical criteria. In addition, ethnopedagogical practices of Baduy community biodiversity conservation were obtained in the form of pikukuh karuhun, such as the prohibition of cutting down forests, the use of natural fertilizers, and storing harvests in leuit, as well as the seven pillars of nature management. These results confirm that the ethnobotanical knowledge of the Baduy community has high pedagogical value and great potential to be used as a learning resource and integrated into contextual science learning to strengthen biodiversity literacy and ecological character of elementary school students, as well as support the achievement of SDG 4 (Quality Education) and SDG 15 (Terrestrial Ecosystems).
Pengalaman Guru Sekolah Dasar melalui Program Tokkatsu dalam Pengembangan Keterampilan Sosial secara Holistik Assyifa, Aulia Fitri; Suratno, Tatang; Nuraeni, Hasna
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7988

Abstract

Pendidikan holistik menekankan pengembangan peserta didik secara utuh, mencakup aspek akademik, karakter, serta keterampilan sosial emosional. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan prinsip tersebut adalah program Tokkatsu, yaitu kegiatan non-akademik yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah dan menekankan pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan program Tokkatsu dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative inquiry. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan restorying, kodifikasi, dan penyusunan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tokkatsu berperan dalam membangun keterampilan sosial, kerja sama, keberanian berpendapat, tanggung jawab, serta pengelolaan emosi siswa melalui pembiasaan kegiatan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa Tokkatsu relevan sebagai model pendidikan karakter yang aplikatif dan sejalan dengan penguatan pembelajaran berpusat pada siswa dalam kurikulum Merdeka.