Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Generasi Sandwich Dalam Karya Digital Painting Elsan, Berliannisa; Syafei, Syafei
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26815

Abstract

Fenomena generasi sandwich muncul sebagai dampak dari dinamika sosial dan ekonomi masyarakat, di mana individu harus menanggung beban finansial dua generasi sekaligus, yaitu orang tua dan anak-anak. Kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang menyebabkan individu dalam posisi ini kehilangan kesempatan untuk fokus pada perencanaan masa depan pribadi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan perjuangan dan tekanan psikologis yang dialami oleh generasi sandwich melalui media digital painting. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya seni ini mengikuti lima tahapan proses penciptaan, yaitu tahap persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Visualisasi menggunakan figur stickman dengan kepala terpisah dari tubuh, melambangkan beban pikiran, krisis identitas, dan konflik batin yang dialami. Hasil dari proses penciptaan ini menghasilkan sepuluh karya dua dimensi yang menggambarkan emosi dan dinamika hidup generasi sandwich dalam bentuk metafora visual, yaitu: (1) Lompatan Kehidupan, (2) Pengorbanan Tak Terlihat, (3) Mendaki Harapan, (4) Seni Penyeimbangan, (5) Kenapa Harus Aku?, (6) Tarikan Waktu, (7) Cita-Cita, (8) Self Reward, (9) Perubahan, dan (10) Birrul Walidain. Karya-karya ini diharapkan dapat menjadi media reflektif dan apresiatif terhadap perjuangan kelompok sosial tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan fenomena yang sering terabaikan ini.
Ekspresi Stres dalam Karya Digital Painting Agung Siswanto, Robin; Syafei, Syafei
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26877

Abstract

Tujuan pembuatan karya ini untuk memvisualisasikan berbagai permasalahan kehidupan yang menimbulkan stres dan kecemasan, serta mengekspresikannya dalam bentuk karya seni yang dapat menjadi wadah bagi emosi dan pikiran. Harapan dari karya ini adalah meningkatkan kesadaran diri seseorang untuk memperbaiki dirinya, serta meningkatkan pengetahuan dan memperkaya ide-ide dalam mewujudkan karya digital painting dengan cara ungkap yang berbeda. Ada beberapa tahapan yang dilaksanakan sesuai dengan metode yang digunakan dalam penciptaan karya, yaitu: 1).Persiapan merupakan tahap awal dalam penciptaan sebuah karya seni mulai dari mencari sebuah ide dan gagasan. 2).Elaborasi, merupakan gagasan pokok yang telah ditetapkan nantinya akan dituangkan pada sebuah karya digital painting. 3).Sintesis, merupakan langkah-langkah dalam pembuatan karya. 4).Realisasi Konsep merupakan tahap proses dalam berkarya dan. 5). Penyelesaian, merupakan tahap akhir dalam berkarya. Secara keseluruhan karya ini menyampaikan permasalahan kecemasan pikiran dalam kehidupan yang penulis alami. Karya yang ditampilkan terdiri dari sepuluh karya yang setiap karya di beri judul yang berbeda-beda yaitu : Face Mask, Alone In A Crowd, Be Alone, Butterly Hug, Screaming, Sleep, Medication, Self Harm 1,Self Harm 2 dan Parent Hug.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MADRASAH DINIYYAH TAKMILIYAH AWALIYAH DALAM MEMPERSIAPKAN PESERTA KALIGRAFI PORSADIN Alfurqan, Alfurqan; Syafei, Syafei; Wiza, Rahmi; Satrial, Ardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19861

Abstract

Abstrak: Masuknya kaligrafi pada Pekan Olah Raga dan Seni antar Diniyyah (Porsadin), mengharuskan MDTA memiliki guru yang mahir kaligrafi. Sementara guru MDTA Kota Solok belum memiliki keterampilan kaligrafi Porsadin. Tujuan pelatihan ini meningkatkan keterampilan guru dalam bidang kaligrafi, agar dapat membina peserta didiknya belajar kaligrafi yang dilombakan pada kegiatan Porsadin. Pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan simulasi karya oleh peserta pelatihan. Mitra kegiatan ini guru MDTA Kota Solok sebanyak 20 orang. Untuk melihat pemahaman dan kepuasan peserta pelatihan dilakukan melalui google form. Hasil pelatihan ini dapat memberdayakan guru sebagai agen pembelajaran kaligrafi Porsadin pada MDTA yang mereka bina. Tahapan pelatihan yang dilakukan meliputi. (1) pemberian peralatan dan demonstrasi materi; (2) simulasi kaligrafi dan koreksi langsung (direct corection); serta (3) penugasan terbimbing. Kemampuan peserta menguasai teknis pembuatan kaligrafi Porsadin, diperoleh data 27% sangat setuju dan 73% mengatakan setuju, artinya rata-rata semua peserta memahami urutan kerja pembuatan kaligrafi Porsadin. Kemudian 87% peserta pelatihan dapat mengajarkan teknis kaligrafi Porsadin kepada peserta didiknya.Abstract: The existence of the calligraphy branch on the annual agenda of the Sports and Arts Week between Diniyyah (Porsadin), requires MDTA to have teachers who are proficient in calligraphy. Meanwhile, MDTA teachers in Solok City do not yet have calligraphy skills for Porsadin. The purpose of this training is to improve the ability of teachers in the field of calligraphy, so that they can foster their students to learn calligraphy which is contested at Porsadin activities. This training was conducted using lecture, demonstration and simulation methods by the trainees. The partners of this activity are MDTA teachers in Solok city, who were selected as many as 20 people. To see the participants' understanding and satisfaction during the training, a Google form questionnaire was used. The results of this training can empower MDTA teachers as agents of calligraphy learning in the MDTAs they foster. The training stages include. (1) provision of materials and equipment; (2) calligraphy demonstration and direct correction; and (3) guided assignments. The ability of the participants to master the technique of making Porsadin calligraphy, obtained data 27% strongly agreed and 73% said they agreed, meaning that on average all participants understood the sequence of work for making Porsadin calligraphy. Furthermore, 87% of the trainees could teach the technique of Porsadin calligraphy to their students.