Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENERAPAN METODE TSAQIFA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN MASJID AL-IMAN WEK III KECAMATAN BATANG TORU Samsidar, Samsidar; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Santi, Amalia; Sormin, Darliana; Harapan Gaja, Rawalan
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i1.49-62

Abstract

Metode Tsaqif adalah metode pembelajaran baca Al-Qur’an yang dirancang khusus untuk orang dewasa. Metode  ini merupakan alternatif bagi mereka yang menginginkan segera bisa membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak banyak mempunyai waktu serta kesempatan. Metode ini memiliki kelebihan, untuk bisa membaca Al-Qur’an hanya perlu waktu lima kali pertemuan saja dan setiap  pertemuan dengan durasi waktu satu setengah jam. Metode ini dirancang khusus untuk orang dewasa yang belum mampu membaca Al-Qur’an atau untuk yang  pernah belajar dan masih terbata-bata membacanya.Metode ini bukan untu kanak-anak TK atau TPA, karena untuk anak-anak sudah ada metode khusus untuk mereka, seperti metode Qira’ati, Iqra’ dan lain sebagainya. Orang dewasa pun tidak perlu lagi merasa malu, gengsi, minder dan ragu-ragu untuk belajar membaca Al-Qur’an.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA PAPAN FLANEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ANAK PADA RAUDATUL ATHFAL ARAFAH Agustini, Rini; Herlindyah, Herlindyah; Juliana, Rina; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Harapan Gaja, Rawalan; Yuisman, Dedi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 1 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v7i1.99-144

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk menentukan pengenalan huruf pada anak usia dini di RA Arafahmelalui model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan media papan flannel. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh rendahnya kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok B di RA Arafah. Penelitian ini menggunakan metode kolaboratif dimana pada saat melakukan tindakan guru dan peneliti bekerja sama. Prosedur penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Data dalam penelitian ini berdasarkan hasil belajar siswa dalam mengenal huruf. Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari observasi keterampilan guru dalam pembelajaran, aktivitas anak, dan catatan lapangan dalam proses pembelajaran mengenal huruf media papan flanel.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non tes yaitu observasi dan wawancara sedangkan analisis data yang digunakan reduksi data, display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Pada prasiklus sebelum mengalami tindakan mendapat 38%, siklus I pertemuan pertama mempereolehskor 58% disebabkan 7 anak sudah mampu mengenal dan mengucapkan huruf walaupun hanya 7-14 huruf saja dan mengalami peningkatan jumlah anak yang bertemu untuk kedua kalinya dan sudah banyak yang mengenal 15-20 huruf mendapatkan skor 64% dan mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan pertama 72%, pertemuan kedua 83% anak-anak dan sudah banyak mengetahui15-20 huruf dan anak yang yang mampu menyebutkan huruf ada 10 anak. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan model pembelajaran tongkat bicara dengan media papan flanel membantu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf.
PENDAMPINGAN PENGENALAN LITERASI BUDAYA PADA ANAK PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI SANGGAR BIMBINGAN MUALLIM MALAYSIA Kholijah Siregar, Adek; Triswidodo, Triswidodo; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Pasaribu, Muksana; Sari Batubara, Delilla; Putriana, Putriana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.4134-4139

Abstract

Pendidikan dan pengenalan budaya memiliki peran penting dalam membentuk identitas anak. Anak-anak pekerja migran sering kali menghadapi tantangan dalam mengakses pendidikan formal yang memadai serta pengenalan budaya asal mereka karena mobilitas dan perubahan lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu, pendampingan literasi budaya merupakan solusi penting untuk membantu anak-anak pekerja migran dalam memahami budaya asalnya sekaligus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Jurnal ini membahas pendekatan pendampingan pengenalan literasi budaya pada anak-anak pekerja migran di Sanggar Bimbingan MuallimMalaysia, mulai dari identifikasi masalah, strategi pendampingan, hingga dampaknya terhadap identitas dan kemampuan anak dalam memahami dua budaya yang berbeda. Sanggar Bimbingan Muallim merupakan bentuk pendidikan informal yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan dalam sarana dan pra sarana, Sanggar Bimbingan Muallim memberikan kontribusi yang signifikan dalampengenalan  budaya asal mereka juga dalam hal  membentuk karakter dan keterampilan dasar anak-anak pekerja migran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA PAPAN FLANEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ANAK PADA RAUDATUL ATHFAL ARAFAH Agustini, Rini; Herlindyah, Herlindyah; Juliana, Rina; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Harapan Gaja, Rawalan; Yuisman, Dedi
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 7, No 1 (2022): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v7i1.99-144

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk menentukan pengenalan huruf pada anak usia dini di RA Arafahmelalui model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan media papan flannel. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh rendahnya kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok B di RA Arafah. Penelitian ini menggunakan metode kolaboratif dimana pada saat melakukan tindakan guru dan peneliti bekerja sama. Prosedur penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart. Data dalam penelitian ini berdasarkan hasil belajar siswa dalam mengenal huruf. Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari observasi keterampilan guru dalam pembelajaran, aktivitas anak, dan catatan lapangan dalam proses pembelajaran mengenal huruf media papan flanel.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik non tes yaitu observasi dan wawancara sedangkan analisis data yang digunakan reduksi data, display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Pada prasiklus sebelum mengalami tindakan mendapat 38%, siklus I pertemuan pertama mempereolehskor 58% disebabkan 7 anak sudah mampu mengenal dan mengucapkan huruf walaupun hanya 7-14 huruf saja dan mengalami peningkatan jumlah anak yang bertemu untuk kedua kalinya dan sudah banyak yang mengenal 15-20 huruf mendapatkan skor 64% dan mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan pertama 72%, pertemuan kedua 83% anak-anak dan sudah banyak mengetahui15-20 huruf dan anak yang yang mampu menyebutkan huruf ada 10 anak. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan model pembelajaran tongkat bicara dengan media papan flanel membantu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf.
PENERAPAN METODE TSAQIFA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN MASJID AL-IMAN WEK III KECAMATAN BATANG TORU Samsidar, Samsidar; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Santi, Amalia; Sormin, Darliana; Harapan Gaja, Rawalan
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 1 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i1.49-62

Abstract

Metode Tsaqif adalah metode pembelajaran baca Al-Qur’an yang dirancang khusus untuk orang dewasa. Metode  ini merupakan alternatif bagi mereka yang menginginkan segera bisa membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak banyak mempunyai waktu serta kesempatan. Metode ini memiliki kelebihan, untuk bisa membaca Al-Qur’an hanya perlu waktu lima kali pertemuan saja dan setiap  pertemuan dengan durasi waktu satu setengah jam. Metode ini dirancang khusus untuk orang dewasa yang belum mampu membaca Al-Qur’an atau untuk yang  pernah belajar dan masih terbata-bata membacanya.Metode ini bukan untu kanak-anak TK atau TPA, karena untuk anak-anak sudah ada metode khusus untuk mereka, seperti metode Qira’ati, Iqra’ dan lain sebagainya. Orang dewasa pun tidak perlu lagi merasa malu, gengsi, minder dan ragu-ragu untuk belajar membaca Al-Qur’an.
PENDAMPINGAN PENGENALAN LITERASI BUDAYA PADA ANAK PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI SANGGAR BIMBINGAN MUALLIM MALAYSIA Kholijah Siregar, Adek; Triswidodo, Triswidodo; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Pasaribu, Muksana; Sari Batubara, Delilla; Putriana, Putriana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.4134-4139

Abstract

Pendidikan dan pengenalan budaya memiliki peran penting dalam membentuk identitas anak. Anak-anak pekerja migran sering kali menghadapi tantangan dalam mengakses pendidikan formal yang memadai serta pengenalan budaya asal mereka karena mobilitas dan perubahan lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu, pendampingan literasi budaya merupakan solusi penting untuk membantu anak-anak pekerja migran dalam memahami budaya asalnya sekaligus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Jurnal ini membahas pendekatan pendampingan pengenalan literasi budaya pada anak-anak pekerja migran di Sanggar Bimbingan MuallimMalaysia, mulai dari identifikasi masalah, strategi pendampingan, hingga dampaknya terhadap identitas dan kemampuan anak dalam memahami dua budaya yang berbeda. Sanggar Bimbingan Muallim merupakan bentuk pendidikan informal yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan dalam sarana dan pra sarana, Sanggar Bimbingan Muallim memberikan kontribusi yang signifikan dalampengenalan  budaya asal mereka juga dalam hal  membentuk karakter dan keterampilan dasar anak-anak pekerja migran
Implementation of Congregational Prayer at Muhammadiyah Parsorminan Elementary School, Sipirok District Rosdiana, Rosdiana; Rosmaimuna, Rosmaimuna; Agustini, Rini; Nopriani, Jumaita
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.7184

Abstract

This research aims to describe the implementation of congregational prayers at the Muhammadiyah Parsorminan Elementary School. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The informants in this research were students, teachers and the principal of the Parsorminan Muhammadiyah school. The data collection is observation, interviews and documentation and the data checking techniques used are triangulation, extended participation and diligent observation. Meanwhile, data analysis in this research consists of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the research show that the implementation of congregational prayers at the Parsorminan Muhammadiyah Elementary School has been going on for a long time, starting from when this madrasa was founded around 1924. The implementation of congregational prayers is mandatory for all students in grades III, IV, V and VI. Congregational noon prayers are held at the mosque near the school. Practically speaking, imams and muezzins are carried out by students as a form of education in discipline and preparation to become leaders. Next, midday prayers are held before the children come home from school, namely 1 o'clock on Monday to Thursday. The congregational noon prayer is held on time at around 12.30 and a quarter of an hour before prayer time the bell will be rung so that students come out and perform ablution for prayer. The results obtained from carrying out congregational prayers for students are: getting into the habit of praying on time, being orderly in queuing, students becoming brave and not shy and respectful and affectionate towards teachers and parents, and coming to school on time.