Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Ketepatan Kodefikasi Penyakit Terhadap Validasi Laporan Morbiditas Rawat Jalan Di RSUD Petala Bumi Pekanbaru Tahun 2021 Kenisha Tiara Widodo; Octaria, Haryani
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol2.Iss3.394

Abstract

RL4b merupakan suatu laporan yang sangat penting bagi Rumah Sakit. RL4b adalah pelaporan tentang data keadaan morbiditas pasien rawat jalan yang merupakan formulir rekapitulasi dari jumlah kasus baru dan jumlah kunjungan yang terdapat pada unit rawat jalan Rumah Sakit untuk Tahunan. Hasil survei awal di RSUD Petala Bumi ditemukan Data Laporan 10 Penyakit Terbanyak yaitu penyakit pulpa dan periapical, gangguang infraksi dan akomodasi, konjungtivitis dan gangguan lain konjungtivita, strok tak menyebut pendarahan atau infark, nyeri punggung bawah, diabetes mallitus tidak bergantung insulin, amenare, migrain dan sinrom nyeri kepala lainnya, katarak dan gangguan lain lensa, gagal jantung/ Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketepatan kodefikasi penyakit terhadap validasi laporan morbiditas rawat jalan.  Jenis dan desain penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan desain “Crossectional”. Hasil analisis hubungan ketepatan kodefikasi penyakit dengan validasi laporan morbiditas rawat jalan di RSUD Petala Bumi diperoleh bahwa ada sebanyak 15 (15,3%) kode diagnosa yang tidak akurat, dan kode diagnosa akurat sebanyak 83 (84,7%), validasi laporan morbiditas rawat jalan diperoleh bahwa ada sebanyak 17 (17,3%) laporan yang tidak valid, dan laporan valid sebanyak 81 (82,7%). Hasil uji statistik dengan chi square diperoleh Pvalue 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketepatan kodefikasi penyakit dengan validasi laporan morbiditas rawat jalan. Dari hasil analisis diperoleh pula OR = 128.375, artinya berkas RM yang tidak akurat mempunyai peluang 128.375 kali untuk tidak valid dalam pengisian laporan morbiditas rawat jalan. Kesimpulan penelitian ada hubungan ketepatan kodefikasi terhadap validasi laporan morbiditas rawat jalan. 
Gambaran Pemahaman Pasien/Keluarga Pasien Terhadap Informed Consent Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2021 Reza, Reza Annisa; Daniati, Sy. Effi; Abidin, Zainal; Octaria, Haryani
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol3.Iss1.891

Abstract

Informed Consent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien.  Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui Gambaran Pemahaman Pasien/Keluarga Pasien Terhadap Informed Consent Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tahun 2021.  Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif. Sampel dalam penelitian iniberjumlah 97 Responden. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data Primer dan Data Sekunder. Analisis data dalam penelitian ini adalah Analisis Unvariate. Dari 97 responden, (100%) berumur tua, 50 (51.5%) berjenis kelamin perempuan, 37 (38.1%) Pendidikan Rendah, 60 (61.9%) Tidak memiliki Pekerjaan, 57 (58.8%) Tidak memahami Bahasa Penyampaian, 63 (64.9%) Terburu-buru, 72 (74.2%) mendapatkan informasi secara lengkap. Diharapkan di Ruang Rawat Inap Dahlia Kelas 3 RSUD Arifin Achmad Menerapkan SOP Pemberian Persetujuan Tindakan Kedokteran (Informed Consent) sebelum pasien dilakukan Tindakan Bedah Maupun Tindakan Medis  lainnya.
Comparison of Waiting Times for Bpjs and General Patients on the Completeness of Medical Record Files for Post-Inpatient Control Patients at Tpprj X Hospital: Perbandingan Waktu Tunggu Pasien Bpjs Dan Umum Terhadap Kelengkapan Berkas Rekam Medis Pasien Kontrol Pasca Rawat Inap Di Tpprj Rumah Sakit X Octaria, Haryani; Daniati, Sy. Effi; Syarafina, Intan; Jepisah, Doni; Via Trisna, Wen
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Olah Raga dan Kesehatan (ORKES)
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol3.Iss3.110

Abstract

Unit kerja rekam medis merupakan garda terdepan dalam memberikan kesan puas maupun tidak puas. Salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit yang dapat diidentifikasi melalui kelengkapan pengisian berkas rekam medis. Rekam Medik sebagai penyelenggara administrasi pelayanan dan pendaftaran juga memiliki tanggung jawab untuk dapat memenuhi target capaian dari standar pelayanan minimal yaitu 15 menit. Tujuan Untuk menilai bagaimana Perbandingan Waktu Tunggu Pasien BPJS dan Umum Teradap Kelengkapan Berkas Rekam Medis Pasien Kontrol Pasca Rawat Inap di TPPRJ Rumah Sakit X Metode Penelitian dengan metode Kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian crossectional, Pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak dengan jumlah 80 berkas rekam medis. Hasil Analisis kualitas dokumen rekam medis menggunakan dimensi kelengkapan rerata capaian sebesar 63,29%, dimensi concise representation rerata capaian sebesar 62,71%, dimensi completeness rerata capaian sebesar 59,75%, consistent representation sangat rendah yaitu 31 dan 34 rekam medis dan hasil untuk pasien umum tingkat tepat waktu pasien menunggu tidak lebih dari 15 menit berjumlah 30 (75%) pasien masuk kategori baik sedangkkan untuk pasien BPJS untuk waktu tunggu pasien yang tepat waktu berjumlah 24 (60%) pasien hal ini masuk kategori cukup.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN MANAJEMEN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN KEPADA PASIEN DI RSD MADANI PEKANBARU TAHUN 2024: Pendampingan Peningkatan Manajemen Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan Kepada Pasien Di RSD Madani Pekanbaru Tahun 2024 Jepisah, Doni; Azlina, Azlina; Hartono, Budi; Octaria, Haryani; Trisna, Wen Via
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2182

Abstract

Medical records are written evidence of the healthcare services provided by doctors and medical professionals to patients. They include patient social data, medical history, examinations, diagnoses, as well as treatments and medical procedures. One of the indicators of healthcare service quality is the availability of complete and accurate medical records. At RSUD Madani Pekanbaru, there is still a lack of understanding regarding medical record management. Patients often show low cooperation in providing personal data and medical information, which affects the quality of services. To address this issue, education was provided to the general public and healthcare workers about the importance of medical records in patient safety. The success of improving medical record management depends on the readiness of hospital facilities and the active participation of both patients and healthcare professionals. The method used was counseling/lectures, with the results showing that the activity was successful. This was reflected in the participants’ improved competence, active interaction, and high enthusiasm. Full support from the hospital, especially from the head of medical records, played a crucial role in the success of this activity, helping participants better understand standard medical record management.   Abstrak Rekam medis merupakan bukti tertulis dari proses pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan kepada pasien. Rekam medis mencakup data sosial pasien, riwayat penyakit, pemeriksaan, diagnosis, serta pengobatan dan tindakan medis. Salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan adalah ketersediaan rekam medis yang lengkap dan akurat. Di RSUD Madani Pekanbaru, masih ditemukan rendahnya pemahaman tentang manajemen rekam medis. Pasien sering kurang kooperatif dalam memberikan data pribadi dan informasi medis, yang berdampak pada rendahnya mutu pelayanan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan edukasi kepada masyarakat umum dan petugas kesehatan mengenai pentingnya rekam medis dalam keselamatan pasien. Keberhasilan implementasi peningkatan manajemen rekam medis bergantung pada kesiapan fasilitas rumah sakit serta partisipasi aktif dari pasien dan tenaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan/ceramah dengan hasil Kegiatan penyuluhan berjalan sukses dengan peningkatan kompetensi peserta yang terlihat dari interaksi aktif dan antusiasme tinggi. Dukungan penuh dari pihak rumah sakit, khususnya kepala rekam medis, menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini, membantu peserta lebih memahami manajemen rekam medis sesuai standar.
Tinjauan Penerapan Perilaku Protokol Kesehatan Pada Petugas Rekam Medis Dalam Ruang Kerja Unit Rekam Medis Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Zainab Tahun 2022 Azzahra, Mentari Faizah; Octaria, Haryani
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol4.Iss1.922

Abstract

Secara definisi protokol kesehatan adalah panduan atau tata cara kegiatan yang dilakukan dalam rangka menjamin individu dan masyarakat tetap sehat terlindung dari penyakit tertentu. Tujuan penerapan protokol kesehatan adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 bagi masyarakat di tempat fasilitas umum dalam rangka mencegah terjadinya episenter/cluster baru selama masa pandemi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan metode kualitatif, dilakukan pada Ruang Kerja Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Tahun 2022. Subjek penelitian ini berjumlah 5 orang. Objek dari penelitian ini adalah penerapan perilaku protokol kesehatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Hasil penelitian menunjukkan petugas rekam medis bagian pendaftaran sudah menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pembatas kaca dan tersedianya handsanitizer, pada petugas penyimpanan dokumen rekam medis masih ada beberapa petugas yang belum menerapkan protokol kesehatan serta tidak terdapatnya Standar Operasional Prosedur (SOP) terkhusus rekam medis. Dapat disimpulkan petugas rekam medis bagian pendaftaran sudah menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pembatas kaca dan tersedianya handsanitizer, pada petugas penyimpanan dokumen rekam medis masih ada beberapa petugas yang belum menerapkan protokol kesehatan serta tidak terdapatnya  Standar Operasional Prosedur (SOP) terkhusus rekammedis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Petugas penyimpanan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru harus tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan handsanitizer. SOP terkait pencegahan penularan covid-19 di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekanbarudibuatkan juga terkhusus untuk Ruang Unit Kerja Rekam Medis. 
YOLOv12 Model Optimization for Monitoring Occupational Health and Safety in Hospital Archive Rooms Jepisah, Doni; Octaria, Haryani; Muhamadiah, Muhamadiah; Irawan, Yuda
Journal of Applied Data Sciences Vol 6, No 4: December 2025
Publisher : Bright Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47738/jads.v6i4.936

Abstract

The application of artificial intelligence technology in occupational safety monitoring systems within healthcare facilities has become an urgent necessity, particularly to support compliance with Occupational Safety and Health (OSH) standards in hospitals. This study aims to develop an automated detection model based on YOLOv12 to identify visual OSH elements in hospital archive rooms, such as APAR, evacuation signs, windows, and Personal Protective Equipment (PPE) including masks, gloves, and shoes. The initial dataset consisted of 2,866 documented images, which were expanded through augmentation to 6,886 images to increase data diversity and prevent overfitting. The YOLOv12 model was trained over 100 epochs using SGD as the optimization technique. The dataset was divided into three subsets training, validation, and testing in a proportional manner. Model evaluation employed metrics such as precision, recall, mAP@0.5, and mAP@0.5–0.95, supported by visualizations including the confusion matrix, F1-confidence curve, and precision-recall curve. One of the key advantages of YOLOv12 lies in its architectural efficiency and enhanced generalization capability, enabled by the integration of R-ELAN, Area Attention Mechanism, and FlashAttention. These components allow for broader receptive field processing with reduced computational complexity. Furthermore, the removal of positional encoding and adjustment of the MLP ratio make the model lighter and faster without compromising accuracy. Compared to previous versions (YOLOv8–YOLOv11), YOLOv12 demonstrates more stable and accurate performance in detecting complex OSH objects in indoor environments. The system was also implemented in a real-time user interface using Streamlit, automatically displaying personnel PPE completeness and room safety compliance status. In conclusion, the optimized YOLOv12 model has proven effective for real-time visual detection in OSH contexts. Future studies are recommended to incorporate data balancing approaches, spatial segmentation, and IoT sensor integration to expand the system’s coverage and resilience across diverse workplace conditions.
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia Di Unit Rekam Medis Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2025 Azahwa, Filmavella; Trisna, Wen Via; Octaria, Haryani
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol4.Iss2.1566

Abstract

Dalam pelayanan kesehatan, Puskesmas berperan penting sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Manajemen SDM menekankan pentingnya kesesuaian pendidikan, pelatihan berkelanjutan, sistem karier transparan, serta motivasi dan kedisiplinan kerja. Faktor tersebut diyakini mampu meningkatkan kinerja tenaga kesehatan, termasuk di Unit Rekam Medis yang bertugas mencatat, menyimpan, dan mengelola data pasien. Berdasarkan survei awal di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Pekanbaru, Unit Rekam Medis memiliki peran sentral dalam mutu pelayanan, namun masih menghadapi kendala pengelolaan SDM, baik dari aspek kompetensi, motivasi, maupun pengembangan karier. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala unit dan staf. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan SDM belum optimal, ditandai ketidaksesuaian latar pendidikan, keterbatasan tenaga, serta pelatihan yang tidak rutin. Meski kedisiplinan cukup baik, sistem penghargaan dan rotasi kerja masih lemah. Diperlukan peningkatan kompetensi, penyesuaian jumlah tenaga, dan sistem karier berkelanjutan.